Himmat Gelar Lomba Menulis Bertema Karakter

Kegiatan Presentasi Peserta (Foto: Sabhan)
Kegiatan Presentasi Peserta (Foto: Sabhan)

oleh Sabhan Rasyid

MABMonline.org, Pontianak— Dalam rangka dies natalis ke-31, Himmat (Himpunan Mahasiswa Matematika) FKIP Untan menggelar beberapa rangkaian lomba. Satu di antara lomba yang melibatkan siswa SMA se-Pontianak, yaitu Lomba Menulis Esai dengan tema “Pendidikan Karakter”, Minggu (30/3). Kegiatan tersebut diikuti oleh siswa-siswa perwakilan dari beberapa sekolah di Pontianak. “Kegiatan ini diikuti oleh 15 peserta dari perwakilan enam sekolah di Pontianak,” ujar Iga selaku panitia pelaksana.

Kegiatan yang merupakan bagian dari rangkaian dies natalis tersebut dilaksanakan mulai pukul 08.00 pagi di Aula Meranti Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura. Hari ini semua peserta yang telah lolos seleksi mempresentasikan esainya di hadapan dewan juri dan peserta lain. Semua peserta menunjukkan kemampuannya secara maksimal di hadapan dewan juri dengan fokus isi tulisan, yaitu pendidikan dan karakter. Panitia sengaja mengangkat tema “pendidikan karakter” agar tidak terlalu sempit dan peserta dapat mengaitkannya dengan aspek apapun. “Kalau mengangkat tema matematika terlalu spesifik, jadi kami memilih tema karakter karena sesuai dengan fakultas kami,” tambah Iga.

Pelaksanaan presentasi hari ini menghadirkan dua orang juri, yakni Wuri Febrianti dan Sabhan Rasyid. Kegiatan ini berlangsung lancar walaupun terdapat sedikit kendala teknis di pertengahan acara. “Saya berpesan kepada panitia, untuk ke depannya dapat mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang agar tidak memengaruhi mental peserta saat tampil di hadapan juri,” pesan Wuri kepada panitia.

Kegiatan lomba menulis ini merupakan kegiatan positif yang dapat menggali potensi siswa agar lebih kritis dalam menghadapi persoalan. Kegiatan seperti ini juga diharapkan tetap dilaksanakan pada tahun-tahun berikutnya. “Kegiatan seperti ini harus tetap ada di tahun depan,” pungkas juri yang sekarang mengajar di Universitas Muhammadiyah Pontianak kepada redaksi MABMonline.org.

Anggota Himbasi Lestarikan Permainan Rakyat

Anggota Himbasi lestarikan Permainan Rakyat

oleh Sabhan Rasyid
MABMonline.org, Pontianak— Himpunan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia (Himbasi) FKIP Untan menggelar aksi permainan rakyat. Acara yang melibatkan anggotanya tersebut diberi nama APRAS (Aksi Permainan Rakyat Anak Sastra). Kegiatan tahunan ini dilaksanakan untuk mempererat jalinan silaturahmi antaranggota Himbasi FKIP Untan. Hal ini sesuai dengan tema yang diangkat panitia pelaksana, yaitu “Ciptakan Kebersamaan dan Sportivitas melalui APRAS 2014″.

Kegiatan internal himpunan tersebut dilaksanakan sejak 22 Maret sampai 28 Maret 2014. Kegiatan informal tersebut terdiri dari berbagai permainan rakyat yang diperlombakan. “Dalam kegiatan APRAS tahun ini terdapat beberapa permainan rakyat, seperti balap karung, makan kerupuk, balap kelereng, tarik tambang, bola dangdut, dan memasukkan paku dalam botol,” ujar Andika selaku ketua panitia saat dihubungi redaksi MABMonline.org.

Pelaksanaan APRAS ini juga melibatkan mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dari reguler B. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi ajang penyegaran dan sarana dalam menciptakan kebersamaan yang semakin kuat di Himbasi. “Harapannya tercipta kebersamaan dan dapat memberikan penyegaran terhadapat anggota Himbasi,” tambah Andika.

Seperti pelaksanaan APRAS tahun sebelumnya, anggota Himbasi membawa kekuatan tim dari tiap-tiap perwakilan kelas. Kegiatan tersebut menjadi ajang kompetisi antarkelas yang selalu dinanti-nantikan oleh anggotanya. Selain sebagai sarana kompetisi, ajang ini juga bertujuan melatih mahasiswa baru dalam memanajemen kegiatan. “Saya sangat senang melihat mahasiswa baru sudah mulai belajar menjadi panitia dan APRAS ini memang dapat menjalin kekompakan kami,” ungkap Anggi selaku pengurus Himbasi.

Acara APRAS ini direncanakan panitia akan ditutup pada tanggal 5 April 2014 dengan menggelar pengumuman pemenang dan pembagian hadiah. Kegiatan ini diharapkan dapat terus dilaksanakan di tahun-tahun selanjutnya untuk mempererat kerja sama di Himbasi. “Kegiatan ini membuat kami dari pengurus menjadi lebih akrab dengan mahasiswa baru dan anggota lain,” pungkas Anggi.

Semoga kegiatan seperti ini tetap dapat terus dilaksanakan dan menjadi contoh bagi himpunan lain. Usaha ini dapat dipertahankan untuk menjaga eksistensi permainan rakyat agar tidak tergerus zaman.

Malaysia Pastikan MH370 Hilang, SBY “Twit” Ucapan Belasungkawa

Iustrasi: Poster MH370 yang ditandatangani (sumber: themalaysianinsider.com
Iustrasi: Poster MH370 yang ditandatangani (sumber: themalaysianinsider.com)

oleh Sabhan Rasyid

MABMonline.org— Berita hilangnya pesawat MAS dengan kode penerbangan MH370 pada 8 Maret kemarin telah membuat dunia terguncang. Pemerintah Malaysia lewat Perdana Menterinya akhirnya memastikan bahwa pesawat nahas tersebut jatuh di Samudera Hindia dan seluruh penumpang beserta awak pesawat tidak ada yang selamat. Hal ini seperti diberitakan pada laman metro.co.uk terkait pesan dari pihak maskapai MAS untuk para korban. “Malaysia Airlines sangat menyesal bahwa kami harus mengasumsikan MH370 berakhir di Samudera Hindia selatan,” petikan berita tersebut.

Terkait hal ini, Presiden RI mengungkapkan rasa dukanya melalui sosial media twitter, Senin malam (24/3). Dalam akun resminya @sbyudhoyono, presiden menyampaikan beberapa kicauan. Pesan duka yang disampaikan SBY ditunjukkan untuk para korban dan keluarga yang ditinggalkan. “It is with deep sadness and regret that I learned the announcement on the lost of all passengers of #MH370 *SBY*” dan “My deep condolences are to their families, and my prayers to those on #MH370. May the soul of their loved ones rest in peace,” kicaunya.

SBY juga memberikan pesan senada khusus untuk keluarga ketujuh penumpang asal Indonesia yang menjadi bagian dari kejadian nahas tersebut. “Dukacita yang mendalam khususnya bagi keluarga 7 penumpang #MH370 asal Indonesia *SBY*,” ungkapnya pada kicauan yang dipost pukul 23.48 WIB.

Pencarian atas hilangnya pesawat MH370 ini telah berlangsung selama hampir tiga minggu sejak dinyatakan hilang pada 8 Maret lalu. Indonesia juga menjadi bagian dalam tim pencari pesawat tersebut. Kicauan terakhir presiden tentang kepastian hilangnya pesawat MAS MH370 ditujukan presiden untuk pemerintah Malaysia. “Kepada bangsa Malaysia & PM @najibrazak, kami juga menyampaikan dukacita atas tragedi ini *SBY*,” twit SBY pada pukul 23.52 WIB.

 

FLP Kalbar Hadirkan Novelis Kondang Tere Liye

Oleh Asmirizani

MABMonline.org, Pontianak – Forum Lingkar Pena mengadakan seminar kepenulisan bersama Tere Liye pada Ahad, 23 Maret 2014 di aula STKIP. Ratusan peserta menghadiri seminar kepenulisan bersama Tere Liye, yang merupakan penulis novel best seller Hafalan Shalat Delisa. Peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa, dan umum. Seminar kepenulisan tersebut diminati anak muda Pontianak, terlihat sebagian besar pelajar dan mahasiswa mengisi kursi-kursi.

Acara seminar tersebut resmi dibuka oleh Aspari Ismail yang merupakan ketua Forum Lingkar Pena Kalimantan Barat. “Seminar ini merupakan satu rangkaian kegiatan dari gebyar Forum Lingkar Pena yang ke 17. Kegiatan ini merupakan agenda tiap tahun Forum Lingkar Pena. Kegiatan seminar kepenulisan ini mengusung tema Cerdaskan Anak Borneo dengan Tinta Kapuas,” tegas Aspari.

Ratusan peserta menyimak apa yang disampaikan Tere Liye (Foto Veni)
Ratusan peserta menyimak apa yang disampaikan Tere Liye (Foto Veni)

Peserta sangat antusias menyimak apa yang disampaikan oleh Tere Liye—penulis top yang lebih senang mengidentifikasi dirinya sebagai akuntan. Ia memberikan motivasi menulis, tips menulis, dan praktek menulis pada peserta. Peserta diajak membuka wawasan dalam memandang segala hal untuk menjadi bahan tulisan. ”Semua bisa menulis, apapun pekerjaannya. Pelajar, mahasiswa maupun ibu rumah tangga yang asyik di dapur dapat menulis. Apa yang dilihat dan dirasakan dapat menjadi bahan tulisan.”

Banyak hal yang disampaikan oleh Tere Liye, satu diantaranya motivasi tentang penulis dengan perandaian menjadi sebuah pohon kelapa di tepian pesisir. “Pohon kelapa tak bisa bergerak, namun pohon kelapa menjatuhkan beberapa buah kelapa yang jatuh di tepian pantai. Buah tersebut hanyut terbawa ombak. Buah kelapa yang terhanyut akan tumbuh di tempat yang jauh. Buah kelapa tersebut memberikan manfaat bagi orang di sekitar pesisir. Begitu juga tulisan, penulis menebarkan tulisan yang akan dibaca oleh orang lain yang berada jauh dari tempat penulis. Tulisan tersebut tentu akan menghibur, bermanfaat, dan bahkan mengispirasi orang yang membacanya,” ungkap penulis yang karya-karyanya sedang booming di dunia literasi Indonesia.

tere liye

Peserta mendapat kesempatan untuk bertanya jawab. Beberapa peserta bertanya mengenai masalah dan solusi mengenai kepenulisan. Satu di antaranya Tuti, mempertanyakan cara-cara memasukkan tulisan ke suatu penerbit. Ia ingin seperti Tete Liye yang sudah banyak menerbitkan buku di berbagai penerbit.

Acara tersebut dilanjutkan dengan launching buku kumpulan puisi karya anggota Forum Lingkar Pena Kalimantan Barat. Buku tersebut berjudul “Sajak dari Negeri Tak Berbayang”. Tak tertinggal pembacaan puisi dari Nano L Basuki dan musikalisasi puisi oleh Jimmy S Mudya menambah kesemarakan seminar tersebut.

Harapan selalu diinginkan para peserta maupun panitia. Harapan yang muncul saat mendapat motivasi dari seseorang yang telah memberikan ilmu melalui seminar ini. “Kami berharap dapat mengikuti jejak Bang Tere Liye yang sudah banyak karya dan tetap produktif menulis,” ungkap salah satu anggota Forum Lingkar Pena.

Ini Daftar Makanan yang Dianjurkan untuk Penderita Diabetes

oleh Sabhan Rasyid

Ilustrasi makanan sehat (sumber: haslinda16.blogspot.com)
Ilustrasi makanan sehat (sumber: haslinda16.blogspot.com)

MABMonline.org- Penyakit diabetes melitus merupakan penyakit dengan resiko kematian keenam tertinggi di dunia. Penyakit akibat gangguan produksi insulin karena tidak terkendalinya kadar gula darah tersebut telah menjadi momok bagi setiap orang. Berdasarkan data Global Status Report on NCD yang dirilis WHO pada tahun 2010 dinyatakan bahwa diabetes melitus menduduki peringkat keenam sebagai penyebab kematian pada kategori penyakit tidak menular.

