Home / Jurnalisme Warga / Biografi Penulis Kalbar “ARROYAN DWI ANDINI”

Biografi Penulis Kalbar “ARROYAN DWI ANDINI”

Oleh Anita

MABMonline.org, Pontianak — Arroyan Dwi Andini bernama asli Dini Irawati adalah seorang seniman atau penulis Kalimantan Barat, yang terlahir, di Metro Lampung 10 Desember 1975. Beliau senang menekuni di bidang menulis seperti menulis cerpen, puisi, dan pembedahan buku hingga menjadi sebuah naskah. Dini Irawati sering mengikuti berbagai acara atau kegiatan Forum Lingkar Pena, Kalimantan Barat. Dini Irawati menikah pada tahun (1995) dan melahirkan seorang putri bernama Firda Aulia Rakhman pada tahun (1996). Rumahnya berada di Jalan Dr. Wahidin, Gang Fastabiqul Khoirot Kec. Kota Pontianak, Kalimantan Barat.

Dini Irawati juga adalah seorang pemilik usaha Diarfi Kue. Di tengah kesibukannya mengurus bisnis kue, ia masih menyempatkan waktu untuk menulis. Semenjak meninggalnya suami tercinta, kini status Dini Irawati menjadi single parent. Single parent dari seorang putri bernama Firda Aulia Rakhman yang bersekolah di Husnul Khotimah Boarding School Kuningan, Jawa Barat ini, merupakan teman satu pengajian drg Trisnawati. drg. Trisnawati Tjahyadi adalah lulusan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gajah Mada. Beliau aktif sebagai Pegawai Negeri di Dinas Kesehatan Kota Pontianak. Buku Gigi Sehat Ibadah Dahsyat adalah buku ketiga yang ditulisnya setelah  SE dan Curhat Qurani.

Pengalaman menulis yang digeluti oleh Arroyan Dwi Andini atau kerap dipanggil Dini Irawati yakni sejak dari kecil dan sejak duduk dibangku SMA pada tahun (1994) sampai sekarang yaitu sebagai penulis seperti menulis cerpen. “Saya menulis sudah suka sejak dari kecil, cuma belum jadi suatu profesi,  sejak SMA mulai menulis seperti menulis sebuah cerpen tetapi belum dipublikasikan, mulai kuliah tulisan saya copy dan kasik ke teman-teman, dan dapat respon yang bagus tapi belum berani untuk mengajukan ke penerbit,” ujar Dini Irawati.

Sejak tahun 2005 sudah menulis, kebetulan yang pertama tulisan yang di publikasi itu selama satu tahun, dan pada tahun 2008 bentuknya novel yang berjudul SE Cinta Diujung Karir dan Iman, dengan jalan ceritanya perjalanan hidup seorang wanita yang bertitel sarjana ekonomi. SE yang bekerja menjadi pelayanan rumah makan. Dari sini baru saya intens menulisnya dan berani untuk mengajukan karya-karya saya ke penerbit nasional.

Buku terbitan nasional semuanya berjumlah 4 buah buku, 1 diantaranya di kategorikan novel yang berjudul Gigi Sehat Ibadah Mantap tetapi diubah sama penerbitnya menjadi Gigi Sehat Ibadah Dahsyat, Curhat Qurani, Menulis Bersama Allah, dan Muslimah Cantik Cerdas di Dapur.

Sinopsis dari buku Gigi Sehat Ibadah Dahsyat diantaranya seperti berikut. Berdirilah di depan kaca, lihatlah gigi dengan membuka mulut. Sadarilah betapa gigi bagaikan mutiara putih berkilau yang sangat berharga. Memiliki gigi yang sehat merupakan dambaan semua orang. Dengan gigi sehat seseorang dapat terhindar dari berbagai penyakit yang berkaitan dengan penyakit gigi yang dideritanya.
Kesehatan mulut dan gigi sebenarnya pintu menuju kesehatan tubuh secara keseluruhan. Apa pun yang kita konsumsi sebagai penunjang semua aktivitas tubuh, pertama kali akan masuk melalui mulut dan diolah oleh gigi. Maka, Rasulullah pun memberikan teladan kepada umatnya dengan bersiwak atau membersihkan gigi dalam mengawali aktivitas keseharian. Karena gigi sehat tak sekadar enak dipandang mata lawan bicara namun sekaligus pula menjadikan aktivitas beribadah kita lancar.
Buku ini membahas manfaat dan tata cara merawat gigi. Juga menjelaskan kaitan erat gigi dengan peningkatan amal ibadah kita. Disusun dengan bahasa komunikatif oleh dokter gigi langsung, menjadikan buku ini memadai menjadi referensi kita dalam meningkatkan kualitas iman dan kesehatan.

