Cornelis Harap Kafilah Kalbar Catat Prestasi di Tingkat Nasional

Tepat pukul delapan, Bupati Kubu Raya menyampaikan sambutannya. Samar-samar, Rusman Ali mengucapkan terima kasih atas support gubernur terhadap perhelatan MTQ ini. Ya, samar-samar. Saya mendengarnya dari parkiran, di kerumunan para pedagang gorengan dan balon. Di tengah antusiasme masyarakat mengikuti rangkaian acara MTQ ke 26 di Kubu Raya yang berlangsung hingga Jum’at, 27 Mei.

mtq kubu raya
Parkiran mobil penuh. Motor meluap. Tak ketinggalan, para pejalan kaki. Semua bersemangat menyemarakkan MTQ ini. Ribuan orang tumplek blek di lapangan samping kantor bupati Kubu Raya. Tanpa komando.

Tenda besar yang mampu menampung ribuan pengunjung tak berdaya. Sebagian menyingkir ke samping tenda, yang berdekatan dengan stand. Perlu usaha ekstra agar bisa duduk di dalam tenda. Setelah sedikit merangsek ke tengah, akhirnya panitia mempersilakan saya duduk di deretan bangku yang masih kosong. Ada empat buah. Cukup buat istri dan dua anak.

Bupati menyampaikan prosesi MTQ yang akan berlangsung hingga Jum’at ini. Di akhir sambutan, ia meminta secara khusus kepada hadirin untuk mengaminkan doanya: Kubu Raya juara umum! Tentu doa yang sama terucap di dada kafilah masing-masing daerah. Semuanya ingin berjuang menjadi yang terbaik.

“Mencetak generasi qur’ani dan menyiapkan putra putri terbaik Kalbar ke tingkat nasional, disertai harapan agar dewan hakim mampu menilai secara adil. Tanpa memihak,” pungkas Bupati yang juga penasehat MABM Kalimantan Barat ini.

Selanjutnya, Kepala Kanwil Depag, Syahrul Yadi menyampaikan sambutan. Tanpa basa basi ia menghaturkan terima kasih kepada gubernur yang telah mendukung kegiatan ini. Ada pantun, yang bukan berpantun, diucapkannya namun saya luput mengingatnya.

Puncak sambutan sekaligus dirangkai pembukaan MTQ dilakukan langsung oleh Gubernur Kalbar Cornelis. Menarik saat Cornelis menguraikan tentang perlunya bersyukur atas segala ni’mat yang telah kita dapatkan, karena kalau tidak bersyukur, tunggu azab yang sangat pedih.

Cornelis juga berusaha membuka mata terhadap kondisi umat Islam di Arab, meski satu warna kulit, satu agama tapi saling berperang. “Bersyukurlah kita di Indonesia, Islam mayoritas di tengah masyarakat yang heterogen tapi dapat akur. Jangan mau terpecah belah,” ujar kepala daerah dua periode di Kalbar ini mengingatkan.

Sembari bernostalgia, Cornelis berucap bahwa saat APDN dulu, Kalbar pernah melahirkan seorang juara. “Jadi, saya berharap Kalbar bisa mencapai prestasi serupa,” harapnya. Yang dimaksud Cornelis, tak lain tak bukan adalah Hj. Dahlia Achmad, qariah tersohor asal Kalimantan Barat yang meratui ajang MTQ di tahun 80-an.

gubernur kalbar bupati kubu raya
Di penghujung sambutannya, Cornelis meminta ijin audiens dan memohon maaf apabila lafal “Bismillahirrahmanirrahim”-nya tak sempurna. Maka resmilah MTQ ke 26 tingkat provinsi ini dibuka.

Selamat bertanding. Berlomba-lomba dalam kebaikan buat kafilah kabupaten-kota seluruh Kalbar. Fastabiqul Khairat.

(Yaser Ace)

Jembatan Tayan, Primadona Wisata Anyar Kalimantan Barat

Oleh Okta Herningsih

selfie di jembatan TayanSejak dibangunnya Jembatan Tayan yang berada di Desa Pulau Tayan, lokasi tersebut berubah menjadi primadona wisata bagi warga setempat. Jembatan ini hampir setiap sore hari menjadi pusat keramaian, terutama di akhir pekan.

Beberapa waktu lalu saat liburan akhir tahun, saya dan teman-teman mudik ke Kecamatan Tayan Hilir dan mengunjungi jembatan yang kini tengah menjadi primadona masyarakat Kalimantan Barat, ikon yang menjadi kebanggaan bagi kami sebagai warga setempat. “Kita patut bangga sebagai warga asli Tayan memiliki ikon yang menjadi primadona masyarakat Kalimantan Barat yang megah nan cantik, selain itu perekonomian masyarakat setempat juga meningkat,” ujar Mila, salah satu pengunjung Jembatan Kapuas Tayan.

Sabtu sore kami berjalan-jalan menelusuri jembatan Tayan untuk sekedar menghabiskan waktu luang dan bersantai. Tak hanya berkunjung biasa, kami menyempatkan diri untuk berselfie-ria dengan latar Jembatan Tayan. Berbagai macam gaya kami ekspresikan di tengah keramaian.

Matahari terbenam adalah saat yang kami tunggu demi melihat pemandangan sunset dari atas jembatan yang tiada duanya. Sungguh indah ciptaan Tuhan membuat kami lupa akan waktu, awanpun berubah kelabu dan semakin gelap, waktunya kami untuk pulang ke rumah.

Masih belum puas, keesokan paginya kami kembali mengunjungi Jembatan Tayan untuk jogging, tak hanya berolahraga kami menyempatkan diri untuk bermain skateboard dan berfoto. Di pagi minggu Jembatan Tayan merupakan tempat pilihan warga setempat untuk berolahraga sambil menikmati keindahan jembatan dan mengabadikan momen bersama sahabat maupun keluarga.

Puncaknya, saat malam akhir tahun 2015, jembatan Tayan dipenuhi oleh warga setempat maupun luar Tayan untuk menyambut tahun baru bersama keluarga dan teman-teman, keindahan jembatan tampak dari berbagai sisi, dihiasi dengan lampu-lampu indah pada malam hari, dilengkapi dengan lampion yang diterbangkan serta kembang api yang tampak indah tepat di atas jembatan, tak mau kalah selesai makan-makan di rumah bersama keluarga dan teman-teman, kami segera meluncur menuju Jembatan Tayan untuk menyaksikan momen itu, betapa indahnya malam itu tepat pukul 00.00 WIB Jembatan Kapuas Tayan memancarkan pesonanya dengan lampu-lampu nan indah, lampion dan kembang api yang memberikan warna di awan gelap, membuat semua mata tertuju pada keindahan itu.

Tak bisa dipungkiri lagi jembatan terpanjang di Kalimantan ini memang memiliki daya tarik di kalangan masyarakat. Terbukti sejak beberapa bulan terakhir ribuan masyarakat yang berkunjung ke tempat itu. Jembatan Tayan yang kini menjadi ikon masyarakat Kalimantan Barat memang sudah lama dinantikan, jadi wajar jika masyarakat mengungkapkan kegembiraannya dengan cara mengunjunginya langsung meskipun harus menempuh perjalanan cukup jauh. Setidaknya bagi masyarakat luar Tayan mereka memiliki kenang-kenangan pernah mengunjungi jembatan tersebut secara langsung bukan hanya melihat gambar atau dengar cerita saja.

Jembatan Tayan adalah jembatan yang melintang di atas Sungai Kapuas, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat.  Jembatan Tayan terbagi dalam dua bentangan. Bentangan pertama jembatan dari arah Kota Tayan menuju Pulau Tayan. Sedangkan bentangan kedua adalah jembatan dari arah Pulau Tayan menuju Desa Piasak.

Jembatan ini menjadi bagian dari Jalan Trans Kalimantan yang menghubungkan Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Jembatan ini merupakan jembatan terpanjang di Kalimantan dan terpanjang kedua di Indonesia setelah jembatan Suramadu di Provinsi Jawa Timur.

Pesona Jembatan Kapuas Tayan ternyata tidak hanya menarik perhatian warga setempat, masyarakat luar Tayan juga terpikat dengan kecantikan jembatan yang memiliki panjang mencapai 1.440 meter.

Jadi, bagi anda yang belum pernah menikmati keindahan itu, pergilah ke Jembatan Kapuas Tayan untuk memanjakan mata melihat pesona jembatan sekaligus refreshing. Tidak hanya melihat keindahan dari atas jembatan, anda juga dapat mencarter speedboat yang berada di bawah jembatan dengan tarif 20 ribu/orang untuk mengelilingi Desa Pulau Tayan melihat keindahan jembatan dari sungai kapuas, selain itu anda juga dapat beristirahat di warung-warung bagian bawah jembatan sebelah kanan untuk minum maupun makan sekaligus menikmati pemandangan dari tepian sungai Kapuas.