Home / Jurnalisme Warga / 14 Hari Melang-lang Buana di Kota Pendidikan

14 Hari Melang-lang Buana di Kota Pendidikan

Oleh Rianti Pratiwi

MABMonnline.org, Pontianak–Tepat 28 Januari 2013, 10 menit lebih awal dari temanku Gina, aku datang ke Bandara Supadio Pontianak ditemani temanku siang itu. Sambil menunggu Gina, aku berdiri sambil memainkan handphoneku, terlihat dari kejauhan kulihat Gina yang di antar temannya. Kami berdua berpamitan dengan teman-teman yang mengantar ke bandara siang itu. Tiket yang sudah kupegang akan mengantar kami terbang ke kota pendidikan, setelah mengurus segalanya kami menunggu di ruang tunggu. Ini sangat lucu, perjalanan ini merupakan kunjungan pertama bagiku dan Gina ke Jogja.

Sudah saatnya kami meninggalkan Supadio Pontianak dan akan menuju Bandara Internasional Adi Sutjipto, dalam perjalanan itu tak henti-hentinya menebarkan kelakuan aneh, sekali-kali aku melirik Gina yang berada di dekatku sambil mengintip laki-laki yang duduknya tepat di depannya. Sepanjang perjalanan laki-laki itu menjadi topik pembicaraan. Haha luar biasa tingkahku dan Gina. Sekitar 15 lagi akan mendarat di Jogja, sebelum jalan-jalan kami berdua sudah kagum duluan, melihat indahnya kota itu dari langit dan sangat tidak menyangka dalam waktu beberapa jam sudah berada di pulau yang berbeda, “ini benar luar biasa” ungkap Gina kepadaku.

Sambil menunggu jemputan sepupuku, kami berdua senyam-senyum sendiri karena bahagia sudah bisa menginjakkan kaki di kota yang berbeda. 15 menit kemudian sepupuku, Kiki namanya terlihat dari kejauhan menjemput kami berdua, yeeaaah kupikir ini bakal menjadi liburan yang paling berkesan. Di dalam perjalanan menuju rumah, “ waaah Tiwi, ini loh Jogja, sekarang kita udah di Jogja”  ungkap Gina dengan semangat.

Sesampainya di rumah, kami berdua merebahkan tubuh di kasur dan beristirahat untuk menyegarkan badan. Tak lupa juga, sepupuku membelikan makanan buat kami berdua dan lagi-lagi setelah kami kagum terhadap indahkan kota itu, kami berdua sontak keheranan dengan murahnya makanan di Jogja. “makanan disini murah-murah ya wi, masa pecel ayam aja 8 ribu udah dengan nasi lagi tu, waah bakal gendut kalo hidup dengan makanan semurah ini dan ga perlu masak lagi” ungkap Gina.

Pada malam pertama di Jogja, kami berdua memutuskan untuk beristirahat agar badan terasa sehat agar bisa jalan-jalan di hari besoknya.

New Picture (1)Hari pertama kami jalan-jalan ( waah fikirku, ini bakal menjadi hari yang mengesankan , bayangkan saja kami akan belanja, makan , jalan-jalan tanpa ditemani orangtua). Setelah siap-siap untuk jalan, kami memutuskan untuk pergi ke Malioboro ( nah, biasanya cuma bisa dengar cerita dari bapak,mama dan lihat foto-fotonya saja tapi tidak untuk kali in, aku yang akan pergi sendiri , senang sekali rasanya haha). Selama dalam perjalanan menuju Malioboro, kami menghafal jalan-jalan yang dilalui agar bisa jalan-jalan sendiri tanpa di temani sepupuku. Pertama kali melihat Malioboro, waaah banyak yang jualan, bakal puas belanja. Sepupuku meninggalkan kami berdua di Malioboro ( waah bayangkan saja, gimana cara pulangnya ?). Dengan asik berbelanja, kami berdua memutuskan untuk pulang sendiri, dengan melihat petunjuk-petunjuk jalan dengan gesitnya temanku melajukan motor. Aah pikirku, bakalan nyasar tapi dengan hebatnya ingatan Gina, kami berdua sampai di rumah dengan selamat.

Hari berikutnya kami memutuskan untuk jalan-jalan ke kebun binatang, dengan ditemankan 2 teman baru asal Kalbar juga yang tepatnya sedang studi di kota tersebut. Kebun binatang “Gembira Loka Zoo” tidak jauh dari rumah sepupuku jadi kami berdua hapal dengan jalan menuju gembira loka. Setelah pertemuan dengan teman baru, dengan gesitnya kami masuk, jalan-jalan mengintari besarnya kebun binatang yang binatangnya lucu-lucu juga mencoba menggunakan wahana sepeda air yang ada di kebun binatang itu dan  tidak lupa juga, kami selalu mengabadikan moment- moment indah dengan berfoto-foto.

Setelah puas mengintari kebun binatang dan melihat berbagai macam binatang yang ada di kebun binatang, selanjutnya kami memutuskan untuk jalan-jalan ke alun-alun keraton. Selama perjalananan, tak habis-habisnya selalu kutanyakan bangunan dan berbagai macam tempat yang kulihat, dengan senang hati teman baruku si udin menjelaskan tempat-tempat yang kulihat tadi.

Sesampainya di alun-alun kidul, aku heran melihatnya, berasa tidak ramai yang di penuhi banyak orang seperti yang diceritakan, memang benar ternyata aku salah anggapan. Alun-alun kidul selalu ramai apabila malam hari dan salahnya itu, kami mengunjungi pada sore hari. Teringat dengan cerita bapak, ketika liburan di Jogja dan tepatnya di alun-alun kidul, kalian harus melewati 2 pohon yang berada di tenganh-tengah itu, karena kata orang-orang 2 pohon itu memiliki mitos, ya katanya apabila kita bisa melewati pohon-pohon itu, maka segala yang kita impikan dan cita-citakan akan terwujud. Aku dan Gina serta teman baruku si Udin dan Ilwan pun ikut mecoba melewati pohon itu, yeaaah apa mau di kata kami berempat susah sekali melewati 2 pohon itu, setelah dicoba berulang kali , barulah bisa mencapainya hhihihii senangnya hati.

Malam harinya, aku, Gina, sepupuku dan pacarnya mengujungi Alun-alun Kidul lagi, dan ternyata benra kata orang-orang. Luar biasa mengesankan, banyak orang yang berjualan makanan sepanjang jalan dan banyak sepeda-sepeda hias. Tak mau kalah dengan cerita orang, kami berempatpun mecoba speda hias hihi lucunya aku dan Gina, benar-benar liburan yang penuh cerita.

New Picture (5)Yeeaah, hari berikutya aku, Gina, Udin dan Ilwan jalan-jalan ke Borobudur. Dari rumah sepupuku lumayann jauh, tapi kami nikmati dengan bernyanyi-nyanyi sepanjang perjalanan. Sampainya di taman wisata Borobudur, temanku si Gina asik memilih-memilih topi untuk ia gunakan. Tak henti-hentinya kami berdua kagum dengan keindahan borobudur, yeeaah luar biasa menyenangkan bisa berada di tempat ini. Dimanapun kami berada , kami selalu mengabadikan foto-foto. Kami berfoto-foto dengan wisatawan dari luar negeri, ada yang Jepan, Rusia, Jerman dan pokoknya bayak lagi deh. Panasnya Borobudur tak membuat kami goyah, malah kami senang bisa berlama-lama di Borobudur.

Beberapa jam kemudian, kami mengunjungi Prambanan, yeeah ini juga luar biasa indahnya. Cuaca sore hari, membuat kami betah berlama-lama. Pengalamanya pun hampir sama ketika kami mengunjungi candi Borobudur, banya bule yang berkeliaran dan baiknya lagi mereka tanpa di minta malah mau mengabadikan foto bersama-sama.

New Picture (7)Senang bisa jalan-jalan ke berbagai tempat yang luar bisa indah, ini merupakan pengalaman yang mungkin mengesankan bagiku dan juga temanku Gina si ratu topi.

Hari- hari selanjutnya kami jalan-jalan dan makan-makan lagi, mengintari kota pendidikan, mengunjungi kampus UGM, waah luar biasa luasnya kampusnya ada dimana-mana. Banyak kampus-kampus megah disana, salah satunya yang sangat menari ialah kampus Institut Seni. Sepanjang perjalanan aku melihat berbagai sekolah, kampus-kampus. Tak salah lagi kota ini, benar-benar kota pendidikan gumamku. Biaya kuliah dan makanan juga murah dan orang-orangnya juga ramah.

Kami menyempatkan diri untuk mengujungi pantai parang teritis. Luar biasa pantai yang indah.

Kami bersantai ria dan bernyayi-nyanyi dengan pengamen di pantai itu, bahagia sekali rasanya bisa melalukan hal-hal yang mengesankan. Tak kalah hebohnya juga, Gina asik berjoget-joget mendengar alunan musik dari pengamen.

New Picture (8)Hari selanjutnya aku memutuskan untuk pindah ke rumah kakeknya Gina, kakek dan neneknya tinggal sendiri di rumah sederhana karena anak-anaknya sudah memiliki kelurga masing-masing. Kakek dan nenek itu sudah aku anggap sebagai kakek nenekku sendiri, sangan ramah dan sopan sekali, yeeaah gumamku “aku punya keluarga baru di Jogja” senangnya hatiku.

Satu hal yang sangat tidak kami suka, kami mendengar kabar bahwa pesawat yang kami tumpangi sudah tidak beroperasi lagi, galaunya hati kami sedangkan tiketnnya sudah kami beli terlebih dahulu, berhari-hari kami menunggu informasi dari pihak pesawat, tapi belum juga mendapatkan kabar. Akhirnya kami memutuskan untuk mendatangi salah satu tempat yang katanya bisa menangani penumpang-penumpang pesawat Batavia tersebut. Akhirmya, dengan lega kami bisa menghabiskan waktu liburan dnegan hati yang bahagia. Yaaah, walaupun rencana pergi liburan ke Malang dan Bali kami batalkan gara-gara berhari-hari menunggu kejelasan pesawat.

Hari selanjutnya aku dan temanku Gina mengunjungi Keraton dengan berjalan kaki dari rumah tidak terlalu jauh, waah luar biasa penampilanku dan Gina, dengan topi serta kacamata hitam. Sesampainya di keraton, aku tertawa terbahak-bahak mendengar salah satu penjual tiket mengatakan bahwa kami adalah penjungung dari jepang, itu terlihat jelas karena si Gina penampilannya seperti orang Jepang, sungguh pengalaman yang luar biasa.New Picture (10)

Hari-hari berikutnya, kami jalan-jalan malam misalya wisata kuliner, bersantai di malioboro dan melihat indahnya keramaina kota. Juga  pada malam yang lainnya  kami di ajak ke bukit bintang melihat kota Jogja dengan indahnya, benar-benar di atas bukit haha senangnya. Semakin hari kekagumanku terhadap Jogja, rasanya tak mau pulang ke pontianak.

Semakin hari semakin medekati hari pulang,selalu kami sempatkan untuk berbelanja untuk oleh-oleh serta batik-batik untuk keluarga, karena harganya lebih murah di bandingkan di pontianak. Kami mengunjungi satu per satu museum yang ada di Jogja, dan seperti sudah menjadi kebiasaanku dan Gina selalu mengabadikan moment-moment indah itu.

Hampir setiap hari aku dan Gina ke Malioboro, kami puas-puaskan untuk jalan-jalan dan juga makan-makanan yang serba murah meriah. Banyak teman-teman baru yang kami temukan disana, ada rasyid, si Udin, si Elvin dan juga Ilwan yang setia menemani kami kemanapun berada.

1 hari sebelum meninggalkan Jogja, malam harinya aku dan Gina di ajak Elvin kuliner dan jalan-jalan di di Malioboro, melihat ramainya penjungung, sedih rasannya hati ini buat ninggalkan liburan yang paling berkesan ini. Banyak kejadian lucu, dari awalnya tidak tahu jalan-jalan di Jogja amalh menjadi tahu, heboh dengan makanan murah, asik belanja di berbagai tempat yaah salah satunya pasar yang Cuma ada pada hari minggu Sunmon (Sunday  Morning) pokonya masalah belanja emang puuuasss deh, dari mulai tiket bermasalah, hampir ga bisa pulang gara-gara duit habis sebelum dikirim orang rumah, sempat minjam sama orang (tetap diganti sih, udah nyampe pontianak di gantinua haha ), galau gara-gara duit ga bisa di ambil, masuk mesin atm satu, atm lain waah pokonya lucu deh.New Picture (11)

Tepat hari H, kami pulang ke Pontianak. Sedih rasanya mengakhiri liburan ini dan juga mesti berpisah dengan kakek dan nenek baruku di Jogja. Saat perjalanan di taksi menuju bandara, aku melirik-lirik Gina yang duduk dibelakang disebelah kakek, jadi teringat sekilas bayangan kami jalan-jalan, belajar membatik, melihat pameran foto-foto adduh pokoknya sedih hati ini. Sesampainya di bandara, setengah jam kemudian kami berpamitan kepada kakek (aduuh rasanya ga mau balik ke Pontianak, Pontianak tidak seasik Jogja L). Dikarenakan liburan udah selesai, perkuliahan akan segera di mulai mau tidak mau harus pulang demi pendidikanku.

Satu masalah lagi yang mucul ketika kami membayar bagasi, barang-barang kami terlalu banyak sehingga bayarnyapun harus ekstra banyak, lihat isi dompet uang ga cukup, terpaksa denga gesitnya si Gina keluar dari ruangan mecari mesin ATM. Benar-benar pengalaman yang susah dilupakan.

Sampailah di Pontianak, Gina telah di jemput oleh temannya sedangkan aku memilih untuk pulang ke kosanku menggunakan taksi karena barang-barangku luar biasa berat. Ketika pulang, aku sempat melihat isi dompetku, ya Tuhaan uangnya sisah 50 ribu dan terpaksa meminjam uang Gina untuk biaya taksi. Sampai pulangpun masih ada kelucuan luar biasa.

Seperti bisanya aku kembali dengan kesibukan kuliahku dan bahagia bisa melalang buana di Kota Pendidikan ( Yogyakarta) yang benar-benar surganya  wisatawan.

Check Also

Karman: Kita Merasa Sangat Puas dengan Kinerja Dewan Juri

Oleh Mariyadi MABMonline.org, Sambas—Karman, ketua panitia Festival Seni Budaya Melayu (FSBM) ke-IX, merasa puas dengan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *