Ragam Agenda Pekan Gawai Dayak 2014

Stand tampak dari atas rumah betang (Foto: Sabhan)
Stand tampak dari atas rumah betang (Foto: Sabhan)

Oleh Sabhan Rasyid

MABMonline.org, Pontianak— Dewan Adat Dayak (DAD) Kalimantan Barat didukung oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menggelar Pekan Gawai Dayak XXIX tahun 2014. Kegiatan tahunan tersebut dimulai sejak 20 Mei dan dijadwalkan berakhir pada 24 Mei 2014. Pelaksanaan gawai ini dipadati dengan beragam agenda yang terjadwal, seperti kompetisi budaya, pameran, dan puluhan stand dengan beragam tawaran barang. Kegiatan ini berlangsung lancar hingga hari ini, Kamis (22/5).

Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan hari ini meliputi kompetisi menyanyi lagu pop Dayak untuk anak-anak putri dan dewasa, lomba melukis di kanvas, dan pameran stand yang berlangsung dari pagi tadi.

Peserta lomba menyanyikan lagu pop Dayak (Foto: Sabhan)
Peserta lomba menyanyikan lagu pop Dayak (Foto: Sabhan)

Sore hari ini, lomba menyanyikan lagu pop Dayak untuk anak-anak putri telah selesai dilaksanakan. Lomba tersebut ditutup dengan pengumuman para pemenang yang disampaikan langsung oleh Ketua Dewan Juri, yaitu Tobias Rangi, S.H. Pada pengumuman tersebut Tobias menyampaikan beberapa hal terkait pelaksanaan lomba dan harapan tentang lomba tersebut. “Kami telah melaksanakan penilaian sesuai dengan kriteria dan kami mengharapkan para pemenang dapat terus berjuang di kompetisi selanjutnya, papar Tobias.

Selain kompetisi menyanyi, dalam waktu yang bersamaan beberapa peserta melaksanakan lomba melukis di kanvas. Tema lukisan yang diangkat berupa kebudayaan Dayak dan Alam. Beberapa peserta sedang fokus menyelesaikan lukisan ketika wartawan MABMonline.org menyambangi lokasi perlombaan.

Peserta sedang fokus menyelesaikan lukisan (Foto: Sabhan)
Peserta sedang fokus menyelesaikan lukisan (Foto: Sabhan)

Semakin sore, pengunjung datang semakin ramai dan antusias. Hal ini dikarenakan banyaknya stand-stand yang menawarkan beragam produk asli Dayak, mulai kain tenun ikat, gelang manik-manik, hiasan dari gigi binatang, serta makanan khas. Para pengunjung juga dapat menikmati beragam tawaran kuliner mulai dari minuman, kerak telur, sampai kerupuk basah khas Kapuas Hulu.

Aneka produk yang dijual di stand (Foto: Sabhan)
Aneka produk yang dijual di stand (Foto: Sabhan)

Keseluruhan agenda Pekan Gawai Dayak Tahun ini akan ditutup pada malam puncak yang dijadwalkan pada 24 Mei, Sabtu (24/5). Direncakan juga kegiatan ini akan ditutup langsung oleh Gubernur Kalimantan Barat.

Festival Ekonomi Borneo Libatkan Siswa SMA/SMK

Banner Kegiatan FEB (Foto: Sabhan)
Banner Kegiatan FEB (Foto: Sabhan)

Oleh Sabhan Rasyid

MABMonline.org, Pontianak— Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (HMJ PIPS) FKIP Untan untuk kesempatan perdana mempersembahkan kegiatan yang diberi nama “Festival Ekonomi Borneo”. Ajang kompetisi ini mengangkat tema “Meningkatkan Semangat Kompetisi Antargenerasi Muda yang Kreatif, Intelektual, dan Sportif melalui Festival Ekonomi Borneo Tingkat SMA/SMK Sederajat”. Kegiatan ini melibatkan peserta yang merupakan siswa SMA/SMK sederajat di Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya. “Kegiatan ini melibatkan siswa-siswa SMA sederajat di Pontianak dan Kubu Raya,” ungkap Andriansyah selaku Ketua Panitia kepada redaksi mabmonline.org.

Kegiatan yang secara resmi dibuka oleh Ketua Jurusan PIPS FKIP Untan kemarin, Jumat (16/5) tersebut mengusung beberapa jenis kompetisi. Kompetisi tersebut, yaitu futsal, musikalisasi puisi, akustik, pidato, dan debat. Pemilihan beragam kompetisi dari berbagai bidang ini dilakukan panitia karena tujuan utama kegiatan ini adalah menggabungkan aspek akademik, seni, dan olahraga. “Tujuan utama kami ingin menggabungkan akademik, seni, dan olahraga dalam satu even,” tambah ketua panitia

Jenis lomba yang telah berlangsung dan selesai dilaksanakan, yaitu lomba debat tentang perekonomian dan debat siswa. Kedua kegiatan ini berjalan lancar kemarin, Jumat (16/5).

Pihak panitia akan melanjutkan kegiatan lomba yang lain sampai satu minggu ke depan. Untuk keadaan jumlah peserta tahun ini memang tidak terlalu banyak karena ini merupakan ajang perdana dan pihak sekolah saat ini memasuki persiapan ulangan.”Insyallah tahun depan kami akan atur lagi waktunya agar lebih efektif dan semoga peserta dapat lebih banyak,” ungkap Andriansyah menyampaikan harapannya.

Kegiatan bermanfaat seperti ini memang sangat dibutuhkan untuk menjadi wadah bagi para pelajar khususnya di Pontianak agar menjadi wadah yang positif untuk menghindari kegiatan-kegiatan kurang bermanfaat. “Semoga kegiatan ini tetap berlanjut dan dapat lebih besar dari tahun ini,” ungkap Sumadi selaku Ketua Umum HMJ PIPS.

Karya Andy Dwi Pikat Juri Sayembara

piala bergilir FSBM Kapuas Hulu
Oleh Sabhan Rasyid

MABMonline.org, Pontianak—Ketua Majelis Adat dan Budaya Melayu (MABM) Kalimantan Barat, Chairil Effendy, saat diwawancarai di Rumah Melayu mengemukakan bahwa Festival Seni Budaya Melayu 2014 di Kabupaten Kapuas Hulu akan memperebutkan piala bergilir terbaru yang sangat bagus dan sarat filosofi Melayu. “Alhamdulillah, MABM punya piala juara umum baru yang desainnya sangat mengagumkan dan sarat dengan nilai estetika Melayu,” ujar mantan Rektor Untan ini.

Lebih lanjut Chairil mengemukakan bahwa desain piala ini hasil sayembara terbuka yang diadakan oleh MABM KB.  Tercatat 8 peserta yang mengikuti sayembara ini. Sebagian peserta bahkan mengirimkan lebih dari satu desain. “Saya dan tim penilai terkesan dengan desain Andy Dwi Tjahyono yang piawai mendesain piala dengan memuat filosofi Melayu,” ungkap Chairil. Oleh karena itu lebih lanjut Chairil menegaskan bahwa Pengurus MABM KB memutuskan desain Andi yang telah mencuri perhatian tim penilai ditetapkan sebagai pemenang dan berhak atas hadiah sebesar 5 juta rupiah. Selain itu, sayembara ini juga akan memberikan hadiah hiburan kepada Faisal dari Rumah Budaya Pusaka Pemangkat.

Dalam desain yang dikirimkan Andi ke panitia, ia melukiskan 6 tingkat piala. Menurut Andi piala ini dibangun oleh Base/landasan berbentuk bintang pijar enam yang menyimbolkan rukun iman. Di bagian atas landasan terdapat 5 pilar yang menyimbolkan rukun Islam. Di bagian atas lima pilar terdapat rehal dan kitab sebagai simbolisasi ilmu pengetahuan. Di atas rehal dan kitab terdapat keris berdiri teguh sebagai lambang keberanian dan simbolisasi kuatnya karakter dan budaya insan Melayu dengan bentuk lekuk sembilan yang bermakna kesempurnaan. Selanjutnya, dua tiang melingkar ke atas sebagai penyangga tanjak melambangkan dua unsur estetika dan seni keindahan Melayu, yaitu husn dan jamal. Tanjak yang dilengkapi dengan lambang Festival Seni Budaya Melayu (FSBM) sebagai simbolisasi mahkota dan kehormatan orang Melayu.

A. R. Muzammil selaku Ketua SC Festival Seni dan Budaya Melayu 2014 menyambut baik adanya piala bergilir terbaru bagi juara umum. Mantan Ketua KPU Kalbar ini berharap piala juara umum yang desainnya ekslusif ini dapat memotivasi kontingen kabupaten/kota lebih bersemangat untuk tampil lebih baik.

Beragam Atraksi Meriahkan Jalan Sehat Dies Natalis Untan

Para petinggi Untan bersama para penerjun payung (Foto: Sabhan)
Para petinggi Untan bersama para penerjun payung (Foto: Sabhan)

Oleh Sabhan Rasyid

MABMonline.org, Pontianak— Dalam rangka dies natalis ke-55, Universitas Tanjungpura menggelar jalan sehat bersama keluarga besar Untan dan masyarakat, Minggu (11/5). Kegiatan yang diikuti seribu lebih peserta tersebut dihadiri oleh Rektor Untan, para pembantu rektor, serta Danlanud Supadio Pontianak. Acara jalan sehat ini dimulai pukul 06.00 pagi dan berakhir pukul 11.00 siang.

Beragam acara dan atraksi dihadirkan oleh panitia kepada para undangan dan peserta. Acara yang terdapat dalam kegiatan tersebut, yaitu jalan sehat, senam bersama, undian berhadiah, dan atraksi terjun payun oleh pihak UKM Terpa Untan.

Acara undian berhadiah digelar panitia dengan aneka hadiah, mulai dari setrika sampai kulkas. Para peserta sangat antusias menunggu pihak panitian menyebutkan para peserta yang beruntung untuk membawa beragam hadiah.

Selain undian berhadiah, para peserta dan undangan juga dihibur oleh penampilan drum band dari Program Studi Ilmu Pemerintahan Untan. Atraksi tersebut memukau para peserta. Atraksi drum band tersebut melibatkan para praja IP yang terampil dengan aksi-aksi akrobatik sembari memainkan alat musik drum band.

Mahasiswa Prodi IP sedang beraksi dalam penampilan drum band (Foto: Sabhan)
Mahasiswa Prodi IP sedang beraksi dalam penampilan drum band (Foto: Sabhan)

Tak berhenti di atraksi drum band, seribuan peserta yang datang dihebohkan oleh atraksi terjung payung. Atraksi terjun payung tersebut melibatkan anggota Lanud Supadio dan UKM Terpa (Terjun Payung) Untan. Kegiatan berlangsung lancar sampai akhir dan para penerjun berhasil terjun dengan selamat dengan membawa bendera Universitas Tanjungpura Pontianak.

Seorang penerjun sedang beraksi sambil membawa bendera Untan (Foto: Sabhan)
Seorang penerjun sedang beraksi sambil membawa bendera Untan (Foto: Sabhan)

Peksimida Kalbar Resmi Digelar

Seorang peserta lomba membaca puisi sedang beraksi (Foto: Sabhan Rasyid)
Seorang peserta lomba membaca puisi sedang beraksi (Foto: Sabhan Rasyid)

Oleh Sabhan Rasyid

MABMonline.org, Pontianak— Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida) Kalimantan Barat resmi digelar hari ini, Selasa (6/5). Kegiatan tahunan tersebut dibuka oleh Pembantu Rektor IV Universitas Tanjungpura Pontianak di gedung Auditorium Untan pagi tadi. Dalam sambutannya, Purek IV Untan berpesan kepada seluruh mahasiswa dan dewan juri perlombaan untuk bersikap objektif dalam melakukan perlombaan dan penilaian. “Kita (mewakili panitia dan juri) semua harus selektif dan objektif dalam melakukan penilaian,” ungkap Purek IV ketika membuka Peksimida.

Pelaksanaan seleksi daerah Peksimida Kalimantan Barat tahun ini akan digelar mulai 6 s.d. 8 Mei 2014. Adapun lokasi yang dipilih sebagai tempat pelaksanaan, yaitu auditorium dan gedung anex Untan. Adapun cabang lomba yang diperlombakan, yaitu pop, dangdut, keroncong, vokal grup, baca puisi, monolog, dan fotografi. Keseluruhan lomba tersebut merupakan cabang-cabang lomba yang akan diperlombakan di Peksiminas (Pekan Seni Mahasiswa Nasional) yang akan dilaksanakan di Palangkaraya, Kalimantan Tengah. “Sesungguhnya Peksimida ini merupakan seleksi untuk Peksiminas nanti,” tambah Purek IV.

Peksimida kali ini yang digelar di kampus Untan tidak hanya melibatkan mahasiswa Untan, tetapi seluruh mahasiswa yang ada di Kalimantan Barat. Seusai pelaksanaan pembukaan pagi tadi, pihak panitia langsung menyelenggarakan dua cabang lomba, yaitu menyanyikan lagu pop dan membaca puisi.

Pelaksanaan lomba hari ini berjalan dengan lancar walaupun dari segi jumlah, peserta lomba menyanyi lagu pop menurun dari tahun kemarin. “Dari segi kuantitas tahun ini menurun, tetapi dari segi materi bernyanyi semua peserta sudah bagus,” ungkap seorang juri ketika lomba menyanyikan lagu pop berakhir.