Mulai 1 Maret, Polda akan Adakan Operasi Simpatik di Kalbar

Oleh Mariyadi

mabmonline.org, Pontianak—Kepolisian daerah Kalimantan Barat (Kapolda Kalbar) akan menggelar operasi Simpatik untuk beberapa Wilayah di Kalbar termasuk juga di Pontianak. Operasi Tersebut akan berlangsung selama 21 hari yakni mulai dari 1 s.d 21 Maret Nanti.

Operasi tersebut dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Kalbar, AKBP, Arianto, melalui Kabag Binopsnal Ditlantas, AKBP, Gusti Maychandra kepada Indopos, Minggu, (28/2). Ia mengatakan, operasi simpatik ini akan dilaksanakan di 17 kawasan tertib lalu lintas yang ada di Kalbar, yakni di Pontianak, Mempawah, dan Singkawang, Sambas, Bengkayang, Sanggau, Sintang, Kapuas Hulu dan Ketapang.

Dalam operasi tersebut, akan dicek beberapa perlengkapan bekendara seperti kelengkapan surat-surat semua jenis kendaraan bermotor, memastikan helm pengendara sepeda motor sesuai dengan Standar Nasional Indonesia. Begitu juga dengan spion, knalpot, ban, dan lainnya.

Meski ada pro-kontra di kalangan pengendara, setidaknya bila dijalankan dengan benar maka razia dapat bermanfaat: mengurangi pencurian kendaraan bermotor; menegakkan disiplin berlalu lintas; mengurangi korban kecelakaan; mengurangi tindak kejahatan jalanan, dan terakhir, memberi rasa aman kepada masyarakat dengan ditertibkannya kegiatan balapan liar dan aktivitas geng motor yang meresahkan masyarakat. Semoga.

 

Syukuran Dua Bupati Terpilih di Rumah Melayu

MABM gelar syukuran bupati sintang kapuas hulu
Meraih kemenangan tanpa dukungan dana yang besar bukanlah suatu hal yang mustahil. Demikian paparan kedua bupati terpilih—Kabupaten Sintang dan Kapuas Hulu—pada syukuran yang diadakan di Rumah Melayu, Selasa (16/2).

Acara syukuran dan silaturahim jajaran pengurus MABMKB, DPRD Provinsi dengan dua bupati terpilih berlangsung hikmat. Kedua bupati yang terkenal dekat dengan rakyat ini menyampaikan sepatah dua patah kata dengan santai. Bupati petahana Kapuas Hulu, AM Nasir, SH, mengharapkan setelah pelantikan, tidak ada lagi gesekan antar pendukung. “Yang di atas tidak ada masalah, mengapa di bawah masih ribut?” paparnya. Ia juga menambahkan, janganlah ada pesta kemenangan yang berlebihan. “Saya menghimbau para pendukung untuk tidak menyalakan kembang api dan mercon.”

Silaturahim dari masjid ke masjid, dukungan luas dari masyarakat Sintang dan tokoh masyarakat, serta adanya perbaikan peraturan pilkada, demikianlah poin penting yang terucap dari bupati terpilih kabupaten Sintang, dr. H. Jarot Winarno, M. Med. Ph. Seorang dokter yang telah tiga kali mengikuti gelaran pilkada dan memiliki track record yang lengkap: tahun 2005 sebagai Wakil Bupati, 2010 nyaris terpilih dan akhirnya, di tahun ini terpilih menjadi orang nomer satu di bumi Senentang.

Di akhir acara, Ketua Umum MABM Kalimantan Barat, H. Chairil Effendy mengucapkan selamat dan rasa bangga atas terpilihnya kedua bupati pilihan rakyat tersebut. Figur yang terpilih bukan karena gelontoran dana yang besar. “Semoga keduanya dapat terus amanah dan mampu menunaikan pengabdian dengan baik,” harap guru besar Universitas Tanjungpura ini. (red)

Maret Mendatang, Indonesia akan Dikejutkan Gerhana Matahari Total

Oleh Mariyadi

mabmonline.org, Pontianak—pada 9 Maret 2015 nanti, matahari akan mengalami gerhana total. Maka dari itu, pada siang hari, beberapa bagian Indonesia akan gelap pada beberapa waktu. Total daerah yang berdampak adalah 45 kota di 12 provinsi di Indonesia.

Menurut data yang dilansir di http://www.bmkg.go.id, lama gerhana bulan paling lama terjadi selama 3 menit. Hal tersebut terjadi di daerah timur Maba, Maluku Utara, yaitu 3 menit 19,5 detik dengan magnitudo gerhana sebesar 1,019. Lokasi-lokasi yang terlewati jalur totalitas tersebut akan meredup, hingga seperti saat fajar atau senja. Puncak keredupannya adalah saat terjadinya Puncak Gerhana, yaitu waktu di tengah-tengah fasetotalitas ini. Pada saat puncak gerhana terjadi, akan tampak cahaya redup di sekitar Matahari, yangdisebut sebagai korona atau mahkota Matahari.

Fenomena gerhana bulan adalah fenomena yang terjadi beratus-ratus tahun. Tahun ini, kita masih dapat menikmatinya. Menurut data http://www.bmkg.go.id, akan terjadi lima jenis gerhana pada tahun ini yakni : Pertama, Gerhana Matahari Total (GMT) 9 Maret 2016 yang dapat diamati dari Indonesia. Kedua, Gerhana Bulan Penumbra (GBP) 23 Maret 2016 yang diamati dari Indonesia. ketiga, Gerhana Bulan Penumbra (GBP) 18 Agustus 2016 yang diamati dari Indonesia. Keempat, Gerhana Matahari Cincin (GMC) 1 September 2016 yang tidak dapat diamati dari Indonesia. Kelima, Gerhana Bulan Penumbra (GBP) 16-17 September 2016 yang dapat diamati dari Indonesia.

Kembangkan Budaya Baca Tulis, Forsas Kampanye ke Sekolah

 

forsas muhammadiyah ketapang
mabmonline.org– Untuk mengembangkan budaya membaca dan menulis, Forum Sastra Kalimantan Barat (Forsas Kalbar) mendatangi beberapa sekolah. Kali ini, tim yang beranggotakan dua orang mendatangi SMA Muhammadiyah 1 dan 2 Ketapang.

“Kali ini, hari kedua yakni SMA Muhammadiyah Ketapang,” kata Asmirizani, satu di antara anggota tim sekaligus sebagai pengurus bidang komunikasi dan informasi Forsas Kalbar.

Asmiri juga mengatakan, mereka akan terus melakukan kampanye ini ke sekolah-sekolah. Saat ini, mereka baru menjalankan di Ketapang. Tidak menutup kemungkinan akan mendatangi seluruh sekolah yang ada di Kalimantan Barat. “Biar ada motivasi membaca dan penulisan puisi,” tambah Asmiri.

Di SMA Muhammadiyah, Asmiri memberikan motivasi menulis kepada siswa-siswa dan memberikan pelatihan kepenulisan puisi Akorstik. “Naskah tulisan tersebut saat ini sedang dipilah-pilah oleh kurator. Nanti akan diterbitkan,” jelas Asmiri.

Menurut Asmiri, naskah-naskah yang telah ditulis akan disunting, dipilih oleh tim kurator. Naskah tersebut juga akan diterbitkan agar terdaftar di perpustakaan nasional dan yang pasti ber-ISBN. Zani berharap, acara yang mereka gagas ini dapat berlangsung terus dan dapat menumbuhkembangkan geliat sastra di Kalimantan Barat. “Semoga usaha yang kita lakukan bisa berguna bagi perkembangan sastra di Kalbar,” pungkas Asmiri.

Marak Modus Penipuan Baru via BBM

Oleh Mariyadi

mambmoline.org, Pontianak—Perkembangan zaman melesat dari tahun ke tahun. Termasuklah perkembangan media jejaring sosial. Satu di antaranya adalah Black Berry Messengger (BBM). Namun, sejalan dengan perkembangan itu pula, pengguna BBM harus berhati-hati. Pasalnya, penipuan baru via BBM sedang marak.

Seperti yang dialami Nilam (20), seorang mahasiswi asal Sambas yang memanfaatkan media sosial BBM untuk berjualan. Baru-baru ini, akun miliknya di hack orang yang tidak bertanggung jawab.

Bukti-bukti penipuan. Foto: Nilam Sari.
Bukti-bukti penipuan. Foto: Dokumentasi Nilam Sari

“Pas buka BBM, akun saya sudah keluar. Pas diinput email dan pasword tidak bisa. Passwordnya salah,” tutur Nilam di kediamannya di Sambas.

Menurut Nilam, akun BBM yang ia gunakan untuk berjualan tiba-tiba mengirim broadcast permintaan pulsa ke seluruh kontak yang ada. Pagi-pagi, semua teman-teman yang ada dalam kontak Nilam menelpon untuk mengkonfirmasi hal tersebut.

“Untung tidak ada yang mengisikan pulsa karena mereka mau menelpon dulu. Termasuk kepala sekolah saya dulu, juga menelpon,” ujar Nilam.

Saat ini, Nilam memulai kembali bisnisnya. Namun, BBM yang dulu ia pakai sebagai media promosi tidak dapat digunakan lagi. Semua kontak yang ada telah hilang.

Begitulah cerita Nilam yang akunnya dibajak oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Kejadian ini adalah pelajaran bagi kita semua. Bagi pengguna BBM yang lain, harap waspada. Jika telah terjadi hal tersebut, cepat-cepatlah dilaporkan ke pihak kepolisian, atau melalui jalur online ke http://www.laporpolisi.com.

Air Laut Naik, Beberapa Rumah di Paloh Terancam Diterjang Gelombang

Air laut masuk lahan pertanian masyarakat Foto: Madjidi Youdhiey
Air laut masuk lahan pertanian masyarakat Foto: Madjidi Youdhiey

Oleh Mariyadi

mabmonline.org, Sambas—Tingginya debit air membuat daerah Tanah Hitam dan Matang Danau Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas sempat terpendam air asin. Dua daerah tersebut juga terancam diterjang ombak.

“Orang-orang tepi sungai sekarang sudah waspada. Takut air makin tinggi menerjang rumah-rumah,” ungkap Nabu (26), warga Dusun Tanah Hitam, saat dihubungi via telepon.

Hal tersebut membuat warga yang tinggal di daerah bibir pantai saat ini mulai waspada. Takutnya, air semakin tinggi dan gelombang pasang menghantam rumah-rumah yang ada di pesisir pantai.

Menurut Nabu, air pasang telah masuk 3 hari ini. Awalnya, pasang tidak terlalu tinggi. Namun, dari hari ke hari, debit air semakin bertambah hingga saat ini sampai ke jalan raya. Tidak hanya itu, air asin juga masuk perkampungan. “Padi pun terendam air asin,” tambah Nabu.

Tidak hanya sampai ke rumah, air asin juga merendam beberapa beberapa lahan pertanian warga. Hal tersebut sontak membuat warga yang padinya terendam cepat-cepat melakukan panen sebelum air semakin tinggi, ditambah lagi hujan dengan intensitas yang tinggi saat ini.

“Untung sudah masak padinya. Jadi orang cepat-cepat panen. Apalagi ditambah hujan deras ini,” pungkas Nabu.

Luthfi Hadi: Mari Kita Ikut Warnai Perda Masyarakat Adat

wakil rakyat Kalbar
mabmonline.org, Pontianak—Luthfi A. Hadi selaku perwakilan dari fraksi Nasdem DPRD Kalimantan Barat mengajak seluruh elemen yang ada di Kalimantan Barat untuk mewarnai isi Peraturan Daerah (Perda) yang saat ini diusulkan oleh masyarakat adat di Kalimantan Barat.

“Kita (suku-suku di Kalimantan barat) juga harus mewarnai Perda tersebut,” ungkap Luthfi A. Hadi saat diskusi terbatas di Balai Kerja MABM Kalbar, Kamis (4/2).

Menurut Luthfi, Perda yang sejak tahun 2013 diajukan oleh beberapa lembaga di Kalimantan Barat tersebut harus terus diperbaiki dan dirumuskan dengan baik. Maka dari itu, hendaknya seluruh suku yang ada di Kalimantan Barat harus mewarnai Perda tersebut agar isinya dapat merangkul seluruh suku dan adat yang ada di Kalimantan Barat ini.

Menurut Lutfhi, Perda semacam ini juga ada di Kalimantan Timur. Namun, isinya berbeda dan namanya juga berbeda yakni Perda Pemberdayaan Masyarakat Adat. Perda itu pun masih belum terlaksana meski pun telah disahkan oleh DPRD. “Di Kaltim, sudah disahkan. Namun, masih belum dilaksanakan oleh gubernurnya,” pungkas salah satu pengurus MABM Kalimantan Barat ini.

Rabu Depan, Ada yang Beda dengan Seragam PNS

Oleh Mariyadi

mambonline.org, Jakarta—Rabu depan (10/2/2016), akan ada perbedaan pada pakaian dinas Pegawai Negeri Sipil (PNS) lingkup Kemendagri dan Pemerintah daerah. Mereka akan berseragam kemeja putih.

Hal tersebut sesuai dengan Peraturan Mendagri (Permendagri) nomor 6 Tahun 2016 tentang Perubahan Ketiga Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 6 tahun 2016. Dengan terbitnya peraturan tersebut, PNS lingkup kemendagri dan Pemerintah Daerah wajib memakai kemeja putih.

Tidak hanya itu, Kementerian Dalam Negeri (Mendagri) juga melarang penggunaan pakaian dinas selain yang telah ditentukan. Adapun pakaian yang wajib dipakai menurut isi peraturan tersebut: Dengan adanya peraturan baru itu, maka penggunaan seragam dinas pada Senin – Selasa pakaian dinas krem. Rabu kemeja putih. Kamis – Jumat menggunakan batik.

Seperti yang dikutip dalam laman web resmi kemendagri.go.id, Kepala Biro Hukum Kemendagri Widodo Sigit Pudjianto mengatakan, bagi para pegawai negeri sipil (PNS) yang tidak mematuhi aturan tersebut maka akan dikenakan sanksi. Sanksi tersebut dari mulai teguran hingga disekolahkan kembali.

Menurut Widodo, yang dikutip pada laman web kemendagri.go.id , mulai Senin ini (8/2/2016) pakaian dinas PNS lingkup mendagri dan Pemerintah Daerah resmi ditetapkan. Sanksi yang diberikan adalah sesuai dengan isi Undang-Undang nomor 23 tahun 2014 tentang aparatur sipil negara.

“Untuk nomor Permendagrinya baru dikasih kemarin Senin. Jadi hari Senin depan Permendagri seragam sudah diterapkan,” ujar Widodo seperti yang dikutip pada laman web kemendagri.go.id .

Maksimalkan Capaian Sasaran, Untan Sosialisasikan SNMPTN

Beberapa guru sedang mengikuti sosialisasi. FOTO: MARIYADI
Beberapa guru sedang mengikuti sosialisasi. FOTO: MARIYADI

oleh Mariyadi

mabmonline.org, Pontianak—Tidak lama lagi, Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) akan dilaksanakan. Agar maksimal, panitia SNMPT Universitas Tanjungpura (Untan) melakukan sosialisasi pada guru-guru dan beberapa elemen lainnya di Gedung Auditorium Untan, Kamis (4/2/16).

“Kita harus melaksanakan seleksi secara berkeadilan, transparan, dan objektif,” ungkap Aswandi, Wakil Rektor I Untan saat memberi kata sambutan.

Aswandi mengatakan, seleksi yang dilaksanakan haruslah benar-benar tepat. Mahasiswa yang terpilih (terutama program bidikmisi) benar-benar diserahkan kepada calon mahasiswa yang berhak atau yang benar-benar membutuhkan bantuan untuk biaya studinya.

“Alhamdulillah, selama ini, seleksi penerimaan mahasiswa semakin baik,” tambah Aswandi.

Kata Aswandi, beberapa tahun lalu, mereka kerap didatangi orang-orang tua yang ingin memasukkan anaknya dengan cara tidak baik. Dan mereka bisa mengatasi hal tersebut karena sistem penerimaan yang diterapkan oleh menteri semakin baik. Jadi, hal-hal tersebut bisa dihindari. Ia juga mengatakan bahwa penerimaan mahasiswa di Untan sempat dipuji oleh menteri pendidikan periode lalu karena memang tepat sasaran.

“Kami dari pihak sekolah telah mencoba untuk mengirim. Dan kita ikuti segala petunjuk pengiriman yang telah ada,” ungkap Syarifudin, Kepala Sekolah SMAN 2 Seponti, Kayong Utara.

Menurut Syarifudin, Pihaknya telah menseleksi benar siswa-siswa yang pernah mereka ikutkan dalam dua jalur penerimaan yakni SBMPTN dan bidikmisi. Mereka juga telah sangat teliti dalam proses pengiriman Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS).

“Tahun lalu, dari SMAN 2 Seponti ada memasukkan 18 orang untuk bidikmisi namun tidak lulus,” tambah Syarifudin.

Menurut Syarifudin, tahun lalu mereka mengirim 18 orang. PDSS yang dikirim memang benar-benar data asli tanpa ada sedikit pun tambahan. Namun, semua siswa tersebut tidak lulus Seleksi di Comdev Untan.

“Tahun ini data pasti kita akan coba masukkan 12 orang. Harapan bisa lulus semua 12 orang karena memang telah mengikuti syarat-syarat yang diminta,” pungkas Syarifudin.

 

 

Hasil Diskusi Terbatas Tentang Gafatar, Transmigrasi dan Perda Masyarakat Adat Kalbar

diskusi terbatas umat Islam Kalbar

Mencermati pemberitaan yang berkembang akhir-akhir ini di media massa baik di televisi, radio, Koran, tabloid maupun di media social (medsos) mengenai Gerakan Fajar Nusantara (GAFATAR), wacana transmigrasi nasional oleh Pemerintah dan Usul Perda Masyarakat Adat, nyata telah menimbulkan kontroversi di tengah masyarakat dengan munculnya beragam tanggapan, komentar bahkan penolakan dari kelompok-kelompok  masyarakat. Komentar dan tanggapan tersebut diwarnai oleh berbagai kepentingan diantaranya politik, ekonomi, etnik dan agama bahkan disertai klaim kepemilikan dan penguasaan wilayah oleh etnik tertentu.

Sadar atau tidak, jika reaksi tersebut dibiarkan terus mengalir tak terkendali dan secara tidak bertanggung jawab sungguh akan sangat mungkin mengarah pada tindakan-tindakan disintegrasi yang akan memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa, dan mencabik-cabik keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang kita cintai.

Bertempat di Rumah Melayu, Kamis (04/02), diskusi terbatas para tokoh, cendikia, pimpinan ormas Islam dan pimpinan paguyuban Kalbar menghasilkan beberapa pokok pikiran terutama kepada Pemerintah (Pusat) sebagai penerima mandat dan kedaulatan rakyat yang harus tetap berdiri tegak mengayomi semua lapisan masyarakatnya sebagai berikut:

1.    Bahwa antara kasus GAFATAR dan wacana transmigrasi adalah dua hal yang berbeda, karena akan sangat bijak membicarakan dua hal tersebut secara terpisah, berbeda dan tidak dalam momen bersamaan agar tidak menimbulkan fitnah (spekulasi-dugaan) bahwa keberadaan dan peristiwa yang berkaitan dengan GAFATAR adalah dalam satu skenario besar (grand design) oleh kelompok tertentu untuk kepentingan tertentu;

2.    Untuk penyelesaian masalah GAFATAR kami sarankan sebagai berikut:

a.    Jika anggota/ penganutnya mengakui GAFATAR sebagai suatu agama tersendiri (bukan dari salah satu agama yang ada) di Negara ini, maka GAFATAR harus memenuhi ketentuan suatu ajaran yang dapat diakui sebagai agama yang berlaku di Negara ini;

b.    Jika anggota/ penganutnya mengakui GAFATAR bukan sebagai agama melainkan sebagai suatu gerakan dari salah satu agama yang ada, sementara pemahaman dan praktek keberagamaannya tidak sesuai ajaran pokok (Berbeda Kitab sucinya, aqidah dan ibadahnya) dengan ajaran agama tertentu yang dimaksud, maka sudah cukup dasar untuk menyatakan bahwa pimpinan dan pengikut/ anggota GAFATAR telah melakukan perbuatan PENISTAAN, PENODAAN dan PELECEHAN AGAMA dimaksud. Dalam konteks ini, kami meminta kepada Pemerintah dan mendesak agar mereka ditindak secara tegas sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku;

c.    Bagi eks anggota GAFATAR yang sebelumnya adalah muslim, sebaiknya dilakukan upaya pembinaan yang intensif terutama oleh MUI dan Lembaga Dakwah agar dapat membawa mereka pada ajaran Islam yang benar.

3.    Agar masalah GAFATAR atau yang serupa tidak terulang terus menerus, maka kami mendesak terutama MUI untuk melakukan identifikasi terhadap faham dan aliran agama yang terindikasi sesat, melakukan langkah-langkah antisipasi dan pembinaan yang intensif terhadap penganutnya;

4.    Upaya transmigrasi adalah fakta sejarah yang sudah berlangsung sejak lama ada di tanah air. Diakui ataupun tidak sesungguhnya telah memberikan perubahan kehidupan, baik bagi para transmigran maupun pada masyarakat tempatan yang tentu dengan segala dinamikanya.  Adalah hak setiap warga Negara untuk tinggal dan berpenghidupan di seluruh wilayah NKRI sepanjang tidak merampas hak-hak warga Negara yang lain dan tidak melanggar ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Karenanya wacana transmigrasi yang akan dilakukan Pemerintah apapun namanya patut untuk diapresiasi jika dengan tujuan mulia untuk meningkatkan kesejahteraan dan penghidupan yang lebih baik bagi rakyatnya.

Namun demikian Pemerintah harus benar-benar mengkaji secara bijak langkah-langkah yang akan ditempuh agar tidak menimbulkan mudharat, baik bagi para transmigran maupun masyarakat tempatan dengan belajar dari pengalaman pola-pola transimigrasi yang telah lalu.

Transmigrasi harus dikembalikan pada tujuannya untuk pemerataan penyebaran jumlah penduduk, memperkuat ketahanan Negara dan  peningkatan kesejahteraan/  penghidupan rakyat yang lebih baik, agar para transmigran tidak dijadikan sebagai komoditi dan  bukan untuk kepentingan misi politik, agama atau penguatan etnis tertentu;

5.    Atas usul Perda Masyarakat Adat yang telah diusulkan oleh kelompok masyarakat tertentu ke DPRD Provinsi Kalimantan Barat dengan ini kami sampaikan hal-hal sebagai berikut:

a.    Bahwa usul Perda Masyarakat Adat yang diusulkan semestinya tidak dapat dilanjutkan untuk dibahas sebagai Perda karena tidak memiliki payung hukum yang kuat;

b.    Draft Perda Masyarakat Adat yang diusulkan sesungguhnya memuat banyak hal yang mengandung diskriminasi terhadap adat etnik lainnya  dan memberikan penguatan terhadap  etnik tertentu;

c.    Perda Masyarakat Adat yang diusulkan sekalipun tidak secara ekplisit menyebutkan mengarah pada adat etnik tertentu akan menjadi pemicu munculnya Perda Masyarakat Adat versi berbagai etnik di tanah air;

d.    Kuatnya hukum adat dalam Perda Masyarakat Adat pada akhirnya akan melemahkan tata hukum nasional, yang pada gilirannya akan mengarah pada penciptaan situasi hukum Negara dikalahkan oleh hukum Adat yang dilindungi oleh Perda. Dampaknya adalah akan terjadi kegamangan hukum di daerah jika terjadi satu peristiwa hukum tetapi memiliki dasar hukum ganda. Penegak hukum tidak memegang kepastian hukum, dan akan  berdampak pada konflik hukum antar warga;

e.    Situasi terburuk dari kehadiran Perda Masyarakat adat adalah memberikan penguatan terhadap hukum adat tertentu dan secara tersirat sesungguhnya menggugat hukum Negara dan menyatakan secara terselubung bahwa Negara tidak mampu hadir menegakkan hukum. Situasi ini akan menggiring pada keadaan Negara menjadi chaos atau setidaknya NKRI terancam dis-integrasi.

Demikian pokok-pokok pikiran dari hasil diskusi terbatas yang kami lakukan, semoga bermanfaat untuk kebaikan Kalimantan Barat khususnya, dan Indonesia ke depan.