Home / Budaya / BPMPD Gelar Rakor Pelestarian Adat Istiadat

BPMPD Gelar Rakor Pelestarian Adat Istiadat

x

Oleh Sabhan Rasyid

MABMonline.org, Pontianak—Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD) Provinsi Kalimantan Barat menggelar Rapat Koordinasi Kelompok Kerja Pelestarian dan Pengembangan Adat Istiadat dan Nilai Sosial Budaya Masyarakat di Provinsi Kalimantan Barat 2014, Rabu (25/6). Acara tersebut dilaksanakan di Hotel Kapuas Palace Pontianak.

Kegiatan rakor perdana tersebut dihadiri oleh SKPD terkait, aktivis, serta anggota majelis adat di Kalimantan Barat. Panitia kegiatan juga menghadirkan narasumber dari Jakarta dan lokal Kalbar. Narasumber yang memaparkan materi pelestarian adat istiadat dan nilai sosial budaya, yaitu Ir. Sri Wahyuni, selaku perwakilan dari Kemendagri Jakarta, Drs. Yacobus Kumis dari Dewan Adat Dayak (DAD) Kalimantan Barat, Dedy Ari Asfar, M.A. dari Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kalimantan Barat, Ir. Paulus Unjing dari Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), serta Turiman Faturrachman Nur, S.H., M.Hum. perwakilan dari akademisi.

Kegiatan yang dimulai pukul 9 pagi tersebut berjalan dengan lancar. Setiap pembicara diberikan kesempatan untuk memaparkan materi terkait usaha pelestarian adat istiadat dan nilai sosial budaya masyarakat di Kalimantan Barat.

Pembicara pertama, yaitu Ir. Sri Wahyuni memaparkan materi dengan judul “Peran dan Fungsi Lembaga Adat dalam Pemberdayaan Masyarakat”. Dalam pemaparannya, Sri Wahyuni menjelaskan peranan lembaga adat dalam membangun desa dan masyarakat. Sri juga menyampaikan bahwa kegiatan rakor ini sangat bermanfaat dalam membangun koordinasi dan konsep berpikir dalam usaha membangun masyarakat. “Inilah even yang paling tepat dalam membangun koordinasi SKPD untuk membangun konsep pemberdayaan masyarakat,” ujar Sri.

Sri yang merupakan perwakilan Menteri Dalam Negeri ini menyampaikan harapannya agar kegiatan rakor dapat menjadi sarana untuk bertukar ide dan saran dalam membangun masyarakat di kemudian hari. “Saya berharap ada diskusi dan ada yang bisa saya bawa ke pusat nanti dari hasil rakor ini,” pungkas Sri Wahyuni.

Rakor yang dilaksananakan dengan pemaparan materi secara panel tersebut dilanjutkan dengan pemaparan dari setiap narasumber. Setiap narasumber memberikan penjelasan mengenai strategi dan langkah-langkah dalam membangun masyarakat khususnya di bidang adat istiadat dan nilai sosial masyarakat.

Berkaitan dengan pelestarian adat istiadat dan nilai sosial budaya masyarakat ini, Dedy Ari Asfar perwakilan dari MABMKB menyampaikan sebuah motto dari MABMKB terkait pelestarian nilai budaya. ”Adat dijunjung Budaya disanjung, Adat ditata Budaya dibina,” ungkap Dedy kepada seluruh hadirin rakor.

Check Also

Memperkenalkan Upacara Adat Melayu dari Setiap Daerah di Ekshibisi Adat

mabmonline.org , Sekadau – Ekshibisi upacara adat Melayu yang diikuti enam kontingen telah terlaksana di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *