Pasca Pembunuhan, Tetangga Korban Masih Shock

 

TKP pembunuhan pengasuh bayi di Kompleks Bali Mas 3 (foto: Sabhan)
TKP pembunuhan pengasuh bayi di Kompleks Bali Mas 3 (foto: Sabhan)

Oleh Sabhan Rasyid

MABMonline.org, Pontianak—Pasca pembunuhan yang menimpa seorang pengasuh bayi di Kompleks Bali Mas 3, tempat kejadian masih digaris polisi. Rumah bernomor  B 12 di Kompleks pada penduduk tersebut merupakan tempat pelaku melakukan aksi bejat menghabisi korban. Masih belum jelas apa motif pelaku melakukan pembunuhan terhadap korban.

Tetangga korban yang sehari-hari melihat korban bekerja dan mengasuh anak majikannya merasa kaget dan belum percaya akan kejadian tersebut. Mereka saat ini masih antusias melihat lokasi kejadian yang berada tepat di dekat kediaman mereka. “ Saya masih sangat kaget, tadi malam saya sampai tidak berani tidur di rumah, saya numpang tidur di rumah abang di seberang,” ungkap Mariam tetangga korban.

Mariam yang kediamannya tepat di samping rumah korban mengaku mengenal Sukarni–pengasuh bayi yang menjadi korban pembunuhan. “Kita kenal dengan suster itu, hari-hari keluar masuk rumah, kadang-kadang dia memberikan makan anak majikannya di luar rumah,” ungkap Mariam kepada wartawan MABM.

Mariam menyatakan pada saat kejadian ia sedang berada di rumah. Rumahnya berdempetan dengan rumah korban, tetapi ia mengaku tidak menaruh curiga apapun terhadap kejadian di dalam rumah tetangganya.” Saya jam 1 ke atas ada di rumah, tidak ada curiga sama sekali, sama seperti biasanya,” tambah Mariam.

Kejadian yang tidak disangka-sangka tersebut membuat tetangga dan warga sekitar menjadi heran dan sangat kaget. Berdasarkan pantauan redaksi MABMonline, hingga hari ini masih ramai warga yang berhenti melihat-lihat lokasi kejadian pembunuhan tersebut.

Jenazah korban yang berasal dari Tulung Agung tersebut sudah dikemasi pihak kepolisian dan rumah sakit. Pihak keluarga korban juga sudah diinformasikan keluarga terkait kejadian tersebut. Rencananya pihak keluarga akan membawa jenazah ke kampung halamannya di Tulung Agung sore ini. “Jam 3 sore ini kita akan berangkat membawa Sus ke Tulung Agung,” ungkap Yanti selaku majikan korban.

Polisi Temukan Barang Bukti Tambahan di TKP

Polisi menunjukkan barang bukti baru dari lokasi kejadian (foto: Sabhan)
Polisi menunjukkan barang bukti baru dari lokasi kejadian (foto: Sabhan)

Oleh Sabhan Rasyid

MABMonline.org, Pontianak—Kejadian pembunuhan pengasuh bayi di Kompleks Bali Mas 3 Jalan Parit Haji Husein 2 terus dikembangkan penyelidikannya. Hari ini (19/9) polisi melakukan oleh TKP lanjutan terkait pengusutan kasus pembunuhan yang terjadi kemarin siang. Keluarga korban serta tetangga juga masih antusias memantau rumah yang dijadikan pelaku sebagai tempat menghabisi korban.

Pagi ini penyidik dari Poltabes masih menurunkan beberapa anggota untuk memperdalam kasus dan mencari barang bukti tambahan di lokasi kejadian. Polisi kembali menemukan barang bukti berupa sebuah telepon genggam milik korban yang diduga dibuang pelaku di bak mandi. “Ini hape yang baru kita temukan, masih basah karena ada di bak air,” ungkap Agung seorang polisi yang melakukan olah TKP.

Penemuan telepon genggam tersebut merupakan hasil lanjutan dari temuan barang bukti kemarin. Polisi kemarin telah menemukan beberapa barang bukti yang ada di sekitar korban. “Kemarin kita temukan tutup HP bagian belakang, baterai HP, dan sarung pisau yang terbuat dari kertas kalender yang digulung-gulung serta diikat dengan karet,” papar Agung.

Barang bukti berupa telepon genggam tanpa baterai dan penutup tersebut diduga akan digunakan korban untuk menelepon majikan saat kejadian berlangsung. Dugaan lain bahwa HP tersebut dibuang pelaku untuk menghilangkan dan mengaburkan jejak. “Kita duga HP ini ingin digunakan korban untuk menelepon, tetapi tidak sempat dan dibuang pelaku ke bak air,” tambah Agung.

Hingga saat ini polisi terus mengembangkan penyelidikan dan memperdalam kasus pembunuhan tersebut. Sudah ada beberapa orang yang diperiksa terkait kejadian ini. Pihak kepolisian juga tampak masih melakukan penyelidikan di lokasi kejadian.

 

 

Keluarga Pulangkan Jenazah Sore Ini

??????????

Oleh Sabhan Rasyid

MABMonline.org, Pontianak—Kejadian pembunuhan pengasuh bayi di Kompleks Bali Mas 3 Jalan Parit Haji Husein 2 terus dikembangkan penyelidikannya. Hari ini (19/9) polisi melakukan oleh TKP lanjutan terkait pengusutan kasus pembunuhan yang terjadi kemarin siang. Keluarga korban serta tetangga juga masih antusias memantau rumah yang dijadikan pelaku sebagai tempat menghabisi korban.

Kejadian terungkap ketikat Yanti pemiliki rumah pulang dari kantor setelah menelepon ke rumah, tetapi tidak ada jawaban. Setiba di rumah, Yanti merasa aneh karena pengasuh anaknya yang sehari-hari menjaga rumah tidak memberikan jawaban seperti hari biasanya. “Saya sampai di rumah, Sus tidak menyahut seperti biasanya dan anak saya terus menangis,” ungkap Yanti ketika menemani pihak kepolisian melakukan olah TKP di kediamannya.

Jenazah korban yang bernama Sukarni saat ini sedang dikemasi oleh pihak kepolisian dan rumah sakit. Rencananya jenazah diterbangkan ke Tulung Agung pukul 03.00 sore hari ini. Suami dari korban serta pihak keluarga telah dihubungi dan dikoordinasikan oleh Yanti selaku majikan korban selama di Pontianak.”Pihak keluarga di sana sudah pada tahu dan kita akan antarkan sore ini ke Tulung Agung, Su situ asalnya Tulung Agung,” papar Yanti.

Hingga saat ini polisi terus mengembangkan penyelidikan dan memperdalam kasus pembunuhan tersebut. Sudah ada beberapa orang yang diperiksa terkait kejadian ini. Pihak kepolisian juga tampak masih melakukan penyelidikan di lokasi kejadian.

Dari Syair sampai Pantun Sesepuh Melayu

Oleh Sabhan Rasyid

MABMonline.org, Kubu Raya—Dewan Pengurus Daerah (DPD) Pemuda Melayu Kabupaten Kubu Raya bekerja sama dengan Makodam XII Tanjungpura serta Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menggelar acara Halal Bi Halal dan Silaturahmi Umat Muslim Kabupaten Kubu Raya, Sabtu (13/9). Acara tersebut mengangkat tema “Memperkuat Ukhuwah Islamiyah untuk Mewujudkan Rahmatan Lil Alamin”. Acara tersebut dihadiri oleh tokoh Melayu, anggota Pemuda Melayu KKR dan Kalimantan Barat, seniman Melayu, serta masyarakat muslim di Kabupaten Kubu Raya.

Acara bernuansa Melayu dan Islam tersebut dimeriahkan oleh rentetan acara hiburan Melayu dari masyarakat Melayu Kubu Raya. Para undangan yang hadir dihibur dengan senandung-senandung Melayu dari grup musik Melayu Moresta pimpinan Muhammad.

TIdak hanya dendang-dendang Melayu, para remaja Kubu Raya juga menampilkan hiburan raddad hadrah, syair Melayu, pantun, serta tarian yang sangat bersemangat.

Syair Melayu melantun dari seorang remaja putri bernama Umi Khairiyah. Dengan baju kurung khas Melayu berwarna merah jambu, ia dengan percaya diri melantunkan syair-syair Melayu. Umi Khairiyah membuka lantunan syairnya dengan bait pembuka yang sangat indah.

“Buah beringin buah kurme,

kalau diperas akan keluar air,

terima kasih hadirin semue,

sudah memberikan kesempatan kepade saye untuk berpantun dan bersyair”.

Syair dari Umi Khairiah disambung oleh meriahnya tarian kipas dari Sanggar Ikan Mas Prodi Seni Tari dan Musik FKIP Untan. Kipas disimbolkan sebagai bentuk keceriaan dan kegembiraan. Tarian dibawakan oleh empat penari perempuan dan dua penari laki-laki lengkap dengan pakaian serba biru.Tarian kipas ini dipersembahkan kepada seluruh undangan yang telah setia mengikuti acara silaturahmi sejak pagi.

Hiburan yang didapatkan oleh para undangan menjadi sangat lengkap dengan tampilnya dua sesepuh Melayu yang berpantun di atas panggung. Beliau adalah Bapak Abdul Wahan (85) dan Bapak Said (86) yang merupakan masyarakat Melayu Kubu Raya. Dalam pantunnya, sesepuh ini menyampaikan pesan kepada semua masyarakat Melayu agar jangan berpecah belah dan marilah untuk hidup bersatu. Bapak Said menutup pantun singkatnya dengan sebait pantun yang elok.

“Kalau ada jarum yang patah

Jangan disimpan di lipatan kain

Kalau ada kata-kata kami yang salah

Jangan ceritakan ke orang lain”

 

Seribu Lebih Umat Muslim Penuhi Aula Makodam

Oleh Sabhan Rasyid

MABMonline.org, Kubu Raya—Dewan Pengurus Daerah (DPD) Pemuda Melayu Kabupaten Kubu Raya bekerja sama dengan Makodam XII Tanjungpura serta Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menggelar acara Halal Bi Halal dan Silaturahmi Umat Muslim Kabupaten Kubu Raya, Sabtu (13/9). Acara tersebut mengangkat tema “Memperkuat Ukhuwah Islamiyah untuk Mewujudkan Rahmatan Lil Alamin”. Acara tersebut dihadiri oleh tokoh Melayu, anggota Pemuda Melayu KKR dan Kalimantan Barat, seniman Melayu, serta masyarakat muslim di Kabupaten Kubu Raya.

Lebih dari seribu undangan memadati Aula Makodam XI Tanjungpura saat mengikuti acara halal bi halal tersebut. Kegiatan dilengkapi dengan hiburan senandung Melayu dari grup musik Melayu Moresta.

Acara silaturahmi ini memiliki tujuan utama untuk memperkokoh persatuan umat Islam di Kalimantan Barat. “Mudah-mudahan kegiatan halal bi halal ini dapat menjadi momentum yang tepat bagi umat muslim untuk bersatu dan memperkokoh ukhuwah islamiyah,” ungkap Husin Syawiek Ketua Umum DPD Pemuda Melayu KKR yang juga Sekretaris Daerah Kubu Raya ini.

Silaturahmi yang diselenggarakan bertepatan dengan pelantikan anggota DPC Pemuda Melayu KKR ini dimeriahkan dengan hiburan-hiburan bernuansa Melayu. Para undangan dimanjakan oleh tarian persembahan, raddad hadrah, pantun, syair melayu, serta silat juadah. Selain seni-seni Melayu yang memukau, acara silaturahmi ini juga makin semarak dengan pakaian yang dikenakan oleh para undangan, yaitu telok belanga dan baju kurung khas Melayu Kalimantan Barat.

Acara yang baik dan bermanfaat ini menjadi suatu kegiatan yang penting demi menyatukan kembali semangat persatuan Melayu dan umat muslim di Kalimantan Barat khususnya di Kubu Raya. “Jika umat muslim bersatu, insyaallah Kubu Raya maju, insyallah Kalbar maju, insyallah dunia akan tenteram dan sejahtera,” pungkas Husin yang diikuti oleh tepuk tangan dari para undangan.

Pakar Dialektologi Asal Amerika Berbagi Ilmu di MABM

Karl Anderbeck saat memaparkan materi kepada peserta (foto: Gusti Iwan)
Karl Anderbeck saat memaparkan materi kepada peserta (foto: Gusti Iwan)

Oleh Sabhan Rasyid

MABMonline.org— Seminar Bulanan Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) digelar kemarin, Kamis (4/9). Seminar kali ini mengangkat tema “Bahasa dan Kearifan Lokal di Lembah Sungai Melawi”. Pemateri yang secara khusus memaparkan hasil penelitiannya, yaitu Karl Anderbeck seorang mahasiswa Universitas Kebangsaan Malaysia asal Amerika yang telah melaksanakan penelitian di Lembah Sungai Melawi.

Seminar Bulanan yang dibuka langsung  oleh AR. Muzammil mewakili Ketum MABMKB ini dihadiri oleh peserta dari Balai Bahasa Kalbar, PPKM Untan, serta rekan penulis dari IAIN Pontianak. Acara berlangsung dari pukul 09.00 sampai 11.00.

Karl memaparkan fakta-fakta linguistik yang ditemukannya di Lembahan Sungai Melawi. Penelitian terhadap rumpun bahasa Malayik yang dilakukannya ini merupakan studi tentang dialek bahasa di daerah lembah Sungai Melawi. “Terdapat sekitar 20 kelompok etnis di sepanjang lembahan Sungai Melawi,” papar Karl. Karl juga menyampaikan bahwa dialek di Lembahan Sungai Melawi memiliki hal yang menarik karena adanya kontak antara suku Melayu dan Dayak dari daerah Barito (Uud Danum).

Dalam presentasinya, Karl menyampaikan beberapa konsep penelitian dialektologi secara sekilas serta metode pengambilan data kepada para peserta seminar. Karl mengungkapkan tentang leksikostatistik dan fonostatistik yang merupakan jalan pintas untuk melakukan penelitian dialektologi terhadap suatu bahasa. Fonostatistik merupakan langkah analisis untuk penelitian linguistik bandingan (comparative linguistic) dengan cara menghitung bunyi-bunyi bahasa yang dianggap mirip. Sedangkan, leksikostatistik adalah penghitungan kosakata yang sama dari berbagai bahasa yang diteliti.

Seminar yang diadakan di balai kerja DPP MABMKB tersebut diakhiri dengan sesi tanya jawab dari beberapa peserta. Para peserta menanyakan terkait pelaksanaan Tes Teks Rekaman (TTR) yang dipaparkan Karl dalam presentasinya. Karl menjelaskan bahwa pelaksanaan TTR merupakan cara untuk memetakan lekt-lekt yang dipahami atau tidak oleh masyarakat di wilayah tertentu. Secara teknis Karl menyampaikan syarat-syarat cerita yang bisa digunakan dalam kegiatan TTR. “Dalam TTR gunakan cerita yang tidak diketahui secara umum, jangan menggunakan kata yang terlalu teknis, serta gunakan cerita pengalaman seseorang bukan cerita yang popular,” jawab Karl.