Penyakit diabetes melitus terbagi atas dua golongan, yaitu diabetes melitus tipe 1 (DM 1) dan diabetes melitus tipe 2 (DM 2). “DM ada 2 tipe, tipe 1 (hormon insulin yang kurang) dan tipe 2 (insulin yang yang sudah resistensi atau tidak bisa bekerja lagi,” ungkap Izka Rahmania.

Para penderita diabetes melitus kemudian dianjurkan untuk menjaga pola makan dan memilih makanan-makanan yang dapat membantu mereka dalam mengatasi penyakit ini. “Orang DM harus makan “cukup” sesuai kebutuhan tubuh, artinya mereka harus hitung dulu berapa kalori yang dibutuhkan tubuhnya, kemudian baru dikonversi ke makanan-makanan apa aja yang bisa dimakan sesuai kebutuhan tadi,” tambah mahasiswa kedokteran semester akhir di Universitas Tarumanegara Jakarta ini.

Berikut ini daftar makanan yang dianjurkan untuk penderita DM yang telah dirangkum redaksi MABMonline dari berbagai sumber studi.
1. Roti Gandum
Roti gandum terbuat dari gandum utuh yang kaya akan serat dan nutrisi lain, seperti asamlemak omega-3, chromium, folat dan magnesium. Berbagai penelitian membuktikan bahwa gandum utuh efektif dalam mengurangi resiko penyakit diabetes dan jantung. Serat pada roti gandum sangat baik bagi penderita diabetes karena mampu menghambat pelepasan kadar gula di dalam darah. Jadi, sakit diabetes atau tidak, roti gandum sangat baik untuk dikonsumsi setiap hari sebagai pengganti nasi, kentang atau roti putih. (sumber: http://obatdiabetesmelitus.bloginformasiteraktual.com/)

2. Salmon
Ikan salmon kaya akan asam lemak omega-3. Tiga ons salmon mengandung omega 3 sekitar 1.800 mg. Jenis lemak sehat ini berfungsi mengurangi resiko penyakit jantung, menurunkan berat badan, mengurangi peradangan, serta memperbaiki resistensi insulin. Salmon juga kaya akan vitamin D. (sumber: http://penyakit-diabetes.com)

3. Jeruk Bali
Jeruk Bali memiliki indeks glikemik 25 per 120 gram, ini bisa membantu meningkatkan sensitivitas insulin, suatu fitur penting karena insulin membantu melepaskan gula ke dalam aliran darah dan secara langsung berdampak pada kadar gula darah. Jeruk Bali meningkatkan cadangan alkali dalam darah, yang dapat melawan tingkat keasaman diabetes pada penderita diabetes.

4. Lain-lain
Sebuah jurnal ilmiah kedokteran memuat informasi tentang tanaman yang dapat menjadi pengganti peran insulin untuk mengendalikan gula darah. Tanaman obat pengganti insulin, seperti mahkota dewa, brotowali, mengkudu, lidah buaya, pare, dan teh hijau sangat membantu, terutama untuk mengendalikan gula darah dalam jangka panjang. (sumber: http://www.fakultaskedokteran.com)

Apapun makanan yang kita makan tentunya harus diimbangi dengan penakaran gizi yang baik. Terutama bagi penderita DM harus lebih disiplin dalam menentukan makanan yang tepat untuk menjaga kondisi tubuh dalam keadaan gangguan hormon insulin. Mengonsumsi daftar makanan di atas dan berkonsultasi dengan dokter dapat menjadi solusi dalam rangka mendapatkan tubuh sehat dan bugar.

