Home / FSBM IX / 30 Manggar Meriahkan Pemangkat

30 Manggar Meriahkan Pemangkat

IMG-20130824-00820
Mahasiswa STKIP mengecat, memasang manggar di kota Pemangkat

Oleh : Ahmad Sofian

MABMonline.org, Pemangkat, Hari Sabtu, 24 Agustus 2013.  Satu minggu pasca HUT Kemerdekaan. Kemeriahan terlihat begitu memasuki jalan utama kota Pemangkat,  juga diberbagai sudut  lainnya.

Siang menjelang sore. Matahari masih menampakkan sinarnya secara utuh. Panas terasa, apalagi kota Pemangkat tepat berada di pinggir pantai laut Natuna. Namun panasnya udara dan tebalnya debu tak menyurutkan sekelompok anak muda melaksanakan bakti sosial. Mereka adalah para mahasiswa dari Sekolah Tinggi Keguruan dan Iilmu Pendidikan  (STKIP) yang sedang melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kecamatan Pemangkat.

Mengecat pembatas jalan, membersihkan beberapa sudut kota dan memasang sejumlah manggar salah satunya. Untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan. Kota Pemangkat menjadi lebih semarak. Bukan tanpa alasan, karena letak kota Pemangkat yang sangat strategis. Menjadi pintu masuk ke ibukota kabupaten Sambas yang tengah mengadakan acara  Halal Bilhalal kerabat istane Alwatzikhoebillah, merayakan hari jadi Kota Sambas ke 382, menyambut hari HUT RI ke 68, sekaligus HUT Pemindahan ibukota kapupaten ke-14 , serta Festival Seni Budaya Melayu (FSBM) ke IX.

IMG-20130824-00822
Arief Saputra (22 tahun), salah satu mahasiswa KKN STKIP

Seolah kota Pemangkat mengucapkan selamat datang kepada para kafilah, tamu dan para undangan yang akan ke kota Sambas.

Manggar merupakan salah satu bentuk tradisi yang hampir ada di seluruh daerah. Berbentuk seperti pohon kelapa dengan pelepah-pelepahnya yang dibuat dari berbagai kertas atau plastik berwarna-warni. Manggar sendiri menurut epistimologi adalah bunga muda kelapa. Dalam beberapa prosesi, keberadaan manggar-manggar ini adalah ungkapan kemeriahan dan ucapan selamat datang.

Adanya sejumlah manggar di Kota Pemangkat yang dibuat oleh para mahasiswa KKN STKIP itu tentunya tidak terlepas akan hal itu. Indikasinya jelas, ada 6 manggar dipasang di gerbang Sinam, 4 di gerbang Lonam. Ini tentu sebagai ungkapan selamat datang. Ada  12 manggar di sepanjang jalan pasar ikan laut, ini menjadi makna kemeriahan di kota Pemangkat, dan 8 manggar di kantor camat untuk di bawa ke Sambas”

“Ada 30 manggar yang kami buat” kata Arief, mahasiswa STKIP jurusan teknik pejaskes semester 7.  Pak Camat menyuruh kita untuk membuat Manggar ini. Dan diletakkan di beberapa tempat di kota Pemangkat.[]

Check Also

Sigondah: Meriam Dahsyat Peninggalan Kerajaan Mempawah

Oleh Kinanti Wulandari Hijau dan damai, kata yang dapat mewakili suasana di tempat ini. Suara burung-burung …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *