Ketua dan Pengurus MABM Memenuhi Undangan Silaturahmi Pangdam XII

Oleh Asmirizani MABMonline.org, Pontianak – Senin malam (23/12) Ketua MABM Kalimantan Barat menghadiri undangan silaturahmi Pangdam XII di kediaman Pangdam XII. Rombongan MABM tiba di aula rumah Pangdam XII yang berada di jalan Ahmad Yani. Pengurus serta jajaran MABM turut hadir memenuhi dan meramaikan undangan. Begitu juga jajaran Pangdam XII menyambut hangat kedatangan rombongan MABM. Rombongan MABM dan jajaran Pangdam XII berbaur larut dalam perbincangan setelah menyaksikan tari melayu.

Chairil Effendy memberikan kata sambutan pada undangan silaturahmi
Chairil Effendy memberikan kata sambutan pada undangan silaturahmi (Foto Asmirizani)

Ketua MABM, Chairil Effendy memberikan kata sambutan dalam undangan silaturahmi tersebut. Dalam kata sambutannya, Chairil mengenalkan pengurus MABM yang hadir. Chairil juga mengharapkan adanya kerjasama yang baik antara masyarakat melayu dan pangdam XII. “Dari silaturahmi ini semoga dapat tercipta kerja sama. Kami sebagai masyarakat melayu berusaha memberikan bantuan yang dapat kami bantu.” Tutur Ketua MABM.

Ketua umum MABM bercengkrama bersama Pangdam XII (Foto Asmirizani)
Ketua umum MABM bercengkrama bersama Pangdam XII (Foto Asmirizani)

Mayjen Andi Ibrahim Saleh dalam kata sambutannya ingin mempererat silaturahmi dan membangun kerja sama untuk terciptanya masyarakat yang aman dan tentram. “Kami mengharapkan kerja sama untuk mewujudkan terciptanya masyarakat aman.” “Masyarakat supaya tidak terpengaruh mengenai isu-isu antar kelompok, komunitas, suku, maupun agama.” Harap Andi Ibrahim saleh.

Berfoto bersama: Rombongan MABM berfoto bersama jajaran Pangdam XII
Berfoto bersama: Rombongan MABM berfoto bersama jajaran Pangdam XII (Foto Asmirizani)

Di pertengahan acara ketua umum MABM memberikan cindera mata kepada Pangdam XII sebagai kenang-kenangan. Begitu juga Pangdam XII memberikan cindera mata kepada ketua MABM. Undangan silaturahmi diakhiri dengan ramah tamah. Para undangan menikmati hidangan makan malam dengan iringan lagu-lagu. Tak luput pula Pangdam XII menyanyikan dua buah lagu untuk para undangan.

Internalisasi Nilai Budaya Damai di Kalimantan Barat

Oleh Hambali

MABMonline.org, Pontianak – Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan berkerjasama dengan Balai Kajian Sejarah Kalimantan Barat mengadakan workshop. Adapun tema yang diangkat pada workshop ini adalah “Internalisasi Nilai Budaya Damai di Kalimatan Barat”. Worksop ini dilaksanakan pada tanggal 15-17 Desember 2013 di hotel Orchardz dengan peserta dari lembaga atau instansi yang berkaitan dengan ranah kebudayaan.

Pembicara memaparkan materi (Foto Hambali)
Pembicara memaparkan materi (Foto Hambali)

Pelaksanaan workshop ini menghadirkan beberapa narasumber yang membahas budaya damai di Kalimantan Barat. Adapun narasumber tersebut yaitu Ito Prajana Nugroho, Donatius, Gusti Suriyansah, Musfeptial, dan A. Halim A.R. Beragam materi yang membahas internalisasi budaya damai di Kalimatan Barat disampaikan narasumber. “Perdamaian sebagai Titik Tengah di Antara Kepentingan Diri dan Keniscayaan Tatanan” merupakan pembahasan yang disampaikan oleh Ito Praja Nugroho. Kemudian Donatiaus menyampaikan tentang “Internalisasi Nilai Budaya Damai dalam Mewujudkan Budaya Damai”. Di samping itu tidak kalah menariknya makalah tentang “Kearifan Masyarakat Setempat dan Lokal” disampaikan oleh Gusti Suryansyah. Pemaparan makalah terakhir diisi oleh bapak A. Rahim R. tentang “Internalisai Nilai Budaya Melalui Ungkapan Tradisional”.

Tarian antar etnis pembuka workhsop
Tarian antar etnis pembuka workhsop (Foto Hambali)

Pembahasan berberapa narasumber bertujuan untuk memaparkan bagaimana internalisai budaya damai di Kalimantan Barat. Menurut Gusti Suryansah, untuk mencapai budaya damai itu hendaklah diawali dengan penanaman nilai budaya yang baik oleh masyarakat sehingga terbentuk karakter yang membawa kedamaian di suatu masyarakat atau bangsa. Hal ini terutama dengan penanaman budya lokal karena budaya lokal ini sangat berpengaruh dalam membentuk karakter masyarakat setempat.

Beberapa narasumber lainnya menyatakan bahwa budaya damai dapat juga dibentuk melalui penerapan ungkapan tradisonal dan budaya bercerita. Hal ini dikarenakan dengan penerapan tersebut menjadi sarana untuk membentuk karakter masyarakat, tidak saja di kalangan orang tua tetapi juga oleh generasi muda. Tidak dapat dipungkiri jika penerapan budaya bercerita misalnya hal ini dapat menyampaikan nilai-nilai yang baik atau mendidik generasi bangsa sejak ia kecil. Namun dirasakan saat ini  mengikisnya budaya tersebut dan generasi sekarang lebih suka terhadap teknologi yang berkembang sekarang. Jadi, tinggal bagaimana mengaplikasikan teknologi tersebut menjadi sumber kemajuan, bukan malah biang kemerosotan budaya dan karakter.

workhsop
Tema workshop “Internalisasi Nilai Budaya Damai di Kalimantan Barat (Foto Hambali)

Semoga dengan pelaksanaan workshop ini dapat menjadikan masyarakat Kalimantan Barat, Indonesia sebagai masyarakat majemuk menjadi masyakat terhindar dari keretakan kedamaian. Sehingga sejalan dengan tujuan workshop ini yakni untuk internalisasi budaya damai. Budaya yang menciptakan kerukunan dan ketentraman dalam bermasyarakat, berbangasa dan bernegara.

Jembatan Kapuas 1 Bergetar Ditabrak Kapal Tongkang

oleh : Achmad Sofian

MABMonline.org, Pontianak,Kalimantan Barat. Jembatan Kapuas 1 bergeser. Karena ditabrak kapal tongkang. Kejadian Jumat, 30 Agustus 2013, sekitar jam 19.30. Bahkan ada yang menyebarkan isu: jembatan kapuas roboh. Masyarakat Pontianak panik. Berduyun-duyun menuju lokasi. Untung, aparat sigap. Lokasi disterilisasi sebagai antisipasi kejadian yang tak terduga. Semoga kejadian ini menjadi hikmah mengenai urgensi pembangunan jembatan layang atau tambahan jembatan lainnya di bumi khatulistiwa. Segera!

IMG-20130830-01065
Kendaraan di simpang lampu merah depan Hotel Garuda di alihkan.
IMG-20130830-01071
Kapal tongkang yang menambrak Jembatan Kapuas 1. Foto diambil dari bawah jembatan sisi selatan.
IMG-20130830-01079
Jalan yang melewati Jembatan Kapuas 1 di blokir. Orang maupun kendaraan tidak diperbolehkan melintas.
IMG-20130830-01083
Banyak warga berbondong-bondong melihat kejadian.
IMG-20130830-01087
Untuk mengantisipasi hal-hal yang lebih parah, pihak keamanan mensterilkan Jembatan Kapuas 1.
IMG-20130830-01088
Sampai disisi terakhir jembatan, massa yang berdatangan tidak diperbolehkan lagi mendekat atau melintas. Hanya aparat keamanan, pihak terkait dan jurnalis saja yang diperbolehkan melintas.

IMG-20130830-01091

Jembatan kapuas dari atas
Kapal tongkang yang menambrak tepat di bagian tengah Jembatan Kapuas 1. Foto diambil dari atas jembatan.

Kamis Pagi di Kota Sambas

Oleh : Achmad Sofian

Sedari subuh mendung menyelimuti. Rintik hujan nampak masih nampak sedikit tersisa. Namun, ini tidak mengurangi geliat kota Sambas memulai hari nya.

IMG-20130829-00983
foto dengan latar jembatan Sambas
IMG-20130828-00944
Berbagai penganan kue tradisional di pasar pagi, Sambas
IMG-20130829-01031
Bongkar muat barang di steigher pasar pagi, Sambas
IMG-20130829-01010
Sejumlah masyarakat berolahraga pagi di bundaran dekat kantor Bupati.
IMG-20130829-00998
Panggung utama FSBM IX, siap menampung kegiatan Festival Bunga Silat dan Festival Berbalas Pantun hari ini.
IMG-20130829-00994
Warga sekitar istane Alwatzikhoebillah melintas di depan gerbang istane, mengantar anak ke sekolah. Memulai hari menimba ilmu.

 

Latihan Keras Jelang Lomba Sampan Bidar

Oleh : Ahmad Sofian

MABMonline.org, Sambas. Foto-foto di Muare Ulakan, saat latihan Sampan Bidar. Rabu, 28  Agustus 2013 pukul 5 sore.

IMG-20130828-00949
Dengan siluet senja menerpa Muare Ulakan
IMG-20130828-00951
Kekuatan, kebersamaan, kekompakkan
IMG-20130828-00950
“Sampai bertemu di lomba nanti”