Home / Beranda / Akil Mochtar: Putra Kalbar yang Terpilih Menjadi Ketua MK

Akil Mochtar: Putra Kalbar yang Terpilih Menjadi Ketua MK

akil-mochtar-ketuaMK

Hakim Konstitusi yang juga merupakan Anggota Dewan Penasehat MABM Kalbar, Akil Mochtar terpilih sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) periode 2013-2015, Rabu (3/4/2013). Akil menggantikan Mahfud MD yang berakhir masa jabatannya sebagai hakim konstitusi pada 1 April 2013.

Siapa sebenarnya Akil Mochtar yang baru saja terpilih menjadi ketua Mahkamah Konstitusi (MK)?

Akil lahir dan dibesarkan di Kapuas Hulu, salah satu kabupaten di Kalimantan Barat. Orangtuanya, Mochtar Anyoek dan Junnah, sebenarnya memberikan nama Rachmat Abdillah. Namun pamannya Den Mahmud, memberikan nama Muhammad Akil. Karena orang tuanya tidak keberatan, Akil bersekolah dengan nama Muhammad Akil Mochtar.

Pendidikan Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama diselesaikannya di Putussibau. Namun kelas 3 SMP, Akil pindah ke SMPN 2 Singkawang. Akil terancam tidak bisa melanjutkan ke SMA karena keterbasan dana orangtuanya. Karena keinginan kuat untuk tetap bersekolah, atas saran orangtuanya, Akil pun merantau ke Pontianak dan melanjutkan pendidikan di SMA Muhammadiyah Pontianak.

Saat bersekolah di SMA Muhamadiyah Pontianak, Akil terpaksa masuk ke pusaran persoalan biaya sekolah yang menghimpit. Untuk menutupi biaya hidup, Akil memilih mengerjakan sesuatu yang jarang dilakukan remaja sebayanya. Ia misalnya pernah menjadi loper koran, tukang semir, sopir angkot, hingga calo.

Usahanya itu tak sia-sia, ia berhasil lulus dari SMA tepat pada waktunya. Dengan sisa uang tabungannya, ia melanjutkan kuliah ke Fakultas Hukum Universitas Panca Bhakti Pontianak. Lagi-lagi dana menjadi kendalanya. Tapi Akil tak patah semangat, untuk menyambung kelangsungan kuliahnya, Akil nyambi menjadi supir. Uang itulah yang ia tabung untuk hidup sehari-hari, biaya kuliah hingga menyelesaikan skripsi. “Waktu itu, untuk daftar skripsi Rp 75 ribu. Dari upah sopir saya cuma ada tabungan Rp 50 ribu. Sisanya pinjam sana-sini,” ujar Akil.

Setelah menyandang gelar sarjana hukum, Akil sebenarnya ingin menjadi jaksa. Tapi oleh sesuatu hal, ia akhirnya terjun menjadi pengacara. “Saat itu sih pengennya jadi jaksa. Tapi akhirnya malah jadi pengacara. Alhamdulillah dari lawyer itu hoki saya bagus, rezeki mengalir,” kata suami Ratu Rita itu.

Tahun 1998, Akil kemudian bergabung ke Partai Golkar dan mengantarkannya menjadi anggota DPR RI periode 1999-2004 di Komisi II dan 2004-2009 di Komisi III.

Karena merasa idenya sulit terealisasi di DPR, Akil mencalonkan diri menjadi gubernur Kalimantan Barat berpasangan dengan AR Mecer. Dalam perolehan suara, pasangan Cornelis-Cristiandy mengunggulinya.

Awal kiprah Akil di MK berawal pada tahun 2008, ia mendaftar sebagai hakim konstitusi dan lulus dalam uji kelayakan dan kepatutan.

Sebagai hakim konstitusi, Akil bertekad menjadikan MK sebagai lembaga yang bersih dan berperan dalam pengembangan demokrasi di Indonesia. Menurutnya, MK berperan penting menciptakan keseimbangan dalam kehidupan berdemokrasi, sesuai kewenangannya, yang nantinya diharapkan bisa berdampak bagi kehidupan lebih baik bagi bangsa Indonesia.

Selamat bang Akil, semoga mampu menunaikan amanah besar ini dengan baik.

(foto: Tribunnews)

Check Also

Osman Sapta Odang: Kita Harus Punya Rasa Kedaerahan

Penulis Mariyadi MABMonline.org, Pontianak — Dalam ulang tahun ke-16 Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kalimantan Barat …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *