Ketum MABM: FSBM X Paling Besar, Sukses, dan Tak Tertandingi

Antusiasme masyarakat Kapuas Hulu saat penutupan FSBM X (foto: Sabhan)
Antusiasme masyarakat Kapuas Hulu saat penutupan FSBM X (foto: Sabhan)

oleh Sabhan Rasyid

MABMonline.org, Putussibau–Pelaksanaan FSBM X Kapuas Hulu resmi ditutup di GOR Uncak Kapuas, Selasa (23/12).

Serangkaian acara yang dilangsungkan menyita perhatian masyarakat Putussibau dan para kontingen. Kemeriahan pelaksanaan FSBM X ini membuat Ketua Umum MABMKB memberikan pujian kepada MABM Kapuas Hulu dan seluruh masyarakat Kapuas Hulu. “Setelah 9 kali FSBM, inilah festival paling spektakuler, paling besar, paling sukses, dan tak tertandingi,” papar Chairil.

Kesuksesan FSBM X Kapuas Hulu ditandai dengan lancarnya pelaksanaan seluruh tangkai lomba yang telah direncakan. Selain itu, kondisi GOR Uncak Kapuas yang menjadi arena utama FSBM selalu penuh setiap malam oleh masyarakat Kapuas Hulu.

Pelayanan yang luas biasa dari seluruh panitia, masyakarat, dan jajaran Pemerintahan Kapuas Hulu juga menjadi kesan tersendiri bagi Ketua Umum MABMKB. Chairil sangat kagum terhadap panitia dan masyarakat Putussibau. Pelayanan transportasi, kesehatan, makan, dan hiburan yang disediakan sangat dipersiapkan denga baik oleh panitia dan masyarakat Kapuas Hulu. “Mereka menyiapkan rumah, makanan, dan berbondong-bondong memeriahkan FSBM X”,” puji pria penggemar tenis ini.

Kesan spektakuler dari FSBM X Kapuas Hulu juga ditandai dengan hadirnya ribuan masyarakat Kapuas Hulu di GOR Uncak Kapuas sejak pembukaan sampai penutupan FSBM. Aksi pertunjukan kembang api yang sangat meriah menandai  pungkasnya perhelatan FSBM di tahun 2014 ini. Sampai jumpa di tahun 2016, Insya Allah FSBM di kota…

Chairil: Insyaallah FSBM 2016 di Singkawang

Foto: Ketua Umum MABMKB
Foto: Ketua Umum MABMKB (Foto: Sabhan Rasyid)

oleh Sabhan Rasyid

MABMonline.org, Putussibau–Penutupan FSBM X yang digelar tadi malam berjalan lancar dan sukses, Selasa (23/12). Chairil Effendy selaku Ketua Umum MABMKB menyampaikan sambutan penutupnya di GOR Uncak Kapuas. Dalam sambutannya, Chairil menyampaikan bahwa pelaksanaan festival selanjutnya akan dilaksanakan dua tahun sekali. Keputusan tersebut merupakan kebijakan yang telah disepakati oleh semua MABM kabupaten/kota. “Kebijakan ini disepakati oleh seluruh MABM kabupaten/kota,” ungkap Chairil.

Keputusan untuk melaksanakan FSBM dalam dua tahun sekali bertujuan agar persiapan tuan rumah dapat lebih matang baik dari segi pendanaan maupun segi teknis lainnya. “Keputusan ini diambil dengan tujuan agar MABM kabupaten/kota mempersiapkan diri dengan baik khususnya dari segi pendanaan,” papar Chairil.

Pelaksanaan festival dua tahun sekali ini dinilai Chairil sebagai keputusan yang bijak karena akan memberikan kesempatan yang cukup bagi MABM kabupaten/kota dalam menyiapkan diri. Dengan keputusan ini tidak ada alasan lagi bagi MABM untuk tidak mengikuti FSBM karena tidak memiliki dana. “Keputusan melaksanakan festival dua tahun sekali adalah keputusan bijak,” tambahnya.

Berkaitan dengan pelaksanaan FSBM XI 2016, Chairil menyampaikan bahwa sampai saat ini yang telah menyatakan bersedia adalah Kota singkawang. Sejak lama Walikota Singkawang berkeinginan untuk menjadi tuan rumah FSBM. “Tahun 2016, insyallah FSBM XI di Singkawang walaupun belum keputusan yang definitif,” ungkap Ketua Umum MABMKB.

Chairil: Terima Kasih Masyarakat Kapuas Hulu

 

Chairil bersama Bupati Kapuas Hulu saat penutupan FSBM X (Foto: Sabhan Rasyid)
Chairil bersama Bupati Kapuas Hulu saat penutupan FSBM X (Foto: Sabhan Rasyid)

oleh Sabhan Rasyid

MABMonline.org, Putussibau–Pelaksanaan FSBM X di Kapuas Hulu berakhir sudah. Kegiatan ini ditutup dengan pergelaran malam penutupan di panggung utama GOR Uncak Kapuas, Selasa (23/12). Ribuan masyarakat penuh sesak di lapangan bola walaupun kondisi  sedang hujan. Berakhirnya pelaksanaan FSBM X ini memberi kesan tersendiri bagi Ketua Umum MABMKB. Chairil mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada semua pihak dan masyarakat Kapuas Hulu karena telah antusias menyukseskan FSBM X. “Terima kasih saya ucapkan kepada masyarakat Putussibau yang telah memberikan andil yang besar bagi kesuksesan FSBM X,” ungkap Chairil dalam sambutannya.

Chairil menyampaikan bahwa tidak mengira pelaksanaan FSBM X ini dapat berlangsung semeriah ini. “Sungguh saya tidak mengira bahwa FSBM X di Kapuas Hulu ini dapat berlangsung dengan lancar dan sesukses ini,” ungkap Chairil.

Tidak adanya kendala yang berarti dalam pelaksanaan festival ini menjadi bukti bahwa persatuan MABM dan seluruh masyarakat Melayu terjalin dengan baik. “Semangat persaudaraaan yang diperlihatkan dan diimplementasikan oleh seluruh peserta festival telah menjadikan FSBM ini sebagai ajang mempererat silaturahim,’ papar Chairil dalam sambutannya.

“Menang atau kalah bukanlah tujuan utama, silaturahim yang terjalin selama ini adalah segalanya,” tambahnya.

Pelaksanaan festival kali ini tidak akan berjalan lancar tanpa dukungan dari seluruh elemen. Chairil menyampaikan terima kasihnya kepada seluruh pihak yang dengan sungguh-sungguh telah membantu dari segala aspek untuk menyukseskan FSBM X ini. “Saya pribadi dan MABMKB mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Kalbar karena telah membantu sebagian pendanaan FSBM ini dari APBD, Bupati/Walikota se-Kalimantan Barat yang telah mengirimkan kontingen, serta seluruh panitia dan masyarakat Kapuas Hulu,” ungkap mantan Rektor Untan tersebut.

Pelayanan yang luar biasa membuat Chairil sangat kagum terhadap panitia dan masyarakat Putussibau. Pelayanan transportasi, kesehatan, makan, dan hiburan yang disediakan sangat dipersiapkan dengan baik oleh panitia dan masyarakat Kapuas Hulu. “Mereka siap menyiapkan rumah, makanan, dan berbondong-bondong memeriahkan FSBM X”,” paparnya.

Pada akhir sambutannya, Chairil menyampaikan kesannya bagi semua kebaikan yang telah diberikan oleh masyarakat Kapuas Hulu.
“Kebaikan bapak, ibu, dan saudara sekalian akan senantiasa kami kenang sepanjang hayat di kandung badan,” pungkasnya.

Pantun penutup juga disampaikan Chairil khusus untuk seluruh masyarakat Kapuas Hulu yang hadir di GOR Uncak Kapuas.

“enak nian kerupuk basah
dimakan dengan sambal kacang
malam ini kita berpisah
masyarakat kapuas hulu akan kami kenang”

MABM Kapuas Hulu Juara Umum FSBM X

Piala bergilir FSBM X
Piala bergilir FSBM X

Oleh Sabhan Rasyid

MABMonline.org, Putussibau– Seluruh rangkaian FSBM X di Kapuas Hulu berakhir malam ini. Para. Undangan dan ribuan masyarakat Putussibau memadati GOR Uncak Kapuas. Berdasarkan hasil perolehan lomba semua tangkai, Kapuas Hulu berhasil menjadi juara umum dan berhak membawa piala bergilir. Pengumuman juara umum disampaikan oleh A.R. Muzammil selaku Sekretaris Umum MABM Kalimantan Barat.

Kabupaten Kapuas Hulu memperoleh juara pertama pada 4 tangkai dan mendapat juara kedua pada enam tangkai.

Menyusul pada urutan kedua, yaitu Kabupaten Mempawah. Mempawah memperoleh juara pertama pada dua tangkai, juara kedua pada tiga tangkai, dan juara ketiga pada empat tangkai.

Berikutnya MABM Kota Singkawang yang memperoleh juara pertama pada dua tangkai, juara kedua pada dua tangkai, dan juara ketiga pada satu tangkai.

Selanjutnya disusul oleh MABM Kabupaten Ketapang dengan juara satu pada dua tangkai, juara kedua pada satu tangkai, dan juara ketiga pada empat tangkai.

Kabupaten Sambas menyusul di urutan selanjutnya dengan juara satu pada dua tangkai, juara kedua pada satu tangkai, dan juara ketiga pada dua tangkai.

Posisi keenam ditempati oleh MABM Kabupaten Kubu Raya yang memperoleh juara pertama pada dua tangkai, juara kedua pada satu tangkai, dan juara ketiga pada satu tangkai.

Berdasarkan hasil perolehan juara tertinggi pada semua tangkai lomba, Kabupaten Kapuas Hulu berhasil menjadi juara umum FSBM X 2014.

Jelang Penutupan FSBM X, Beberapa Kontingen Mulai Berkemas Stan

Stan kubu raya yang kosong saat MABMonline datangi
Stan kubu raya yang kosong saat MABMonline datangi

Oleh Mariyadi

MABMonline.org, Pontianak—Menjelang penutupan Festival Seni Budaya Melayu (FSBM) X, beberapa kontingen dari MABM kabupaten/kota sudah mulai berkemas stan-stan mereka di GOR Uncak Kapuas, Puttussibau.

Di antaranya, kegiatan kemas-kemas dilakukan Ian, petugas stan dari kontingen MABM Mempawah. Saat didatangi, ia sedang mengemaskan buku dan beberapa sembako di dalam stannya. “Rencana kita akan pulang malam ini,” ungkap Bang Ian, Selasa (23/12/14).

Ian mengatakan, pihaknya akan pulang setelah acara penutupan selesai. Mereka beserta kontingen harus cepat karena takut akan macet di jalan menjelang natal ini. “Rata-rata yang jauh sudah berkemas pulang,” tambahnya.

Tidak hanya kontingen Mempawah, kontingen Kota Pontianak dan Kota Singkawang juga sedang berkemas. Saat MABMonline berkunjung, beberapa stan juga telah kosong yakni stan dari kontingen Kabupaten Kayong Utara. Beberapa dekorasi yang sebelumnya menghiasi stan tersebut sudah tidak tampak lagi.

Begitulah kondisi di GOR Uncak Kapuas yang menjadi tempat utama acara FSBM X. GOR uncak Kapuas saat itu tidak hanya di diwarnai dengan para kontingen yang berkemas, di panggung tampak beberapa panitia menyiapkan peralatan hiburan untuk malam penutupan.

 

Berbalas Pantun, Kapuas Hulu Juara 1

Foto peserta dari Kapuas Hulu tentang memikirkan jawaban dari peserta kubu raya
Foto peserta dari Kapuas Hulu tentang memikirkan jawaban dari peserta kubu raya

Oleh Mariyadi

MABMonline.org, Putussibau—Tangkai Lomba Berbalas Pantun yang dilaksanakan di GOR Uncak Kapuas Senin Malam (22/12/14) telah selesai. Tuan Rumah Kapuas Hulu memenangkan tangkai lomba tersebut dengan nilai 1130 setelah mengalahkan 7 pesaingnya dari MABM kota/kabupaten.

“Senang sekali, tadi Riska sampai nangis,” ungkap Riska Yulianti Ananda, satu di antara peserta lomba pantun dari Kontingen Kapuas Hulu, diwawancarai setelah selesai pembagian hadiah.

Riska mengatakan, dalam berpantun ini, ia awalnya hanya coba-coba saja. Setelah mencoba, lama-lama tertarik dan akhirnya benar-benar menseriusi bidang ini. Riska juga mengatakan bahwa tahun sebelumnya ia pernah juara harapan dua dalam ulang tahun Putussibau dan pernah juga menjadi juara dua saat peringatan muharram. “Sekarang juara 1,” tambahnya.

Riska menjelaskan, selama ini, ia bersama teman-temannya sangat rutin latihan. Bahkan kadang-kadang mereka belajar sampai larut malam. Mereka juga diberi bimbingan dari pelatih mereka dengan cara membaca buku-buku seperti buku Kapuas Hulu Berbalas Pantun yang pelatihnya buat sendiri. “Latihanya itu jujur melelahkan,” kata Riska yang juga siswa SMAN 1 Putussibau itu.

Menurut Riska, untuk berpantun ini, seseorang harus cepat tanggap dan kompak. Katanya, saat menjawab pertanyaan dari lawan pantun, mereka harus membagi tugas. Ada yang membuat isi dan jawaban dan ada yang memuat sampirannya. “Kita latihan konsentrasi, spontanitas dan kekompakkan,” pungkas Riska.

Syarifah Nur’aini, Ketua Dewa Juri mengatakan bahwa dari tahun ke tahun, peserta telah mengalami perkembangan. Namun, beberapa perserta tidak bisa menjawab dengan baik pertanyaan yang timbul dalam lomba ini padahal telah banyak buku yang diterbitkan untuk menajadi bahan referensi dan bahan bacaan. “Cepak dan Cerana itu sering di tanyakan tapi tak benar dijawab,” tambahnya.

Aini juga mengatakan, beberapa peserta yang bertanya, tidak mempertimbangkan budaya yang diketahui oleh peserta yang ditanya. Dalam juknis, tidak diperkenankan untuk menanya yang bukan budaya yang dikuasai oleh penjawab. Ia juga mengatakan, banyak peserta yang tergopoh saat menyebutkan beberapa kata sehingga banyak yang salah dan menyalahi maknanya. “Banyak gopohnya, jadi bahasa banyak yang menyalahi makna seperti Lestari dan Bestari,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Aini menyarankan untuk beberapa pihak agar membuatkan VCD pantun agar para pelajar pantun dapat dengan mudah belajar.

Acara yang berlangsung sejak pukul 19.00 itupun ahkirnya berakhir pada pukul 20.30. Acara berjalan dengan aman dan damai. Meskipun hujan, masyarakat sangat antusias menyaksikan acara, apalagi dengan pembawaan acara dari MC yang kocak sehingga membuat beberapa penonton tertawa terbahak.

Lomba tersebut juga dihadiri, Bupati Kapuas Hulu, A.M Nasri, dan Ketua Umum MABMKB, Chairil Effendy yang saat itu secara simbolis menyerahkan piala dan uang santunan kepada pemenang harapan dan pemenang umum. Adapun pemenang dalam lomba tersebut adalah: Juara Harapan 3, dengan nilai 1035 dimenangkan oleh Kontingen dari Kabupaten Ketapang. Juara harapan 2 dengan nilai 1040 Kontingen dari Kabupaten Kayong Utara. Juara harpan 1 dengan nilai 1045 dimenangkan oleh Kontingen dari Kota Pontianak. Juara 3 dengan nilai 1060 diemangkan oleh Kontingen dari Kabupaten Mempawah dan Juara 2 dengan nilai 1085 dimenangkan oleh Kontingen dari Kabupaten Kubu Raya.

 

135 Anak Ikut Sunatan Massal

Jpeg

Oleh Sabhan Rasyid

MABMonline.org, Putussibau–Masih dalam rangkaian agenda FSBM X, panitia yang didukung oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu mengadakan sunatan massal di Rumah Melayu Kapuas Hulu, (23/12). Kegiatan ini diikuti oleh 135 anak dari berbagai kelurahan di Putussibau. Sebanyak 20 tenaga kesehatan dilibatkan untuk menyunat seratus lebih anak tersebut.

Kegiatan ini merupakan program Bupati Kapuas Hulu yang tahun ini kebetulan bersamaan dengan kegiatan FSBM X. “Acara sunatan massal ini kita adakan tiap tahun karena ini memang program bupati,” ungkap Rendra selaku Kasi Pelayanan Kesehatan Dasar dan Rujukan Dinkes Kapuas Hulu.

Rendra menambahkan bahwa tenaga kesehatan yang dilibatkan merupakan kerja sama dari Rumah Sakit Putussibau dan dua Puskesmas.

Saat ini masih berlangsung acara sunatan massal ini. Beragam ekspresi diperlihatkan anak-anak yang akan disunat. Ada yang tenang, nangis, bahkan ada yang pulang karena takut. “Tadi ada juga yang pulang karena takut, tambah Rendra.

Pelaksanaan sunatan massal ini disambut antusias masyarakat. Hak ini tampak dari ramainya orang tua yang mengantarkan anaknya untuk bersunat ke Rumah Melayu.

Peserta Berantusias Mengikuti Ekshibisi Bujang Dare

Oleh Asmirizani

 

MABMonline.org, Putussibau– Antusias peserta ekshibisi bujang dare FSBM X sangat besar, Senin (22/12). Tujuh peserta yang mewakili kontigen dari daerah masing-masih telah siap dengan busana pengantin melayu untuk maju di atas pentas. Beberapa peserta bersemangat tidak sabar untuk naik ke atas pentas dan mengenalkan pakaian yang mereka kenakan.

Dare sedang berpose
Dare sedang berpose

Tujuh peserta yang ikut berpartisipasi yaitu Ketapang, Kapuas Hulu, Singkawang, Pontianak, Sintang, Sekadau, dan Mempawah. Mereka mengenalkan pakaian yang dikenakan mulai dari atas kepala hingga kaki. Bak peragawati peserta melenggang di atas pentas. Peserta berpose layaknya perempuan dan lelaki melayu pada umumnya.

Peserta berfoto bersama usai peragaan
Peserta berfoto bersama usai peragaan

Penonton memenuhi kursi kosong di gedung indoor volli. Penonton mendapat kertas pemungutan suara untuk memilih peserta favorit. Kordinator peserta dari kontigen tidak menerima jika penilaian peserta favorit dari pemilihan penonton. Pemungutan suara tersebut dibatalkan sehingga peserta tidak ada yang mendapat peringkat kemenangan. Pembawa acara mengumumkan diakhir acara bahwa panitia telah menyediakan sejumlah uang untuk pemenang favorit pilihan penonton. Panitia dan kordinator peserta bersepakat bahwa tidak ada pemenang. Semua peserta hanya mendapat sertifikat penghargaan dan uang pembinaan.

Chairil: Masyarakat Melayu Jangan Inferior

Foto: Chairil saat membuka acara Seminar Ilmiah Revolusi Mental Warisan Melayu Kalimantan Barat
Foto: Chairil saat membuka acara Seminar Ilmiah Revolusi Mental Warisan Melayu Kalimantan Barat

Oleh Sabhan Rasyid
MABMonline.org, Putussibau–Ketua Umum MABMKB, Chairil Effendy membuka langsung pelaksanaan Seminar Ilmiah dengan tema “Revolusi Mental Warisan Melayu Kalimantan Barat”. Seminar tersebut dilaksanakan di Rumah Melayu Kapuas Hulu, Senin (22/12). Dalam sambutannya, Chairil mengungkapkan bahwa masyarakat Melayu harus mau berubah ke arah yang lebih baik karena perubahan merupakan suatu keniscayaan. “Masyarakat melayu jangan takut melakukan perubahan,” ungkap Chairil.

Chairil juga menyampaikan bahwa selama ini kita masih sering merasa inferior. Kita sering merasa tidak mampu untuk melakukanperubahan besar. “Masyarakat Melayu jangan inferior, kita harus bisa melakukan perubahan,” ungkapnya.

Masyarakat Melayu harus melakukan revolusi mental dalam upaya mencapai kesuksesan yang lebih besar di masa depan. Chairil menyampaikan bahwa banyak pihak lain yang sudah sukses dari permulaan yang sulit dan sederhana. “Banyak saudara kita yang sekarang sudah sukses, dahulu mereka memulainya dengan sederhana dan penuh perjuangan,” paparnya.

Chairil berharap di kemudian hari masyarakat Melayu melalui MABM dapat melakukan perubahan-perubahan dalam berbagai bidang, contohnya bidang ekonomi. Ketua Umum MABMKB ini berharap kemudian hari MABM dapat melakukan pengelolaan keuangan sendiri dengan mendirikan koperasi. “Ke depan kita berharap MABM ini dapat mendirikan CU syariah untuk kebermanfaatan masyarakat Melayu,” harapnya.

Keyakinan Ketua Umum MABMKB terhadap revolusi mental yang dapat dilakukan masyarakat Melayu ke depan didukung dengan sudah berdirinya MABM di seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Barat. Chairil juga menyampaikan bahwa sudah banyak kemajuan dari MABM di kabupaten/kota berkat dukungan pemerintah setempat. “Saat ini selama 16 tahun MABM berdiri, sudah tersebar di seluruh kabupaten/kota keberadaan MABM, rumah melayu juga mulai dibangun di semua kabupaten,” papar mantan rektor Untan tersebut.

Semangat Ilmiah Peserta Seminar Revolusi Mental

Foto: Seorang peserta seminar sedang memberikan tanggapan
Foto: Seorang peserta seminar sedang memberikan tanggapan

oleh Sabhan Rasyid

MABMonline.org, Putussibau–Seminar satu hari yang merupakan rangkaian agenda FSBM X digelar di Rumah Melayu Kapuas Hulu, Senin (22/12). Semniar dengan tema “Revolusi Mental Warisan Melayu Kalimantan Barat” dibuka langsung oleh Ketua Umum MABMKB, Chairil Effendy. Dalam seminar tersebut, bertindak sebagai pembicara, yaitu Dr. Yusriadi, Dr. Hermansyah, Dr. Jumadi, dan Drs. Ade Hamsin. Bertindak selaku moderator, yaitu A.R. Muzammil. Chairil menyampaikan seminar revolusi mental ini dibuat untuk menjadi tonggak perubahan masyarakat Melayu untuk menjadi lebih baik. “Masyarakat Melayu jangan takut perubahan,” ungkap Chairil ketika membuka acara seminar ini.
Seminar yang juga merupakan bagian dari rangkaian FSBM X ini dimulai dengan pemaparan materi dari empat orang pembicara yang dipandu oleh A.R. Muzammil. Tema yang dibicarakan, yaitu manuskrip Melayu, bahasa Melayu, politik Melayu, serta pantang/pemali sebagai adat Melayu Kapuas Hulu. Peran serta dari para peserta dalam seminar ini sangat terasa dan antusias. Hal ini terbukti dari banyaknya peserta yang mengajukan pertanyaan serta masukan kepada pembicara seminar. Tercatat ada 12 penanya yang dipersilakan moderator untuk mengajukan pertanyaan.

Satu di antaranya peserta dari Sintang, yaitu Gusti yang berpendapat bahwa sebaiknya dalam setiap kegiatan bernafas Melayu sebaiknya kita bangga menggunakan baju telok belanga yang merupakan ciri khas Melayu.”Untuk ke depannya harus dicanangkan bahwa kita wajib menggunakan pakaian telok belanga di setiap kegiatan MABM, kita harus bangga,” paparnya.

Lain lagi dengan Ilham dari MABM Kota Pontianak yang mengatakan bahwa tema seminar saat ini sangat baik dan sudah dilakukan di MABM Pontianak. Ilham mengungkapkan bahwa ia dan kawan-kawan di MABM Pontianak sudah melakukan revolusi mental. “Kami sudah mencoba revolusi mental di MABM Pontianak, dulu kita ada semboyan “Hidup MABM Pontianak”, sekarang kita ubah menjadi “Hidup Melayu,” ungkapnya yang langsung disambut oleh tepuk tangan dari seluruh peserta.

Keilmiahan peserta seminar juga ditunjukkan oleh Zainudin, peserta dari Kapuas Hulu. Zainudin mengimbau kepada semua puak Melayu agar selalu bersatu. Ia juga mengharapkan pemimpin dari kalangan Melayu harus bisa menyatukan rakyat dalam berbagai hal. Hal tersebut ia ungkapkan berkaitan dengan pemaparan materi dari Dr. Jumadi yang membicarakan politik Melayu.

Terdapat banyak lagi tanggapan dan pertanyaan dari peserta seminar untuk para pembicara. Keaktifan para peserta dengan panduan moderator membuat seminar ini sangat hidup. Ini merupakan bukti bahwa semangat keilmiahan masyarakat Melayu tentang kemelayuan sangat tinggi untuk mencapai perbaikan-perbaikan di masa depan.