Home / Beranda / Berbalas Pantun, Kapuas Hulu Juara 1

Berbalas Pantun, Kapuas Hulu Juara 1

Foto peserta dari Kapuas Hulu tentang memikirkan jawaban dari peserta kubu raya
Foto peserta dari Kapuas Hulu tentang memikirkan jawaban dari peserta kubu raya

Oleh Mariyadi

MABMonline.org, Putussibau—Tangkai Lomba Berbalas Pantun yang dilaksanakan di GOR Uncak Kapuas Senin Malam (22/12/14) telah selesai. Tuan Rumah Kapuas Hulu memenangkan tangkai lomba tersebut dengan nilai 1130 setelah mengalahkan 7 pesaingnya dari MABM kota/kabupaten.

“Senang sekali, tadi Riska sampai nangis,” ungkap Riska Yulianti Ananda, satu di antara peserta lomba pantun dari Kontingen Kapuas Hulu, diwawancarai setelah selesai pembagian hadiah.

Riska mengatakan, dalam berpantun ini, ia awalnya hanya coba-coba saja. Setelah mencoba, lama-lama tertarik dan akhirnya benar-benar menseriusi bidang ini. Riska juga mengatakan bahwa tahun sebelumnya ia pernah juara harapan dua dalam ulang tahun Putussibau dan pernah juga menjadi juara dua saat peringatan muharram. “Sekarang juara 1,” tambahnya.

Riska menjelaskan, selama ini, ia bersama teman-temannya sangat rutin latihan. Bahkan kadang-kadang mereka belajar sampai larut malam. Mereka juga diberi bimbingan dari pelatih mereka dengan cara membaca buku-buku seperti buku Kapuas Hulu Berbalas Pantun yang pelatihnya buat sendiri. “Latihanya itu jujur melelahkan,” kata Riska yang juga siswa SMAN 1 Putussibau itu.

Menurut Riska, untuk berpantun ini, seseorang harus cepat tanggap dan kompak. Katanya, saat menjawab pertanyaan dari lawan pantun, mereka harus membagi tugas. Ada yang membuat isi dan jawaban dan ada yang memuat sampirannya. “Kita latihan konsentrasi, spontanitas dan kekompakkan,” pungkas Riska.

Syarifah Nur’aini, Ketua Dewa Juri mengatakan bahwa dari tahun ke tahun, peserta telah mengalami perkembangan. Namun, beberapa perserta tidak bisa menjawab dengan baik pertanyaan yang timbul dalam lomba ini padahal telah banyak buku yang diterbitkan untuk menajadi bahan referensi dan bahan bacaan. “Cepak dan Cerana itu sering di tanyakan tapi tak benar dijawab,” tambahnya.

Aini juga mengatakan, beberapa peserta yang bertanya, tidak mempertimbangkan budaya yang diketahui oleh peserta yang ditanya. Dalam juknis, tidak diperkenankan untuk menanya yang bukan budaya yang dikuasai oleh penjawab. Ia juga mengatakan, banyak peserta yang tergopoh saat menyebutkan beberapa kata sehingga banyak yang salah dan menyalahi maknanya. “Banyak gopohnya, jadi bahasa banyak yang menyalahi makna seperti Lestari dan Bestari,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Aini menyarankan untuk beberapa pihak agar membuatkan VCD pantun agar para pelajar pantun dapat dengan mudah belajar.

Acara yang berlangsung sejak pukul 19.00 itupun ahkirnya berakhir pada pukul 20.30. Acara berjalan dengan aman dan damai. Meskipun hujan, masyarakat sangat antusias menyaksikan acara, apalagi dengan pembawaan acara dari MC yang kocak sehingga membuat beberapa penonton tertawa terbahak.

Lomba tersebut juga dihadiri, Bupati Kapuas Hulu, A.M Nasri, dan Ketua Umum MABMKB, Chairil Effendy yang saat itu secara simbolis menyerahkan piala dan uang santunan kepada pemenang harapan dan pemenang umum. Adapun pemenang dalam lomba tersebut adalah: Juara Harapan 3, dengan nilai 1035 dimenangkan oleh Kontingen dari Kabupaten Ketapang. Juara harapan 2 dengan nilai 1040 Kontingen dari Kabupaten Kayong Utara. Juara harpan 1 dengan nilai 1045 dimenangkan oleh Kontingen dari Kota Pontianak. Juara 3 dengan nilai 1060 diemangkan oleh Kontingen dari Kabupaten Mempawah dan Juara 2 dengan nilai 1085 dimenangkan oleh Kontingen dari Kabupaten Kubu Raya.

 

Check Also

Sultan Hamid II, Sang Perancang Lambang Negara yang Terlupakan

Oleh: Nur Iskandar Tepat di hari Kartini, (21/4), Seminar Nasional Meluruskan Sejarah Sultan Hamid Sebagai …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *