Dedy Paparkan Strategi Pelestarian Adat Istiadat Melayu

Oleh Sabhan Rasyid

MABMonline.org, Pontianak— Dalam rangka Rakor Kelompok Kerja Pelestarian dan Pengembangan Adat Istiadat dan Nilai Sosial Budaya Masyarakat di Provinsi Kalimantan Barat 2014, MABMKB ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Dedy Ari Asfar selaku perwakilan MABMKB menjadi narasumber dalam acara pembahasan usaha pelestarian adat istiadat dan nilai sosial budaya tersebut. Kegiatan yang dilangsungkan di Function Hall 3 Hotel Kapuas Palace tersebut dihadiri oleh para tokoh budaya, jajaran SKPD terkait, serta para aktivis dari AMAN (Aliansi Masyarakat Adat Nusantara).

Kegiatan yang digelar oleh Badan Pemberdayaan Masyarakan dan Pemerintah Daerah tersebut memberi bagian bagi lembaga adat untuk menyampaikan rencana pelestarian adat istiadat. MABMKB yang diwakili oleh Dedy Ari Asfar memaparkan strategi yang dilakukan MABMKB dalam menjaga nilai budaya masyarakat Melayu Kalimantan Barat. “Usaha utama MABMKB dalam menjaga nilai budaya Melayu adalah dengan cara revitalisasi adat istiadat dan budaya Melayu,” papar Ketua Pustaka Melayu Gemilang MABMKB tersebut.

Dedy dalam penyampaian materinya mengungkapkan 5 strategi MABMKB dalam menjaga nilai adat istiadat Melayu di Kalimantan Barat. “Kami memiliki lima strategi pelestarian yang selama ini telah kami jalankan di MABMKB,” ungkap Dedy.

Strategi pertama yang selama ini dilakukan oleh MABMKB adalah menjalin kerja sama. Dedy memaparkan bahwa MABMKB selalu gencar menjalin kerja sama baik internal maupun eksternal. MABMKB menjalin kerja sama dengan seluruh MABM di kabupaten/kota, dewan adat dayak (DAD), pemerintah, dan seluruh lapisan masyarakat di Kalimantan Barat.

Strategi kedua yang disampaikan Dedy, yaitu melakukan kegiatan penelitian, seminar, dan diskusi bulanan. MABMKB dalam melakukan strategi ini juga melakukan kerja sama baik dengan seluruh anggota MABM maupun dengan perguruan tinggi yang ada di Kalimantan Barat. “Kegiatan seminar selalu kami laksanakan setiap tahunnya bersamaan dengan kegiatan festival Melayu yang digelar MABMKB,” tambah Dedy.

Strategi ketiga yang ditempuh MABMKB dalam usaha menjaga dan mengembangkan adat istiadat Melayu adalah dengan cara memanfaatkan program teknologi informasi. MABM saat ini telah memiliki laman khusus kebudayaan Melayu dengan alamat web mabmonline.org. “Usaha pelestarian menjadi sangat efektif jika karya-karya seperti makalah kebudayaan kita publikasikan kepada masyarakat, MABM merealisasikan usaha ini lewat laman web mabmonline.org,” ungkap peneliti di Balai Bahasa Kalbar ini.

Strategi keempat yang disampaikan Dedy adalah MABMKB melakukan kegiatan penerbitan dan publikasi Melayu. Usaha ini dilakukan MABMKB dengan mendirikan penerbit Pustaka Melayu Gemilang sebagai wadah penerbitan data-data kemelayuan yang ada di Kalimantan Barat.

Strategi kelima yang ditempuh MABMKB dalam usaha menjaga, melestarikan, dan mengembangakan adat istiadat Melayu Kalimantan Barat, yaitu dengan cara membangun kesadaran dan apresiasi masyarakat Melayu. Hal ini diungkapkan Dedy terwujud dengan adanya Rumah Melayu dan kegiatan Festival Seni Budaya Melayu yang digelar setiap tahunnya. Sampai saat ini sudah ada 5 kabupaten/kota yang memiliki Rumah Melayu, selanjutnya sedang diusahakan akan dibangun di setiap kabupaten. Dedy juga menampilkan beragam kegiatan dalam FSBM yang digelar MABMKB setiap tahunnya. “Kegiatan FSBM ini digelar setiap tahun, tahun lalu di Kabupaten Sambas,” papar Dedy.

Dedy di akhir penyampaian materinya juga menyampaikan ajakan kepada para hadirin yang ingin merasakan antusiasme masyarakat Melayu terhadap adat istiadad untuk hadir dalam FSBM tahun ini yang rencananya akan dilaksanakan di Kabupaten Kapuas Hulu.” Tahun ini kami akan mengadakan FSBM di Kapuas Hulu, bagi ingin mengetahui tradisi budaya Melayu lebih jauh silakan hadir pada bulan Oktober nanti,” pungkas Dedy.

BPMPD Gelar Rakor Pelestarian Adat Istiadat

x

Oleh Sabhan Rasyid

MABMonline.org, Pontianak—Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD) Provinsi Kalimantan Barat menggelar Rapat Koordinasi Kelompok Kerja Pelestarian dan Pengembangan Adat Istiadat dan Nilai Sosial Budaya Masyarakat di Provinsi Kalimantan Barat 2014, Rabu (25/6). Acara tersebut dilaksanakan di Hotel Kapuas Palace Pontianak.

Kegiatan rakor perdana tersebut dihadiri oleh SKPD terkait, aktivis, serta anggota majelis adat di Kalimantan Barat. Panitia kegiatan juga menghadirkan narasumber dari Jakarta dan lokal Kalbar. Narasumber yang memaparkan materi pelestarian adat istiadat dan nilai sosial budaya, yaitu Ir. Sri Wahyuni, selaku perwakilan dari Kemendagri Jakarta, Drs. Yacobus Kumis dari Dewan Adat Dayak (DAD) Kalimantan Barat, Dedy Ari Asfar, M.A. dari Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kalimantan Barat, Ir. Paulus Unjing dari Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), serta Turiman Faturrachman Nur, S.H., M.Hum. perwakilan dari akademisi.

Kegiatan yang dimulai pukul 9 pagi tersebut berjalan dengan lancar. Setiap pembicara diberikan kesempatan untuk memaparkan materi terkait usaha pelestarian adat istiadat dan nilai sosial budaya masyarakat di Kalimantan Barat.

Pembicara pertama, yaitu Ir. Sri Wahyuni memaparkan materi dengan judul “Peran dan Fungsi Lembaga Adat dalam Pemberdayaan Masyarakat”. Dalam pemaparannya, Sri Wahyuni menjelaskan peranan lembaga adat dalam membangun desa dan masyarakat. Sri juga menyampaikan bahwa kegiatan rakor ini sangat bermanfaat dalam membangun koordinasi dan konsep berpikir dalam usaha membangun masyarakat. “Inilah even yang paling tepat dalam membangun koordinasi SKPD untuk membangun konsep pemberdayaan masyarakat,” ujar Sri.

Sri yang merupakan perwakilan Menteri Dalam Negeri ini menyampaikan harapannya agar kegiatan rakor dapat menjadi sarana untuk bertukar ide dan saran dalam membangun masyarakat di kemudian hari. “Saya berharap ada diskusi dan ada yang bisa saya bawa ke pusat nanti dari hasil rakor ini,” pungkas Sri Wahyuni.

Rakor yang dilaksananakan dengan pemaparan materi secara panel tersebut dilanjutkan dengan pemaparan dari setiap narasumber. Setiap narasumber memberikan penjelasan mengenai strategi dan langkah-langkah dalam membangun masyarakat khususnya di bidang adat istiadat dan nilai sosial masyarakat.

Berkaitan dengan pelestarian adat istiadat dan nilai sosial budaya masyarakat ini, Dedy Ari Asfar perwakilan dari MABMKB menyampaikan sebuah motto dari MABMKB terkait pelestarian nilai budaya. ”Adat dijunjung Budaya disanjung, Adat ditata Budaya dibina,” ungkap Dedy kepada seluruh hadirin rakor.

Donor Darah Sambut HUT Tribun Pontianak

Oleh Gusti Iwan

MABMonline.org, Pontianak — Pagi ini, Sabtu (21/6/2014), bertempat di halaman Dekranasda Kalbar Jl. A.Yani berlangsung kegiatan sosial donor darah yang diselenggarakan oleh Tribun Pontianak. Kegiatan sosial ini diadakan oleh Tribun Pontianak dalam rangka menyambut hari ulang tahun Tribun Pontianak yang ke-6, turut berkerjasama dengan beberapa sponsor ikut memeriahkan kegiatan dengan memberikan berbagai bingkisan dan undian berhadiah kepada para pendonor yang telah selesai mendonorkan darahnya.

(Foto Gusti Iwan)
(Foto Gusti Iwan)

Melalui sambutannya, Panitia kegiatan menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah salah satu bentuk tanggung jawab sosial dari Tribun Pontianak kepada masyarakat Pontianak. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu kekurangan PMI Pontianak dalam pemenuhan stok darah, terutama pada saat bulan puasa mendatang.

Kegiatan ini cukup banyak diikuti oleh para pendonor yang berasal dari berbagai kalangan, ikut serta dalam kegiatan sosial kali ini. Mulai dari mahasiswa, TNI, Polri, karyawan Tribun Pontianak, pihak sponsor maupun masyarakat umum. Dengan cukup ramainya pendonor kali ini, PMI Pontianak setidaknya bisa mengumpulkan tidak kurang dari 60 kantong darah dari pendonor. Meskipun dari semua yang datang berniat mendonorkan darahnya, tidak semua bisa diambil darahnya karena kondisi pendonor sendiri yang belum memungkinkan untuk diambil darahnya.

Pendonor mendaftarkan diri.  (Foto Gusti Iwan)
Pendonor mendaftarkan diri.
(Foto Gusti Iwan)

PMI Pontianak sendiri mengakui bahwa jumlah kebutuhan kantong darah di Pontianak lebih banyak daripada kemampuan PMI untuk memenuhinya, karena masih kurangnya pendonor aktif dari masyarakat. Dengan kegiatan sosial ini PMI berharap akan semakin banyak masyarakat yang menyadari pentingnya dan manfaat dari mendonorkan darah.

Petugas sedang mengambil darah pendonor.  (Foto Gusti Iwan)
Petugas sedang mengambil darah pendonor.
(Foto Gusti Iwan)

 

Kapolda Kalbar Respon Pertanyaan dari Tokoh Melayu

Seorang tokoh Melayu sedang mengajukan pertanyaan kepada Kapolda
Seorang tokoh Melayu sedang mengajukan pertanyaan kepada Kapolda

Oleh Sabhan Rasyid

MABMonline.org, Pontianak— Kapolda Kalimantan Barat, Brigjen Arief Sulistyanto bersama rombongan berkunjung ke Balai Kerja MABMKB. Kunjungan tersebut dalam rangka silaturahim bersama tokoh Melayu Kalbar. Kegiatan silaturahim yang mengagendakan diskusi bersama Kapolda tersebut dihadiri oleh tokoh Melayu, tokoh wanita, anggota kepolisian dari Mapolda Kalbar, Kapolres Kota Pontianak, serta awak media.

Dalam kegiatan silaturahim yang berlangsung selama dua jam tersebut, Kapolda Kalbar mendapatkan beragam masukan dan pertanyaan dari tokoh Melayu yang hadir. Semua pertanyaa tersebut dijawab dan diberikan gambaran solusi langsung dari Kapolda.

Pertanyaan yang diajukan, yaitu terkait hukum tanpa moralitas yang merupakan pertanyaan yang juga pernah disampaikan kepada Kapolda Kalbar sebelumnya. Kapolda merespon pertanyaan tersebut dengan mempertegas bahwa akan dibangun sistem yang teratur dan baik agar pelayanan dan kinerja dari polisi dapat lebih maksimal. “Saya ingin membangun sistem dan kuncinya adalah leadership,” ungkap Kapolda.

Pertanyaan lain adalah terkait kondisi lalu lintas di Kota Pontianak yang dinilai masih kurang tertib khususnya di traffic light. Kapolda menjelaskan bahwa persoalan lalu lintas hanya dapat dilesaikan dengan cara memperbaiki seluruh proses dari hulu sampai hilir. Artinya, mulai dari pengendara sampai kelengkapan lalu lintas harus diperbaiki. “Pembenahan lalu lintas harus menyeluruh, polisi akan memperketat proses pemerolehan SIM, pengujian yang benar, tidak mendapatkan SIM dengan menyogok, dan yang tidak lulus harus dinyatakan tidak lulus,” papar Kapolda kepada seluruh hadirin.

