Kabar Terkini
Home » Jurnalisme Warga » Amplang Maknyus Khas Teluk Batang

Amplang Maknyus Khas Teluk Batang

Oleh Marisa

MABMonline.org, Teluk Batang — Amplang buatan Bu Sakniah bikin ketagihan. Jika ke Teluk Batang rasanya tidak sah jika tidak mencicipi salah satu kuliner ciri khas dari Teluk Batang ini.

Sore itu pukul tiga, di kediaman yang terletak di Jalan Teluk Nipah Teluk Batang Kayong Utara, terlihat sosok perempuan setengah baya. Sakniah, namanya. Seorang perempuan yang bertubuh gemuk dengan celana panjang hitam dan baju model gamis  panjang. Kepalanya ditutupi jilbab berwarna abu-abu. Ia sedang membuat makanan yang digemari oleh masyarakat Teluk Batang yaitu Kerupuk Amplang.

Dengan cekatan Ibu Sakniah yang asli kelahiran Ketapang, mulai menata bahan yang untuk membuat kerupuk amplang. Ibu Sakniah menjelaskan bahan serta cara pembuatan kerupuk amplang.

amplang teluk batangBahan –Bahan yang dibutuhkan:
1.    Ikan tenggiri atau belidak 1 kilogram
2.    Tepung  kanji 2 kilogram
3.    Air 750 ml
4.    Garam 4/5 ons
5.    Bawang putih 5 biji
6.    Bumbu penyedap 1/5 ons

Cara pembuatan Amplang
1.    Campurkan ikan, tepung, air,garam dan penyedap diiaduk sampai rata.
2.    Adonan dibentuk seperti lenjeran dan besarnya disesuaikan keinginan
3.    Amplang tersebut yang telah siap dipotong halus-halus digoreng di dalam minyak yang banyak selama lebih kurang 30 menit sehingga benar-benar kering. Semasa menggoreng produk hendaklah selalu diaduk supaya tidak hangus.
4.    Amplang tersebut yang telah digoreng ditiriskan untuk membuang sisa-sisa minyak.
5.    Amplang siap dibungkus dalam plastik kedap udara dan disimpan pada suhu rendah dan
jauhkan dari pada serangan serangga.

Mirna Hartuti ( 20), salah satu pelanggan Ibu Sakniah berkomentar, “Harganya lumayan murah, rasanya juga mantap mbak,” tuturnya sambil menikmati amplang buatan Ibu Sakniah. Menurutnya dengan harga Rp.80.000 per kilonya, rasa yang ditawarkan sangat enak, tidak kalah dari amplang yang dijual di toko-toko dengan harga selangit.

Bu Sakniah telah berjualan makanan tradisional ini sudah hampir 15 tahun.  Ia berjualan amplang meski hanya dititipkan ke toko-toko yang ada di Teluk Batang. Amplang buatan Bu Sakniah ini sangat banyak digemari masyarakat malahan sampai mahasiswa yang biasanya memesan kepadanya untuk dibawa ke Pontianak sebagai oleh-oleh untuk teman mereka.

Tulisan menarik lainnya tentang kuliner: Lempeng Sagu: Kue Tradisional yang Jarang di Pasar

Ibu dari empat orang anak ini, yaitu Rahma (24), Ayu (9), Dian (10), dan Mia (12), menjadikan amplang ini sebagai tambahan untuk keluarganya meskipun dia adalah seorang guru SD.

Bu Sakniah sangat menyenangi pekerjaannya ini meskipun ia tidak memiliki toko sendiri untuk menjual kerupuknya itu, tapi dia bersyukur sudah dapat menjual amplangnya tersebut meskipun hanya dititpkan ke toko-toko.

BIGTheme.net • Free Website Templates - Downlaod Full Themes