Home / Pendidikan / Bahasa, Buku, dan Listrik Harus Menjadi Perhatian di Jagoi Babang

Bahasa, Buku, dan Listrik Harus Menjadi Perhatian di Jagoi Babang

dedyOleh: Dedy Ari Asfar

MABMonline.org, Bengkayang– “Pengaruh bahasa Malaysia cukup tinggi, misal basikal, kasut, beg, sain, dan buk sering siswa ucapkan dalam lingkungan sekolah,” ujar Sabinus K, S.Pd. wakil kepala sekolah bidang kurikulum SMPN I Jagoi Babang saat ditemui di ruangannya (9/27/2012). Masalah lain dalam pembelajaran di sekolah-sekolah perbatasan adalah listrik dan buku. Dampaknya siswa dan guru tidak dapat melaksanakan proses belajar mengajar yang efektif. Tambahan lagi, teknologi informasi dan multimedia tidak dapat diterapkan maksimal dalam pembelajaran di sekolah.

Sabinus yang juga Ketua PGRI Jagoi Babang ini mengeluhkan listrik yang sering byar pet saat mengajar menggunakan multimedia. Lebih lanjut Sabinus mengemukakan bahwa pembelajaran teknologi informasi pun kerap tidak bisa dilaksanakan dengan maksimal akibat keterbatasan daya listrik di sekolah. Keluhan sama juga disampaikan Join, S.Pd. tentang SMPN 3 Jagoi Babang tempatnya mengajar yang masih belum dialiri listrik.

Selain masalah listrik masalah buku juga menjadi persoalan yang sangat memprihatinkan. Terutama buku sebagai penunjang dan pelengkap dalam pembelajaran siswa di sekolah. Sabinus menegaskan buku menjadi kebutuhan yang mendesak untuk ditambah. Terutama buku-buku bagi koleksi perpustakaan sekolah. Pernyataan senada juga diungkapkan Kepala Sekolah SMPN 3 Jagoi Babang Join, S.Pd. “Perpustakaan ada tetapi buku masih minim kalau tidak mau dikatakan tidak ada sama sekali.” “Saya harus akui perpustakaan lebih banyak kosongnya, saya memerintahkan guru BI untuk memanfaatkan perpus secara maksimal menjadi bagian dalam pembelajaran,” tegas Join.

Sabinus dan Join mengakui program satu buku satu siswa sudah berjalan tetapi masih dipinjamkan saja karena akan dipakai oleh adik-adik kelas tahun berikutnya. Kedua pendidik ini pun berharap kebijakan satu siswa satu buku ditingkatkan menjadi satu siswa plus buku penunjang lainnya dengan menambah satu buku satu siswa dari penerbit lain atau buku-buku pengayaan yang bermanfaat bagi pembelajaran di sekolah.

Sabinus dan Join menceritakan sarana dan prasarana laboratorium komputer juga sudah ada. Namun, sarana tersebut masih belum dapat digunakan secara maksimal karena listrik sering padam dan byar pet akibat daya yang masih kurang besar. Lebih parah lagi SMPN 3 Jagoi Babang tidak ada aliran listrik yang mengaliri sekolah ini. Akibatnya, banyak kegiatan pembelajaran yang tidak bisa memanfaatkan teknologi informasi dan multimedia.

Menghadapi tantangan dalam pembelajaran di wilayah perbatasan Malaysia, Pemkab Kabupaten Bengkayang sudah membuat kebijakan dengan menatar dan melatih guru-guru mata pelajaran. Kebijakan lokal ini pun banyak membantu guru menambah wawasan. “Kebijakan Pemkab Bengkayang cukup baik dalam meningkatkan kapasitas guru mata pelajaran,” jelas Sabinus. Menurut Sabinus dan Join, kebijakan yang cukup baik harus didukung dengan infrastruktur dan prasarana yang harus segera dibenahi agar menjadi lebih baik demi pembelajaran siswa di wilayah perbatasan.

Check Also

Perpustakaan Kota Pontianak, Berbenah Menjaring Pencinta Ilmu

Oleh Febi Purwanto Akhir-akhir ini pengelola dan pengunjung merasa betah ketika berada di Perpustakaan Kota …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *