MABM Akan Gelar Workshop “Sejarah dan Nilai Budaya Melayu Kalimantan Barat”

Oleh Asmirizani

MABMonline.org, Pontianak – MABM mengadakan workshop budaya pada tanggal 2-3 Desember 2013 di rumah melayu (30/11). Workshop budaya melayu tersebut bertema “Sejarah dan Nilai Budaya Melayu di Kalimantan Barat”. Seminar tersebut akan dihadiri para undangan, yaitu pelajar, mahasiswa, budayawan, masyarakat umum, dan pengurus MABM. “Peserta workshop budaya ini berjumlah 100 orang. Peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa, budayawan, masyarakat umum, dan pengurus MABM.” Ujar AR Muzammil, sebagai koordinator workhsop.

Kegiatan workshop tersebut akan dilaksanakan di balairungsari Rumah Melayu Kalimantan Barat. Kegiatan workshop tersebut akan dihadiri empat pemateri yang membicarakan tema berbeda yang menarik. Keempat pemateri yang akan memaparkan mengenai kebudayaan melayu, yaitu Prof. Dr. Chairil Effendy, Dr. H. Haitami Salim, Dr. Yusriadi, dan Dedi Ary Asfar. Pemateri ini akan memaparkan kebudayaan melayu dari sudut pandang tersendiri. Sesuai yang diungkapkan oleh koordinator workshop, AR Muzammil, “Kita akan mengundang empat pemateri. Empat pemateri ini akan membicarakan budaya melayu dari sudut pandang yang berbeda.”

Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan fasilitasi rumah budaya nusantara yang diadakan MABM. Kegiatan tersebut sudah berjalan mulai tanggal 25 November 2013 dengan diadakan Diklat Koreografer Tari Melayu dan Teater Mendu. Kegiatan workshop sejarah dan nilai budaya melayu di Kalimantan Barat pada tanggal 2-3 desember 2013. Rangkaian kegiatan MABM ini diharapkan dapat menggugah semangat masyarakat melayu untuk menambah kecintaan dan apresiasi terhadap budaya melayu. “Kegiatan ini diharapkan bagi masyarakat melayu untuk tetap mencintai, menambah wawasan dan pemahaman, serta mengimplementasikan nilai budaya Melayu di Kalimantan Barat.” Ungkap AR Muzammil lanjut.

Chairil Berharap Apresiasi Terhadap Budaya Melayu Meningkat

Oleh Asmirizani

MABMonline.org.Pontianak – MABM Kalimantan Barat akan kembali mengadakan serangkaian kegiatan melayu di Rumah Adat Melayu (27/11). Kegiatan tersebut untuk  menumbuhkembangkan informasi dan apresiasi terhadap Budaya Melayu. Seperti yang diungkapkan ketua umum MABM Chairil Effendy, “Kita berharap semoga masyarakat Melayu mendapatkan informasi tentang Budaya Melayu sehingga apresiasi terhadap Budaya Melayu dari hari ke hari semakin luas”.

MABM mendapat kepercayaan untuk menyelenggarakan fasilitasi rumah budaya dari Kementerian Pendidkan dan Kebudayaan. Dalam rangka fasilitasi tersebut MABM mengadakan berbagai kegiatan untuk menanamkan nilai dan mengembangkan Budaya Melayu. “Ini suatu kepercayaan buat MABM untuk mengelola dana dari APBN dan melaksanakan kegiatan ini dalam rangka menanamkan nilai dan mengembangkan Budaya Melayu. Kita berterima kasih atas kepercayaan kementerian pendidikan dan kebudayaan telah memilih kita.”

Pada tanggal 2-3 Desember 2013 akan ada kegiatan workhsop tentang nilai sejarah dan budaya melayu. Puncak kegiatan berlangsung pada tanggal 6 Desember 2013 akan melaksanakan pementasan seni cemerlang-melayu gemilang. Acara tersebut akan menampilkan teater mendu dan tarian melayu.

“Alhamdulillah kita dipercayakan oleh kementrian pendidikan dan kebudayaan untuk menyelenggarakan fasilitasi rumah budaya. Kita melaksanakan empat kegiatan. Pertama, workshop penilaian sejarah kebudayaan melayu. Kedua, pelatihan tari dan mendu. Ketiga, rapat koordinasi. Keempat, pementasan seni cemerlang-melayu gemilang.” Ujar Chairil Effendi, ketua umum MABM Kalimantan Barat.

“Kita berusaha semaksimal mungkin menjalankan empat kegiatan tersebut. Tentu kita akan melaporkan kegiatan ini agar sebagai bahan masukan dan penilaian bagi pihak kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,” ungkap ketua umum MABM Kalimantan Barat.

Pemeran Teater Mendu dan Penari Siap Tampil di Seni Cemerlang-Melayu Gemilang

Oleh Asmirizani

MABMonline.org.Pontianak – Balairungsari Rumah Melayu Kalimantan Barat riuh dengan suara alunan musik melayu pada Selasa siang (26/11). Suara musik itu dihasilkan oleh kelompok pemusik teater mendu. Kelompok pemusik ini merupakan bagian dari kelompok mendu, yang merupakan kelompok teater mendu. Kelompok ini berlatih kembali untuk pemantapan pementasan yang akan dilaksakankan pada acara “Seni cemerlang-Melayu gemilang” mendatang.

Pemeran sebagai Jin beradu akting (Foto Gusti Iwan)
Pemeran sebagai Jin beradu akting (Foto Gusti Iwan)

Kelompok yang beranggotakan 20 orang ini terlihat antusias berlatih. Latihan ini terlihat berjalan lancar dan khidmat. Terlihat juga penampilan pemain telah hampir benar-benar siap tampil. Seperti halnya yang diungkapkan Satarudin Ramli sebagai sutradara, ”Persiapan kita sudah 90%. Ini hanya latihan pemantapan saja.”

Terlihat seorang pemain yang sedang memerankan Jin di atas panggung dengan totalitasnya. Tampak jelas latihan ini hanya pemantapan saja. “Saya sudah siap 90%. Ini hanya latihan penyesuaian saja.” Tutur pemain yang memerankan Jin, saat ditemui setelah latihan.

Dua ketua sanggar sedang bermusyawarah (Foto Gusti Iwan)
Dua ketua sanggar sedang bermusyawarah (Foto Gusti Iwan)

Sanggar teater mendu nanti akan menampilkan cerita berjudul “Sekuntum Bunga Serai”. Cerita yang berlatar tempat kerajaan. Cerita yang dibalut dengan musik dan tarian-tarian. Penari pun juga berlatih dengan serius dan terlihat telah mantap. Penari akan berkolaborasi dengan teater mendu. Penari akan membawakan tiga jenis tarian, yaitu tarian Bujang Dare Bekaseh, tarian Lenggak-lenggok Nak Dare, dan tarian Kipas.

“Kelompok penari sudah siap 80%, saya yakin nanti akan berjalan lancar dan sukses.” Ujar Kusmindari Triwarti sebagai ketua sanggar Andari.

Penari Cilik pun Akan Tampil pada Acara Seni Cemerlang-Melayu Gemilang

Oleh Asmirizani

MABMonline.org.Pontianak – Selasa 26 November 2013, Balairungsari Rumah Melayu Kalimantan Barat didatangi para orang tua dan anak-anak. Para orang tua mengantar dan menyaksikan anak-anaknya latihan menari. Anak-anak yang masih SD ini antusias mengikuti latihan tarian di rumah Melayu. Mereka hanya mengulang tarian kipas dengan dipandu oleh dua orang penari dewasa.

Kelompok anak-anak ini akan ikut meriahkan acara seni cemerlang-melayu gemilang dengan tarian melayu. Penari cilik ini akan tampilkan pada tanggal 6 Desember 2013.

“Walau sulit melatih anak-anak, tapi mereka syukurnya masih bisa diarahkan,” tutur salah satu pelatih.

Penari cilik saat latihan di atas pentas (Foto Iwan)
Penari cilik saat latihan di atas pentas (Foto Iwan)

Penari cilik yang ikut menari berjumlah 20 anak. Mereka mengikuti diklat hari ini dengan ceria. Berperilaku layaknya anak-anak, dan menggemaskan hati. Terkadang anak-anak cepat merasa bosan dalam suatu hal, tetapi tidak bagi anak-anak ini saat latihan menari kali ini. Mereka tetap berlatih bersungguh-sungguh layaknya orang dewasa.

Begitu juga Ara yang merupakan satu penari cilik yang suka menari.

“Saye suke nari Bang. Biar bise jadi penari hebat,” imbuh Ara yang masih Sekolah Dasar.


Anak-anak merupakan bibit-bibit muda untuk melestarikan sebuah tarian. Lebih bagus lagi jika anak-anak ini didukung oleh orang tua. Sebuah tarian melayu tentunya akan tetap lestari jika telah ada penari cilik yang cinta dengan tarian melayu, seperti yang dikatakan Kusmindari Triwarti yang merupakan pimpinan sanggar Andari. “Kita membina anak kecil supaya mencintai tarian Melayu.”

Penari cilik antusias menari (Foto Gusti Iwan)
Penari cilik antusias menari (Foto Gusti Iwan)

Semoga anak-anak dan orang tua tertarik dengan ditampilkannya tarian kipas ini. Sehingga para orang tua mendorong anaknya untuk mencinta tarian Melayu, dan tentunya regenerasi penari Melayu akan terus tumbuh.

Diklat Koreografer Tari Melayu dan Teater Mendu

Oleh Gusti Iwan

Tampilan Diklat Tari Melayu  (Foto Gusti Iwan)
Tampilan Diklat Tari Melayu
(Foto Gusti Iwan)

MABMonline.org, Pontianak — Sejak pukul 09.00 WIB tadi (25/11), di Balairungsari Rumah Melayu Kalimantan Barat berlangsung Pendidikan dan Pelatihan Koreografer Tari Melayu dan Teater Mendu Dalam Rangka Fasilitasi Rumah Budaya Nusantara, kegiatan ini dilaksanakan mulai tanggal 25 – 29 November 2013.

Dalam pelatihan kali ini dihadiri oleh para penggiat Mendu dari berbagai generasi, dari yang tua sampai yang generasi muda. Selain itu turut hadir tokoh budaya, Sataruddin Ramli, sebagai penanggung jawab kegiatan sekaligus sebagai salah satu  penggiat kesenian Mendu.
Sambil diiringi alat musik berupa gendang, biola, gong dan akordion, lebih kurang 20 orang melakukan sesi latihan pada hari ini.

Di waktu yang bersamaan sekelompok penari turut berlatih tarian Melayu. Anak asuh dari Sanggar Andari binaan Kusmindari Triwati ini berlatih membawakan tarian Lenggak-lenggok Nak Dare. Tarian ini sendiri menjadi salah satu tarian yang akan ditampilkan pada acara pembukaan Malam Pagelaran Budaya ” Seni Cemerlang – Melayu Gemilang” yang akan diselenggarakan pada tanggal 6 Desember 2013 di Balairungsari Rumah Melayu Kalimantan Barat. Selain itu juga akan ditampilkan tari Jepin Kipas yang akan dibawakan oleh anak-anak dan tari Bujang Dare Bekaseh yang akan mengiringi penampilan teater  Mendu.

Tampilan Diklat Tari Melayu  (Foto Gusti Iwan)
Tampilan Diklat Tari Melayu
(Foto Gusti Iwan)

Lemang, Kuliner Musiman Melayu Pontianak

oleh Dedy Ari Asfar

lemang-kuliner-MelayuSaya berhenti di Simpang Jalan Juanda yang bermuara di Jalan Tanjungpura untuk membeli lemang. Ya, lemang merupakan kuliner musiman yang tidak setiap hari ada di Pontianak. Lemang hanya bisa dinikmati pada bulan Ramadan dan Idul Fitri. Lemang menjadi kuliner khas Melayu di Indonesia, Malaysia dan Singapura. Di Pontianak, lemang menjadi kuliner spesial Ramadhan yang dinikmati setahun sekali.

Saya teringat masa-masa kecil di sebuah kampung Melayu di Kecamatan Mukok, Sanggau. Saya menikmati lemang setahun dua kali, yaitu saat hari raya Idul Fitri dan Idul Adha. Di Pontianak lemang menjadi panganan khas Ramadan. Bagi masyarakat Kota Pontianak, setiap bulan puasa lemang hadir sebagai menu pilihan yang nikmat. Menurut keterangan Imam (penjual) lemang yang saya temui, masyarakat bukan Melayu justru pembeli terbanyak pangan khas Melayu dan Dayak Kalimantan Barat ini.

Krek… krek… krek… suara lemang bambu yang dibelah terdengar. Imam sang penjual lemang tampak cekatan melucuti bambu yang telah terbelah dengan ujung-ujung jarinya. Sebelum melucuti pecahan bambu lemang, Imam memecahkan bambu dengan tangan terlebih dahulu pada ujung bambu yang terbuka, seperti orang memecah buah manggis.  Hasil pecahan kecil itulah yang kemudian dilucuti sehingga “menelanjangi” lemang.

Saya terus mengamati Imam yang sibuk memotong satu ruas lemang dengan panjang sekitar 1 meter menjadi beberapa bagian. Lemang berukuran kecil dijual dengan harga per potong lima ribu rupiah. Lemang berukuran besar (ruas bambu besar) dengan panjang sekitar 1 meter juga dipotong dalam empat potong setengah. Potongan-potongan itu dijual dengan harga sepuluh ribu per potong. Lemang berukuran besar diisi dengan kacang merah sedangkan lemang berukuran kecil tanpa kacang merah.

Lemang merupakan beras ketan yang dilapisi daun pisang dengan air santan kelapa terkadang diisi kacang merah dengan memanfaatkan bambu sebagai wadah. Bambu berisikan beras ketan ini kemudian dimasak dengan cara dibakar. Di Pontianak Lemang dibakar selama 5 jam. Dalam varian Melayu Sanggau, lemang dipandok/mandok (bakar) dengan menjajarkannya secara vertikal dalam beberapa baris ruas bambu.

Lemang menjadi panganan favorit multietnik di Pontianak selama Ramadan. Bersilih ganti para pembeli yang menyambangi lapak kecil Imam ternyata didominasi orang-orang Cina. Dalam benak saya fenomena ini agak mengherankan juga, bukan? Pembeli Cina begitu dominan menikmati panganan khas Melayu dan Dayak. Mungkin orang Melayu kurang begitu suka memakan lemang untuk berbuka puasa karena sama mengenyangkan dengan nasi? Menurut Imam kalau dipersentase, pembeli lemang dari kalangan orang Cina sekitar 90%. “Pelanggan saye banyak Cine Bang, 90% lah” ujar Imam. Satu keluarga Cina yang membeli lemang tampak tawar-menawar harga dengan Imam saat ingin membeli satu ruas panjang utuh. Pembeli dari kalangan Cina ini memilih lemang yang hangus. “Yang hangus enak,” kata si pembeli. Ternyata lemang bukan baru kali ini dinikmati keluarga Cina ini. Mereka sudah terbiasa memakan lemang saat masih di kampung (kawasan Sungai Ayak, Sekadau).

Imam sang penjual lemang merupakan mata rantai penting yang menyelamatkan makanan tradisional Kalimantan Barat dari kepunahan. Lemang sebagai simbol makanan pribumi Kalimantan Barat yang disenangi oleh orang-orang bukan pribumi mudah-mudahan terus menjadi panganan yang dicari di Kota Pontianak.

Syair Melayu: Peranan Wanita

MABMonline.com, Pontianak.

Peranan Wanita

                                                                                                           Karya : Datok Gila (dari Kabupaten Sekadau)

Dengan bismillah kami ucapkan
Puji dan syukur kami panjatkan
Menghatur sembah salam penghormatan
Kepada semua hadirin sekalian

Para wanita di saat ini
Melangkah maju meningkatkan prestasi
Dengan bekerja di berbagai instansi
Bahkan ada juga yang memimpin negeri

Bergotong royong kita tingkatkan
Saling membnatu sesama insan
Janganlah kita saling menjatuhkan untuk mencari nama dan kekuasaan

Marilah kita duduk bersama
Tidak membedakan miskin dan kaya
Bahu membahu dalam berkerja
Untuk kemajuan kita semua

Kami semua para wanita
Ikut melestarikan seni dan budaya
Adat dan tradisi sebagai pusaka
Sebagai pedoman dalam berkarya

Festival budaya di saat ini
Untuk mengangkat seni dan tradisi
Lantunan syair sampai di sini
Kami memohon untuk undur diri

Syair Melayu: Bersatu Dalam Kebersamaan

Bersatu Dalam Kebersamaan

                                                                                                        Karya  :   Datok Gila (dari Kabupaten Sekadau)

Bismillahrrahmaanirrahiim kami mulakan
Menghatur senbah salam penghormatan
Puji dan syukur kami panjatkan
Atas Segala rahmat yang telah diberikan

Majelis Adat Budaya Melayu
Menjadi wadah untuk bersatu
Seni dan budaya dijaga selalu
Itu lah pusaka sejak dahulu

Festival budaya di saat ini
Untuk melestarikan seni dan tradisi
Meskipun zaman silih berganti
Tidak akan Melayu hilang di bumi

Seni dan budaya kita jagakan
Selalu mengisi setiap kegiatan
Adat dan tradisi jangan dilupakan
Sebagai panutan dalam kehidupan

Marilah kita bersatu padu
Hidup rukun saling membantu
Tidak membedakan etnis dan suku
agar tercapai kehidupan yang lebih maju

Bersama menjaga adat dan tradisi
Agar selalu hidup dan lestari
Membaca syair sampai di sini
Di lain waktu berjumpa lagi

Membaca Sejarah Melayu

dedy-MABMoleh: Dedy Ari Asfar

Saya mendapat SMS yang menarik dan menggugah. Gara-gara SMS ini mau tidak mau saya membuka kembali lembar demi lembar buku yang pernah saya baca 7 tahun lalu. Saya yakin sang pengirim SMS sebenarnya juga tahu, hanya ingin memastikan saja dari orang lain. SMS tersebut berbunyi “Dalam Sejarah Melayu, di bukit apa di daerah Palembang dilahirkan calon Raja Melayu, siapa namanya?” Saya tahu di Bukit Si Guntang kisah tentang Raja Melayu ini bermula, tetapi saya lupa siapa namanya. Saya pun mencari buku Sejarah Melayu di rak buku rumah. Judul asal teks ini sebenarnya Sulalatus Salatin yang berarti Silsilah Raja-Raja. Teks ini berkisah tentang sejarah raja-raja di Nusantara. Mungkin ini yang menjadi alasan pengarang mengubah judul teks ini menjadi Sejarah Melayu. Teks Sejarah Melayu ini menurut beberapa ahli ditulis dalam tahun 1612 merupakan satu salinan teks yang kemudian dikarang dalam abad kesembilan belas.

Saya pun sigap membaca cepat teks Sejarah Melayu. Akhirnya, dapatlah dijawab bahwa Raja Melayu yang menjadi Raja di Palembang adalah Nila Utama yang muncul dari Bukit Si Guntang, satu kawasan yang mengalir di bawahnya Sungai Melayu. Nila Utama memiliki dua orang saudara kandung, yaitu Nila Pahlawan (saudara tertua) dan Krisyna Pandita (saudara tengah). Mereka merupakan anak dari Raja Suran dan cucu Raja Iskandar Zul-Karnain. Ketiga bersaudara ini kemudian dibawa oleh Demang Lebar Daun ke Palembang. Berita ketiga saudara kandung ini menyebar ke seluruh negeri di Nusantara. Pada waktu itu, datanglah Patih Suatang, Raja Minangkabau ke Palembang. Ia meminta seorang anak dari tiga bersaudara itu yang akan diangkatnya menjadi Raja di Alam Minangkabau. Demang Lebar Daun pun memberikan Nila Pahlawan kepada Patih Suatang untuk diangkat menjadi raja di Minangkabau dengan gelar Sang Si Perba. Tidak mau ketinggalan, sebuah negeri bernama Tanjung Pura yang telah kehilangan rajanya, diwakili oleh patihnya datang ke Palembang untuk meminta Krisyna Pandita menjadi raja di sana. Tinggallah Nila Utama di Palembang untuk dirajakan dengan gelar Seri Teri Buana. Raja Melayu Palembang ini kemudian berpindah ke Temasek (Singapura). Keturunan keempat Seri Teri Buana ini yang kemudian menjadi Raja di Melaka.

Menarik buat saya adalah kisah saudara tengah Nila Utama yang dirajakan di Tanjung Pura. Pertanyaan saya adalah, apakah Tanjung Pura Kalimantan Barat atau daerah lain? Seandainya ini Tanjung Pura yang ada di Ketapang dapat dikatakan bahwa kerajaan Tanjung Pura sudah sangat tua. Jauh sebelum Krisyna Pandita diangkat menjadi raja, Kerajaan Tanjung Pura sudah berdiri sebagai kerajaan. Dengan berkuasanya Krisyna Pandita di Tanjung Pura semakin membesarkan nama Tanjung Pura karena hubungan darah dan politik dengan kerajaan Melayu di Palembang dan Minangkabau.

Malangnya, tidak banyak cerita tentang Krisyna Pandita dalam teks Sejarah Melayu yang menggambarkan secara utuh Kerajaan Tanjung Pura masa dahulu kala. Akan tetapi, teks Sejarah Melayu mengindikasikan bahwa sang adik bungsu Nila Utama dikukuhkan sebagai Raja Palembang sekitar abad ke-11 atau 12. Hipotesis ini didapat karena pada awal abad ke-11 diperkirakan zaman melemahnya Kerajaan Sriwijaya akibat serangan Rajendra Chola I, Raja Chola dari Koromandel pada tahun 1025. Akibatnya, terjadi kevakuman kekuasaan pada masa itu. Dengan demikian, Demang Lebar Daun sebagai penguasa Palembang pun melantik Nila Utama dengan gelar Seri Teri Buana sebagai Raja Baru di bekas kekuasaan Sriwijaya tersebut. Oleh karena itu, boleh diduga Krisyna Pandita sebagai keturunan Raja Iskandar Zul-Karnain juga berkuasa di Tanjung Pura sekitar abad ke-11 atau 12.

Berbicara tentang sejarah kerajaan-kerajaan di tanah Borneo kita masih belum mendapatkan sumber rujukan terpercaya dan sahih yang bercerita tentang tahun-tahun penting kerajaan kuno di Kalimantan Barat. Ada banyak peristiwa penguasa-penguasa awal kerajaan kuno di Kalbar yang terputus (missing link) dan tak diketahui masa pengiktirafannya. Kasus Tanjung Pura membelajarkan kita bahwa pendiri Tanjung Pura bukan berasal dari Majapahit seperti yang diduga selama ini. Mengapa? Bukankah Kerajaan Majapahit baru muncul pada abad ke-13, yaitu tahun 1293. Kita bisa menduga berdasarkan teks Sejarah Melayu, Tanjung Pura lebih dahulu lahir daripada Majapahit, bukan? Kalau kemudian Tanjung Pura sebagai salah satu provinsi atau kekuasaan Majapahit itu memang tidak diragukan, tetapi bukan berarti keturunan Majapahit yang mendirikan Kerajaan Tanjung Pura? Anggapan saya mungkin salah karena ada sebagian ahli menganggap Sejarah Melayu hanya karya sastra yang direka-reka pengarangnya dan bukan catatan sejarah objektif yang dapat dijadikan dasar? Wallahu a’lam.

MABM Laksanakan Fasilitasi Rumah Budaya Nusantara

MABMonline.org, Pontianak — Dalam suasana informal, Majelis Adat Budaya Melayu Kalimantan Barat (MABMKB) menyambut kunjungan dari Ditjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Sabtu pagi (16/11). Tim ini diwakili oleh Edy Suwardi (Karo Pusat Pengembangan SDM Direktorat Nilai Sejarah dan Budaya).

Dalam kunjungannya tersebut Kemendikbud RI bermaksud memonitoring, mengevaluasi sekaligus memberikan masukan-masukan kepada Majelis Adat Budaya Melayu Kalimantan Barat (MABMKB) yang mendapatkan amanah sebagai Fasilitasi Rumah Budaya Nusantara.

Kunjungan Tim Ditjen Kebudayaan Kemendikbud  (Foto Gusti Iwan)
Kunjungan Tim Ditjen Kebudayaan Kemendikbud
(Foto Gusti Iwan)

Didampingi pengurus MABM Kalbar; Mustafa MS, Sataruddin Ramli, Yusuf dan Iwan dari MABM online, Edy Suwardi berkeliling melihat dan mendokumentasikan kompleks Rumah Melayu Kalbar. Ia tidak menyangka bila MABM Kalbar mempunyai balai kerja yang representatif.

Budiman Thahir, salah seorang pengurus MABM Kalbar yang juga mantan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sambas menjelaskan, MABM Kalimantan Barat sesuai dengan visi misinya akan terus berusaha melestarikan kebudayaan. Karena itu, MABM Kalimantan Barat mengajukan usulan program kebudayaan ke Ditjen Kebudayaan Kemendikbud agar MABM Kalimantan Barat dapat terus menjalankan visi misinya selaras dengan pemerintah. Dan, gayungpun bersambut.
BUDIMAN
“Pada intinya kegiatan ini adalah bagaimana supaya kita sebagai bangsa ini melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai budaya, sehingga pada akhirnya bisa memberikan manfaat kepada masyarakat,” tambahnya lagi.

Atas dukungan Ditjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI ini, Majelis Adat Budaya Melayu Kalimantan Barat (MABMKB) merencanakan beberapa kegiatan yang berkaitan dengan kebudayaan. (Jadwal kegiatan di bawah)

 

JADWAL KEGIATAN

FASILITASI RUMAH BUDAYA NASIONAL

JENIS KEGIATAN

WAKTU

TEMPAT

DIKLAT KOREOGRAFER TARI MELAYU DAN MENDU

25-29

NOV 2013

  RUMAH MELAYU

WORKSHOP NILAI SEJARAH DAN BUDAYA

2-3

DES 2013

BALAIRUNGSARI RUMAH MELAYU

RAPAT KONSOLIDASI DAN KOORDINASI ORGANISASI MABM

4-5

DES 2013

BALAIRUNGSARI RUMAH MELAYU

MALAM BUDAYA

“SENI CEMERLANG-MELAYU GEMILANG“

6

DES 2013

BALAIRUNGSARI RUMAH MELAYU

PENYEBARAN INFORMASI

NOV-DES

2013

Media Cetak, Elektronik dan MABMonline.org