Inna lillah… Jamaah Kalbar Wafat dalam Tragedi Mina

insiden mina, jamaah kalbar

Jamaah haji asal Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Busyaiyah Binti Syahrel Abdul Gafar dari kloter BTH 14 dikabarkan menjadi korban Tragedi Mina. Petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi terus berupaya mengidentifikasi korban insiden Mina. Sejauh ini,  ada tiga jamaah haji Indonesia yang dipastikan wafat.

“Petugas bekerja 24 jam untuk menjalin komunikasi ke rumah sakit-rumah sakit yang ada di Mina dan Makkah untuk mengidentifikasi korban tragedi,” ujar Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, Jumat (25/9).

Suasana duka menyelimuti rumah almarhumah Busyaiyah di Jalan Moh Hambal, Nomor 6, Kecamatan Pontianak Selatan, Kalimantan Barat. Isak tangis sanak keluarga korban pecah setelah mendengar informasi bahwa Busyaiyah merupakan salah seorang korban tragedi Mina.

Kabar duka ini diketahui menantu korban, Haris Wahyudin, Kamis (24/9/2015) pagi seusai melaksanakan Salat Idul Adha. “Saya ditelepon bapak mertua, namun tidak saya angkat,” ujar suami Susanti, anak pertama korban. Kemudian, dirinya berusaha menghubungi mertuanya yang juga sedang menunaikan ibadah haji di Mekkah. “Sekitar jam 10 Kamis pagi, hp mertua saya masih aktif. Namun, ketika dihubungi setelah jam 11 siang, sudah tidak aktif lagi,” tutur Haris, Jumat (25/9/2015).

Tidak lama berselang, COD (Dinas Kesehatan Arab Saudi, red) menghubungi Haris dan memberitahukan bahwa Busyaiyah Binti Syahrel merupakan salah seorang korban yang wafat dalam Tragedi Mina.

Untuk mengantisipasi musibah ini, Pemerintah melalui Kementerian Agama sebagai Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) memberi rekomendasi jalur resmi yang bisa dilintasi jemaah Indonesia ketika menuju Jamarat (tempat lontar jamrah): Jalan King Fahd dan Jalan Moasim. Selain itu pemerintah juga telah meminta ketua kloter untuk mengimbau jamaah tidak melontar jamrah pada waktu ramai yaitu pukul 08.00 – 13.00 WAS, 10 Zulhijah (24/9). (Ant/Sind/G)