Donor Darah Sambut HUT Tribun Pontianak

Oleh Gusti Iwan

MABMonline.org, Pontianak — Pagi ini, Sabtu (21/6/2014), bertempat di halaman Dekranasda Kalbar Jl. A.Yani berlangsung kegiatan sosial donor darah yang diselenggarakan oleh Tribun Pontianak. Kegiatan sosial ini diadakan oleh Tribun Pontianak dalam rangka menyambut hari ulang tahun Tribun Pontianak yang ke-6, turut berkerjasama dengan beberapa sponsor ikut memeriahkan kegiatan dengan memberikan berbagai bingkisan dan undian berhadiah kepada para pendonor yang telah selesai mendonorkan darahnya.

(Foto Gusti Iwan)
(Foto Gusti Iwan)

Melalui sambutannya, Panitia kegiatan menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah salah satu bentuk tanggung jawab sosial dari Tribun Pontianak kepada masyarakat Pontianak. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu kekurangan PMI Pontianak dalam pemenuhan stok darah, terutama pada saat bulan puasa mendatang.

Kegiatan ini cukup banyak diikuti oleh para pendonor yang berasal dari berbagai kalangan, ikut serta dalam kegiatan sosial kali ini. Mulai dari mahasiswa, TNI, Polri, karyawan Tribun Pontianak, pihak sponsor maupun masyarakat umum. Dengan cukup ramainya pendonor kali ini, PMI Pontianak setidaknya bisa mengumpulkan tidak kurang dari 60 kantong darah dari pendonor. Meskipun dari semua yang datang berniat mendonorkan darahnya, tidak semua bisa diambil darahnya karena kondisi pendonor sendiri yang belum memungkinkan untuk diambil darahnya.

Pendonor mendaftarkan diri.  (Foto Gusti Iwan)
Pendonor mendaftarkan diri.
(Foto Gusti Iwan)

PMI Pontianak sendiri mengakui bahwa jumlah kebutuhan kantong darah di Pontianak lebih banyak daripada kemampuan PMI untuk memenuhinya, karena masih kurangnya pendonor aktif dari masyarakat. Dengan kegiatan sosial ini PMI berharap akan semakin banyak masyarakat yang menyadari pentingnya dan manfaat dari mendonorkan darah.

Petugas sedang mengambil darah pendonor.  (Foto Gusti Iwan)
Petugas sedang mengambil darah pendonor.
(Foto Gusti Iwan)

 

Ini Daftar Makanan yang Dianjurkan untuk Penderita Diabetes

oleh Sabhan Rasyid

Ilustrasi makanan sehat (sumber: haslinda16.blogspot.com)
Ilustrasi makanan sehat (sumber: haslinda16.blogspot.com)

MABMonline.org- Penyakit diabetes melitus merupakan penyakit dengan resiko kematian keenam tertinggi di dunia. Penyakit akibat gangguan produksi insulin karena tidak terkendalinya kadar gula darah tersebut telah menjadi momok bagi setiap orang. Berdasarkan data Global Status Report on NCD yang dirilis WHO pada tahun 2010 dinyatakan bahwa diabetes melitus menduduki peringkat keenam sebagai penyebab kematian pada kategori penyakit tidak menular.

Penyakit diabetes melitus terbagi atas dua golongan, yaitu diabetes melitus tipe 1 (DM 1) dan diabetes melitus tipe 2 (DM 2). “DM ada 2 tipe, tipe 1 (hormon insulin yang kurang) dan tipe 2 (insulin yang yang sudah resistensi atau tidak bisa bekerja lagi,” ungkap Izka Rahmania.

Para penderita diabetes melitus kemudian dianjurkan untuk menjaga pola makan dan memilih makanan-makanan yang dapat membantu mereka dalam mengatasi penyakit ini. “Orang DM harus makan “cukup” sesuai kebutuhan tubuh, artinya mereka harus hitung dulu berapa kalori yang dibutuhkan tubuhnya, kemudian baru dikonversi ke makanan-makanan apa aja yang bisa dimakan sesuai kebutuhan tadi,” tambah mahasiswa kedokteran semester akhir di Universitas Tarumanegara Jakarta ini.

Berikut ini daftar makanan yang dianjurkan untuk penderita DM yang telah dirangkum redaksi MABMonline dari berbagai sumber studi.
1. Roti Gandum
Roti gandum terbuat dari gandum utuh yang kaya akan serat dan nutrisi lain, seperti asamlemak omega-3, chromium, folat dan magnesium. Berbagai penelitian membuktikan bahwa gandum utuh efektif dalam mengurangi resiko penyakit diabetes dan jantung. Serat pada roti gandum sangat baik bagi penderita diabetes karena mampu menghambat pelepasan kadar gula di dalam darah. Jadi, sakit diabetes atau tidak, roti gandum sangat baik untuk dikonsumsi setiap hari sebagai pengganti nasi, kentang atau roti putih. (sumber: http://obatdiabetesmelitus.bloginformasiteraktual.com/)

2. Salmon
Ikan salmon kaya akan asam lemak omega-3. Tiga ons salmon mengandung omega 3 sekitar 1.800 mg. Jenis lemak sehat ini berfungsi mengurangi resiko penyakit jantung, menurunkan berat badan, mengurangi peradangan, serta memperbaiki resistensi insulin. Salmon juga kaya akan vitamin D. (sumber: http://penyakit-diabetes.com)

3. Jeruk Bali
Jeruk Bali memiliki indeks glikemik 25 per 120 gram, ini bisa membantu meningkatkan sensitivitas insulin, suatu fitur penting karena insulin membantu melepaskan gula ke dalam aliran darah dan secara langsung berdampak pada kadar gula darah. Jeruk Bali meningkatkan cadangan alkali dalam darah, yang dapat melawan tingkat keasaman diabetes pada penderita diabetes.

4. Lain-lain
Sebuah jurnal ilmiah kedokteran memuat informasi tentang tanaman yang dapat menjadi pengganti peran insulin untuk mengendalikan gula darah. Tanaman obat pengganti insulin, seperti mahkota dewa, brotowali, mengkudu, lidah buaya, pare, dan teh hijau sangat membantu, terutama untuk mengendalikan gula darah dalam jangka panjang. (sumber: http://www.fakultaskedokteran.com)

Apapun makanan yang kita makan tentunya harus diimbangi dengan penakaran gizi yang baik. Terutama bagi penderita DM harus lebih disiplin dalam menentukan makanan yang tepat untuk menjaga kondisi tubuh dalam keadaan gangguan hormon insulin. Mengonsumsi daftar makanan di atas dan berkonsultasi dengan dokter dapat menjadi solusi dalam rangka mendapatkan tubuh sehat dan bugar.

Masyarakat Penuhi Area GOR di Akhir Pekan

Oleh Sabhan Rasyid

MABMonline.org, Pontianak— Program area bebas kendaraan bermotor atau dikenal dengan Car Free Day rutin digelar di Pontianak. Area yang dipilih adalah sebagian jalur di Jalan Ahmad Yani sekitar GOR Pangsuma. Ratusan masyarakat tumpah ruah di area tersebut untuk berolahraga. Tidak hanya sebatas olahraga, masyarakat juga banyak yang berwisata kuliner, pasalnya terdapat banyak jajanan di sekitar lokasi gedung olahraga kebanggaan masyarakat Pontianak tersebut.

Program Car Free Day merupakan upaya yang dicanangkan pemerintah untuk memberi ruang dan waktu kepada masyarakat untuk menikmati area tanpa asap kendaraan. Hal ini dimaksudkan agar udara yang dihirup dapat lebih segar dari kondisi biasanya. Car Free Day yang digelar setiap hari Minggu ini mendapat penjagaan dari pihak kepolisian. “Kita ditugaskan untuk menjaga lalu lintas dan ketertiban masyarakat yang berolahraga,” ujar seorang polisi yang sedang berjaga di area Car Free Day.

Selain memenuhi daerah sekitar GOR Pangsuma, masyarakat yang berolahraga juga banyak yang berjalan santai di Jalan Ahmad Yani. Tidak  hanya pejalan kaki, tetapi pecinta sepeda dan sepatu roda juga ramai menikmati udara di hari Minggu (9/3).

Berolahraga di area yang khusus tanpa lalu lalang kendaraan bermotor sangat baik dan menyehatkan. Program Car Free Day yang selama ini dinikmati masyarakat Pontianak juga sangat baik untuk menjadi sarana bagi masyarakat dalam mengisi waktu akhir pekan. “Dengan Car Free Day jadi nyaman untuk jogging, tempatnya juga enak, dan dijagai lagi ama polisi,” ungkap Evva yang sedang berolahraga Minggu pagi.

 

Sampan Karam, Tim Kesehatan Sigap Beri Pertolongan

Oleh Asmirizani

MABMonline.org, Sambas – Ahad, (31/8), pinggiran muara ulakan penuh masyarakat yang ingin menyaksikan perlombaan sampan bidar yang termasuk dalam kegiatan FSBM IX. Selain peserta yang hadir, turut juga panitia yang dibantu beberapa anggota keamanan, di antaranya Basarnas dan Dinas Kesehatan.

Mobil ambulans siap di pinggiran sungai muare ulakan (Foto Iwan)
Mobil ambulans siap di pinggiran sungai muare ulakan (Foto Gusti Iwan)

“Kita sudah siap memberikan pertolongan, ada seorang dokter dan beberapa orang perawat. Beberapa petugas berjaga di sungai dan ada juga yang di darat,” ujar Jumadi, petugas dari Dinas Kesehatan.

Pasukan yang dikerahkan lumayan banyak ketimbang pasukan yang bersiaga di posko kesehatan. “Kali ini kami mempersiapkan pasukan yang lumayan banyak untuk melakukan penyelamatan.”

“Tim kesehatan sudah siap dari awal kegiatan FSBM IX ini, namun kami lebih mempersiapkan diri untuk lomba sampan bidar ini. Lomba yang diadakan di sungai sangat menyulitkan tim kami untuk memberikan pertolongan kesehatan pada peserta. Semoga sampai lomba selesai tidak ada kejadian yang membahayakan peserta lain,” harap Jumadi.

Tim sampan bidar dari Sambas dan tim sampan bidar dari kota Pontianak melaju mengarah garis finis. Penonton bersorak keras memberikan dukungan pada tim kesayangan. Sampan bidar kelompok Sambas yang melintasi garis finis karam. Kesigapan tim SAR dan dibantu tim lain yang berada di sungai menolong peserta tim Sambas yang terapung di air. Tim kesehatan yang berada di pinggir sungai sigap membuka pintu belakang mobil ambulans yang terparkir. Mereka mengeluarkan beberapa tabung oksigen. Namun tidak ada peserta yang mengalami gangguan kesehatan yang fatal. Mereka hanya tersengal-sengal mengatur nafas dan lelah.

Ada Senyum Sumringah di Sunatan Massal

Oleh: Gusti Iwan

Anak-anak yang akan dan telah disunat. (Foto Iwan)
Anak-anak yang akan disunat  dan yang telah disunat. (Foto Iwan)

MABMonline.org, Sambas — Senin pagi (26/8), dimulai jam 8 diselenggarakan acara sunatan massal di Alun-alun Istana Alwatzikhoebillah. Sunatan massal ini merupakan salah satu rangkaian acara yang dihelat oleh panitia FSBM IX dan Pemerintah Kabupaten Sambas.

“Jumlah anak-anak yang disunat terdaftar sebanyak 55 anak, namun ada 7 anak yang tidak datang. Jadi hari ini ada 48 anak yang akan dilakukan sunatan massal,” jelas Sofian dari Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan Pariwisata, salah seorang staf yang turut membantu kegiatan ini.

Anak-anak yang rata-rata berusia 10-12 tahun ini berasal dari 4 kecamatan: Sebawi, Sambas, Sejangkung dan Sajad.

“Tenaga yang dipersiapkan untuk sunatan massal ini ada 20 orang tenaga medis, termasuk di dalamnya 3 orang dokter, mantri 10 orang, sisanya tenaga perawat dan supir ambulan. Bagi mereka yang telah selesai disunat, akan mendapatkan bingkisan berupa kopiah dan kain sarung,” tambah Muhardi, pegawai Dinas Kesehatan, yang juga ikut membantu dalam kegiatan ini.

Setelah sunat, perawatan akan ditangani oleh Puskesmas di masing-masing kecamatan.

Sunat Oleh Dokter dan Mantri (Foto Iwan)
Sunat Oleh Dokter dan Mantri (Foto Iwan)

“Ndak saket bang. Geli,” ucap Nurul Azmi (11 tahun) saat diwawancarai. Siswa kelas 5 SD di Sebatok ini terlihat sangat senang karena telah disunat. “Foto kame’ bang,” pintanya sambil senyum sumringah. Jepret!

KSR PMI Unit Untan Adakan Acara Youth Volunter Camp Se-Kalimantan Barat

Gambar : Tampak tenda  yang di dalmnya ada beberapa pesetra yang sedang istirahat
Gambar : Tampak tenda yang di dalmnya ada beberapa pesetra yang sedang istirahat

Oleh Mariyadi

MABMonline.org, Pontianak–Korps Suka Rela (KSR) Palang Merah Indonesia (PMI) Unit Untan, Kamis (27/6), mengadakan Acara Youth Volunter Camp Se-Kalimantan Barat. Acara tersebut Adalah sebagai peringatan Hari Kesehatan dan Palang Merah Sedunia.

“Kegiatan ini sudah tiap tahun kita adakan,” Rozi memulai.

Acara ini adalah sebagai peringatan Hari Kesehatan dan Palang Merah Sedunia (HKPMS) yang tiap tahun kami adakan dan tahun ini sudah yang ke-13 kalinya.

“Acara ini bertema Mewujudkan Relawan yang Berperan Aktif Berinisiatif Tinggi dan Berjiwa Sosial Kemanusiaan,” ungkap Muhammad Rozzi  Hambali selaku ketua panitia.

Acara  yang diadakan selama satu minggu, dimulai pada 23 Juni s/d 28 Juni ini, bertemakan Mewujudkan Relawan yang Berperan Aktif Berinisiatif Tinggi dan Berjiwa Sosial Kemanusiaan  dan bertujuan  untuk mempertemukan para anggota PMR, dan meningkatkan solidaritas anggota PMR khusunya di Kalimantan Barat ini.

“Pesertanya sekitar 300 orang,” ungkap Rozi.

Menurut Rozi jumlah peserta semuanya terdiri dari 15 sekolah yang ikut dalam acara ini. pesertanya kita bagi dengan tim putra dan tim putri. Dihitung rata-rata sekitar 300  peserta dari Sekolah Menengah Atas (SMA) Se-Kalimantan Barat meskipun ada juga yang tidak mengirim pesertanya yaitu dari Sintang dan Ngabang.

“Kegiatanya ada lomba dan non lomba,” tambah Rozi

Menurut rozzi, kegiatan ini terbagi atas dua kegiatan, ada yang berbentuk lomba dan ada pula yang berbentuk non lomba. Acara lomba diantaranya lomba Pertolongan Pertama, Lomba Pembuatan Tandu, Lomba Melewati Halang Rintang, Lomba Asah Terampil seputar PMI, Lomba Pentas Seni, Desain Poster, Lomba Hasta Karya, dan  Pemilihan Duta PMI putra dan putri yang di isi dengan tanya jawab seputar PMI.

“Kita juga adakan Aksi Donor Darah,” ujar Rozi.

Rozi mengatakan acara non lomba di isi dengan acara Aksi Donor Darah, Perkemahan, Upacara Seremonial untuk memperingati hari palang merah, ada upacara penutupan sekaligus pembagian hadia pada para pemenang lomba, acara sosial yaitu mengadakan aksi sanitasi lingkungan di jalan media  yang juga dibantu oleh warga setempat.

“Untuk saat ini, kendalanya hanya kebersihan,” kata Rozi.

Rozzi menambahkan, air minum dan air bersih untuk mandi dan minum. Karena memang untuk dilapangan dan musim panas ini memang masalah air menjadi hal yang sangat wajar. Namun, kami selaku pantia selalu berusaha untuk mengurangi kendala tersebut.

Waspadai Penyakit Tidak Menular!

penyakit-tidak-menular
oleh: Rabiul Priyantono

Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization) melaporkan dari 57 juta kematian di dunia pada tahun 2008, 36 juta diantaranya atau sekitar 63% kematian disebabkan oleh kelompok penyakit tidak menular (non communicable diseases). Sekitar 80% dari kematian yang disebabkan oleh kelompok penyakit ini, terjadi di negara yang memiliki pendapatan menengah ke bawah termasuk Indonesia. Tahukah anda apa saja yang termasuk kelompok penyakit tidak menular? Kelompok itu adalah penyakit kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah), diabetes, kanker dan penyakit saluran nafas kronik. Penyakit-penyakit tersebut disebabkan oleh beberapa penyebab yang sama seperti merokok, aktivitas fisik yang rendah, mengonsumsi alkohol, makan makanan yang tidak sehat, tekanan darah yang tinggi, kegemukan, dan kadar kolesterol yang tinggi.

Merokok merupakan penyebab terbesar dari penyakit-penyakit di kelompok penyakit tidak menular. Merokok dapat menyebabkan kanker pada mulut, hipertensi, penyakit jantung dan kondisi-kondisi lain karena di dalam rokok terdapat lebih dari 4000 bahan kimia dan 50 diantaranya diketahui sebagai zat yang menyebabkan kanker. Merokok juga dapat meningkatkan kadar kolesterol yang nantinya akan menyebabkan stroke dan penyakit jantung lainnya seperti penyakit jantung koroner. Efek buruk dari rokok ini bukan hanya dirasakan oleh perokok, namun juga orang lain yang menghirup asap rokok. Lebih dari 6 juta kematian di dunia disebabkan oleh rokok dan paparan asap rokok, yang diperkirakan merupakan penyebab dari 6% kematian pada wanita dan 12% pada pria di dunia.

Selain merokok, kurangnya aktivitas fisik seperti berolahraga juga merupakan salah satu penyebab terjadinya penyakit-penyakit ini. Pada penelitian yang dilakukan pada orang yang melakukan aktivitas fisik yang sedang seperti lari pagi selama 150 menit setiap minggu, didapatkan terjadinya penurunan risiko terjadinya penyakit jantung iskemik sekitar 30%, risiko diabetes sekitar 27% dan risiko kanker payudara dan kolon sekitar 21-25%. Aktivitas fisik juga dapat memperbaiki profil lipid di dalam darah dengan menurunkan kadar kolesterol jahat dan menaikkan kadar kolesterol baik, sehingga dapat mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke.

Penyebab lain dari kelompok penyakit ini adalah kebiasaan mengonsumsi alkohol. Mengonsumsi alkohol selain dapat menyebabkan penyakit jantung, diabetes dan kanker, alkohol juga dapat merusak hati sehingga memperparah keadaan dan menurunkan kualitas hidup.

Makan makanan yang tidak sehat juga merupakan salah satu penyebab terjadinya penyakit-penyakit ini. Kurangnya makan sayur dan  buah dapat menjadi faktor penyebab penyakit jantung, kanker lambung dan kanker usus. Makan makanan yang mengandung banyak garam dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah, oleh karena itu Badan Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan untuk mengonsumsi garam kurang dari 5 gram per orang tiap hari untuk mencegah penyakit jantung dan pembuluh darah. Makan makanan yang banyak mengandung kolesterol juga dapat berisiko meningkatkan kadar kolesterol dan dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung.

Untuk menghindari penyakit-penyakit tersebut, maka sudah seharusnyalah kita mengubah pola hidup menjadi pola hidup yang sehat seperti hindari merokok, perbanyak olahraga, jangan mengonsumsi alkohol, atur pola makan dan pilih makanan yang sehat serta sering melakukan pemeriksaan rutin ke dokter untuk memantau kondisi tubuh.

Sukan Kesehatan Muhibah Borneo “Membangun Kesehatan di wilayah Borneo”

Oleh:Gusti Ekha Firmanda

Pontianak – Sukan Kesehatan Muhibah Borneo adalah pertandingan persahabatan olahraga dan seni budaya. Demikianlah yang diungkapkan oleh sekretaris panitia, Hary Agung Tjahyadi ketika ditemui usai pembukaan acara, Kamis (21/3).
Kegiatan ini berlangsung selama dua hari dan diikuti oleh empat tim dari tiga negara. Tim-tim yang berpartisipasi adalah tim Kal-Bal, Kal-Tim, Sarawak, dan Brunai Darussalam. Hanya Labuan dan Sabah yang tidak ikut berpartisipasi pada tahun ini karena alasan keamanan. Sabah hanya mengutus satu orang perwakilan, sedangkan Labuan tidak ada mengirim perwakilan sama sekali.
Tercatat sekitar 530 peserta akan mengikuti sukan kesehatan kali ini. Acara sukan tahun ini adalah acara yang ke enam kalinya setelah berhasil tahun lalu digelar di Sarawak. Sedangkan Kal-Bar baru kali ini dipercayai menjadi tuan rumah sukan kesehatan ini.
Adapun rangkaian kegiatan yang akan dipertandingkan adalah delapan cabang olahraga prestasi seperti sepakbola, futsal, volly, tennis meja, tennis, badminton, bilyard, golf  dan dua cabang olah raga hiburan seperti poco-poco dan tarik tambang. Sedangkan seni budaya yakni karaoke berpasangan dan tarian budaya. Pada tahun ini kegiatan ditambah dengan acara pendukung seperti seminar dan pameran kesehatan.
Tujuan akhir dari acara ini sendiri adalah untuk menjalin kerjasama ketiga negara di bidang kesehatan agar bisa membangun kesehatan di wilayah Kalimantan ini. Seperti yang di katakan oleh Hary Agung Tjahyadi, “Peningkatan kerjasama kesepemahaman dalam membangun kesehatan di wilayah Borneo agar insan-insan kesehatan ini bisa memberikan contoh dengan style hidup sehat”.