OSO: Saatnya Umat Islam Bangkit!

Allahu akbar! Allahu akbar! Allahu akbar! Takbir tiga kali lantang keluar dari mulut H. Oesman Sapta Odang, tokoh asal Kalbar yang juga wakil ketua MPR RI. Berulang kali ia menegaskan kata “sinyal” dalam tuturan kalimatnya. Meski tak secara eksplisit, tapi ia berkali-kali mengingatkan agar Melayu bangkit. Umat Islam bangkit. Menjadi pemimpin di tengah masyarakat, seperti yang dicontohkan baginda Rasulullah Muhammad. “Asal bukan menjadi hantu bangkit,” OSO mengingatkan.

Pada puncak acara, Usman Boceng, sapaan karib OSO membakar semangat ormas Islam dan paguyuban masyarakat se-Kalbar untuk bersatu. Acara Halal Bi Halal pun tak ayal menjadi ajang kerinduan hadirnya tokoh umat yang mampu menjadi perekat dan penyatu.

suasana-halal bi halal-rumah melayu

Acara halal bi halal dimulai pukul 7 lewat, Jum’at (05/08). Usai salat Isya, Rumah Melayu perlahan dipenuhi ratusan tamu undangan. Sambil makan malam, hadirin disuguhi musik gambus yang rancak mendera telinga.

Satu persatu tokoh melangkah menuju kursi yang telah disiapkan. Tampak hadir Walikota Pontianak, Bupati Sambas-Kubu Raya-Kayong Utara-Mempawah, Anggota DPR, DPD RI dan DPRD Kota, juga jajaran muspida Kalbar.

Setelah pembacaan ayat suci Al quran, perwakilan paguyuban se-Kalbar tampil menyampaikan orasinya di depan khalayak. Hampir senada, semuanya menyuarakan perlunya tokoh Islam hadir untuk memperbaiki Kalimantan Barat. Dari Rusliansyah Tolove, M. Yusuf, Habib Iskandar hingga Pabali Musa mengungkapkan keresahannya akan kondisi Kalbar. Mereka rindu hadirnya pemimpin pemersatu umat.

Halal Bi Halal-OSO-MABM

Menginjak pukul 10 malam, acara pun usai. Para tokoh masyarakat maju ke depan guna jabat tangan ber-halal bi halal dengan tamu undangan perwakilan paguyuban se-Kalbar.

Halal bi halal ini seolah memberi sinyal, agar kelak hadir di Kalimantan Barat pemimpin yang mampu menyejahterakan seluruh masyarakat Kalbar, tanpa memandang etnis-suku-agama apa pun. Menjadi Rahmatan lil Alamin. Aamiin.

Semarak Hari Raya Idul Fitri di Facebook

Hampir seminggu hari raya idul fitri berlalu. Namun bagi warga Pontianak, masih ada waktu 3 minggu lagi untuk merayakannya. Unik memang. Tak seperti daerah lainnya yang menganggap idul fitri berakhir seiring fenomena arus balik dimulai.

Menarik bila kita mengamati semarak idul fitri lewat sosial media, terutama Facebook. Kali ini, dengan fitur search Facebook, kami menelusuri dinamika idul fitri di Kalimantan Barat, terutama di Pontianak. Berikut penampakannya:

1. Film Pendek Idul Fitri
Semakin bergairahnya dunia perfilman, tak ayal menyebabkan munculnya sineas lokal yang potensial. Menyambut momen idul fitri, sineas lokal tak luput memamerkan karyanya lewat Youtube:

2. Meriam Karbit
Perayaan idul fitri di Pontianak selalu diwarnai dengan dentuman meriam karbit. Ratusan meriam karbit berjejer di pinggir Sungai Kapuas. Wakil Walikota Edi Kamtono pun turut menjadi bagian dalam kemeriahan tersebut.

wawako pontianak edi kamtono

3. Jualan Kue
Sebulan penuh perayaan idul fitri di Pontianak, so pasti makin meriah dengan ditemani kue khas raye, baik kering maupun basah. Para penjual kue bertaburan menjajakan dagangannya di berbagai grup Facebook.

kue lebaran

4. Ucapan Maaf
Yang tak pernah hilang di hari raya lebaran adalah ucap maaf. Kalau dulu lewat kartu, sekarang jaman telah berganti. Dengan sekali pencet, ucapan maaf menyebar ke seluruh kontak, yang ada di hp atau pertemanan Facebook.

ucapan maaf idul fitri

Masih beraneka rupa lagi bentuk antusiasme warga menyemarakkan hari raya Idul Fitri. Anda ada tambahan lainnya?

Cornelis Harap Kafilah Kalbar Catat Prestasi di Tingkat Nasional

Tepat pukul delapan, Bupati Kubu Raya menyampaikan sambutannya. Samar-samar, Rusman Ali mengucapkan terima kasih atas support gubernur terhadap perhelatan MTQ ini. Ya, samar-samar. Saya mendengarnya dari parkiran, di kerumunan para pedagang gorengan dan balon. Di tengah antusiasme masyarakat mengikuti rangkaian acara MTQ ke 26 di Kubu Raya yang berlangsung hingga Jum’at, 27 Mei.

mtq kubu raya
Parkiran mobil penuh. Motor meluap. Tak ketinggalan, para pejalan kaki. Semua bersemangat menyemarakkan MTQ ini. Ribuan orang tumplek blek di lapangan samping kantor bupati Kubu Raya. Tanpa komando.

Tenda besar yang mampu menampung ribuan pengunjung tak berdaya. Sebagian menyingkir ke samping tenda, yang berdekatan dengan stand. Perlu usaha ekstra agar bisa duduk di dalam tenda. Setelah sedikit merangsek ke tengah, akhirnya panitia mempersilakan saya duduk di deretan bangku yang masih kosong. Ada empat buah. Cukup buat istri dan dua anak.

Bupati menyampaikan prosesi MTQ yang akan berlangsung hingga Jum’at ini. Di akhir sambutan, ia meminta secara khusus kepada hadirin untuk mengaminkan doanya: Kubu Raya juara umum! Tentu doa yang sama terucap di dada kafilah masing-masing daerah. Semuanya ingin berjuang menjadi yang terbaik.

“Mencetak generasi qur’ani dan menyiapkan putra putri terbaik Kalbar ke tingkat nasional, disertai harapan agar dewan hakim mampu menilai secara adil. Tanpa memihak,” pungkas Bupati yang juga penasehat MABM Kalimantan Barat ini.

Selanjutnya, Kepala Kanwil Depag, Syahrul Yadi menyampaikan sambutan. Tanpa basa basi ia menghaturkan terima kasih kepada gubernur yang telah mendukung kegiatan ini. Ada pantun, yang bukan berpantun, diucapkannya namun saya luput mengingatnya.

Puncak sambutan sekaligus dirangkai pembukaan MTQ dilakukan langsung oleh Gubernur Kalbar Cornelis. Menarik saat Cornelis menguraikan tentang perlunya bersyukur atas segala ni’mat yang telah kita dapatkan, karena kalau tidak bersyukur, tunggu azab yang sangat pedih.

Cornelis juga berusaha membuka mata terhadap kondisi umat Islam di Arab, meski satu warna kulit, satu agama tapi saling berperang. “Bersyukurlah kita di Indonesia, Islam mayoritas di tengah masyarakat yang heterogen tapi dapat akur. Jangan mau terpecah belah,” ujar kepala daerah dua periode di Kalbar ini mengingatkan.

Sembari bernostalgia, Cornelis berucap bahwa saat APDN dulu, Kalbar pernah melahirkan seorang juara. “Jadi, saya berharap Kalbar bisa mencapai prestasi serupa,” harapnya. Yang dimaksud Cornelis, tak lain tak bukan adalah Hj. Dahlia Achmad, qariah tersohor asal Kalimantan Barat yang meratui ajang MTQ di tahun 80-an.

gubernur kalbar bupati kubu raya
Di penghujung sambutannya, Cornelis meminta ijin audiens dan memohon maaf apabila lafal “Bismillahirrahmanirrahim”-nya tak sempurna. Maka resmilah MTQ ke 26 tingkat provinsi ini dibuka.

Selamat bertanding. Berlomba-lomba dalam kebaikan buat kafilah kabupaten-kota seluruh Kalbar. Fastabiqul Khairat.

(Yaser Ace)

Sultan Hamid II, Sang Perancang Lambang Negara yang Terlupakan

Oleh: Nur Iskandar

Tepat di hari Kartini, (21/4), Seminar Nasional Meluruskan Sejarah Sultan Hamid Sebagai Perancang Gambar Elang Rajawali Garuda Pancasila dilaksanakan di gedung DPR RI, diisi oleh tiga narasumber. Pertama pakar hukum pidana Prof Dr Andi Hamzah menjawab perihal tuduhan makar (APRA/Westerling) kepada Hamid, kedua peneliti sejarah hukum lambang negara Turiman Faturrachman Nur, SH, M.Hum mengulas sejarah panjang disahkannya Garuda Pancasila, dan ketiga Direktur Rumah Garuda Jogjakarta yang juga akademisi ISI: Nanang Rokhmad Hidayat, S.Si menguliti respon masyarakat Indonesia kepada Garuda Pancasila yang “tidak standar”.

seminar Sultan Hamid-sang perancang lambang negara
Pembicara pertama, guru besar dari Universitas Indonesia Prof. Andi Hamzah,  mengurai isi dakwaan kepada Hamid dengan ulasan pasal per pasal di mana kesimpulan beliau sebagai mantan jaksa bahwa semestinya putusan pada Hamid adalah bebas murni karena tidak terbukti makar! Hamid tidak terbukti menggerakkan pasukan, memberikan perlengkapan dst. Locus delicti Hamid juga sedang berada di Kota Pontianak bersama Muhammad Hatta. Prof Andi Hamzah juga menyarankan agar ahli waris melakukan Peninjauan Kembali alias PK kepada negara. Bukan untuk kepentingan Hamid karena beliau sudah meninggal dunia, namun untuk generasi muda Indonesia di hadapan hukum. Bahwa seseorang dihukum akibat perbuatannya, bukan pengadilan politik (politisasi) atau kriminalisasi sehingga terjadi penguburan masa depan seseorang. Pelurusan sejarah itu penting bagi masa depan Indonesia dalam berhukum.

Turiman Faturrachman Nur sebelum menyajikan makalahnya menampilkan film dokumenter Departemen Luar Negeri melalui Museum Konferensi Asia Afrika berdurasi 12 menit di hadapan 100 orang lebih peserta seminar. Di sana tampak peran Sultan Hamid II dalam merancang Lambang Negara dan diakui negara secara de-facto–hanya belum secara de-jure.

Turiman mendapat banyak applaus hadirin karena semangatnya. Salah satu applaus itu muncul ketika suaranya tercekat, “Mohon maaf saya gugup karena di sini bicara prihal pelurusan sejarah Lambang Negara namun di saat yang sama istri saya terbaring di rumah sakit. Namun begitulah perjuangan,” ungkapnya.

Nanang Hidayat dengan ulasan gaya “seniman” mengoreksi DPR/MPR. Bahwa sejak pertama masuk ke Senayan dia mendapati tiga “spesies” Garuda. Ada yang bahunya kotak, ada yang mengembang bagaikan ingin memeluk pahlawan revolusi di Lubang Buaya, dan ada yang standar. “Ini di rumah wakil rakyat, apalagi di tengah masyarakat! Ada ratusan spesies Garuda di tengah masyarakat kita. Kenapa? Karena lembaran negara tidak disebar sehingga orang tahu standar yang benar. Saya memotret hampir di setiap RT DIY ada Garuda yang kurus, gendut, bahkan loyo,” ujarnya disambut gelak tawa hadirin. Hal itu lanjutnya akibat Garuda Pancasila dikaburkan standarisasinya dalam struktur hukum tata negara. Padahal sebenarnya yang standar sudah ada tertuang di dalam lembaran negara ketika rancangan Hamid ditetapkan sebagai Lambang Negara oleh Presiden Soekarno. Yakni PP No 66. Akibat tak ada pakem standar, tak ayal sampai kini meruyaklah persoalan seperti Garuda Merah, kaos bola, bahkan sampai ke Zaskia Gotik maupun Teten Masduki.

Baca Juga: [PETISI] Perancang Lambang Negara Sultan Hamid II Sebagai Pahlawan Nasional

Seminar dilengkapi dengan testimoni peneliti perihal tuduhan pidana (Makar) kepada Hamid melalui Ketua Yayasan Sultan Hamid, Anshari Dimyati, SH, MH. Dia mengurai kronologi meluruskan sejarah siapa yang merancang gambar Garuda Pancasila, yakni dimulai pada penemuan disposisi Soekarno oleh tim reporter Mimbar Untan (1994), kemudian diteliti melalui tesis Turiman di UI, berlanjut ke seminar nasional bersama Ketua DPR RI Akbar Tandjung, pembuktian Hamid bebas dari tuduhan pidana melalui tesis Anshari Dimyati di bawah bimbingan Prof Andi Hamzah juga di UI, pameran Lambang Negara di Istana Negara dan berbagai daerah di Indonesia, peluncuran buku Biografi Politik Sultan Hamid II, serta akhirnya diterima Mensos Khofifah Indar Parawansa Jumat (15/4), di mana Khofifah setuju agar Sultan Hamid diusulkan sebagai PAHLAWAN NASIONAL karena jasa-jasanya yang luar biasa. Selain merancang lambang negara juga pengakuan kedaulatan oleh Belanda melalui Konferensi Meja Bundar. “Jika Hamid sebagai Ketua BFO tidak setuju dibentuknya RIS, maka pengakuan kedaulatan RI tak akan diperoleh,” tegasnya juga disambut tepuk riuh peserta. Hamid juga menjadi saksi saat Soekarno dilantik sebagai Presiden RIS di Keraton Sitinggil-Jogjakarta. Begitu nasionalismenya Hamid sehingga tidak perlu diragukan. Ia menjemput Soekarno dari penjara untuk kedaulatan Indonesia. Bahkan, traktat PBB membuktikan bahwa Daerah Istimewa Kalimantan Barat adalah entitas yang termuda bergabung ke NKRI. Di mana sebelumnya DIKB adalah negara merdeka yang setara dengan Negara Republik Indonesia sehingga dalam nomenklatur Perda di Kalbar semua berujung tahun termuda, yakni 1957. Jadi, Hamid membuktikan dirinya sangat nasionalis walaupun idenya memakmurkan Indonesia lewat pendekatan federalis. “Namun ide federalisme itu telah diserap lewat otonomi daerah era reformasi. Ini tanda bahwa pikiran Hamid sudah jauh melangkah ke depan melebihi zamannya. Ia diplomat cerdas dan menguasai 9 bahasa internasional,” tegas Turiman.

Selama seminar ada dua sesi dialog. Wakil rakyat dari DPR Fraksi Golkar, Ir Zulfadhli angkat bicara. Dia setuju Sultan Hamid dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional dan sebagai anggota Komisi yang berhubungan dengan bidang pendidikan dia akan turut mengawal. Ia juga mengusulkan agar MPR RI melakukan seminar besar soal Lambang Negara agar menjadi daya dorong kuat penetapan Hamid sebagai Pahlawan Nasional dan tertuang dalam revisi UU No 24 Tahun 2009 soal Bahasa, Bendera dan Lambang Negara. “UU No 24 sebagai turunan dari amandemen UUD 1945 memang belum matang karena saat itu DPR kejar tayang menjelang akhir masa jabatan. Saya saat itu belum menjadi anggota di Senayan namun saya cari tahu, kalau penyebabnya adalah kejar tayang. Sebab adalah lebih baik diundangkan lebih dahulu sembari mematangkan yang belum sempurna. Toh di dalam UU tersebut juga banyak nilai-nilai utama dan positif.” Zulfadhli juga setuju agar ahli waris melakukan PK sebagaimana saran Prof Andi Hamzah. Ia menunjuk, “Mumpung saksi sejarah masih ada seperti Max Jusuf Alkadrie.” Yang ditunjuk pun manggut-manggut. Namun di Kalbar ada tokoh Dayak yang juga saksi sejarah serta masih hidup yakni Baroamas Djabang Balunus Massuka Djanting. Massuka Djanting bahkan ikut rapat di Hotel Des Indes ketika Lambang Garuda Pancasila sedang digambar/dirumuskan oleh Sultan Hamid sebagai Menteri Negara Zonder Porto Folio.

Sejumlah wakil rakyat dari Kalbar juga angkat bicara seperti Luthfi A Hadi, Firdaus Zar’in, senator Nurbaeti serta Dekan Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura Dr Hasyim Azizurrahman Alkadrie. Semua memberikan apresiasi dan kontribusi agar sejarah yang bengkok mesti diluruskan.

Acara seminar dibuka Sekretaris Fraksi Nasdem DPR RI, H Abdullah Alkadrie, SH, MH pada pukul 13.30 dan berakhir pada pukul 16.30 WIB. Saya yang turut mendengarkan seminar yakin, hakkul yakin, bahwa kebenaran pasti akan terungkap–sebab alam memang diciptakan Tuhan dengan sifat arif dan bijak. Apalagi coverage media nasional juga cukup paten. Selain ekspose detik.com, juga ada Metro-TV, Kompas, Jawa Pos dll…dan tentu viral Sosial Media. Selamat Hari Kartini… Habis gelap–terbitlah terang. Sejarah yang gelap pun jadi terang benderang…

Dari Komunitas Melayu Nusantara, Iyeth Bustami Hingga Rekor MURI, Meriahkan FSBM XI

pengurus-mabm-kalbar
Gawai Festival Seni Budaya Melayu (FSBM) XI kian dekat. Festival yang akan mengumpulkan masyarakat Melayu di Singkawang ini akan dihelat pada 17—22 Oktober 2016. Kegiatan yang diinisiasi oleh Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kalimantan Barat ini menjadi acara kebanggaan masyarakat Melayu di bumi Kalimantan, bahkan di Indonesia.

“Kegiatan ini akan mengundang komunitas Melayu yang ada di Nusantara dan lembagai Melayu serumpun dari negara tetangga untuk memeriahkan even besar ini,” ujar Chairil Effendy, selaku Ketua Umum MABM Kalimantan Barat.

Syech Bandar, ketua panitia FSBM XI, mengungkapkan bahwa panitia akan mendatangkan artis terkenal untuk meramaikan malam final kegiatan FSBM XI. “Artis yang didatangkan ini insyallah adalah artis yang tak asing lagi bagi kita, Iyeth Bustami,” jelas Syech Bandar.

Kegiatan FSBM XI ini juga akan menyelenggarakan satu kegiatan yang dapat mencetak rekor MURI. “Kita akan pecahkan rekor MURI di Singkawang dalam FSBM XI. Pemecahan rekor ini juga melibatkan seluruh kontingen MABM Kabupaten/Kota lainnya. Tapi, rekor yang mau dibuat masih rahasia,” tegas Sekda Singkawang ini berdiplomasi.

Pemkot Singkawang Siap Gelar FSBM XI

paparan-sekda-mabm-singkawang
“Pelaksanaan Festival Seni Budaya Melayu XI Kalimantan Barat akan dipusatkan di Stadion Kridasana Singkawang mulai 17—22 Oktober 2016,” ujar Syech Bandar selaku ketua panitia saat memaparkan persiapan kota Singkawang sebagai tuan rumah FSBM XI di Balai Kerja Rumah Melayu, Sabtu, 9 April 2016.

Pengurus DPP MABM sangat serius dan kagum dengan pemaparan Syech Bandar yang juga Sekda Singkawang dalam rapat persiapan pelaksanaan FSBM XI ini. Lebih lanjut, Sekda Singkawang menegaskan bahwa Singkawang siap menyelenggarakan berbagai kegiatan lomba dan eksibisi di Stadion Kridasana sebagai lapangan kebanggaan masyarakat Kota Singkawang.

Pemkot Singkawang akan menjadikan Stadion Kridasana menjadi tujuan peserta FSBM XI dan masyarakat yang ingin menyaksikan berbagai perlombaan yang digelar serta pusat jajanan kuliner tradisional. Di lokasi kegiatan akan ada kuliner khas Melayu dengan cara besaprah yang dapat dinikmati pengunjung setiap harinya. “Baik siang maupun malam akan ada saprahan di lokasi lomba. Makanan tersedia tidak putus-putus,” tegas Sekda Singkawang.

Lebih lanjut, Sekda Singkawang yang murah senyum ini memastikan bahwa panitia juga mempersiapkan malam takruf bersama Walikota Singkawang. Acara ini sebagai penyambutan tuan rumah kepada peserta dan kontingen kabupaten/kota yang menjadi peserta FSBM XI. “Dalam pelaksanaan FSBM XI, panitia akan menyiapkan dan memfasilitasi keperluan peserta lomba selama kegiatan berlangsung,” tegas Sekda Singkawang.

Gerhana Matahari Total di Pontianak; Shalat Kusuf dan Pembawa Berkah Musiman

Oleh: Elis Han Sy, Adip Levine, Rizki Septiani‎

Rabu (9/3), menjadi momen spesial bagi masyarakat Indonesia khususnya Kota Pontianak. Pasalnya, fenomena alam yang terbilang langka akan tiba, gerhana matahari total.

kusuf gerhana matahari total
Momen yang telah dinantikan tersebut tidak dibiarkan berlalu begitu saja bagi umat muslim. Mereka berbondong-bondong mendatangi Masjid Raya Mujahidin, guna sholat kusuf atau sholat gerhana. Jumlah jamaah yang datang di luar dugaan dan membludak. Puluhan ribu jamaah menyerbu masjid terbesar di Kalimantan Barat ini. Akibatnya, jamaah meluber hingga di samping toilet, bahkan ada yang shalat di tengah jejeran motor yang diparkir di halaman masjid.

Sholat kusuf yang dipimpin oleh H. Salman Alfarisi, Lc, dengan Khatib Dr. H. Harjani Hefni, Lc, MA itu berlangsung tertib dan hikmat. Sebelum sholat dimulai, H. Mahsuf Nahyus, A. Ma menyampaikan tata tertib sholat ke seluruh jamaah agar mereka tidak melakukan kesalahan nantinya.

Beberapa warga yang berpartisipasi dalam sholat kusuf mengaku bahwa ini merupakan kali pertamanya dan mereka merasa haru dan bersyukur dapat mengikuti sholat tersebut dengan baik.

“Ini yang pertama kalinya kak, saya bersyukur rasenye soalnye bise ketemu yang kayak gini. Terharu juga sih,” ungkap Nurul (20), seorang mahasiswa.

Pendapat lain juga diutarakan Irma (20), seorang mahasiswa, “Iye kak pertama kalinya, kesannya begetar rasenye, sedih rasenye, pokoknye rasenye luar biasalah,” ungkapnya penuh kebahagiaan. “Lamaaanye,” tiba-tiba terdengar celetukan seorang pria dari belakang.

Meski cuaca mendung dan matahari nyaris tak menampakkan dirinya, tak menyurutkan semangat para jamaah untuk melakukan sholat kusuf. Selain warga yang datang untuk mengikuti sholat kusuf, banyak pula warga yang datang hanya untuk menyaksikan detik-detik terjadinya gerhana, mengingat masjid raya Mujahidin merupakan satu di antara tempat yang dijadikan sebagai pos pantauan.

shalat kusuf
Di sela pelaksanaan shalat kusuf, ada beberapa pelajar SMK yang melihat peluang bisnis. Para pelajar SMK Negri 3 Pontianak ini menjajakan kerupuk di depan masjid tersebut.

Para pelajar tersebut memilih berjualan karena memperkirakan pengunjung yang datang akan ramai sekaligus mereka dapat melihat gerhana matahari. “Kami tidak mau melewatkan momen yang jarang dan mungkin hanya terjadi sekali seumur hidup ini,” ujar Wahyudi.

Andi, salah satu diantara pelajar SMK Negeri 3 Pontianak yang berjualan kerupuk, mengaku bahwa penjualan kerupuk yang mereka jual seharga 5000 rupiah cukup laku. “Penjualan di sini cukup lumayan, peminat kerupuk kami cukup banyak,” ujarnya.

 

Syukuran Dua Bupati Terpilih di Rumah Melayu

MABM gelar syukuran bupati sintang kapuas hulu
Meraih kemenangan tanpa dukungan dana yang besar bukanlah suatu hal yang mustahil. Demikian paparan kedua bupati terpilih—Kabupaten Sintang dan Kapuas Hulu—pada syukuran yang diadakan di Rumah Melayu, Selasa (16/2).

Acara syukuran dan silaturahim jajaran pengurus MABMKB, DPRD Provinsi dengan dua bupati terpilih berlangsung hikmat. Kedua bupati yang terkenal dekat dengan rakyat ini menyampaikan sepatah dua patah kata dengan santai. Bupati petahana Kapuas Hulu, AM Nasir, SH, mengharapkan setelah pelantikan, tidak ada lagi gesekan antar pendukung. “Yang di atas tidak ada masalah, mengapa di bawah masih ribut?” paparnya. Ia juga menambahkan, janganlah ada pesta kemenangan yang berlebihan. “Saya menghimbau para pendukung untuk tidak menyalakan kembang api dan mercon.”

Silaturahim dari masjid ke masjid, dukungan luas dari masyarakat Sintang dan tokoh masyarakat, serta adanya perbaikan peraturan pilkada, demikianlah poin penting yang terucap dari bupati terpilih kabupaten Sintang, dr. H. Jarot Winarno, M. Med. Ph. Seorang dokter yang telah tiga kali mengikuti gelaran pilkada dan memiliki track record yang lengkap: tahun 2005 sebagai Wakil Bupati, 2010 nyaris terpilih dan akhirnya, di tahun ini terpilih menjadi orang nomer satu di bumi Senentang.

Di akhir acara, Ketua Umum MABM Kalimantan Barat, H. Chairil Effendy mengucapkan selamat dan rasa bangga atas terpilihnya kedua bupati pilihan rakyat tersebut. Figur yang terpilih bukan karena gelontoran dana yang besar. “Semoga keduanya dapat terus amanah dan mampu menunaikan pengabdian dengan baik,” harap guru besar Universitas Tanjungpura ini. (red)

Marak Modus Penipuan Baru via BBM

Oleh Mariyadi

mambmoline.org, Pontianak—Perkembangan zaman melesat dari tahun ke tahun. Termasuklah perkembangan media jejaring sosial. Satu di antaranya adalah Black Berry Messengger (BBM). Namun, sejalan dengan perkembangan itu pula, pengguna BBM harus berhati-hati. Pasalnya, penipuan baru via BBM sedang marak.

Seperti yang dialami Nilam (20), seorang mahasiswi asal Sambas yang memanfaatkan media sosial BBM untuk berjualan. Baru-baru ini, akun miliknya di hack orang yang tidak bertanggung jawab.

Bukti-bukti penipuan. Foto: Nilam Sari.
Bukti-bukti penipuan. Foto: Dokumentasi Nilam Sari

“Pas buka BBM, akun saya sudah keluar. Pas diinput email dan pasword tidak bisa. Passwordnya salah,” tutur Nilam di kediamannya di Sambas.

Menurut Nilam, akun BBM yang ia gunakan untuk berjualan tiba-tiba mengirim broadcast permintaan pulsa ke seluruh kontak yang ada. Pagi-pagi, semua teman-teman yang ada dalam kontak Nilam menelpon untuk mengkonfirmasi hal tersebut.

“Untung tidak ada yang mengisikan pulsa karena mereka mau menelpon dulu. Termasuk kepala sekolah saya dulu, juga menelpon,” ujar Nilam.

Saat ini, Nilam memulai kembali bisnisnya. Namun, BBM yang dulu ia pakai sebagai media promosi tidak dapat digunakan lagi. Semua kontak yang ada telah hilang.

Begitulah cerita Nilam yang akunnya dibajak oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Kejadian ini adalah pelajaran bagi kita semua. Bagi pengguna BBM yang lain, harap waspada. Jika telah terjadi hal tersebut, cepat-cepatlah dilaporkan ke pihak kepolisian, atau melalui jalur online ke http://www.laporpolisi.com.

Air Laut Naik, Beberapa Rumah di Paloh Terancam Diterjang Gelombang

Air laut masuk lahan pertanian masyarakat Foto: Madjidi Youdhiey
Air laut masuk lahan pertanian masyarakat Foto: Madjidi Youdhiey

Oleh Mariyadi

mabmonline.org, Sambas—Tingginya debit air membuat daerah Tanah Hitam dan Matang Danau Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas sempat terpendam air asin. Dua daerah tersebut juga terancam diterjang ombak.

“Orang-orang tepi sungai sekarang sudah waspada. Takut air makin tinggi menerjang rumah-rumah,” ungkap Nabu (26), warga Dusun Tanah Hitam, saat dihubungi via telepon.

Hal tersebut membuat warga yang tinggal di daerah bibir pantai saat ini mulai waspada. Takutnya, air semakin tinggi dan gelombang pasang menghantam rumah-rumah yang ada di pesisir pantai.

Menurut Nabu, air pasang telah masuk 3 hari ini. Awalnya, pasang tidak terlalu tinggi. Namun, dari hari ke hari, debit air semakin bertambah hingga saat ini sampai ke jalan raya. Tidak hanya itu, air asin juga masuk perkampungan. “Padi pun terendam air asin,” tambah Nabu.

Tidak hanya sampai ke rumah, air asin juga merendam beberapa beberapa lahan pertanian warga. Hal tersebut sontak membuat warga yang padinya terendam cepat-cepat melakukan panen sebelum air semakin tinggi, ditambah lagi hujan dengan intensitas yang tinggi saat ini.

“Untung sudah masak padinya. Jadi orang cepat-cepat panen. Apalagi ditambah hujan deras ini,” pungkas Nabu.