Sinopsis dari buku Menulis Bersama Allah diantaranya seperti berikut.
Sesungguhnya aku tidak tahu
Bagaimana cara mendekatiMu selain cara itu
Sesungguhnya aku tidak tahu
Apakah Engkau mau aku dekati
Sesungguhnya aku tidak tahu
Apakah Engkau dan aku bisa bersama-sama
Tapi setelah ini aku tahu
Ternyata tulisanMu mendekatkan aku padaMu
Dan tulisanku mendekatkan aku padaMu
Karena sesungguhnya aku menulis karenaMu

Tidak banyak yang tahu bahwa menulis atau pekerjaan sebagai penulis bisa menjadi ladang penghasilan tanpa harus terjauhkan dari Allah. Dengan menulis kita bisa menjadi lebih dekat dengan Allah. Bukan hanya dekat bahkan kita bisa bersama-sama Allah. Tulisan bisa menjadi sesuatu yang menakjubkan. Bukankah mukjizat terbesar yang diberikan Allah kepada Nabi Muhammad Saw. adalah Al-qur’an yang merupakan tulisan dari kalam Allah?
“Hal inilah yang memotivasi terlahirnya buku ‘Menulis Bersama Allah’ ini. Bahwa dengan menulis, kita bisa berpenghasilan sekaligus berpahala. Bahwa dengan menulis kita bukan saja bisa berbagi ilmu, tapi kita juga bisa berbagi suka, duka, tangis, tawa, sekaligus beribadah serta dekat dengan Allah,” Ujar Dini Irawati.

Sinopsis dari buku Curhat Qurani diantaranya seperti berikut. Jika orang lain mengutarakan isi hatinya kepada sahabatnya, maka lain dengan perempuan satu ini. Nurul Aini. Dia mengadu kepada Penciptanya seperti halnya orang lain mengadu kepada sahabat atau orang tuanya. Segala uneg uneg yang tak terjawab, dia dapatkan jawabannya di surat surat cinta yang terjabar dalam ayat ayat suci dalam  Kitabullah.
”Mengapa aku ini terlahir sebagai perempuan ya Allah.? Mengapa aku harus berjilbab? Ya Allah siapakah jodohku? Ya Allah mengapa musibah ini menimpaku?” Begitulah sebagian pertanyaan Nurul Aini kepada Allah, dimana pertanyaan pertanyaan itu terjawab melalui dialognya dengan Al Qur’an. Walau dalam keadaan kesal atau mendapat musibah Nurul tetap melampiaskan curhatnya ke Allah. Sampai akhimya dia betul betul yakin bahwa Allah menurunkan Al Qur’an sebagai pedoman hidup yang sebenar benarnya.
Curhat Qur’ani membawa pembaca untuk lebih dekat dengan Al Qur’an. Mau tidak mau pembaca diharuskan membaca ayat demi ayat untuk tahu bagaimana jalan cerita berlangsung. Dengan penulisan yang tidak menggunakan bahasa yang rumit, mudah-mudahan pembaca dapat memahami dan terpacu untuk membuka Al Qur’an dan membaca terjemahannya. Ternyata curhat kepada Allah, dan mencari jawaban curhat kita dalam kitabullah, akan membuat kita lebih tenang. Seperti yang dirasakan Aini, tokoh dalam buku ini.

