Home / Jurnalisme Warga / Ayam goreng kremes khas Solo 6 Tahun Tetap Bertahan

Ayam goreng kremes khas Solo 6 Tahun Tetap Bertahan

Oleh Siti Rohmawati

ayam goreng kremes enak di pontianak 

MAMBMonline.org, Pontianak- Ayam goreng  kremes khas Solo yang bertempat di Jalan Sultan Syahrir Abdulrahman sudah lama menjadi satu di antara menu makanan orang Pontianak. “Meskipun saya kerja disini baru hampir 3 tahun, tapi ayam goreng kremes khas Solo ini sudah ada sekitar 6 tahunan,” ujar Ahmadi, salah seorang karyawan ayam kremes ini kemarin (4/4).

Menurutnya, meskipun bukan makanan asli Pontianak, ayam goreng kremes khas Solo ini memiliki nama yang unik sehingga mengundang pembeli untuk mencoba. Rasanya juga enak dengan citarasa lembut dan gurih daging ayamnya. Selain itu, harganya juga ekonomis, “Hanya dengan Rp 17.000 sudah dapat satu paket makan ayam kremes, yaitu nasi, ayam kremesnya, sambal, lalapan, sama teh botol. Kalau ada yang beli banyak biasa diberi potongan. Bukan dibilang diskon juga si, cuma potongan harga, misalnya habis Rp 165.000 jadi Rp 160.000,” jelasnya.

Selama ia bekerja di ayam goreng kremes khas Solo, warung makan ini hampir tak pernah sepi pelanggan. Selain yang datang sendiri ke warung, tak jarang juga yang melakukan pemesanan dalam jumlah yang cukup besar. “Setiap hari selalu ada pelanggan. Apalagi malam minggu, ramai sekali. Terkadang kami sampai kewalahan melayani pelanggan. Yang agak sepi tu cuma waktu hujan lebat atau ada konser,” ungkapnya.

Proses pembuatan ayam goreng khas Solo ini tidak sebentar. Setelah ayam dibersihkan, ayam itu direbus bersama rempah hingga lembut, sampai tulangnya pun bisa lepas sendiri dari dagingnya. Ketika ada pelanggan barulah ayam itu digoreng dengan kremesnya.  “Yang pasti ada bumbu rahasianyalah,” katanya sambil tersenyum. “Makin lama memang makin banyak peminat ayam kremes ini. Sekarang aja selain warung ini, Bos udah buka dua cabang, di Uray Bawadi sama di dekat Yarsi,” ujar pria 22 tahun yang juga berstatus sebagai mahasiswa ini mengakhiri pembicaraan.

Check Also

Sigondah: Meriam Dahsyat Peninggalan Kerajaan Mempawah

Oleh Kinanti Wulandari Hijau dan damai, kata yang dapat mewakili suasana di tempat ini. Suara burung-burung …

One comment

  1. Emang mantaph ni ayam. Kremesssss….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *