Perpustakaan Kota Pontianak, Berbenah Menjaring Pencinta Ilmu

Oleh Febi Purwanto

pencinta ilmu

Akhir-akhir ini pengelola dan pengunjung merasa betah ketika berada di Perpustakaan Kota Pontianak. Pasalnya, mereka tidak lagi kepanasan, jenuh dan bosan saat berada di ruang perpustakaan. Kenyamanan ini dikarenakan perpustakaan yang terletak di jalan Alianyang ini telah melakukan perbaikan dan penambahan pendingin ruangan (AC) serta beberapa fasilitas lainnya. Hal ini dilakukan guna menimbulkan rasa nyaman dan dapat memberikan pelayanan secara maksimal kepada pengunjung, para pencinta ilmu.

Saat ini jumlah pengunjung di Perpustakan Kota Pontianak sudah meningkat. “Jumlah pengunjung per bulan mencapai 1202 pengunjung, jika dirata-ratakan jumlah pengunjung perhari mencapai 40 orang,” ujar Dwi Suryanto, Kepala Kantor Arsip dan Perpustakaan Kota Pontianak, ketika ditemui belum lama ini.

Dwi juga menambahkan bahwa peningkatan pengunjung terjadi lantaran fasilitas yang ada sudah memadai. “Pendingin ruangan yang besar itu dari tahun 2008 tidak pernah menyala dan baru sekarang menyala,” ungkap mantan Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Kota Pontianak ini.

Dwi berharap jajarannya mampu memberikan pelayanan dengan sepenuh hati. “Harapan saya bisa melayani masyarakat dengan lebih optimal serta dapat membuat kondisi Perpustakaan Kota Pontianak lebih baik lagi.”

Tersedianya area hotspot menjadikan pengunjung makin betah berlama-lama. Ya, perpustakaan Kota menyediakan fasilitas internet dengan kecepatan yang cukup baik. “Koneksi internet di sini lancar dan tidak bermasalah,” ujar Sekar (23), salah satu pengunjung  setia.

Selain fasilitas yang memadai, Sekar menambahkan bahwa pelayanan di Perpustakaan Kota Pontianak juga cukup baik. “Bila dibandingkan dengan Perpustakaan Provinsi, pelayanan di Perpustakaan Kota lebih mudah dan ramah,” ungkapnya.

Ada banyak harapan yang dikemukakan pengunjung untuk  Perpustakaan Kota Pontianak. Di antaranya, mereka menginginkan pelayanan yang optimal dan persediaan buku yang lebih lengkap.  “Harapan saya lainnya, jumlah meja untuk diskusi serta terminal untuk listrik juga ditambah lagi,” pungkas Sekar dengan mantapnya.

S-2 TEP Gelar Seminar Pembelajaran Inovatif

Pemateri dan Dekan FKIP Untan (Foto: Sabhan)
Pemateri dan Dekan FKIP Untan (Foto: Sabhan)

Oleh Sabhan Rasyid

MABMonline.org, Pontianak—Mahasiswa Program Pascasarjana Teknologi Pembelajaran (TEP) FKIP  UniversitasTanjungpura menggelar seminar sehari dengan tema “Pembelajaran Inovatif”. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Pascasarjana  FKIP Untan dengan dua orang pemateri, yaitu Dr. Amat Nyoto (Universitas Negeri Malang) dan Dr. Syahwani Umar, M.Pd. (Universitas Tanjungpura).

Seminar tersebut dihadiri oleh para peserta dari kalangan guru, mahasiswa, serta para dosen.

Seminar yang dibuka langsung oleh Dekan FKIP Untan tersebut dimulai pada pukul 2 siang diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Martono selaku Dekan FKIP mengungkapkan terima kasihnya kepada pemateri yang telah bersedia hadir untuk berbagi ilmu.“Kepada Dr. Amat Nyoto kami mengucapkan terima kasih karena dalam kesibukan masih bersedia menjadi narasumber di seminar ini,” ungkap Martono ketika menyampaikan sambutan.

Panitia yang sedari awal menyiapkan acara ini juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi, tidak hanya dari mahasiswa TEP, tetapi dari mahasiswa dan guru yang ada di Pontianak.

Kegiatan bersifat akademik ini sangat baik dilaksanakan, khususnya bagi guru yang dituntut harus selalu kreatif dan inovatif dalam mengelola pembelajaran di kelas. “ Tujuan utama kami menyelenggarakan seminar ini untuk merangsang  guru-guru agar selalu kreatif dalam meningkatkan minat belajar siswa sesuai dengan kurikulum 2013,” ungkap Sudari selaku ketua panitia.

Selain para peserta, kegiatan seminar tersebut juga dihadiri oleh Dr. Andi Usman selaku moderator seminar serta dosen senior dari program TEP FKIP Untan.

Pemateri Beri Trik Jadi Guru Kreatif

Amat Nyoto saat memberikan materi (Foto: Sabhan)
Amat Nyoto saat memberikan materi (Foto: Sabhan)

Oleh Sabhan Rasyid

MABMonline.org, Pontianak—Seminar dengan tema “Pembelajaran Inovatif” digelar oleh mahasiswa pascasarjana Teknologi Pembelajaran FKIP Untan kemarin, Jumat (24/10). Panitia seminar tersebut mendatangkan pemateri dari Universitas Negeri Malang, yaitu Dr. Amat Nyoto. Selain sebagai pengajar di UNM, beliau juga bertugas sebagai anggota Badan Akreditasi Nasional untuk SD dan SMP/Madrasah.

Amat Nyoto menyampaikan materi tentang proses menjadi kreatif. Ia menggelar simulasi yang diikuti oleh para peserta untuk menjadi guru yang kreatif.

Amat Nyoto memberikan beberapa contoh trik menjadi kreatif agar siswa terpacu dalam belajar dan membuat tugas.Ia menyampaikan bahwa guru dapat membuat aturan kelas, seperti bioskop. Siswa dapat memasuki kelas jika memiliki “tiket”. Tiket yang dimaksudkan dapat berupa tugas atau kemampuan menjelaskan materi sebelumnya kepada guru. Dengan cara demikian, siswa dapat meningkatkan gairah belajarnya di sekolah.

Amat Nyoto mengungkapkan bahwa menjadi kreatif bukan sesuatu yang sulit. Menjadi kreatif dapat dilakukan oleh semua orang dengan tujuan yang berbeda-beda. “Seorang guru dapat menjadi kreatif kapan pun dengan terus membaca dan menggali informasi dari siapapun,” papar Nyoto kepada para peserta.

Selain menyampaikan konsep-konsep pembelajaran kreatif dan inovatif di kelas, Nyoto juga menyampaikan cara mudah dalam menghadapi berbagai persoalan. Ia mengungkapkan bahwa semua persoalan akan menjadi sangat mudah dan kita semua bisa menjadi lebih perkasa. Ia menyampaikan konsep “ASDAMBA” (Apa, Siapa, Di mana, Apabila, Mengapa, danBagaimana). “Segala persoalan harus dianalisis dengan ASDAMBA maka kita akan mudah mengambil sebuah keputusan dan simpulan yang paling tepat,” paparnya.

Setelah menyampaikan materi selama dua jam kepada peserta, Nyoto melanjutkan perjalanan menuju Malang. Ia mendapatkan cenderamata dari panitia berupa replika tugu khatulistiwa dengan penutup kaca. “Ini cenderamata khas Pontianak berupa replika tugu khatulistiwa,” ungkap Syahwani selaku pemateri kedua kepada Nyoto.

Seminar dilanjutkan dengan penyampaian materi “Perubahan (Inovasi” Paradigma Pembelajaran” yang disampaikan oleh Syahwani  Umar yang juga sebagai Ketua Pengelola S-2 TEP FKIP Untan. Kegiatan tersebut diakhiri oleh moderator yang membimbing para peserta untuk menyanyikan lagu Kemesraan.

Festival Ekonomi Borneo Libatkan Siswa SMA/SMK

Banner Kegiatan FEB (Foto: Sabhan)
Banner Kegiatan FEB (Foto: Sabhan)

Oleh Sabhan Rasyid

MABMonline.org, Pontianak— Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (HMJ PIPS) FKIP Untan untuk kesempatan perdana mempersembahkan kegiatan yang diberi nama “Festival Ekonomi Borneo”. Ajang kompetisi ini mengangkat tema “Meningkatkan Semangat Kompetisi Antargenerasi Muda yang Kreatif, Intelektual, dan Sportif melalui Festival Ekonomi Borneo Tingkat SMA/SMK Sederajat”. Kegiatan ini melibatkan peserta yang merupakan siswa SMA/SMK sederajat di Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya. “Kegiatan ini melibatkan siswa-siswa SMA sederajat di Pontianak dan Kubu Raya,” ungkap Andriansyah selaku Ketua Panitia kepada redaksi mabmonline.org.

Kegiatan yang secara resmi dibuka oleh Ketua Jurusan PIPS FKIP Untan kemarin, Jumat (16/5) tersebut mengusung beberapa jenis kompetisi. Kompetisi tersebut, yaitu futsal, musikalisasi puisi, akustik, pidato, dan debat. Pemilihan beragam kompetisi dari berbagai bidang ini dilakukan panitia karena tujuan utama kegiatan ini adalah menggabungkan aspek akademik, seni, dan olahraga. “Tujuan utama kami ingin menggabungkan akademik, seni, dan olahraga dalam satu even,” tambah ketua panitia

Jenis lomba yang telah berlangsung dan selesai dilaksanakan, yaitu lomba debat tentang perekonomian dan debat siswa. Kedua kegiatan ini berjalan lancar kemarin, Jumat (16/5).

Pihak panitia akan melanjutkan kegiatan lomba yang lain sampai satu minggu ke depan. Untuk keadaan jumlah peserta tahun ini memang tidak terlalu banyak karena ini merupakan ajang perdana dan pihak sekolah saat ini memasuki persiapan ulangan.”Insyallah tahun depan kami akan atur lagi waktunya agar lebih efektif dan semoga peserta dapat lebih banyak,” ungkap Andriansyah menyampaikan harapannya.

Kegiatan bermanfaat seperti ini memang sangat dibutuhkan untuk menjadi wadah bagi para pelajar khususnya di Pontianak agar menjadi wadah yang positif untuk menghindari kegiatan-kegiatan kurang bermanfaat. “Semoga kegiatan ini tetap berlanjut dan dapat lebih besar dari tahun ini,” ungkap Sumadi selaku Ketua Umum HMJ PIPS.

FKIP Gelar Seminar bagi Sarjana Baru

Para pembicara dan moderator sedang bersiap memulai seminar (Foto: Sabhan)
Para pembicara dan moderator sedang bersiap memulai seminar (Foto: Sabhan)

Oleh Sabhan Rasyid

MABMonline.org, Pontianak— Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Untan menggelar seminar bagi lulusan-lulusannya hari ini, Senin (28/4). Kegiatan yang digelar oleh IKA (Ikatan Keluarga Alumni) FKIP Untan tersebut digelar di aula lantai 3 Rektorat Untan. Kegiatan seminar ini mengangkat tema “Membangun Kultur Sekolah yang Kreatif dan Berkarakter”. “Semoga setelah diwisuda nanti, semua dapat membuat kultur sekolah yang bermutu,” ungkap Aunurrahman selaku ketua IKA FKIP Untan.

Kegiatan yang mendatangkan pembicara-pembicara dari kalangan dosen FKIP Untan ini dihadiri oleh 300 lulusan FKIP Untan periode III. Pembicara-pembicara yang terlibat dalam kegiatan tersebut, yaitu Dr. Aswandi sebagai keynote speaker, Prof. H.M. Asrori sebagai pembicara pertama, dan Dr. Rahayu sebagai pembicara kedua. Seminar ini merupakan acara rutin bagi lulusan FKIP yang telah berhasil membuktikan bahwa mereka mampu melewati masa studi di FKIP Untan. “Hari ini merupakan pembuktian bahwa Anda semua mampu menyelesaikan studi sampai saat ini,” ungkap Aunurrahman.

Acara dimulai pukul 08.00 pagi diawali dengan doa dan peserta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.  Aswandi sebagai keynote speaker melanjutkan rangkaian acara tersebut dengan memaparkan beberapa hal terkait motivasi dan pendidikan bagi para peserta. Aswandi menyampaikan kepada para peserta untuk selalu memiliki harapan dan memberikan harapan kepada orang lain agar bisa sukses. “Kita semua harus menjadi orang yang selalu memberikan harapan,” papar Aswandi dalam penyampaian seminarnya.

Aswandi juga berpesan kepada lulusan-lulusan yang merupakan calon pendidik dan pendidik untuk selalu kreatif dalam memberikan pelajaran di ruang kelas kepada siswa. “Guru yang kreatif adalah guru yang selalu berorientasi pada murid,” tambah Dekan FKIP Untan tersebut.

Setelah penyampaian sambutan serta materi kepada para peserta oleh Aswandi, kegiatan seminar tersebut dilanjutkan dengan penyampaian materi secara panel oleh kedua pembicara. Asrori selaku pembicara pertama mengangkat judul “Memanusiakan Manusia Kreatif melalui Pendidikan yang Manusiawi” dan Rahayu selaku pembicara kedua mengangkat judul “Membangun Kultur Sekolah yang Aman dan Peduli”. Kegiatan tersebut secara utuh terlaksana hingga pukul 11.00 pagi  yang diakhiri dengan pengarahan dari Achmadi selaku Pembantu Dekan III FKIP Untan.

Himmat Gelar Lomba Menulis Bertema Karakter

Kegiatan Presentasi Peserta (Foto: Sabhan)
Kegiatan Presentasi Peserta (Foto: Sabhan)

oleh Sabhan Rasyid

MABMonline.org, Pontianak— Dalam rangka dies natalis ke-31, Himmat (Himpunan Mahasiswa Matematika) FKIP Untan menggelar beberapa rangkaian lomba. Satu di antara lomba yang melibatkan siswa SMA se-Pontianak, yaitu Lomba Menulis Esai dengan tema “Pendidikan Karakter”, Minggu (30/3). Kegiatan tersebut diikuti oleh siswa-siswa perwakilan dari beberapa sekolah di Pontianak. “Kegiatan ini diikuti oleh 15 peserta dari perwakilan enam sekolah di Pontianak,” ujar Iga selaku panitia pelaksana.

Kegiatan yang merupakan bagian dari rangkaian dies natalis tersebut dilaksanakan mulai pukul 08.00 pagi di Aula Meranti Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura. Hari ini semua peserta yang telah lolos seleksi mempresentasikan esainya di hadapan dewan juri dan peserta lain. Semua peserta menunjukkan kemampuannya secara maksimal di hadapan dewan juri dengan fokus isi tulisan, yaitu pendidikan dan karakter. Panitia sengaja mengangkat tema “pendidikan karakter” agar tidak terlalu sempit dan peserta dapat mengaitkannya dengan aspek apapun. “Kalau mengangkat tema matematika terlalu spesifik, jadi kami memilih tema karakter karena sesuai dengan fakultas kami,” tambah Iga.

Pelaksanaan presentasi hari ini menghadirkan dua orang juri, yakni Wuri Febrianti dan Sabhan Rasyid. Kegiatan ini berlangsung lancar walaupun terdapat sedikit kendala teknis di pertengahan acara. “Saya berpesan kepada panitia, untuk ke depannya dapat mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang agar tidak memengaruhi mental peserta saat tampil di hadapan juri,” pesan Wuri kepada panitia.

Kegiatan lomba menulis ini merupakan kegiatan positif yang dapat menggali potensi siswa agar lebih kritis dalam menghadapi persoalan. Kegiatan seperti ini juga diharapkan tetap dilaksanakan pada tahun-tahun berikutnya. “Kegiatan seperti ini harus tetap ada di tahun depan,” pungkas juri yang sekarang mengajar di Universitas Muhammadiyah Pontianak kepada redaksi MABMonline.org.

Replika Istana Wajah Baru Museum Kalbar

oleh Sabhan Rasyid

IMG00441-20140219-0638

MABMonline.org, Pontianak— Museum Provinsi Kalimantan Barat terus setia melayani pengunjung. Museum yang telah dibuka untuk umum sejak 4 Oktober 1983 ini terus berbenah. Saat ini, museum  Kalbar memiliki tampilan baru di bagian depan. Replika-replika bangunan bersejarah, seperti istana tersedia di sana.

Ketika dikunjungi wartawan MABMonline.org, terdapat beberapa pengunjung dan fotografer yang sedang asik menyalurkan hobinya. Keberadaan pengunjung dan fotografer tersebut memberi bukti bahwa museum Kalbar masih diminati masyarakat. “Suka-suka aja datang ke sini untuk foto-foto,” ungkap seorang fotografer.

Museum yang memiliki tiga ruangan utama, yaitu ruang pengenalan, budaya, dan keramik ini melayani pengunjung dari hari Selasa s.d. Minggu. Pengunjung dapat mendatangi museum pada waktu yang telah ditentukan pengelola.

“Selasa s.d. Kamis pukul 8.00 sampai 15.00

Jumat pukul 8.00 sampai 11.00 dan 13.00 sampai 15.00

Sabtu, Minggu, dan Libur Nasional pukul 8.00 sampai 14.00”

Museum Kalbar kini dilengkapi dengan pajangan-pajangan replika istana. Replika-replika tersebut, seperti Istana Kadriah, Alwatzikubillah, Amantubillah, rumah betang, dsb. “Replika ini belum setahun dipajang dan pengunjung tampak senang dengan pajangan ini,” ujar petugas.

Masyarakat Kalimantan Barat khususnya Pontianak dapat memanfaatkan museum sebagai wahana memperkaya ilmu pengetahuan. Sarana dari pemerintah ini sangat baik bagi dunia pendidikan. Pengunjung akan dikenakan biaya yang tidak memberatkan. Berdasarkan ketetapan harga saat ini, pengunjung dari golongan pelajar dikenakan biaya 500 rupiah, mahasiswa 700 rupiah, dan umum 1000 rupiah.

Perpustakaan Daerah Layani Pengunjung Hingga Malam

IMG00414-20140210-1338

oleh Sabhan Rasyid
MABMonline.org, Pontianak- Perpustakaan Daerah Provinsi Kalimantan Barat memiliki program layanan menarik bagi masyarakat: Perpanjangan jam layanan. Program tersebut dimulai sejak 1 Januari 2014. Pelayanan hingga malam untuk pengunjung yang akan mencari referensi ini dinilai sangat bagus oleh pengunjung. “Kita sangat senang karena bisa lebih lama membaca di Pusda,” ungkap seorang pengunjung.

Selain melayani pengunjung hingga malam, perpustakaan yang berlokasi di Jalan Soetoyo ini juga melayani pengunjung tujuh hari dalam seminggu. Tercatat jam layanan Pusda, yaitu Senin—Jumat mulai pukul 08.00—22.00 WIB, Sabtu 08.30—22.00 WIB, dan Minggu 08.30—17.00 WIB. Pelayanan hingga saat ini masih konsisten sesuai dengan waktu yang telah dijadwalkan.

Perpustakaan Daerah Kalbar memiliki berbagai ruangan yang bisa dinikmati pengunjung hingga malam dengan ketersediaan buku yang cukup lengkap. Ruang baca yang terdapat di lantai 1 terdapat tempat baca duduk dan lesehan. “Kita sering duduk di lesehan kalo datang ke sini,” ungkap beberapa pengunjung, (10/2).

Keberadaan perpustakaan dengan pelayanan hingga larut malam ini semoga dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat khususnya para pelajar dan mahasiswa di Kota Pontianak. Kelengkapan referensi dan bahan bacaan yang lengkap sangat baik bagi pemerkayaan pengetahuan.

Smanti Gelar Pensi Bertema Film Box Office

IMG00358-20140203-0934

oleh Sabhan Rasyid

MABMonline.org- Singkawang- SMA Negeri 3 Singkawang atau yang dikenal dengan Smanti menggelar agenda rutinnya, Senin (3/2). Kegiatan seni yang bertema “Film Box Office” itu diselenggarakan dengan meriah dan penuh kreasi. Pensi Smanti tahun ini digelar dari tanggal 3 sampai 4 Februari 2014. Pelaksanaan gelaran seni itu melibatkan seluruh siswa, guru, dan staf TU.

Pensi Smanti yang dilaksanakan dua hari berturut-turut itu memuat empat agenda kompetisi seni, yaitu dance, band, parodi, dan dekorasi stan. Kegiatan ini sengaja dan terencana dilaksanakan untuk menggali potensi dan kreativitas siswa Smanti. “Kegiatan ini dilaksanakan rutin setiap tahun untuk menjaga kekompakan dan kreativitas seluruh siswa,” ungkap Bachraini selaku Kepala Sekolah saat menyampaikan sambutan pembukaan.

Kegiatan Pensi Smanti merupakan satu di antara banyak kegiatan siswa SMA di Singkawang. Kegiatan Pensi yang telah dipersiapkan sejak lama ini melibatkan guru seni dan OSIS sebagai panitia pelaksana. “Kegiatan ini sangat bermanfaat dan baik untuk menjaga kekompakan,” tambah Bachraini. Selain Pensi, Smanti juga menggelar Volly Ball Smanti Cup yang diadakan pada bulan lalu.

Pelaksanaan Pensi selama dua hari tersebut bisa dikatakan minim kendala. Pasalnya, cuaca di Kota Singkawang serta antusiasme siswa dan alumni sangat mendukung keberlangsungan kegiatan akbar tersebut. Bukti antusiasme siswa dalam memeriahkan dan menyukseskan acara ini adalah ikut sertanya seluruh kelas dan siswa dalam kompetisi seni tersebut.

Pensi yang berakhir pada hari Selasa tersebut terlengkapi kemeriahannya dengan band tamu asal Kota Singkawang, yaitu Mr. Satan. Keseriusan dan kerja sama yang baik dari seluruh warga Smanti membuat acara Pensi Smanti tidak pernah satu kalipun dibatalkan penyelenggaraannya. Semoga kegiatan yang bermanfaat tersebut selalu terlaksana dengan baik di tahun yang akan datang.

Kerja Sama Semua Pihak Wujudkan Sambas Sebagai Warisan Budaya Dunia

Oleh Asmirizani

MABMonline.org, Sambas -Pagi jumat, (30/8), peserta seminar memenuhi kursi kosong di aula DPRD Sambas. Peserta rela datang meski hujan gerimis membasahi Kabupaten Sambas. Peserta antusias mendengarkan pembukaan seminar dan mengikuti jalannya seminar dengan saksama. Gedung aula DPRD penuh diisi oleh peserta seminar dari beberapa perwakilan di antaranya MABM kabupaten/ kota, MABM Pusat, mahasiswa, pendidik, dan instansi terkait.

Acara seminar berlangsung pukul 08.00  hingga pukul 11.00 dan dilanjutkan setelah shalat Jum’at hingga sore hari. Seminar FSBM IX mengangkat tema “Menggagas Sambas Sebagai Kota Warisan Budaya Dunia.” Seminar dimoderatori oleh AR Muzamil, tokoh Kapuas Hulu yang merupakan mantan Ketua KPU Kalbar.

Dua orang panelis yang sangat kompeten di bidangnya memaparkan materi. Panelis pertama, Zairin Zain, Dosen Fakultas Teknik Untan, memaparkan judul makalah “Strategi Perlindungan Terhadap Arsitektur Tradisional Sambas Sebagai Upaya Pelestarian Cagar Dunia”. Panelis kedua, Erwin Mahrus, dosen STAIN Pontianak, memaparkan judul makalah, “Tamadun Islam di Kerajaan Sambas (1631-1950); Mengagas Sambas Sebagai Kota Warisan Budaya Dunia”

Harus adanya kerja sama antara pihak terkait dan masyarakat untuk menjadikan Sambas sebagai  kota warisan budaya dunia. “Saya sangat mendukung gagasan tersebut. Mudah-mudahan gagasan tersebut akan menjadi kenyataan. Harus ada kerjasama dari pihak terkait, eksekutif, legislatif, dan masyarakat. Kalau tidak ada kerja sama, kami yakin tidak akan terwujud. Tetapi kalau ada kerja sama yang baik, saya yakin itu bisa terwujud,” ungkap seorang anggota DPRD Sambas yang menghadiri seminar.

“Kita gandeng perguruan tinggi yang ada di daerah untuk memujudkan gagasan ini. Tentunya perlu kerja sama masyarakat dan pihak-pihak terkait,” ujar Pabali Musa, wakil bupati Sambas.