Membuat Film Pendek Berhadiah 5 Juta Rupiah

BritishCultureLearningCentre_Untanoleh: Mardhiyah Harahap

Dalam rangka ulang tahun pertama, BCLC (British Culture and Learning Centre) Untan mengadakan lomba pembuatan film pendek. Tema lomba film pendek ini adalah “Pembangunan Karakter”. Hadiah yang ditawarkan sangat menggiurkan. Juara pertama akan mendapatkan uang tunai senilai 2 juta rupiah, juara 2 1,5 juta rupiah, dan juara 3 satu juta rupiah sedangkan juara favorit lima ratus ribu rupiah.

Ibnu S. Nugraha, selaku ketua panitia penyelenggara mengatakan lomba ini terbuka bagi semua pelajar, mahasiswa maupun umum. Yang tidak berdomisili di Pontianak juga bisa ikut, karena akan disediakan formulir online. “Untuk yang berada di Pontianak, jika berminat bisa mendaftar langsung ke BCLC Untan yang ada di lantai 2 gedung UPT Perpustakaan Untan,” jelas Ibnu.

Ia melanjutkan bahwa peserta tidak ditarik biaya apapun untuk registrasi. Bahkan kalau mau membuat film nya membentuk tim juga boleh. Tinggal hadiahnya saja yang dibagi rata sesama anggota tim. Pendaftaran paling lambat hingga tanggal 30 Maret 2014. “Kita sengaja tidak memungut biaya registrasi dan tidak mencari keuntungan apapun dari menyelenggarakan lomba ini, murni karena kita ingin masyarakat sadar bahwa character building itu penting,” terang Ibnu.

Berikut syarat-syarat film pendek yang akan diperhitungkan untuk menjadi juara: Film harus dalam bahasa Inggris (genre bebas); Durasi film pendek 10-15 menit, sudah termasuk pembukaan, penutupan dsb; Film haruslah asli, bukan saduran dari manapun, dan belum pernah diikut lombakan dalam kompetisi lainnya; Diperbolehkan menggunakan kamera apapun dalam pembuatan film, termasuk kamera hp; 1 orang atau 1 tim, hanya boleh mengikutlombakan 1 film saja; Film harus sudah diterima pihak BCLC paling lambat pada hari Senin, 5 Mei 2014 pada pukul 16.00. Film sudah dikemas dalam DVD ataupun file yang sudah fix bisa berupa .avi, .flv ataupun .mp4.

Kriteria penilaian akan didasarkan pada keaslian/orisinalitas film, kejelasan cerita dan keterampilan dalam pembuatan film seperti kualitas gambar apakah sudah stabil atau masih goyang, fokus gambar yang dihasilkan dsb. “Sejauh ini baru sekitar 5 tim yang mendaftar,” lanjut Ibnu menutup pembicaraan.

Jadi, tunggu apalagi, waktu pendaftaran masih ada 9 hari, deadline pengumpulan juga masih lama, peserta yang mendaftar belum begitu banyak, sehingga kesempatan anda untuk memenangkan lomba ini pun masih terbuka lebar. Semoga andalah juaranya!

Kisah “Mak Kasum” dalam Sejarah Bubur Padas

daun kesum

oleh Sabhan Rasyid

MABMonline.org, Sekitar dua bulan yang lalu saya melakukan penelitian di Kabupaten Sambas. Penelitian tersebut terkait pengambilan data untuk kepentingan penyusunan tugas akhir saya di kampus. Bersama seorang teman, Zainudin, saya memulai perjalanan dari Kecamatan Jawai Selatan sampai Sajingan Besar di perbatasan Sambas-Malaysia. Pengambilan data permainan rakyat yang saya lakukan difokuskan pada kandungan kosakata yang ada dalam kebudayaan masyarakat Melayu Sambas.

Setelah melalui kegiatan penelitian berhari-hari, saya akhirnya bertemu dengan seorang informan yang berdomisili di Desa Tumuk Manggis Kecamatan Sambas. Beliau bernama Muin Ikram. Seorang tokoh Melayu yang juga pengurus MABM Kabupaten Sambas yang aktif di bagian penelitian dan pelestarian kebudayaan. Informan kesepuluh saya ini memberikan banyak informasi terkait data yang saya butuhkan. Proses wawancara yang saya lakukan selama beberapa jam tersebut melebur menjadi sebuah obrolah ringan tentang kebudayaan Melayu dan kuliner khas di Sambas. Maklum kami saling menggunakan bahasa Melayu Sambas saat berbincang.

Ade kisah tentang bubor paddas,” ujar Pak Muin memulai kisah Mak Kasum.

Cerite tentang ape pak?” tanyaku kepada Pak Muin.

Pak Muin kemudian memulai ceritanya dengan bahasa Melayu Sambas yang saya terjemahkan dengan beberapa penyesuaian berikut ini.

Pada zaman dahulu hiduplah seorang raja yang sangat kaya memimpin sebuah kerajaan di Sambas. Raja tersebut memiliki banyak pengawal dan pembantu di istana kerajaannya. Suatu hari, raja mengalami suatu kesakitan dan harus terbaring di kamarnya. Nafsu makan sang raja dengan seketika menurun bahkan menghilang. Semua penduduk istana sangat mengkhawatirkan kesehatan raja karena tidak memiliki nafsu makan. Karena peristiwa itu, sang raja memerintahkan seorang pembantu yang bertugas sebagai juru masak kerajaan untuk membuat makanan untuk dirinya. Pembantu tersebut kemudian meracik beras dan sayur-mayur untuk dijadikan makanan dan obat untuk raja. Selesai mengolah semua bahan makanan, pembantu tersebut dengan segera menyerahkan hasil masakannya kepada raja. Tak disangka, raja dengan lahap menyantap racikan makanan dari sang pembantu. Selesai menghabiskan makanan, raja menyuruh pengawalnya untuk memanggil pembatu yang telah berhasil membuatkan makanan yang sangat enak untuk raja. Pembantu tersebut kemudian menghadap raja. “Ada apa gerangan raja memanggil saya?” tanya pembantu tersebut. Raja kemudian menanyakan kepada pembantu tersebut tentang sebuah daun yang dirasakan raja sangat khas dan enak saat menyantap masakannya. “Daun apakah yang kau gunakan dalam masakan itu sehingga masakan tersebut bisa mengembalikan nafsu makanku?” tanya raja. Hamba menemukan tanaman tersebut di pekarangan istana ini, tetapi hamba tidak mengetahui apa nama tanaman tersebut,” jawab pembantu. Kemudian, raja menanyakan nama pembantunya tersebut. “Siapa namamu wahai pembantu?” tanya raja. Nama hamba Kasum, biasa orang-orang memanggil hamba dengan Mak Kasum,” jelas pembantu. Mendengar jawaban tersebut, sang raja kemudian memberi nama daun khas tersebut dengan daun kasum sesuai dengan nama “Mak Kasum”— seorang pembantu raja yang telah menggunakan daun ini sebagai bahan makanan untuknya.”

Saya yang menyimak cerita tersebut serasa mendapatkan pengalaman baru. Cerita tentang asal-usul nama daun kesum ini memang baru kali ini saya dengar. Daun kesum merupakan daun khas yang wajib ada saat membuat bubur pedas—makanan khas Melayu Sambas. Pak Muin Ikram mengaku mendapatkan alur cerita tersebut dari pemikirannya selama menjadi pelaku budaya di Kabupaten Sambas. Versi cerita lain tentang nama daun kesum mungkin berbeda dari cerita yang saya dapatkan saat penelitian di Sambas. Namun, cerita-cerita seperti ini dapat saya bagi kepada pembaca merupakan kepuasan sendiri bagi saya. Bagi kita semua mungkin dapat menceritakan cerita-cerita seperti ini kepada anak cucu kita kelak sehingga mereka dapat menerima informasi yang kaya tentang kebudayaan mereka.

Ekspose FSBM X 2014 Kapuas Hulu

Oleh Gusti Iwan

FSBM X di Kapuas HuluMABMonline.org, Putussibau — Festival Seni Budaya Melayu merupakan kegiatan budaya yang rutin dilaksanakan oleh Majelis Adat Budaya Melayu Kalimantan Barat. Festival ini rutin digelar secara bergiliran di setiap kabupaten/kota yang ada di Provinsi Kalimantan Barat.

Tahun ini, perhelatan Melayu ini akan dilaksanakan pada tanggal 17-20 Oktober 2014 di Putussibau Kabupaten Kapuas Hulu. Untuk itu, Rabu (19/3), Dewan Pimpinan Daerah Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kabupaten Kapuas Hulu melaksanakan acara Ekspose Kesiapan DPD MABM Kapuas Hulu sebagai tuan rumah Festival Seni Budaya Melayu (FSBM) X tahun 2014 di Putussibau.

Pada ekspose kali ini turut dihadiri oleh Bupati Kapuas Hulu AM. Nasir, Ketua Umum DPP MABM Kalimantan Barat H. Chairil Effendy, Sekretaris DPP MABM Kalimantan Barat, pejabat daerah, tokoh masyarakat dan undangan dari DPD MABM kabupaten/kota di Kalimantan Barat.

Pada FSBM kali ini juga akan diperkenalkan piala bergilir yang desainnya hasil sayembara terbuka. Diharapkan festival budaya ini mampu semakin mengentalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Jumadi: Terdapat Lima Pemetaan TPS

oleh Sabhan Rasyid

P1340959

 

 MABMonline.org Pontianak—Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Kalimantan Barat menggelar pelepasan relawan pengawas pemilu 2014 untuk daerah Kalimantan Barat. Kegiatan yang mengangkat tajuk “Dari Bawaslu Kita Selamatkan Pemilu Indonesia” tersebut dilaksanakan, Kamis  (13/3) di gedung PCC. Acara dimulai dengan registrasi peserta sejak pukul 8 pagi dan dimulai secara resmi pada pukul 10 pagi.

Kegiatan yang dihadiri oleh 506 orang peserta tersebut dimulai dengan pelepasan secara resmi para relawan pengawas pemilu oleh Gubernur Kalimantan Barat. Acara tersebut dilengkapi dengan penyampaian materi oleh Jumadi yang memaparkan materi dengan judul “Pentingnya Partisipasi Masyarakat dalam Pemilu”

Jumadi memulai presentasinya dengan menyampaikan beberapa hal tentang pentingnya pengawasan dalam proses pemilu. Menurutnya, pengawasan pemilu merupakan tanggung jawab bersama masyarakat. “Pentingnya pengawasan pemilu untuk menjamin pemilu berjalan sesuai aturan dan sebagai upaya kontrol masyarakat terhadap proses pemilu,” ungkap dosen FISIP Untan tersebut.

Dalam pemaparan panjangnya kepada peserta, Jumadi menyampaikan tentang dua kelompok penting dalam mengawas pemilu serta pemetaan terhadap TPS pemilu berdasarkan pengalaman pelaksanaan pemilu sebelumnya, yakni 2004 dan 2009.

Kelompok-kelompok penting dalam pengawasan pemilu adalah orang-orang yang memiliki kesempatan luas dalam proses pengawasan pemilu. “Terdapat dua kelompok penting dalam mengawas, yaitu kelompok pemilih dan kelompok sadar politik (kalangan pelajar dan mahasiswa),” ujar Jumadi.

Jumadi menambahkan bahwa proses pengawasan pemilu yang selama ini terjadi sampai pemilu 2009 selalu mengalami penurunan. “Menurut penelitian Perludem (Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi) menunjukkan bahwa pengawasan pemilu 2004 dan 2009 oleh masyarakat terus mengalami penurunan,” paparnya.

Pada bagian akhir presentasinya, Jumadi menyampaikan pemetaan TPS pemilu yang diklasifikasikan berdasarkan pengalaman pelaksanaan pemilu sebelumnya. Jumadi memaparkan ada lima pemetaan TPS, yaitu TPS aman (aman dari segala kecurangan dan konflik), TPS rawan 1 (pernah terjadi kecurangan dan konflik), TPS rawan 2 (rentan terjadi konflik), TPS rawan 3 (medannya jauh dari jangkauan pengawasan dan pengamanan), dan TPS khusus (terletak di rumah tahan dan rumah sakit).

Semua tentu mendambakan pelaksanaan pemilu yang bersih dan adil. Pelaksanaan pemilu yang bersih akan menghasilkan pelaksanaan demokrasi yang baik bagi Indonesia. “Pemilu bersih, Indonesia Maju,” pungkas Jumadi dalam materinya.

 

Hak dan Kewajiban Relawan Pengawas Pemilu

oleh Sabhan Rasyid

P1340954

MABMonline.org, Pontianak— Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Kalimantan Barat menggelar pelepasan relawan pengawas pemilu 2014 untuk daerah Kalimantan Barat. Kegiatan yang mengangkat tajuk “Dari Bawaslu, Kita Selamatkan Pemilu Indonesia” tersebut dilaksanakan, Kamis (13/3) di gedung PCC. Acara dimulai dengan registrasi peserta sejak pukul 8 pagi dan dimulai secara resmi pada pukul 10 pagi.

Pelaksanaan pengawasan pemilu saat ini sudah semakin masiv dilakukan oleh Bawaslu. Buktinya, hadir sebuah gerakan yang diprakarsai oleh Bawaslu RI dengan sebutan “Gerakan Sejuta Relawan”. Apa saja tugas dan wewenang relawan pengawas ini dipaparkan dengan gamblang oleh Kristantus Herusiswanto saat memberikan materi pada acara pelepasan gerakan pengawas pemilu 2014 untuk daerah Kalimantan Barat.

Relawan pengawas pemilu yang akan mengawasi jalannya proses pemilu 2014 memiliki hak dan kewajiban saat melaksanakan tugas di lapangan. Menurut Kristantus, relawan pemilu akan mendapatkan hak-haknya, seperti mendapatkan buku panduan pengawasan, materi bimbingan, kartu tanda pengenal, jaminan asuransi dan advokasi, serta akses di wilayah pengawasan.

Relawan pengawas yang dapat mendaftar ke Bawaslu ini harus memenuhi syarat, yaitu berumur minimal 17 tahun, dari kalangan pelajar/mahasiswa/masyarakat yang berkeinginan menjadi pengawas, yang kemudian direkrut oleh jajaran pengawas pemilu atau mendaftarkan diri kemudian diverifikasi oleh Bawaslu. Tugas utama relawan ini adalah memberikan informasi terkait pelanggaran pada pelaksanaan pemilu 2014. “Tugas relawan adalah mencari dan menggali informasi pelanggaran pemilu dan memberikan informasi tersebut kepada pengawas kecamatan,” ungkap Kristantus.

Relawan pengawas pemilu ini juga harus menaati beberapa kewajiban dan mengetahui larangan saat menjalankan tugas di lapangan. Relawan yang telah mendaftarkan diri dan siap menjalankan tugas di lapangan memiliki kewajiban utama, yaitu menaati adat istiadat di tempat bertugas serta dapat menjamin akurasi data laporan pelanggaran. “Relawan pengawas pemilu wajib menjamin akurasi data laporan pelanggaran pemilu yang disampaikan kepada pengawas kecamatan,” ungkap anggota Bawaslu kelahiran Sambas tersebut.

Kristantus juga menambahkan beberapa hal yang menjadi larangan bagi relawan pengawas pemilu 2014. Relawan pengawas dilarang untuk mencampuri hak dan kewajiban pemilih, memihak pada peserta pemilu, menggunakan pakaian atau atribut yang berindikasi mendukung partai tertentu, membawa senjata, serta memihak pada satu di antara peserta pemilu. “Relawan memantau dari luar TPS, protes disampaikan kepada pengawas pemilu,” papar Kristantus.

Relawan pengawas pemilu dapat menjadi bagian penting dalam rangka menyukseskan pelaksanaan pemilu 2014. Pengawasan yang perlu diperketat pada pelaksanaan pemilu dapat menjadi perwujudan pelaksanaan pemilu yang jujur dan adil. “Pelaksanaan pemilu yang jujur dan adil harus dilaksanakan agar proses demokrasi dapat berjalan dengan baik,” pungkas Kristantus.