Pertanyaan lain yang diajukan oleh hadirin, yaitu suap-menyuap dalam perekrutan polisi. Hal yang sudah sangat menghawatirkan ini akan segera dihilangkan secara utuh oleh Kapolda Kalbar yang baru. Seluruh proses rekrutmen akan diawasi dan dilaksanakan dengan transparan. Kapolda juga mengungkapkan bahwa ada perjanjian dari calon polisi dan Kapolda. Calon polisi yang berusaha berbuat curang akan dihapus dari daftar rekrutmen. “Selama saya Kapolda, saya akan usahakan tiada suap dalam proses rekrutmen polisi, masyarakat juga harus waspada karena banyak penipu yang mengatasnamakan polisi,” papar Kapolda Kalbar.

Pada akhir respon Kapolda terhadap berbagai pertanyaan, Kapolda menyampaikan harapan kepada tokoh masyarakat agar selalu memberikan dukungan dan doa restu kepada pihak kepolisian agar perbaikan-perbaikan dapat terus dilakukan dan pelayanan masyarakat dapat lancar dan berhasil. “Saya mohon doa restu kepada semua agar semua komitmen kami berjalan lancar dan semuanya dapat dituntaskan,” pungkas Brigjen Arief Sulistyanto kepada seluruh hadirin.

 

Kapolda Kalbar Perkuat Transparansi Rekrutmen Polisi

P1350364

Oleh Sabhan Rasyid

MABMonline.org, Pontianak— MABMonline.org, Pontianak— Kapolda Kalimantan Barat, Brigjen Arief Sulistyanto bersama rombongan berkunjung ke Balai Kerja MABMKB. Kunjungan tersebut dalam rangka silaturahim bersama tokoh Melayu Kalbar. Kegiatan silaturahim yang mengagendakan diskusi bersama Kapolda tersebut dihadiri oleh tokoh Melayu, tokoh wanita, anggota kepolisian dari Mapolda Kalbar, Kapolres Kota Pontianak, serta awak media.

Dalam kegiatan silaturahim tersebut, pihak Kapolda menyampaikan berbagai hal dan merespon pertanyaan dari tokoh Melayu yang hadir. Satu hal yang ditekankan oleh Kapolda adalah tentang komitmen Kapolda dalam melaksanakan transparansi dan bebas biaya dalam proses perekrutan anggota polisi. “Insyaallah selama saya Kapolda Kalbar, masuk polisi tidak ada bayar, kita selalu menjunjung tinggi objektivitas dan transparansi,” tegas Kapolda.

Kapolda juga menyampaikan bahwa dalam proses perekrutan polisi beberapa waktu yang lalu, pihak Polda Kalbar juga dibantu oleh pengawas eksternal dalam proses perekrutan polisi. Satu di antara pengawas eksternal tersebut, yaitu Prof. Dr. Chairil Effendy, M.S. yang juga sebagai Ketua Umum MABMKB.

“Dalam proses perekrutan polisi kemarin, semuanya sangat transparan dan tanpa biaya,” ungkap Chairil saat diwawancarai selesai acara.

Kapolda Kalbar juga memaparkan dilema yang terjadi selama ini bahwa mind set masyarakat telah terlanjur yakin bahwa proses masuk polisi harus ada uang dan ada pejabat yang dapat menolong. “Kita selalu akan buktikan dan berkomitmen bahwa rekrutmen polisi tanpa uang dan tanpa backing dari pejabat polisi,” tegas Kapolda kepada semua hadirin.

Kapolda: Polisi Jangan Alergi dengan Pers

P1350352

Oleh Sabhan Rasyid

MABMonline.org, Pontianak— Kapolda Kalimantan Barat, Brigjen Arief Sulistyanto bersama rombongan berkunjung ke Balai Kerja MABMKB. Kunjungan tersebut dalam rangka silaturahim bersama tokoh Melayu Kalbar. Kegiatan silaturahim yang mengagendakan diskusi bersama Kapolda tersebut dihadiri oleh tokoh Melayu, tokoh wanita, anggota kepolisian dari Mapolda Kalbar, Kapolres Kota Pontianak, serta awak media.

Acara silaturahim yang digelar selama dua jam tersebut penuh dengan suasana dialog dan diskusi terkait berbagai kasus yang ada di Kalimantan Barat. Beragam pertanyaan diajukan oleh tokoh Melayu yang langsung ditanggapi oleh Kapolda Kalbar.

Kapolda Kalbar dalam berjalannya diskusi mengungkapkan bahwa polisi tidak dapat bekerja sendiri. Polisi selalu berhasil jika mendapatkan dukungan dan doa dari seluruh masyarakat. “Kami mengharapkan doa dan dukungan dari masyarakat semua karena polisi tidak dapat bekerja sendiri di lapangan,” ungkap Kapolda yang baru menjabar satu bulan tiga hari di Mapolda Kalbar.

Kapolda juga menyampaikan bahwa selain dukungan informasi dari masyarakat, polisi juga sangat terbantu dengan adanya media. Para wartawan berbagai media merupakan mitra polisi dalam menyebarkan informasi kepada masyarakat sehingga masyarakat dapat memahami kinerja, tugas, peran polisi dalam melayani masyarakat. “Media sangat membantu kita dalam mengungkap kejahatan dan menyebarkan informasi kepada masyarakat,” tambah Kapolda.

Menurut Kapolda, pihak kepolisian dari atas sampai bawah tidak perlu alergi dengan media. Media akan menyampaikan informasi objektif kepada masyarakat tentang kinerja polisi. “Polisi tidak perlu alergi dengan pers, jika ingin pemberitaan positif maka harus selalu ada perbaikan dalam bekerja dan bertugas,” papar Brigjen Arief Sulistyanto.

 

Kapolda Gelar Silaturahim Bersama Tokoh Melayu

P1350370

Oleh Sabhan Rasyid

MABMonline.org, Pontianak— Majelis Adat Budaya Melayu Kalimantan Barat (MABMKB) menggelar silaturahim bersama Kapolda Kalimantan Barat, Rabu (18/6). Acara yang digelar di Balai Kerja DPP MABM Kalimantan Barat tersebut dimulai pukul 09 pagi yang dihadiri oleh pengurus MABMKB, tokoh Melayu Kalbar, tokoh wanita, Kapolres Pontianak, Kapolda Kalbar beserta rombongan, serta para awak media.

Kegiatan silaturahim antara tokoh Melayu dan Kapolda ini dilakukan dalam rangka berdiskusi dan mempererat hubungan Kapolda selaku pihak kemanan dengan masyarakat Kalbar. Acara dibuka dan dipimpin langsung oleh Ketua Umum MABMKB, yaitu Prof. Dr. Chairil Effendy, M.S.

Kapolda yang baru satu bulan lebih tiga hari bertugas di Kalbar memaparkan latar belakang dan komitmen beliau dalam menjalankan tugas di Kalbar. Kapolda yang sebelumnya bertugas di Bareskrim Polri tersebut merupakan lulusan Akademi Polisi angkatan 1987. Beliau memulai karir dari bawah dan murni atas dasar kompetensi yang dimiliki. “Sejak awal menjadi polisi, saya tidak pernah mengeluarkan uang sedikit pun, dan hal ini yang akan saya terapkan kepada calon polisi saat ini,” papar Brigjen Arief Sulistianto selaku Kapolda Kalbar.

Kegiatan silaturahim bersama tokoh-tokoh daerah merupakan agenda Kapolda Kalbar dalam rangka menyatukan informasi dan menjalin komunikasi dengan masyarakat. Kapolda menyampaikan bahwa silaturahim tersebut sengaja baru digelar setelah melakukan kerja selama satu bulan dengan tujuan agar bisa mendapat masukan dari tokoh masyarakat. “Saya sengaja baru menggelar silaturahim, saya ingin bekerja dahulu kemudian saya mengharapakan masukan dan kritik atas kinerja saya,” ungkap Kapolda kepada seluruh hadirin di Balai Kerja MABMKB.

Dalam acara yang berlansung selama dua jam tersebut, Kapolda mengutarakan komitmen dalam rangka memperbaiki institusi Polda Kalbar dalam melayani masyarakat. “Saya memiliki komitmen yang saya dan anggota tuangkan dalam komitmen integritas,” tegas Kapolda.

Satu di antara komitmen Kapolda dan jajaran adalah sungguh-sungguh menjalankan tugas dan tidak bekerja sama dengan pihak kejahatan. Kapolda juga selalu menanamkan kepada anggotanya agar bekerja dengan orientasi memberikan layanan, bukan mendapatkan keuntungan. “Saya memiliki orientasi bersama anggota, yaitu apa yang bisa diberikan kepada masyarakat, bukan apa yang akan didapatkan dari masyarakat,” pungkas Kapolda Kalbar.

 

Abang Tambul: Pantang Tidak Berbuat

P1350277

Oleh Sabhan Rasyid

MABMonline.org, Pontianak— Deklarasi pemenangan Prabowo-Hatta di Balarungsari Rumah Melayu Pontianak berlangsung ramai. Ratusan pendukung Prabowo-Hatta untuk wilayah Kalimantan Barat memadati gedung mulai pukul 12 siang. Deklarasi yang dihadiri oleh Mahfud MD tersebut digelar untuk memperkuat dukungan atas Prabowo-Hatta dalam pilpres 9 Juli mendatang.

Acara deklarasi menjadi lebih semangat dengan yel-yel khas Prabowo-Hatta yang menggema selama deklarasi berlangsung. “Prabowo-Hatta, Presiden, Prabowo-Hatta, Menang” begitu yel-yel yang disuarakan para simpatisan deklarasi.

Dalam acara tersebut, perwakilan masyarakat Kalimantan Barat pendukung Prabowo-Hatta diwakili oleh Abang Tambul Husein yang dipercaya menyampaikan sambutan. Dalam sambutannya, Abang Tambul mengucapkan selamat datang kepada Bapak Mahfud MD yang menjadi simbol kemenangan Prabowo-Hatta di Kalimantan Barat.  “ Selamat datang kepada Bapak Mahfud MD di bumi khatulistiwa, semoga perjuangan tidak sia-sia, dan garuda merah akan membuktikan kemangan kita semua,” ungkap Abang Tambul.

Abang Tambul juga menyampaikan bahwa deklarasi para relawan pemenangan Prabowo-Hatta ini sifatnya sukarela dan timbul dari hati yang ikhlas. “Sukarelawan ini sifatnya sukarela. Terpanggil dengan ikhlas demi memenangkan pemimpin yang mampu menahkodai negara ini, pemimpin tersebut adalah Prabowo dan Hatta Rajasa,” papar Abang Tambul.

Abang tambul berpesan kepada semua pihak agar melakukan segala upaya yang baik demi memenangkan Prabowo-Hatta sebagai pemimpin yang dibutuhkan Indonesia saat ini. Abang tambul juga menyampaikan bahwa perjuangan di Kalimantan Barat untuk memenangkan Prabowo-Hatta telah sampai pada tingkat kecamatan dan desa-desa. “Perjuangan kita ini telah sampai pada kecamatan dan desa-desa untuk menyentuh masyarakat dalam memenangkan Prabowo-Hatta,” ujar Abang Tambul dalam sambutannya.

Proses pemenangan Prabowo-Hatta di pelosok-pelosok Kalimantan Barat secara keseluruhan juga telah mengenal motto “Pantang Tidak Berbuat”. Motto ini berarti semua usaha dari yang terkecil sampai terbesar telah diuapayakan dan terus diupayakan dalam pemenangan Prabowo-Hatta. “Segala bentuk usaha terus kita lakukan, baik cara komunikasi langsung maupun melalui alat komunikasi, kami mengenal motto Pantang Tidak Berbuat,” pungkas Abang dalam sambutannya di hadapan pendukung Prabowo-Hatta.

Mahfud Tandatangani Deklarasi Pemenangan Prabowo-Hatta

P1350321

Oleh Sabhan Rasyid

MABMonline.org, Pontianak— Para pendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 1 Prabowo-Hatta memadati Balairungsari Rumah Melayu Pontianak. Pendukung Prabowo-Hatta tersebut hadir dalam pelaksanaan Deklarasi Pemenangan Prabowo-Hatta untuk wilayah Kalimantan Barat. Acara yang dimulai pukul 13.00 tersebut melibatkan berbagai laskar pemenangan yang siap meraup suara sebanyak-banyaknya untuk Prabowo-Hatta di Kalimantan Barat.

Acara inti dalam pelaksanaan deklarasi pemengangn Prabowo-Hatta  tersebut adalah pembacaan dan penandatangan piagam deklarasi pemenangan Prabowo-Hatta dalam pelaksanaan pemilihan presiden 9 Juli mendatang. Piagam deklarasi tersebut ditandatangai oleh Abang Tambul Husein selaku Ketua Ksatria Praja Khatulistiwa, Munir H.D. Ketua Laskar Lancang Kuning, M. Zainur Safa selaku Ketua Koalisi Muda Praja Khatulistiwa, dan Prof. Dr. Mahfud MD selaku Ketua Pemenangan Nasional Pasangan Prabowo-Hatta.

Setelah deklarasi pemenangan ini dilaksanakan, Mahfud berpesan kepada semua pihak untuk langsung bekerja dalam proses pemenangan Prabowo-Hatta yang tinggal tiga minggu lagi. “Saya harap semua langsung bekerja mengajak semua pihak untuk memilih Prabowo-Hatta dalam pilpres mendatang,” ungkap Mahfud dalam sambutannya.

Kegiatan yang sangat meriah tersebut dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat pendukung Prabowo-Hatta. Hadir pula tokoh-tokoh penting Kalimantan Barat, seperti Burhanuddin A. Rasyid, Morkes Effendy, dan Abang Tambul Husein yang siap berjuang memenangkan Prabowo-Hatta.

 

Mahfud: Daerah Perbatasan Rawan Menipisnya Nasionalisasi

P1350325

Oleh Sabhan Rasyid

MABMonline.org, Pontianak— Deklarasi  pemenangan Prabowo-Hatta di Balarungsari Rumah Melayu Pontianak berlangsung ramai. Ratusan pendukung Prabowo-Hatta untuk wilayah Kalimantan Barat memadati gedung mulai pukul 12 siang. Deklarasi yang dihadiri oleh Mahfud MD tersebut digelar untuk memperkuat dukungan atas Prabowo-Hatta dalam pilpres 9 Juli mendatang.

Mahfud MD yang mengenakan kemeja putih lengan panjang hadir di Balairungsari Rumah Melayu Pontianak sekital pukul 13.30. Mahfud langsung disambut dengan yel-yel khas Prabowo-Hatta dan tarian dari sanggar Andari Pontianak.

Dalam kegiatan deklarasi pemenangan Prabowo-Hatta tersebut, Mahfud menyampaikan rasa terharunya atas dukungan yang mengalir dari bawah. “Saya sangat terharu dengan dukungan semua ini, ini merupakan dukungan dari bawah karena dari segi logistik kami tidak menyiapkan dari pusat, dukungan dari bawah ini menunjukkan bahwa semua ini sangat murni,” ungkap Mahfud.

Mahfud menyampaikan bahwa wilayah Kalimantan Barat sebagian besar merupakan wilayah perbatasan yang langsung berbatasan dengan Malaysia. Wilayah border seperti ini dinilai Mahfud sebagai wilayah yang rawan akan menipisnya nasionalisasi masyarakat.

Menipisnya rasa nasionalisme masyarakat ini biasanya terjadi karena negara kurang memiliki kedaulatan atas wilayah perbatasan tersebut. Untuk itu, Mahfud menilai bahwa saat ini kita sangat membutuhkan pemimpin yang memiliki kemampuan untuk menjaga kedaulatan tersebut. “Kita perlu pemerintah yang kuat, mampu mengambil resiko untuk kedaulatan negara,” papar Mahfud yang langsung disambut dengan keriuhan dukungan dari simpatisan.

Mahfud juga berpesan kepada simpatisan agar memilih pemimpin sesuai kebutuhan. “Saat ini kita membutuhkan kekuatan kedaulatan negara dan kita harus memilih pemimpin yang akan mengeluarkan peraturan yang menguntungkan rakyat agar lebih sejahtera, pemimpin tersebut, yaitu Prabowo-Hatta,” pungkas Mahfud MD diiringi tepuk tangan dari seluruh simpatisan yang hadir.