Menemukan Jati Diri sebagai Orang Melayu

Majelis Adat Budaya Melayu Kalimantan Barat (MABMKB) menjadi ikon masyarakat Melayu yang ada di Kalbar. Dalam catatan sejarah, budaya Melayu telah menorehkan perubahan dan catatan besar terhadap perkembangan Kalimantan, seiring dengan maraknya kerajaan-kerajaan Melayu sepanjang perairan di pulau Kalimantan.

Tidak bisa dipungkiri kebudayaan orang Kalimantan menjadi lebih maju dari sebelumnya, tentunya dengan misi dakwah Islam yang rahmatan lil’alamin. Terbukti hampir semua daerah kabupaten baru di Kalbar adalah bekas wilayah kerajaan Melayu, seperti Kabupaten Landak, Kabupaten Sanggau, Kabupaten Putusibau, Kabupaten Sintang, Mempawah, Sambas, Melawi, dsb.

Catatan ini penting untuk mengingat kembali betapa perjuangan leluhur adalah perjuangan yang luar biasa: Mengubah masyarakat Jahiliah menjadi masyarakat yang tunduk dengan syariat”.

Dalam perjalanan kekinian, justru masyarakat Melayu mengalami kemunduran dalam budaya dan politik, sosial, politik, ekonomi dan budaya.

Apa yg melatarbelakangi kemunduran ini? Mestinya masyarakat Melayu bisa mencerna dan mengevaluasi dengan baik perjalanan mundur ini.

Sejauh saya memandang, masyarakat Melayu Kalbar tidak pernah mencoba untuk kembali bersemangat dalam memegang teguh syariat Islam, syariat yang pernah mengantarkan kejayaan kekuasaan politik di seluruh Kalimantan.

Jangankan syariat, budaya dan seni melayu tidak berkembang di bumi Khatulistiwa ini, semua terasa monoton menjadi follower seni melayu dari perairan Riau. Melayu Kalbar belum menemukan jati diri yang sesungguhnya.

Kehadiran budaya, terbentuk dari pemahaman yang kuat terhadap apa yang dipegangnya termasuk keyakinannya untuk berislam dengan kaffah. Alhamdulilah saya masih melihat budaya masyarakat Sambas yang sangat beda dengan Melayu di tempat lain.

Yang menjadi poin kebangkitan masyarakat melayu adalah harga emas yang harus dicapai dengan berupaya mewujudkan masyarakat yang islami, masyarakat dengan cita2 tinggi menerapkan syariat islam. Karena islam tidak sebatas pada NTCR (Nikah, Talak, Cerai, Rujuk). tetapi islam adalah bagian dalam setiap tarikan nafas, dan terimplementasikan kedalam hukum kehidupan.

MABM, Majelis Adat Budaya Melayu menjadi belum lengkap rasanya tanpa menyertakan atribut “Syariah” di dalamnya. Maka untuk menjadi bahan diskusi, MABM akan gagah tatkala mampu mengenalkan syariat Islam kepada masyarakat.

Choirul Anam
Perantau dari seberang

Semarak Hari Raya Idul Fitri di Facebook

Hampir seminggu hari raya idul fitri berlalu. Namun bagi warga Pontianak, masih ada waktu 3 minggu lagi untuk merayakannya. Unik memang. Tak seperti daerah lainnya yang menganggap idul fitri berakhir seiring fenomena arus balik dimulai.

Menarik bila kita mengamati semarak idul fitri lewat sosial media, terutama Facebook. Kali ini, dengan fitur search Facebook, kami menelusuri dinamika idul fitri di Kalimantan Barat, terutama di Pontianak. Berikut penampakannya:

1. Film Pendek Idul Fitri
Semakin bergairahnya dunia perfilman, tak ayal menyebabkan munculnya sineas lokal yang potensial. Menyambut momen idul fitri, sineas lokal tak luput memamerkan karyanya lewat Youtube:

2. Meriam Karbit
Perayaan idul fitri di Pontianak selalu diwarnai dengan dentuman meriam karbit. Ratusan meriam karbit berjejer di pinggir Sungai Kapuas. Wakil Walikota Edi Kamtono pun turut menjadi bagian dalam kemeriahan tersebut.

wawako pontianak edi kamtono

3. Jualan Kue
Sebulan penuh perayaan idul fitri di Pontianak, so pasti makin meriah dengan ditemani kue khas raye, baik kering maupun basah. Para penjual kue bertaburan menjajakan dagangannya di berbagai grup Facebook.

kue lebaran

4. Ucapan Maaf
Yang tak pernah hilang di hari raya lebaran adalah ucap maaf. Kalau dulu lewat kartu, sekarang jaman telah berganti. Dengan sekali pencet, ucapan maaf menyebar ke seluruh kontak, yang ada di hp atau pertemanan Facebook.

ucapan maaf idul fitri

Masih beraneka rupa lagi bentuk antusiasme warga menyemarakkan hari raya Idul Fitri. Anda ada tambahan lainnya?

Jembatan Tayan, Primadona Wisata Anyar Kalimantan Barat

Oleh Okta Herningsih

selfie di jembatan TayanSejak dibangunnya Jembatan Tayan yang berada di Desa Pulau Tayan, lokasi tersebut berubah menjadi primadona wisata bagi warga setempat. Jembatan ini hampir setiap sore hari menjadi pusat keramaian, terutama di akhir pekan.

Beberapa waktu lalu saat liburan akhir tahun, saya dan teman-teman mudik ke Kecamatan Tayan Hilir dan mengunjungi jembatan yang kini tengah menjadi primadona masyarakat Kalimantan Barat, ikon yang menjadi kebanggaan bagi kami sebagai warga setempat. “Kita patut bangga sebagai warga asli Tayan memiliki ikon yang menjadi primadona masyarakat Kalimantan Barat yang megah nan cantik, selain itu perekonomian masyarakat setempat juga meningkat,” ujar Mila, salah satu pengunjung Jembatan Kapuas Tayan.

Sabtu sore kami berjalan-jalan menelusuri jembatan Tayan untuk sekedar menghabiskan waktu luang dan bersantai. Tak hanya berkunjung biasa, kami menyempatkan diri untuk berselfie-ria dengan latar Jembatan Tayan. Berbagai macam gaya kami ekspresikan di tengah keramaian.

Matahari terbenam adalah saat yang kami tunggu demi melihat pemandangan sunset dari atas jembatan yang tiada duanya. Sungguh indah ciptaan Tuhan membuat kami lupa akan waktu, awanpun berubah kelabu dan semakin gelap, waktunya kami untuk pulang ke rumah.

Masih belum puas, keesokan paginya kami kembali mengunjungi Jembatan Tayan untuk jogging, tak hanya berolahraga kami menyempatkan diri untuk bermain skateboard dan berfoto. Di pagi minggu Jembatan Tayan merupakan tempat pilihan warga setempat untuk berolahraga sambil menikmati keindahan jembatan dan mengabadikan momen bersama sahabat maupun keluarga.

Puncaknya, saat malam akhir tahun 2015, jembatan Tayan dipenuhi oleh warga setempat maupun luar Tayan untuk menyambut tahun baru bersama keluarga dan teman-teman, keindahan jembatan tampak dari berbagai sisi, dihiasi dengan lampu-lampu indah pada malam hari, dilengkapi dengan lampion yang diterbangkan serta kembang api yang tampak indah tepat di atas jembatan, tak mau kalah selesai makan-makan di rumah bersama keluarga dan teman-teman, kami segera meluncur menuju Jembatan Tayan untuk menyaksikan momen itu, betapa indahnya malam itu tepat pukul 00.00 WIB Jembatan Kapuas Tayan memancarkan pesonanya dengan lampu-lampu nan indah, lampion dan kembang api yang memberikan warna di awan gelap, membuat semua mata tertuju pada keindahan itu.

Tak bisa dipungkiri lagi jembatan terpanjang di Kalimantan ini memang memiliki daya tarik di kalangan masyarakat. Terbukti sejak beberapa bulan terakhir ribuan masyarakat yang berkunjung ke tempat itu. Jembatan Tayan yang kini menjadi ikon masyarakat Kalimantan Barat memang sudah lama dinantikan, jadi wajar jika masyarakat mengungkapkan kegembiraannya dengan cara mengunjunginya langsung meskipun harus menempuh perjalanan cukup jauh. Setidaknya bagi masyarakat luar Tayan mereka memiliki kenang-kenangan pernah mengunjungi jembatan tersebut secara langsung bukan hanya melihat gambar atau dengar cerita saja.

Jembatan Tayan adalah jembatan yang melintang di atas Sungai Kapuas, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat.  Jembatan Tayan terbagi dalam dua bentangan. Bentangan pertama jembatan dari arah Kota Tayan menuju Pulau Tayan. Sedangkan bentangan kedua adalah jembatan dari arah Pulau Tayan menuju Desa Piasak.

Jembatan ini menjadi bagian dari Jalan Trans Kalimantan yang menghubungkan Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Jembatan ini merupakan jembatan terpanjang di Kalimantan dan terpanjang kedua di Indonesia setelah jembatan Suramadu di Provinsi Jawa Timur.

Pesona Jembatan Kapuas Tayan ternyata tidak hanya menarik perhatian warga setempat, masyarakat luar Tayan juga terpikat dengan kecantikan jembatan yang memiliki panjang mencapai 1.440 meter.

Jadi, bagi anda yang belum pernah menikmati keindahan itu, pergilah ke Jembatan Kapuas Tayan untuk memanjakan mata melihat pesona jembatan sekaligus refreshing. Tidak hanya melihat keindahan dari atas jembatan, anda juga dapat mencarter speedboat yang berada di bawah jembatan dengan tarif 20 ribu/orang untuk mengelilingi Desa Pulau Tayan melihat keindahan jembatan dari sungai kapuas, selain itu anda juga dapat beristirahat di warung-warung bagian bawah jembatan sebelah kanan untuk minum maupun makan sekaligus menikmati pemandangan dari tepian sungai Kapuas.

Sigondah: Meriam Dahsyat Peninggalan Kerajaan Mempawah

Oleh Kinanti Wulandari

Hijau dan damai, kata yang dapat mewakili suasana di tempat ini. Suara burung-burung dan tawa canda masyarakat menjadi nyanyian paling indah di sini. Tempat ini dikenal dengan nama Keraton Amantubillah, Mempawah. Ini merupakan tempat beristirahatnya sang prajurit sejati. Sang parajurit yang memiliki segudang cerita. Sang prajurit yang menjadi tokoh dan saksi bisu. Meriam sigondah. Kecil dan gagah, namun sangat terkenal pada zamannya. Meriam sigondah termasuk dalam golongan rantaka atau meriam kecil. Sigondah ditemukan di kapal raja. Meriam sigondah merupakan kepunyaan Opu Daeng Manambon, bergelar Pangeran Mas Surya Negara. Di pulau Siantan, meriam sigondah amat berjasa dalam upaya menumpas perompak di sungai maupun laut. Bahkan ketika pergi ke negeri Kamboja, sigondah pun tak ketinggalan menambah keseganan para pelaut dan perahu negeri itu. “Meriam Sigondah selain terkenal dengan kemampuan perangnya, juga terkenal dengan cerita kengkerannya.” Ungkap Ibu Rugayah (80), yang merupakan menantu kerajaan Mempawah pada Jumat, 15 April 2016.

sigondah-mempawah
Menurut menantu kerajaan yang berdarah Sunda ini, meriam merupakan bagian dari perjalanan panjang Mempawah untuk mengusir penjajah. Perjuangan melawan penjajah terjadi di seluruh wilayah Indonesia. Termasuk Kalimantan Barat. Kerajaan-kerajaan di Kalimantan Barat melawan penjajah dengan segala cara. Satu di antara kerajaan yang terdapat di Kalimantan Barat yaitu kerajaan Mempawah. Senjata utama pada masa itu adalah meriam. Satu di antara peninggalan yang berupa meriam tersebut adalah meriam Sigondah.

Sigondah merupakan meriam kecil yang biasa ditempatkan di kapal raja. Pemberian nama Sigondah mempunyai arti perasaan yang seram dan gundah. Nama tersebut berasal dari sebutan masyarakat karena kedahsyatannya dengan suara gemanya yang menimbulkan perasaan seram dan gundah. “Sigondah ini terbuat dari besi kuning dan tembaga,” terang beliau sembari mengelus tubuh meriam tersebut. Sigondah merupakan kepunyaan Opu Daeng Manambon bergelar Pangeran Mas Surya Negara.

Di pulau Siantan, meriam Sigondah amat berjasa dalam upaya menumpas perompak di sungai maupun laut. Sigondah terpasang di atas perahu milik Opu Daeng Manambon. Bahkan ketika pergi ke negeri Kamboja, Sigondah pun tak ketinggalan menambah keseganan para pelaut dan perahu negeri itu. Selain kemampuan perangnya yang tidak dapat diragukan lagi, Sigondah yang menjadi kebanggan masyarakat ini juga terkenal dengan cerita keangkerannya. Cerita keangkeran meriam sigondah ini dialami oleh para penjajah yang berusaha merebut dan menghancurkan meriam, ungkapnya dengan suara parau yang menggambarkan usianya tak lagi muda.
Ketika sigondah direbut oleh serdadu kompeni Belanda. Sigondah dibakar selama berhari-hari dengan kobaran api yang sangat besar. Sigondah membuktikan keampuhannya. Sigondah tidak berubah warna menjadi memerah seperti logam-logam yang dibakar pada umumnya. Kompeni Belanda pun takut dan takjub. Akhirnya sigondah dikembalikan ke Istana Amantubillah.

Tidak hanya itu. Sigondah tidak berakhir pada masa penjajahan Belanda. Akan tetapi juga pada zaman penjajahan Jepang. Sigondah diambil paksa oleh polisi Jepang untuk diamankan. “Ketika sigondah disimpan di dalam satu kamar penjara Mempawah, sigondah tiba-tiba meledak dengan sendirinya,” ujar Bu Rugayah dengan penuh semangat bercerita seolah menghapus semua kerutan di wajahnya. Keangkeran sigondah yang meledak tanpa sebab tersebut membuat polisi Jepang sangat ketakutan. Sigondah pun dikembalikan ke Istana Amantubillah.

Kisah-kisah kekuatan dan keangkeran meriam sigondah dari zaman dahulu tersebut, menjadikan meriam sigondah satu di antara peninggalan sejarah yang berharga. Meriam kebanggaan masyarakat Mempawah ini, dirawat dengan baik hingga saat ini. Sigondah disimpan dan dijaga dengan baik dalam kamar khusus di Istana Amnatubillah, Mempawah. Sigondah menjadi kebanggaan kita bersama. “Maka dari itu mari kita sama-sama menjaga peninggalan sejarah yang tetap menjadi cerita indah bagi anak cucu kita kelak,” ungkap beliau sembari menepuk hangat bahuku dan mengakhiri kisahnya.

Sejarah Pal Sembilan

Oleh Ria Snaux

Pal sembilan adalah desa yang berada di Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Indonesia. Tidak banyak orang mengetahui sejarah berdirinya Desa Pal Sembilan. Menurut H. Burhani Baltan (73 tahun) pria kelahiran Desa Pal Sembilan, 1 April 1943 ini menjelaskan bahwa penduduk yang mula-mula mendiami kawasan Pal Sembilan adalah orang Bugis.

Kawasan ini dinamakan Pal Sembilan karena berkenaan dengan nomenklatur yang diberikan oleh Belanda sejak tahun 1928. Pal dalam bahasa Belanda berarti kilometer. Kawasan ini berada dalam jarak 9 kilometer dari Pontianak menuju ke kawasan Kakap. Oleh karena itu, kawasan ini disebut Pal Sembilan. Hal ini sebagaimana yang dijelaskan oleh H. Burhan Baltan tokoh masyarakat Pal Sembilan, “Jumlah kilometer keseluruhan Pal Sembilan 20 kilometer dari Pontianak ke Kakap. Untuk mengambil wilayah sebagai pusat pembatas, diambil 9 km dari Kakap dan 9 km dari Pontianak. Pertengahannya ini disebut Pal Sembilan.”

Menurut H. Burhani Baltan wilayah ini pada awalnya merupakan kawasan yang dipenuhi dengan semak belukar dan pohon-pohon yang menjulang tinggi. Adapun penduduk yang pertama kali mendiami Pal Sembilan adalah orang-orang dari Sulawesi Selatan yang bersuku Bugis. Mereka yang pertama kali melakukan penebangan hutan, mencangkul, membuat saluran air (paret kongsi dalam bahasa Melayu) secara gotong-royong. Saluran air ini tembus sampai ke parit yang lebih besar yang disebut Parit Kongsi. Parit ini merupakan jalur air dari Kakap dan Pontianak. Bahkan, daerah Pal Sembilan terdapat Paret Wak Haruna dan Paret Wak Gattak yang juga dibuat oleh orang dari Sulawesi Selatan yang mula-mula membuka kawasan Pal Sembilan.

Pal Sembilan kemudian berkembang menjadi desa yang ramai ditempati penduduk. Masyarakat Pal Sembilan pun membentuk desa baru berdasarkan anggota masyarakat yang berdiam di sana. Selanjutnya, mereka menjadikan bercocok tanam sebagai mata pencarian kehidupan sehari-hari. Dengan mimik serius H. Burhani Baltan melanjutkan cerita tentang Pal Sembilan. Ia pun mengenang aktivitas masyarakat Pal Sembilan dahulu yang menggunakan sampan (perahu kayu) sebagai alat transportasi. Hal ini dikarenakan jalan pada masa itu belum ada untuk menghubungkan satu wilayah ke wilayah lainnya.

Beberapa puluh tahun kemudian baru berdatangan orang-orang yang mencari kerja untuk tinggal di wilayah ini. Ada orang Dayak, Madura, Sambas, Jawa, Cina, dan Arab. Beragamnya suku yang mendiami wilayah Pal Sembilan ini membuat banyak generasi penerusnya terlahir dari masyarakat multietnik. Menurut H. Burhani Baltan ada yang lahir dari pasangan suku yang sama di wilayah ini dan ada yang berlainan suku pula. Meskipun demikian, suku yang mendominasi wilayah ini adalah suku Bugis dan Melayu. Lebih lanjut tokoh masyarakat Pal Sembilan ini mengungkapkan bahwa kehidupan di wilayah ini dipengaruhi agama mayoritas penduduknya, yaitu Islam. Tidak mengherankan banyak didirikan masjid di berbagai lokasi di sekitar kawasan Pal Sembilan.

pal sembilan
Sekarang, sudah banyak perubahan di wilayah ini. Bangunan semakin banyak. Kegiatan ekonomi semakin maju. Pekerjaan warganya beragam. Ada bertani atau bercocok tanam, berkebun, dan sebagainya. Pendidikan di wilayah ini juga semakin maju. Banyak dari warga Pal Sembilan lulusan dari perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta. Jumlah penduduknya pun semakin banyak. Menurut H. Burhani Baltan adat istiadat masih dijunjung tinggi. Unsur-unsur budaya yang ada pada awal berdirinya Pal Sembilan ini masih dapat dirasakan anak cucu. Ini terbukti dengan adanya “tolak bale” (adat membaca doa bersama) dan “penok-penok” yang dilakukan masyarakat Bugis Pal Sembilan.

Sertifikat Gratis, Upaya Mengenalkan Tugu Khatulistiwa Hingga ke Mancanegara

oleh Anggun Pertiwi

sertifikat_tugu-khatulistiwa
Kurang lengkap rasanya jika wisatawan yang sudah mampir ke kota Pontianak namun tidak menyambangi tugu Khatulistiwa. Bangga rasanya kala mendapat sertifikat sebagai bukti telah melintasi garis khatulistiwa. “Sertifikat gratis, tanpa dipungut biaya malah sudah ada tanda tangan Walikota Pontianak,” ujar Kasnawi, operator pelayanan sertifikat sedikit berpromosi.

Sudah sekitar tiga puluh tahun pemberian sertifikat pelintas khatulistiwa ini diberikan secara gratis. “Dulu sertifikat ini masih ditulis dengan mesin ketik, sekarang tidak perlu repot lagi dan takut salah menulis nama orang karena sudah menggunakan komputer,” ungkap Kasnawi saat ditemui Senin, 21 Maret 2016.

Sertifikat ini hanya diberikan untuk wisatawan dari luar kota Pontianak untuk memperkenalkan objek wisata Tugu Khatulistiwa kepada masyarakat dari luar Pontianak hingga mancanegara.

Piagam Perlintasan Khatulistiwa atau Certificate of Equator Crossing memuat nama pengunjung, dan waktu mengunjungi tugu khatulistiwa, dan pernyataan bahwa telah melintasi Khatulistiwa di kota Pontianak, dan tidak lupa juga terdapat tanda tangan dan cap asli dari Walikota Pontianak. Selain mendapatkan sertifikat gratis, wisatawan akan mendapatkan banyak informasi mengenai monumen yang bersejarah ini.

Garis ekuator atau yang biasa disebut dengan garis khatulistiwa adalah garis yang membagi bumi menjadi dua bagian yaitu belahan bumi utara dan belahan bumi selatan. Garis khatulistiwa juga merupakan poros rotasi bumi. Garis khatulistiwa hanya melintasi daratan atau wilayah perairan di 14 negara, satu di antaranya adalah kota Pontianak.

Pontianak adalah salah satu kota yang dilintasi oleh garis ekuator dan memiliki monumen yang kini menjadi objek wisata. “Sekitar 30 tahun sertifikat ini sudah diterapkan, sertifikat ini diberikan gratis untuk turis asing sebagai upaya memperkenalkan kota Pontianak ke mancanegara,” pungkas Kasnawi.

Bantu Korban Banjir, AMPS Galang Dana di Jalan

Oleh Mariyadi

mabmonline.org, Pontianak– 30-an mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Sesama (AMKS) melakukan aksi turun ke jalan untuk meminta sumbangan bagi korban banjir di Kabupaten Sambas. Aksi tersebut tersebar di beberapa perempatan lampu merah, salah satunya di perempatan bundaran Digulist Untan, Rabu (2/3). Kegiatan tersebut rencananya akan berlangsung selama 2 hari.

“Alhamdulillah, untuk hari pertama sudah terkumpul 5 juta lebih,” ungkap Riko, satu di antara mahasiswa yang ikut dalam penggalangan dana tersebut.

Riko mengatakan, jika dirasa cukup, dana yang terkumpul akan langsung disalurkan kepada korban banjir di Kabupaten Sambas. Tujuan utama bantuan yakni di kecamatan Sejangkung, desa Semanga.

Rudi yang juga peserta aksi mengatakan bahwa penggalangan dana bertujuan untuk membantu dan meringankan penderitaan masyarakat. Rudi juga berharap bukan hanya mahasiswa yang aktif namun pemerintah dan anggota dewan serta masyarakat juga harus lebih proaktif. 

“Masyarakat di sana tepatnya desa Semanga tidak dapat melakukan aktifitas, semoga dengan partisipasi aktif mahasiswa dapat meringankan beban yang masyarakat alami,” ujarnya.

Seperti yang diberitakan di beberapa media, Kabupaten Sambas khususnya di daerah Semanga Kecamatan Sejangkung sedang mengalami banjir yang parah. Semua aktivitas masyarakat lumpuh total. Bantuan dari berbagai pihak sangat dinantikan untuk meringankan beban.

Harga BBM Turun, Berikut Daftar Harganya…

oleh Mariyadi

mabmonline. org, Pontianak–Mulai hari ini (1 Maret 2016) pertamina kembali menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk RON 90 yakni Pertalite dan Ron 92 Pertamax. Pertamax diturunkan sebesar Rp 200 sedangkan pertalite di bawah Rp. 200.

Harga baru yang ditetapkan pertamina tersebut sebenarnya telah berlaku pada jam 00.00 malam tadi. Berikut harga baru yang ditetapkan oleh pertamina:

Bio Solar : 5650
Pertalite : 7500
Pertamax :‎ 7950
Pertamax Plus : 8850
Pertamina Dex : 8800‎

Sedangkan untuk bensin Premium, menurut Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral IGN Wiratmaja Puja, pemerintah akan menyesuaikan harganya pada 1 April mendatang. Kebijakan ini sesuai dengan ketetapan Menteri ESDM yang menetapkan harga BBM per 3 bulan. Terakhir, harga keekonomisan BBM ditetapkan 5 Januari 2016.

“Ini demi kestabilan dan ketersediaan BBM. Harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, distribusi, dan lainnya,” tutup IGN Wiratmaja, Rabu (3/2).

Mulai 1 Maret, Polda akan Adakan Operasi Simpatik di Kalbar

Oleh Mariyadi

mabmonline.org, Pontianak—Kepolisian daerah Kalimantan Barat (Kapolda Kalbar) akan menggelar operasi Simpatik untuk beberapa Wilayah di Kalbar termasuk juga di Pontianak. Operasi Tersebut akan berlangsung selama 21 hari yakni mulai dari 1 s.d 21 Maret Nanti.

Operasi tersebut dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Kalbar, AKBP, Arianto, melalui Kabag Binopsnal Ditlantas, AKBP, Gusti Maychandra kepada Indopos, Minggu, (28/2). Ia mengatakan, operasi simpatik ini akan dilaksanakan di 17 kawasan tertib lalu lintas yang ada di Kalbar, yakni di Pontianak, Mempawah, dan Singkawang, Sambas, Bengkayang, Sanggau, Sintang, Kapuas Hulu dan Ketapang.

Dalam operasi tersebut, akan dicek beberapa perlengkapan bekendara seperti kelengkapan surat-surat semua jenis kendaraan bermotor, memastikan helm pengendara sepeda motor sesuai dengan Standar Nasional Indonesia. Begitu juga dengan spion, knalpot, ban, dan lainnya.

Meski ada pro-kontra di kalangan pengendara, setidaknya bila dijalankan dengan benar maka razia dapat bermanfaat: mengurangi pencurian kendaraan bermotor; menegakkan disiplin berlalu lintas; mengurangi korban kecelakaan; mengurangi tindak kejahatan jalanan, dan terakhir, memberi rasa aman kepada masyarakat dengan ditertibkannya kegiatan balapan liar dan aktivitas geng motor yang meresahkan masyarakat. Semoga.

 

Maret Mendatang, Indonesia akan Dikejutkan Gerhana Matahari Total

Oleh Mariyadi

mabmonline.org, Pontianak—pada 9 Maret 2015 nanti, matahari akan mengalami gerhana total. Maka dari itu, pada siang hari, beberapa bagian Indonesia akan gelap pada beberapa waktu. Total daerah yang berdampak adalah 45 kota di 12 provinsi di Indonesia.

Menurut data yang dilansir di http://www.bmkg.go.id, lama gerhana bulan paling lama terjadi selama 3 menit. Hal tersebut terjadi di daerah timur Maba, Maluku Utara, yaitu 3 menit 19,5 detik dengan magnitudo gerhana sebesar 1,019. Lokasi-lokasi yang terlewati jalur totalitas tersebut akan meredup, hingga seperti saat fajar atau senja. Puncak keredupannya adalah saat terjadinya Puncak Gerhana, yaitu waktu di tengah-tengah fasetotalitas ini. Pada saat puncak gerhana terjadi, akan tampak cahaya redup di sekitar Matahari, yangdisebut sebagai korona atau mahkota Matahari.

Fenomena gerhana bulan adalah fenomena yang terjadi beratus-ratus tahun. Tahun ini, kita masih dapat menikmatinya. Menurut data http://www.bmkg.go.id, akan terjadi lima jenis gerhana pada tahun ini yakni : Pertama, Gerhana Matahari Total (GMT) 9 Maret 2016 yang dapat diamati dari Indonesia. Kedua, Gerhana Bulan Penumbra (GBP) 23 Maret 2016 yang diamati dari Indonesia. ketiga, Gerhana Bulan Penumbra (GBP) 18 Agustus 2016 yang diamati dari Indonesia. Keempat, Gerhana Matahari Cincin (GMC) 1 September 2016 yang tidak dapat diamati dari Indonesia. Kelima, Gerhana Bulan Penumbra (GBP) 16-17 September 2016 yang dapat diamati dari Indonesia.