Home / Beranda / 100 Kawah Bubur Pedas; Ajang Kuliner Lokal ke Pentas Dunia

100 Kawah Bubur Pedas; Ajang Kuliner Lokal ke Pentas Dunia

Oleh Asmirizani

MABMonline.org, Sambas—-Ahad (25/8), jalan di depan kantor bupati Sambas penuh sesak oleh orang yang berkumpul ingin mendapatkan Bubur Pedas. Gratis. Panitia Festival Seni Budaya Melayu IX mengadakan pembuatan bubur pedas sebanyak 100 kawah (kuali, red). Bubur Pedas ini dibuat oleh ibu-ibu yang terbagi dalam kelompok-kelompok kecil berdasarkan perwakilan kampung dan kecamatan yang ada di Sambas. Sebanyak  100 kelompok ibu-ibu yang menjadi peserta. Panitia FSBM IX juga menilai bubur pedas yang paling enak, asli, dan unik dalam penyajiannya.

Seorang Ibu menuangkan bubur pedas ke dalam mangkok
Seorang Ibu menuangkan bubur pedas ke dalam mangkok (Foto Dedy Ari Asfar)

“Lestarikan budaya lokal yang ada di Sambas. Terutama budaya kuliner bubur pedas ini,” ujar Pak Rahmi, mantan anggota DPRD Provinsi Kalbar yang turut serta menikmati bubur pedas di kawah nomor ke-34.

Ribuan warga menyemut di lokasi. Ada yang sekadar penasaran ingin melihat; ada yang ingin mendapatkan bubur pedas gratis. Ibu Sinang, seorang pengunjung rela datang dari Sanggau Ledo, Bengkayang hanya untuk mencicipi bubur pedas dan menyaksikan acara FBSM IX di Kabupaten Sambas.
“Saya ingin mencicipi bubur pedas asli buatan orang Sambas, dan ternyata enak,” ujar Ibu Sinang.

Makanan kuliner lokal harus tetap dijaga supaya tidak punah, satu di antaranya bubur pedas yang merupakan makanan kuliner khas Sambas. “Budaya kuliner ini harus kita lestarikan. Semoga bubur pedas dikenal oleh masyarakat di seluruh dunia,” harap Drs. Ramzi, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sambas.

Minuman tradisional
Seorang ibu memegang minuman tradisional (Foto Dedy Ari Asfar)

Peserta tidak hanya membuat bubur pedas, tetapi juga membuat bermacam minuman tradisional yang berkhasiat untuk tubuh. “Menariknya di acara 100 kawah bubur pedas juga menyajikan minuman tradisional yang berkhasiat obat khas Melayu Sambas yang hampir punah. Ini harus dilestarikan,” ujar Agus Syahrani, peneliti di Pusat Penelitian Kebudayaan Melayu, Untan.

Acara 100 kawah bubur pedas juga menginspirasi pengunjung dari luar Kabupaten Sambas untuk berbuat hal serupa. Satu diantaranya tokoh masyarakat Melayu Kapuas Hulu, “Insya Allah FSBM X mendatang di Kapuas Hulu juga akan menampilkan kerupuk basah terpanjang dan membakar ikan Toman terbanyak untuk memecahkan rekor MURI, serta menampilkan makanan khas Kapuas Hulu lainnya agar dikenal masyarakat luas,” ujar A. R. Muzammil, tokoh Kapuas Hulu yang juga mantan Ketua KPU Kalbar saat dimintai tanggapannya mengenai acara 100 kawah bubur pedas.

Check Also

Pontianak Helat Festival Seni Budaya Melayu

Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kalimantan Barat menggelar Festival Seni Budaya Melayu VIII di Kota …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *