Home / Ekonomi / APPF Kelola Pasar Flamboyan

APPF Kelola Pasar Flamboyan

Oleh Teti Laila Adha

Pontianak — Berawal dari lima himpunan pedagang pasar yang membentuk Koperasi Fajar Harapan, yang akhirnya menjadi Asosiasi Pedagang Pasar Flamboyan (APPF). “Banyaknya administrasi yang tidak beres, untuk memperbaiki itu, kamek melebur menjadi APPF. Atas dukungan pengurus koperasi dan pedagang dibentuklah APPF. Kamek dari koperasi melebur menjadi asosiasi,” kata Syarif Usman, bendahara APPF ketika ditemui di sela-sela kesibukannya di sekretariat APPF (21/3).

Asosiasi ini terbentuk atas ide sebagian pengurus koperasi Fajar Harapan dan dukungan para pedagang. “Kamek sebagian dari pengurus koperasi akhirnya mengajukan satu ide yang didukung oleh anggota pedagang. Kelompok-kelompok pedagang diundang oleh Pak Wali Kota. Asosiasi ini diberi kepercayaan untuk mengikuti program pemerintah. Pemerintah memandang ini memang betul-betul kepentingan pedagang. Kemauan, saran, pendapat kami dipakek oleh pemerintah. Akhirnya kami, pedagang menerima ide wali kota untuk merenovasi pasar. Pasar tetap pasar tradisional cuma dengan nuansa modern,” kata Syarif Usman menjelaskan terkait pemindahan sementara pasar Flamboyan.

APPF terbentuk pada 27 november 2012 dengan jumlah pengurus 14 orang. Organisasi ini menjalankan tugasnya sebagai pengelola pasar mulai dari urusan kebersihan, keamanan, dan administrasi pasar. Petugas kebersihan 12 orang. Petugas keamanan pasar berasal dari anggota APPF yang berjumlah 6 orang, dari warga sekitar berjumlah 17 orang, dan koordinator yang berjumlah 12 orang. Petugas keamanan diberikan gaji sebesar Rp.700.000,00 per bulan, sedangkan petugas kebersihan diberikan gaji sebesar Rp.800.000,00 per bulan.

“Pemerintah terbantu dengan adanya APPF ini. Pedagang yang menunjuk kita. Honor dapat dari pedagang kita bagi-bagi. Kita bukannya sembarangan. Satu-satunya pasar yang dikelola asosiasi baru pasar Flamboyan. Iuran untuk pedagang sebesar Rp.4.800,00 per lapak. Ada petugas khusus untuk menagih iurannya,” kata Syarif Usman, pria berusia 42 tahun ini menjelaskan.

“Harapan saya, saya ingin mencontohkan pasar Flamboyan ini sebagai salah satu pasar percontohan dan juga merupakan pasar yang bersih dan sehat. Ya, mudah-mudahan bulan puasa kita udah berade di sana, harapan kite,” ujar Syarif Usman, pria yang dulunya juga pedagang ikan di pasar Flamboyan ini mengakhiri penjelasannya.

Check Also

Pantia FSBM IX Sediakan 7 Stan Keamanan dan Kesehatan

Oleh Mariyadi MABMonline.org, Pontianak—Panitia penyelenggara Festifal Seni dan Budaya Melayu (FSBM) IX dalam rangka ulang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *