Bantu Korban Banjir, AMPS Galang Dana di Jalan

Oleh Mariyadi

mabmonline.org, Pontianak– 30-an mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Sesama (AMKS) melakukan aksi turun ke jalan untuk meminta sumbangan bagi korban banjir di Kabupaten Sambas. Aksi tersebut tersebar di beberapa perempatan lampu merah, salah satunya di perempatan bundaran Digulist Untan, Rabu (2/3). Kegiatan tersebut rencananya akan berlangsung selama 2 hari.

“Alhamdulillah, untuk hari pertama sudah terkumpul 5 juta lebih,” ungkap Riko, satu di antara mahasiswa yang ikut dalam penggalangan dana tersebut.

Riko mengatakan, jika dirasa cukup, dana yang terkumpul akan langsung disalurkan kepada korban banjir di Kabupaten Sambas. Tujuan utama bantuan yakni di kecamatan Sejangkung, desa Semanga.

Rudi yang juga peserta aksi mengatakan bahwa penggalangan dana bertujuan untuk membantu dan meringankan penderitaan masyarakat. Rudi juga berharap bukan hanya mahasiswa yang aktif namun pemerintah dan anggota dewan serta masyarakat juga harus lebih proaktif. 

“Masyarakat di sana tepatnya desa Semanga tidak dapat melakukan aktifitas, semoga dengan partisipasi aktif mahasiswa dapat meringankan beban yang masyarakat alami,” ujarnya.

Seperti yang diberitakan di beberapa media, Kabupaten Sambas khususnya di daerah Semanga Kecamatan Sejangkung sedang mengalami banjir yang parah. Semua aktivitas masyarakat lumpuh total. Bantuan dari berbagai pihak sangat dinantikan untuk meringankan beban.

Harga BBM Turun, Berikut Daftar Harganya…

oleh Mariyadi

mabmonline. org, Pontianak–Mulai hari ini (1 Maret 2016) pertamina kembali menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk RON 90 yakni Pertalite dan Ron 92 Pertamax. Pertamax diturunkan sebesar Rp 200 sedangkan pertalite di bawah Rp. 200.

Harga baru yang ditetapkan pertamina tersebut sebenarnya telah berlaku pada jam 00.00 malam tadi. Berikut harga baru yang ditetapkan oleh pertamina:

Bio Solar : 5650
Pertalite : 7500
Pertamax :‎ 7950
Pertamax Plus : 8850
Pertamina Dex : 8800‎

Sedangkan untuk bensin Premium, menurut Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral IGN Wiratmaja Puja, pemerintah akan menyesuaikan harganya pada 1 April mendatang. Kebijakan ini sesuai dengan ketetapan Menteri ESDM yang menetapkan harga BBM per 3 bulan. Terakhir, harga keekonomisan BBM ditetapkan 5 Januari 2016.

“Ini demi kestabilan dan ketersediaan BBM. Harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, distribusi, dan lainnya,” tutup IGN Wiratmaja, Rabu (3/2).

Mulai 1 Maret, Polda akan Adakan Operasi Simpatik di Kalbar

Oleh Mariyadi

mabmonline.org, Pontianak—Kepolisian daerah Kalimantan Barat (Kapolda Kalbar) akan menggelar operasi Simpatik untuk beberapa Wilayah di Kalbar termasuk juga di Pontianak. Operasi Tersebut akan berlangsung selama 21 hari yakni mulai dari 1 s.d 21 Maret Nanti.

Operasi tersebut dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Kalbar, AKBP, Arianto, melalui Kabag Binopsnal Ditlantas, AKBP, Gusti Maychandra kepada Indopos, Minggu, (28/2). Ia mengatakan, operasi simpatik ini akan dilaksanakan di 17 kawasan tertib lalu lintas yang ada di Kalbar, yakni di Pontianak, Mempawah, dan Singkawang, Sambas, Bengkayang, Sanggau, Sintang, Kapuas Hulu dan Ketapang.

Dalam operasi tersebut, akan dicek beberapa perlengkapan bekendara seperti kelengkapan surat-surat semua jenis kendaraan bermotor, memastikan helm pengendara sepeda motor sesuai dengan Standar Nasional Indonesia. Begitu juga dengan spion, knalpot, ban, dan lainnya.

Meski ada pro-kontra di kalangan pengendara, setidaknya bila dijalankan dengan benar maka razia dapat bermanfaat: mengurangi pencurian kendaraan bermotor; menegakkan disiplin berlalu lintas; mengurangi korban kecelakaan; mengurangi tindak kejahatan jalanan, dan terakhir, memberi rasa aman kepada masyarakat dengan ditertibkannya kegiatan balapan liar dan aktivitas geng motor yang meresahkan masyarakat. Semoga.

 

Rabu Depan, Ada yang Beda dengan Seragam PNS

Oleh Mariyadi

mambonline.org, Jakarta—Rabu depan (10/2/2016), akan ada perbedaan pada pakaian dinas Pegawai Negeri Sipil (PNS) lingkup Kemendagri dan Pemerintah daerah. Mereka akan berseragam kemeja putih.

Hal tersebut sesuai dengan Peraturan Mendagri (Permendagri) nomor 6 Tahun 2016 tentang Perubahan Ketiga Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 6 tahun 2016. Dengan terbitnya peraturan tersebut, PNS lingkup kemendagri dan Pemerintah Daerah wajib memakai kemeja putih.

Tidak hanya itu, Kementerian Dalam Negeri (Mendagri) juga melarang penggunaan pakaian dinas selain yang telah ditentukan. Adapun pakaian yang wajib dipakai menurut isi peraturan tersebut: Dengan adanya peraturan baru itu, maka penggunaan seragam dinas pada Senin – Selasa pakaian dinas krem. Rabu kemeja putih. Kamis – Jumat menggunakan batik.

Seperti yang dikutip dalam laman web resmi kemendagri.go.id, Kepala Biro Hukum Kemendagri Widodo Sigit Pudjianto mengatakan, bagi para pegawai negeri sipil (PNS) yang tidak mematuhi aturan tersebut maka akan dikenakan sanksi. Sanksi tersebut dari mulai teguran hingga disekolahkan kembali.

Menurut Widodo, yang dikutip pada laman web kemendagri.go.id , mulai Senin ini (8/2/2016) pakaian dinas PNS lingkup mendagri dan Pemerintah Daerah resmi ditetapkan. Sanksi yang diberikan adalah sesuai dengan isi Undang-Undang nomor 23 tahun 2014 tentang aparatur sipil negara.

“Untuk nomor Permendagrinya baru dikasih kemarin Senin. Jadi hari Senin depan Permendagri seragam sudah diterapkan,” ujar Widodo seperti yang dikutip pada laman web kemendagri.go.id .

Maksimalkan Capaian Sasaran, Untan Sosialisasikan SNMPTN

Beberapa guru sedang mengikuti sosialisasi. FOTO: MARIYADI
Beberapa guru sedang mengikuti sosialisasi. FOTO: MARIYADI

oleh Mariyadi

mabmonline.org, Pontianak—Tidak lama lagi, Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) akan dilaksanakan. Agar maksimal, panitia SNMPT Universitas Tanjungpura (Untan) melakukan sosialisasi pada guru-guru dan beberapa elemen lainnya di Gedung Auditorium Untan, Kamis (4/2/16).

“Kita harus melaksanakan seleksi secara berkeadilan, transparan, dan objektif,” ungkap Aswandi, Wakil Rektor I Untan saat memberi kata sambutan.

Aswandi mengatakan, seleksi yang dilaksanakan haruslah benar-benar tepat. Mahasiswa yang terpilih (terutama program bidikmisi) benar-benar diserahkan kepada calon mahasiswa yang berhak atau yang benar-benar membutuhkan bantuan untuk biaya studinya.

“Alhamdulillah, selama ini, seleksi penerimaan mahasiswa semakin baik,” tambah Aswandi.

Kata Aswandi, beberapa tahun lalu, mereka kerap didatangi orang-orang tua yang ingin memasukkan anaknya dengan cara tidak baik. Dan mereka bisa mengatasi hal tersebut karena sistem penerimaan yang diterapkan oleh menteri semakin baik. Jadi, hal-hal tersebut bisa dihindari. Ia juga mengatakan bahwa penerimaan mahasiswa di Untan sempat dipuji oleh menteri pendidikan periode lalu karena memang tepat sasaran.

“Kami dari pihak sekolah telah mencoba untuk mengirim. Dan kita ikuti segala petunjuk pengiriman yang telah ada,” ungkap Syarifudin, Kepala Sekolah SMAN 2 Seponti, Kayong Utara.

Menurut Syarifudin, Pihaknya telah menseleksi benar siswa-siswa yang pernah mereka ikutkan dalam dua jalur penerimaan yakni SBMPTN dan bidikmisi. Mereka juga telah sangat teliti dalam proses pengiriman Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS).

“Tahun lalu, dari SMAN 2 Seponti ada memasukkan 18 orang untuk bidikmisi namun tidak lulus,” tambah Syarifudin.

Menurut Syarifudin, tahun lalu mereka mengirim 18 orang. PDSS yang dikirim memang benar-benar data asli tanpa ada sedikit pun tambahan. Namun, semua siswa tersebut tidak lulus Seleksi di Comdev Untan.

“Tahun ini data pasti kita akan coba masukkan 12 orang. Harapan bisa lulus semua 12 orang karena memang telah mengikuti syarat-syarat yang diminta,” pungkas Syarifudin.

 

 

Hasil Diskusi Terbatas Tentang Gafatar, Transmigrasi dan Perda Masyarakat Adat Kalbar

diskusi terbatas umat Islam Kalbar

Mencermati pemberitaan yang berkembang akhir-akhir ini di media massa baik di televisi, radio, Koran, tabloid maupun di media social (medsos) mengenai Gerakan Fajar Nusantara (GAFATAR), wacana transmigrasi nasional oleh Pemerintah dan Usul Perda Masyarakat Adat, nyata telah menimbulkan kontroversi di tengah masyarakat dengan munculnya beragam tanggapan, komentar bahkan penolakan dari kelompok-kelompok  masyarakat. Komentar dan tanggapan tersebut diwarnai oleh berbagai kepentingan diantaranya politik, ekonomi, etnik dan agama bahkan disertai klaim kepemilikan dan penguasaan wilayah oleh etnik tertentu.

Sadar atau tidak, jika reaksi tersebut dibiarkan terus mengalir tak terkendali dan secara tidak bertanggung jawab sungguh akan sangat mungkin mengarah pada tindakan-tindakan disintegrasi yang akan memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa, dan mencabik-cabik keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang kita cintai.

Bertempat di Rumah Melayu, Kamis (04/02), diskusi terbatas para tokoh, cendikia, pimpinan ormas Islam dan pimpinan paguyuban Kalbar menghasilkan beberapa pokok pikiran terutama kepada Pemerintah (Pusat) sebagai penerima mandat dan kedaulatan rakyat yang harus tetap berdiri tegak mengayomi semua lapisan masyarakatnya sebagai berikut:

1.    Bahwa antara kasus GAFATAR dan wacana transmigrasi adalah dua hal yang berbeda, karena akan sangat bijak membicarakan dua hal tersebut secara terpisah, berbeda dan tidak dalam momen bersamaan agar tidak menimbulkan fitnah (spekulasi-dugaan) bahwa keberadaan dan peristiwa yang berkaitan dengan GAFATAR adalah dalam satu skenario besar (grand design) oleh kelompok tertentu untuk kepentingan tertentu;

2.    Untuk penyelesaian masalah GAFATAR kami sarankan sebagai berikut:

a.    Jika anggota/ penganutnya mengakui GAFATAR sebagai suatu agama tersendiri (bukan dari salah satu agama yang ada) di Negara ini, maka GAFATAR harus memenuhi ketentuan suatu ajaran yang dapat diakui sebagai agama yang berlaku di Negara ini;

b.    Jika anggota/ penganutnya mengakui GAFATAR bukan sebagai agama melainkan sebagai suatu gerakan dari salah satu agama yang ada, sementara pemahaman dan praktek keberagamaannya tidak sesuai ajaran pokok (Berbeda Kitab sucinya, aqidah dan ibadahnya) dengan ajaran agama tertentu yang dimaksud, maka sudah cukup dasar untuk menyatakan bahwa pimpinan dan pengikut/ anggota GAFATAR telah melakukan perbuatan PENISTAAN, PENODAAN dan PELECEHAN AGAMA dimaksud. Dalam konteks ini, kami meminta kepada Pemerintah dan mendesak agar mereka ditindak secara tegas sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku;

c.    Bagi eks anggota GAFATAR yang sebelumnya adalah muslim, sebaiknya dilakukan upaya pembinaan yang intensif terutama oleh MUI dan Lembaga Dakwah agar dapat membawa mereka pada ajaran Islam yang benar.

3.    Agar masalah GAFATAR atau yang serupa tidak terulang terus menerus, maka kami mendesak terutama MUI untuk melakukan identifikasi terhadap faham dan aliran agama yang terindikasi sesat, melakukan langkah-langkah antisipasi dan pembinaan yang intensif terhadap penganutnya;

4.    Upaya transmigrasi adalah fakta sejarah yang sudah berlangsung sejak lama ada di tanah air. Diakui ataupun tidak sesungguhnya telah memberikan perubahan kehidupan, baik bagi para transmigran maupun pada masyarakat tempatan yang tentu dengan segala dinamikanya.  Adalah hak setiap warga Negara untuk tinggal dan berpenghidupan di seluruh wilayah NKRI sepanjang tidak merampas hak-hak warga Negara yang lain dan tidak melanggar ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Karenanya wacana transmigrasi yang akan dilakukan Pemerintah apapun namanya patut untuk diapresiasi jika dengan tujuan mulia untuk meningkatkan kesejahteraan dan penghidupan yang lebih baik bagi rakyatnya.

Namun demikian Pemerintah harus benar-benar mengkaji secara bijak langkah-langkah yang akan ditempuh agar tidak menimbulkan mudharat, baik bagi para transmigran maupun masyarakat tempatan dengan belajar dari pengalaman pola-pola transimigrasi yang telah lalu.

Transmigrasi harus dikembalikan pada tujuannya untuk pemerataan penyebaran jumlah penduduk, memperkuat ketahanan Negara dan  peningkatan kesejahteraan/  penghidupan rakyat yang lebih baik, agar para transmigran tidak dijadikan sebagai komoditi dan  bukan untuk kepentingan misi politik, agama atau penguatan etnis tertentu;

5.    Atas usul Perda Masyarakat Adat yang telah diusulkan oleh kelompok masyarakat tertentu ke DPRD Provinsi Kalimantan Barat dengan ini kami sampaikan hal-hal sebagai berikut:

a.    Bahwa usul Perda Masyarakat Adat yang diusulkan semestinya tidak dapat dilanjutkan untuk dibahas sebagai Perda karena tidak memiliki payung hukum yang kuat;

b.    Draft Perda Masyarakat Adat yang diusulkan sesungguhnya memuat banyak hal yang mengandung diskriminasi terhadap adat etnik lainnya  dan memberikan penguatan terhadap  etnik tertentu;

c.    Perda Masyarakat Adat yang diusulkan sekalipun tidak secara ekplisit menyebutkan mengarah pada adat etnik tertentu akan menjadi pemicu munculnya Perda Masyarakat Adat versi berbagai etnik di tanah air;

d.    Kuatnya hukum adat dalam Perda Masyarakat Adat pada akhirnya akan melemahkan tata hukum nasional, yang pada gilirannya akan mengarah pada penciptaan situasi hukum Negara dikalahkan oleh hukum Adat yang dilindungi oleh Perda. Dampaknya adalah akan terjadi kegamangan hukum di daerah jika terjadi satu peristiwa hukum tetapi memiliki dasar hukum ganda. Penegak hukum tidak memegang kepastian hukum, dan akan  berdampak pada konflik hukum antar warga;

e.    Situasi terburuk dari kehadiran Perda Masyarakat adat adalah memberikan penguatan terhadap hukum adat tertentu dan secara tersirat sesungguhnya menggugat hukum Negara dan menyatakan secara terselubung bahwa Negara tidak mampu hadir menegakkan hukum. Situasi ini akan menggiring pada keadaan Negara menjadi chaos atau setidaknya NKRI terancam dis-integrasi.

Demikian pokok-pokok pikiran dari hasil diskusi terbatas yang kami lakukan, semoga bermanfaat untuk kebaikan Kalimantan Barat khususnya, dan Indonesia ke depan.

MABM Mengadakan Halal Bi Halal Bersama Ormas Islam dan Paguyuban

Oleh Asmirizani

MABM mengadakan halal bi halal yang bertema memperkokoh ukhuwah islamiyah (9/8) di Rumah Adat Melayu Kalbar. Acara yang dimulai pukul 09.00 hingga 11.50 itu berlangsung meriah. Pengisian acara melibatkan beberapa ormas dan paguyuban yang ada di Pontianak. Penampilan beragam hiburan yang berunsur Islam.

“Acara ini diadakan untuk memperkokoh ukhuwah islamiyah umat islam Kalimantan Barat. Umat Islam harus saling mempererat kerja sama dengan ormas-ormas Islam dan paguyuban di Kalimantan Barat sehingga tercipta tali silaturahim yang kuat,” ujar Chairil Effendy.

Acara halal bi halal tersebut diselingi dengan beberapa hiburan, termasuk hiburan kesenian Melayu, seperti tari-tarian Melayu dan tundang. Seni Melayu patut dijaga supaya tetap ada, seperti yang diungkapkan Wali Kota Pontianak, Sutarmidji, “Seni kreativitas Melayu perlu dikembangkan sehingga seni melayu tak hilang ditelan zaman. Seperti halnya seni tundang yang kita saksikan tersebut dapat berfungsi menyampaikan pesan kepada penonton. Saya mengajak warga pontianak membangun kota pontianak menjadi maju dan diperhitungkan secara nasional,” lanjut Sutarmidji.

Halal bi halal yang berlangsung di rumah adat Melayu Kalimantan Barat ini melibatkan beberapa ormas Islam dan paguyuban. Adapun ormas islam dan paguyuban yang terlibat, yaitu FUI, Muhammadiyah, FPI, DDII, DMI, BKMT, PKB, PII, BKPRMI, IKADI, PITI, Hizbuttahrir, IKBM, KKSS, Kerukunan bubuhan banjar, pemuda muhammadiyah, datok panglima laskar pemuda melayu, keluarga besar keraton kaqadariah, wanita islam, sajadah fajar, HMI, Ar-Rabitah Al-Alawiyah, Forum Pondok Pesantren Kalbar, Muasholat Baina Ulama Al-Muslimin, Lembaga Majlis Ta’lim Mualaf, Ikatan Alumni Dalwa Al Hasani, Forum pecinta Bulan Ramadhan, NU dan kerukunan keluarga Sunda, MABM.

Tari Jepin Sengarong Dari Masa Ke Masa

Oleh Abang Yuda Saputra

Tari Jepin Sengarong
Tari Jepin Sengarong

Mabmonline.org, Sanggau — Lantunan khas alat musik gambus dan hentakkan kaki penari mewarnai malam yang berembun setelah turun hujan. Sang pelatih sekaligus pemain musik alat musik gambus menggeleng-gelengkan kepalanya serambi memetik gambus yang khas dengan musik Melayu. Abang Saka(63) bersama pemain musik lainnya seakan berlomba-lomba melantunkan alat musik mereka masing-masing. Ada yang bermain rebana, bermain kecrek, ada yang bermain jimbe, dan tentunya ada penyanyi yang melantunkan syair-syair yang bernuansa islami.

Tarian Jepin Senggarong merupakan pengaruh dari kebudayaan awal. Namun, tidak ada yang tahu kapan tepatnya tari ini masuk ke Kabupaten Sanggau. Diperkirakan Jepin Senggarong mulai dikenal pada tahun 1798 pada saat masa pemerintahan Gusti Muhamad Tahir I. Di sebut Jepin Sengarong karena gerakan tarian ini menggambarkan seseorang yang sedang berlayar mengarungi samudra. Gerakan tarian ini menggambarkan orang yang sedang mengayuh sampan dan meliuk-liuk seperti gelombang air.
“Mengapa disebut tari Sengarong? Karena memang tariannya seperti orang yang sedang mendayung sambil meliuk-liuk seperti ombak di sungai. Bahasa Indonesianya Senggarong, karena kita sesuaikan dengan bahasa Sanggau, jadilah Sengarong,” ujar Abang Saka (63)
Pada tahun 1970 tari Jepin mulai berkembang di Kabupaten Sanggau. Ade Ibrahim dan Saleh yang mengajarkan tari JepinSengarong ini. Hal inilah yang membuat tarian ini terkenal di Kabupaten Sanggau. Beliau mengajarkan tarianjepin tersebut dari Desa Kantu hingga desa-desa yang lain. Pada tahun 1972 Ade Ibrahim mengajarkan Jepin ini ke Desa Sami. Abang Saka merupakan murid dari Ade Ibrahim yang mempelajari tari Jepin Sengarong pada masa itu.

Pada tahun 1970 hingga 1980an merupakan masa kejayaan tari Jepin Sengarong di Kabupaten Sanggau. Karena pada saat itu banyak berdiri sanggar-sanggar etnis. Satu di antaranya adalah Sanggar Ratu Ayu yang didirikan oleh Ade Ibrahim. Sanggar ini terletak di Desa Kantu tepatnya di rumah Ade Ibrahim yang tidak jauh dari Keraton Surya Negara Kabupaten Sanggau. Pada masa itu Sanggar Ratu Ayu sering diminta untuk pertunjukkan pada acara keraton ataupun acara pernikahan.
Tari jepin pada masa itu merupakan tari pergaulan antara muda-mudi sebagai tari hiburan pada saat resepsi pernikahan ataupun acara besar lainnya. Satu di antara kesuksesan yang dialami seniman tarian ini adalah mendapatkan pujian dari Satarudin Ramli seorang seniman Pontianak yang pada waktu itu Sanggar Ratu Ayu menampilkan tarian Jepin Sengarong di Pontianak.
“Dulu yang memperkenalkan tarian ini adalah Ade Ibrahim. Beliau merupakan guru saya. Waktu itu tahun 72 saya masih tinggal di Sami. Pas pindah ke Sanggau, beliau buat sanggar, namanya Sanggar Ratu Ayu. Saya diajak masuk sanggar oleh beliau,” tambahnya.

Perkembangan yang semakin modern membuat tari tradisional mulai menghilang. Sanggar-sanggar tradisional sudah mulai tidak terdengar lagi namanya. Begitu pula yang terjadi pada Sanggar Ratu Ayu yang dipimpin oleh Ade Ibrahim. Pada tahun 2000-an seni tari tradisional mulai mengalami kemunduran. Hal ini tampak tidak adanya penampilan tari tradisional pada acara-acara besar karena kemunculan tari kreasi. Selain itu adanya pengaruh budaya asing menambah kurangnya minat masyarakat Sanggau akan tari tradisional.

Pada tahun 2004 Abang Saka pindah ke Desa Sungai Bungkok. Pada tahun 2007 beliau memilih bergabung bersama Sanggar Nurul Huda yang ada di Desa Sungai Bungkok. Di sanggar tersebut awalnya hanya ada kesenian hadrah. Atas perintah dari ketua sanggar, Abang Saka diminta untuk melatih Jepin Sengarong ini. Akhirnya Abang Saka yang bergabung di sanggar ini mengajarkan remaja-remaja yang bergabung dengan sanggar ini untuk menjadi pelatih tari Jepin Sengarong.

Latihan zapin ini dilakukan seminggu sekali di Sanggar Seni Melayu Nurul Huda Kabupaten Sanggau (tepatnya di Desa Sungai Bungkok kelurahan Tanjung Kapuas Kecamatan). Selain sebagai penyalur hobi serta untuk latihan pementasan, tari Jepin Sengarong ini juga sebagai sarana untuk melestarikan budaya lokal.Usia yang sudah tidak muda lagi tidak menyurutkan semangat bapak 3 orang anak ini. Tidak heran memang, karena Abang Saka inilah yang memperkenalkan Jepin Sengarong ini di Sanggar Nurul Huda sejak 2007 hingga sekarang.
“Sudah lama memang saya menjadi pelatih di sini (Sanggar Nurul Huda), sejak 2007 dulu, waktu saya pindah ke Sungai Bungkok ini. Saya langsung disuruh melatih jepin sama ketua sanggar,” ujarnya.

Abang Saka selaku pelatih dan pemusik yang ada di Sanggar Nurul Huda ini tidak mendapat bayaran sepeser pun. Begitu pun dengan pelatih dan pemusik yang lainnya. Hobi dan tekad untuk melestarikan budayalah yang membuat Abang Saka tetap bertahan dan dengan sukarela mengajarkan tari jepin kepada remaja-remaja yang tergabung di Sangar Nurul Huda ini. Uang yang didapat hanya pada saat pementasan saja. Namun bagi Abang Saka menjadi pelatih bukanlah untuk mencari uang, melainkan untuk berbagi pengalaman dan melestarikan budaya tradisional agar tidak hanya menjadi sejarah saja.
“Saya tidak dibayar di sini. Saya juga memang tidak minta bayaran. Saya hanya menyalurkan hobi serta melestarikan budaya tradisional yang sudah ada. selain itu kan kita juga berbagi pengalaman. Tiap tahun kita sering mentas di luar Sanggau, biasanya acara FSBMKB dan FBBK. Dari situlah kita berbagi pengalaman dengan yang muda-muda ini,” tambahnya.

Musda II MABM Kabupaten Kayong Utara

Oleh Gusti Iwan

MABMonline.org, Sukadana — Hari ini, Jum’at (6/3), dijadwalkan akan dibuka secara resmi Musyawarah Daerah II MABM Kabupaten Kayong Utara. Bertempat di hotel Mahkota Kayong Sukadana, acara akan dibuka oleh H. Ivan Masyad, Ketua MABM Kalimantan Barat.

Undangan yang turut hadir antara lain anggota DPR RI Sy. Abdullah Alkadri, Muspida Kabupaten Kayong Utara,  Wakil Bupati Kayong Utara, Pimpinan DPRD, dan tokoh masyarakat Kayong Utara. Hadir juga dalam Musda II MABM Kabupaten Kayong Utara peserta dan anggota MABM dari kecamatan-kecamatan di Kabupaten Kayong Utara.

Selain musyawarah daerah, acara juga dirangkai dengan pemilihan Ketua MABM Kabupaten Kayong Utara untuk periode berikutnya, dan rangkaian Seminar Daerah dengan tema Masyarakat Melayu dan Kemaritiman di Kabupaten Kayong Utara yang akan dilaksanakan esok hari.

 

Ketum MABM: FSBM X Paling Besar, Sukses, dan Tak Tertandingi

Antusiasme masyarakat Kapuas Hulu saat penutupan FSBM X (foto: Sabhan)
Antusiasme masyarakat Kapuas Hulu saat penutupan FSBM X (foto: Sabhan)

oleh Sabhan Rasyid

MABMonline.org, Putussibau–Pelaksanaan FSBM X Kapuas Hulu resmi ditutup di GOR Uncak Kapuas, Selasa (23/12).

Serangkaian acara yang dilangsungkan menyita perhatian masyarakat Putussibau dan para kontingen. Kemeriahan pelaksanaan FSBM X ini membuat Ketua Umum MABMKB memberikan pujian kepada MABM Kapuas Hulu dan seluruh masyarakat Kapuas Hulu. “Setelah 9 kali FSBM, inilah festival paling spektakuler, paling besar, paling sukses, dan tak tertandingi,” papar Chairil.

Kesuksesan FSBM X Kapuas Hulu ditandai dengan lancarnya pelaksanaan seluruh tangkai lomba yang telah direncakan. Selain itu, kondisi GOR Uncak Kapuas yang menjadi arena utama FSBM selalu penuh setiap malam oleh masyarakat Kapuas Hulu.

Pelayanan yang luas biasa dari seluruh panitia, masyakarat, dan jajaran Pemerintahan Kapuas Hulu juga menjadi kesan tersendiri bagi Ketua Umum MABMKB. Chairil sangat kagum terhadap panitia dan masyarakat Putussibau. Pelayanan transportasi, kesehatan, makan, dan hiburan yang disediakan sangat dipersiapkan denga baik oleh panitia dan masyarakat Kapuas Hulu. “Mereka menyiapkan rumah, makanan, dan berbondong-bondong memeriahkan FSBM X”,” puji pria penggemar tenis ini.

Kesan spektakuler dari FSBM X Kapuas Hulu juga ditandai dengan hadirnya ribuan masyarakat Kapuas Hulu di GOR Uncak Kapuas sejak pembukaan sampai penutupan FSBM. Aksi pertunjukan kembang api yang sangat meriah menandai  pungkasnya perhelatan FSBM di tahun 2014 ini. Sampai jumpa di tahun 2016, Insya Allah FSBM di kota…