Sinopsis dari buku Muslimah Cantik Cerdas di Dapur diantaranya seperti berikut. Ada kejadian yang dialami oleh sebagian rumah tangga baru: sang istri cemas. Istri cemas lantaran sebelumnya tidak terbiasa beraktivitas di dapur alias tidak bisa memasak. Setelah menikah, ia tersadar bahwa keluarga yang baru saja dibentuk dan dibinanya itu membutuhkan makan. Walhasil, setiap hari ia menelepon sang bunda untuk bertanya resep masak dan cara membuatnya. Setelah diberi tahu, ternyata tidak mudah untuk langsung dipraktikkan.
Di sinilah letak pentingnya mempelajari aktivitas di dapur sebelum menikah. Buku ini memaparkan secara ringkas dan utuh bagaimana menjadi perempuan yang terampil di dapur hingga akhirnya terbantu cita-cita hadirnya keluarga yang sehat, hangat, dan berkualitas.
Buku ini membahas topik yang dekat dengan kejadian sehari-hari, antara lain:
Penyebab dan solusi perempuan enggan ke dapur;
– Manfaat memasak sendiri yang sering terabaikan;
– Menata interior dan peralatan dapur;
– Cermat dan hemat berbelanja;
– Mengatasi kesalahan dalam mengolah makanan;
– Tips tetap cantik di dapur;
– Dapur halal dan sehat.
Buku ini ditujukan bagi perempuan yang belum ataupun telah terbiasa di dapur, baik yang belum ataupun telah berkeluarga. Sebagai bonus, buku ini juga dilengkapi resep memasak praktis, simpel, dan kaya gizi.
Buku ini juga membantu diri kita sendiri bagaimana memfungsikan dapur secara maksimal, pertama kali terbentuknya buku Muslimah Cantik Cerdas di Dapur merupakan awal dari kerja anak-anak STAIN karena mau menulis.
Dalam kepenulisan kerap sama anak-anak disebuah organisasi Forum Lingkar Pena (FLP) dan saya bertugas sebagai dewan penasehat. Dalam FLP Kalbar tersebut saya ditugaskan untuk membuat sebuah buku seperti kumpulan cerpen-cerpen dari anak-anak. Dalam FLP yang menerbitkan adalah anak-anak dari STAIN.
FLP merupakan sebuah organisasi yang bergerak di kepenulisan seperti sajak, puisi, cerpen, novel, opini dll. FLP memiliki banyak cabang diseluruh Indonesia termasuk di Kalbar bahkan luar negeri. Nah, dalam moment ini FLP Kalbar telah berencana melakukan perekrutan anggota baru. Untuk menjadi anggota baru tidaklah harus dasarnya memang sudah bisa menulis tapi tidak bisa dan ingin belajarpun bisa juga bergabung. Anggotanya tidak mengenal usia, mulai dari SMP sampai yang sudah menikah dan mempunyai anak juga ada. Untuk Menjadi anggota ada beberapa tahap yang harus dilewati, yang pertama yaitu wajib ikut Pedasmen. Pedasmen merupakan pelatihan dasar menulis.
Kegiatan FLP ini terbuka bagi siapa saja (UMUM). Dengan membayar biaya kontribusi Rp 15.000 dan memberikan sebuah karya dalam bentuk apa saja (cerpen, artikel, essay atau puisi), anda bisa menjadi peserta dalam kegiatan ini. Karya yang dibuat akan dibahas pada sesi acara. Segenap panitia kegiatan ini sangat mengharapkan masyarakat Pontianak atau pendatang yang masih berada di Pontianak dapat ikut serta dalam kegiatan ini agar semakin bersemangat untuk berkarya.
Dalam acara itu, Forum Lingkar Pena juga meluncingkan salah satu antologi cerpen yang ditulis oleh beberapa penulis kalbar seperti Ferry Hadari, Rae Sitta Patappa dan Harmi Cahyani serta beberapa pengurus FLP lainnya. Antologi yang berjudul Mozaik Peradaban dari Khatulistiwa ini merupakan karya pertama yang diberikan oleh Forum Lingkar Pena Kalbar. Seluruh pengurus FLP tentu saja sangat berrharap bahwa ini merupakan awal yang baik untuk melahirkan karya berikutnya.
Pengalaman Dini Irawati selama proses menulis untuk mendapatkan 1 buah buku akan menjadi terasa lama jika kita menulisnya dengan materi yang tidak kita kuasai, karena membutuhkan referensi untuk mencari narasumber, tetapi jika menulis dalam bidang yang kita kuasai prosesnya tidak terlalu lama. Dalam menulis 1 buah buku paling cepat prosesnya selama 3 bulan karena dalam menulis sudah mencari temanya, membuat outlinenya dan sudah dikerjakan sampai selesai sehingga menjadi sebuah naskah buku tetapi tidak secara langsung mengajukan kepenerbit melainkan setelah proses membaca ulang dan mengeditnya kembali, dan jika materi yang tidak kita kuasai prosesnya bisa bertahun-tahun.
Kesulitan yang pernah dialami dalam proses menulis yaitu pada saat pemilihan kata, seperti bagaimana supaya penggunaan kata-kata dalam kalimat tersebut mempunyai suatu kekuatan, misalnya setelah menulis/ditulis terkadang ada kata yang kurang pas dan ingin ganti, ganti, dan ganti lagi dengan kata yang lain supaya menjadi sebuah kalimat dengan kata yang benar-benar pas. Tetapi untuk dalam membuat sebuah alur atau bab demi bab dan panjang materinya yang memang benar-benar dikuasai atau referensinya sudah lengkap, hal tersebut tidak terlalu bermasalah.
Kurang suka membaca novel dan juga agak kurang suka membaca karena mata kurang kuat untuk membaca terlalu lama karena mata saya sering lelah. Seperti buku-buku referensi seperti kamus Al-qur’an, hadis, buku-buku panduan menulis dan lain sebagainya, dan buku-buku tersebut bukan untuk dibaca sekaligus melainkan sebagai buku pembanding pada saat saya ingin menulis harus tahu teori kepenulisan, ketika saya perlu buku panutan itu buku itupun sudah ada, dan buku yang paling banyak saya gunakan adalah buku referensi.
Adapun novel yang biasa dibaca seperti novel karya Marah Rusli, Habiburrahman El Shirazy, dan karya-karya lainnya. Buku-buku novel Habiburrahman El Shirazy yang biasa saya baca merupakan penulis buku Best Seller seperti novel Ayat-Ayat Cinta, Ketika Cinta Bertasbih, dll.
Menulis bisa juga dikatakan seperti apapun kata-kata yang keluar lewat mulut dan kata-kata yang keluar lewat tangan itu sudah merupakan proses menulis. Dan perlu diingat sekali lagi bahwa menulis tidak tergantung pada faktor umur/usia, dan pekerjaannya seperti apa, maupun tinggi rendahnya pendidikan. Jadi, menulis adalah proses kemauan kita untuk menulis.
Salah satu buku Gigi Sehat Ibadah Dahsyat proses editnya oleh penerbit selama 1 (satu) tahun, karena kemauan penulis dengan kemauan penerbit berbeda jadi menyatukannya agak susah dan berujung dengan proses pembuatan yang agak lama. Dan selama proses menulis saya merasa kesulitan pada pembedahan buku bagian Gigi Sehat Ibadah Dahsyat ini, itu dikarenakan karena saya tidak mengusai materi karena buku tersebut lebih bersifat ilmiah dan memang harus orang yang profesinya sebagai dokter gigi pada kebahasaan ilmu kedokteran.
Adapun motivasi dan tujuan menulis yaitu ingin menjadi media berdakwah melalui dunia kepenulisan. Menulis sebagai dakwah karena ada yang ingin mau disampaikan. Allah saja menulis dan itu merupakan motivasi paling utama dari saya. Datangnya inspirasi untuk menulis itu ketika kita membaca terjemahan, misalnya dalam teori kepenulisan, datangnya sebuah ide dari teori kepenulisan itu seperti dari apa yang kita lihat, dengar, kita rasa, tetapi kalau saya dari sumber ilmu seperti dalam terjemahan 1 ayat, jika kita mau kupas itu sudah bisa berbuku-buku yang bisa kita tulis.
Dini irawati bekerja sebagai terima pesanan kue. Karena dari kecil. Menekuni di bidang menulis sejak SMA sejak tahun 1994. Orang tua mendukung dari kecil. Tempat tanggal lahir di Metro Lampung. 10 Desember 1975. Bapak asli Jawa Tengah, sedangkan Ibu asli di Singkawang, Kalbar. Dari 3 bersaudara dan saya anak tertua. Abi tinggal di Batam dan adik Cici tinggal di Bogor, semuanya sudah berkeluarga. Kuliah di Institut Sains dan Tekhnologi Al-Kamal. Menikah tahun 1995 anak lahir 1996 dan suami meninggal tahun 1998.
Ketika pindah di Pontianak, anak masih sekolah TK selama 3 bulan di Pontianak kemudian melanjutkan Sekolah Dasar (SD) selama 6 tahun, setelah lulus SD langsung ke Pondok Husnul Khotimah pesantren di Kuningan Jawa Barat, Cirebon. Setelah lulus dari pondok melanjutkan di Aliyah Negeri di Bogor dan tinggal bersama mertua.
Pekerjaan atau kegiatan sehari-hari saya memang hanya sebagai terima pesanan kue, dan kue saya juga ada yang di titipkan di super market. Ketika tidak ada pesanan atau pesanan kue lagi sepi baru saya mulai menulis. Jadi, dimana saya bisa untuk mengefisienkan waktu yang kosong. Apalagi seperti saya sebagai single parent, tidak mungkinlah tidak menghasilkan suatu penghasilan, sementara anak juga butuh biaya untuk keperluan lainnya jadi seperti apapun yang saya lakukan dirumah tapi harus tetap menghasilkan.
Dini Irawati adalah sosok tipe perempuan yang tidak suka berkeluyuran. Selain hanya beraktivitas dirumah saja sebagai ibu rumah tangga, adapun aktivitas yang dilakukan diluar rumah, pertama hanya untuk urusan keluarga, kedua mengantar pesanan kue, ketiga mengikuti kegiatan keagamaan seperti mengaji, dan terakhir sesuai dengan undangan yang diberikan seperti salah satunya diminta untuk memberi materi disuatu tempat dan untuk menghadiri bedah-bedah buku. Kegiatan-kegiatan itu, yang menjadi aktivitas kesehariannya Dini Irawati.
Untuk kegiatan latihan menulis hal yang bisa dilakukannya dengan cara membaca sebuah cerita, seperti kita ambil satu buah paragraf kemudian kita baca, setelah itu bagaimana cara kita untuk mengubah kalimat tersebut menjadi kalimat kita sendiri atau bisa kita ganti dengan cara mencari sinonim dan antonimnya dalam kalimat tersebut sebagai panduan atau latihan kita untuk bisa menulis. Misalnya ada ide untuk menulis apa?, nah disitu baru kita tuangkan ide-ide dan dari ide tersebut kita kumpulkan kemudian baru kita jadikan sebuah tulisan kita sendiri. Dengan seringnya melakukan latihan-latihan seperti itu, maka dapat memudahkan kita dalam hal menulis.
Menulis itu menjadi susah jika yang bergerak hanya otot karena jika hanya mengandalkan otot paling hanya 25%, misalnya jika ketika tangan kita sedang lumpuh hal tersebut tidak bisa diganti dan mungkin hanya bisa menggunakan dengan tangan orang lain, sedangkan jika menggunakan otak dan hati tidak bisa dibohongi, karena cara kerjanya memang betul-betul serius seperti bagaimana dalam mengolah dan menyusun kata, dan teori-teorinya yang digunakan, itu merupakan sebuah perjuangan. Dalam hal tersebut, maka menulis jangan dianggap sepele karena dari segi apapun dengan menulis merupakan suatu pekerjaan yang mulia karena saling berbagi ilmu, mendokumentasikan sebuah ide-idenya, dan dalam istilah juga memikirkan ekonomi keluarga sampai anak cucu dan hal itu adalah salah satu menjadi modal kehidupan.
“Jika ingin menulis, jangan kita terpikir akan hal takut salah, takut tulisannya jelek karena tidak bisa menulis, dan sebagainya, tetapi yang harus dipikirkan yaitu jadikan apa yang sudah kita tulis kita lepaskan saja. Satu hal yang terpenting dalam menulis yaitu menulis adalah menabung kenangan, menulis adalah menabung kebahagiaan, menulis adalah menabung harapan dibalik kesedihan dan yang pasti menulis berarti mewariskan sejarah dan ilmu pengetahuan.
Ada tiga buah jenis tulisan diantaranya: 1) fiksi yaitu tulisan yang berdasarkan pada khayalan, 2) non fiksi yaitu tulisan yang berdasarkan pada data dan fakta, dan 3) faksi yaitu tulisan yang berdasarkan data dan fakta tetapi penyampaiannya secara fiksi yaitu berdasarkan khayalan, jadi faksi merupakan sebuah gabungan antara fiksi dan non fiksi, “jelas Dini Irawati.
Sebagai contoh seperti  biografi merupakan sebuah fakta karena perjalanan hidup kisah nyata seseorang, cuma penyampaiannya secara cerita (fiksi) atau contoh lain seperti cerita bersejarah, dari cerita sejarah ini merupakan sebuah fakta dapat dilihat dari tahunnya dan kejadiannya adalah sesuatu hal yang fakta atau benar-benar terjadi tetapi penyampaiannya secara cerita (faksi) misalnya pada sebuah cerita sejarah perang Diponegoro.
Adapun kue-kue yang dijual oleh Dini Irawati sebagai profesi terima pesanan kue seperti kue brownies, lapis legit, risoles, cracker sanwich, makaroni goreng, kanape, pandan rool steam, peanut cake, dan lain sebagainya. Kue-kue tersebut dijual dimulai dengan harga 1000.00,- untuk harga pemesanan bisa menjadi naik di atas 1000.00,- sesuai dengan pesanan yang diminta.
Kue yang dijual sangat enak karena beraneka rasa dan jika dilihat sangat unik karena berbagai macam bentuk kue yang telah dibuatnya. Pemesanan kue ada yang dibungkus dengan kotak dan ada juga dengan tempat lain.

Check Also

Titik Nol Kilometer Indonesia: Pulau Weh?

Oleh Edi Yanto MABMonline.org, NAD —Dengan potensi bahari yang maha indah, Pulau Weh juga menarik …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *