Syukuran Dua Bupati Terpilih di Rumah Melayu

MABM gelar syukuran bupati sintang kapuas hulu
Meraih kemenangan tanpa dukungan dana yang besar bukanlah suatu hal yang mustahil. Demikian paparan kedua bupati terpilih—Kabupaten Sintang dan Kapuas Hulu—pada syukuran yang diadakan di Rumah Melayu, Selasa (16/2).

Acara syukuran dan silaturahim jajaran pengurus MABMKB, DPRD Provinsi dengan dua bupati terpilih berlangsung hikmat. Kedua bupati yang terkenal dekat dengan rakyat ini menyampaikan sepatah dua patah kata dengan santai. Bupati petahana Kapuas Hulu, AM Nasir, SH, mengharapkan setelah pelantikan, tidak ada lagi gesekan antar pendukung. “Yang di atas tidak ada masalah, mengapa di bawah masih ribut?” paparnya. Ia juga menambahkan, janganlah ada pesta kemenangan yang berlebihan. “Saya menghimbau para pendukung untuk tidak menyalakan kembang api dan mercon.”

Silaturahim dari masjid ke masjid, dukungan luas dari masyarakat Sintang dan tokoh masyarakat, serta adanya perbaikan peraturan pilkada, demikianlah poin penting yang terucap dari bupati terpilih kabupaten Sintang, dr. H. Jarot Winarno, M. Med. Ph. Seorang dokter yang telah tiga kali mengikuti gelaran pilkada dan memiliki track record yang lengkap: tahun 2005 sebagai Wakil Bupati, 2010 nyaris terpilih dan akhirnya, di tahun ini terpilih menjadi orang nomer satu di bumi Senentang.

Di akhir acara, Ketua Umum MABM Kalimantan Barat, H. Chairil Effendy mengucapkan selamat dan rasa bangga atas terpilihnya kedua bupati pilihan rakyat tersebut. Figur yang terpilih bukan karena gelontoran dana yang besar. “Semoga keduanya dapat terus amanah dan mampu menunaikan pengabdian dengan baik,” harap guru besar Universitas Tanjungpura ini. (red)

Syukuran Masyarakat Kalbar Bersama Pimpinan MPR RI

Oleh Gusti Iwan

MABMonline.org, Pontianak — Telah kita ketahui bersama bahwa Bapak Oesman Sapta Odang adalah salah seorang putra terbaik Kalimantan Barat, beliau telah lama berkiprah di Senayan sebagai anggota MPR RI. Dipercaya masyarakat Kalimantan Barat sebagai wakil Utusan Daerah Kalimantan Barat.

Saat ini karier politik beliau semakin bersinar dengan terpilihnya kembali Bapak Oesman Sapta Odang sebagai salah satu pimpinan MPR RI periode 2014 – 2019. Tentu saja hal ini menjadi suatu kebanggaan bagi seluruh masyarakat Kalimantan Barat.

Atas terpilihnya beliau, malam ini (Rabu, 22/10/2014) MABM Kalimantan Barat mengundang berbagai pihak dalam acara “Syukuran Masyarakat Kalimantan Barat atas Terpilihnya Bapak DR. H. Oesman Sapta Oedang sebagai Wakil Ketua MPR – RI Masa Bakti 2014 – 2019”. Acara ini akan dilaksanakan pada pukul 19.00 WIB – selesai, di Rumah Melayu Kalimantan Barat Jl. Sutan Syahrir Pontianak.

Masyarakat Kalimantan Barat dan seluruh masyarakat Indonesia akan terus mendo’akan Bapak Oesman Sapta Odang agar selalu diberikan sehat wal afiat sehingga tetap mampu menjalankan amanah yang telah diembankan oleh rakyat Indonesia kepada beliau. Masyarakat Indonesia tentunya juga berharap beliau mampu memberikan gagasan dan pemikiran yang menjadi solusi bagi persoalan bangsa dan negara Indonesia.

Kepada DR. H. Oesman Sapta Odang, selamat mengemban dan menjalankan amanah rakyat.

foto undangan oso

Abang Tambul: Pantang Tidak Berbuat

P1350277

Oleh Sabhan Rasyid

MABMonline.org, Pontianak— Deklarasi pemenangan Prabowo-Hatta di Balarungsari Rumah Melayu Pontianak berlangsung ramai. Ratusan pendukung Prabowo-Hatta untuk wilayah Kalimantan Barat memadati gedung mulai pukul 12 siang. Deklarasi yang dihadiri oleh Mahfud MD tersebut digelar untuk memperkuat dukungan atas Prabowo-Hatta dalam pilpres 9 Juli mendatang.

Acara deklarasi menjadi lebih semangat dengan yel-yel khas Prabowo-Hatta yang menggema selama deklarasi berlangsung. “Prabowo-Hatta, Presiden, Prabowo-Hatta, Menang” begitu yel-yel yang disuarakan para simpatisan deklarasi.

Dalam acara tersebut, perwakilan masyarakat Kalimantan Barat pendukung Prabowo-Hatta diwakili oleh Abang Tambul Husein yang dipercaya menyampaikan sambutan. Dalam sambutannya, Abang Tambul mengucapkan selamat datang kepada Bapak Mahfud MD yang menjadi simbol kemenangan Prabowo-Hatta di Kalimantan Barat.  “ Selamat datang kepada Bapak Mahfud MD di bumi khatulistiwa, semoga perjuangan tidak sia-sia, dan garuda merah akan membuktikan kemangan kita semua,” ungkap Abang Tambul.

Abang Tambul juga menyampaikan bahwa deklarasi para relawan pemenangan Prabowo-Hatta ini sifatnya sukarela dan timbul dari hati yang ikhlas. “Sukarelawan ini sifatnya sukarela. Terpanggil dengan ikhlas demi memenangkan pemimpin yang mampu menahkodai negara ini, pemimpin tersebut adalah Prabowo dan Hatta Rajasa,” papar Abang Tambul.

Abang tambul berpesan kepada semua pihak agar melakukan segala upaya yang baik demi memenangkan Prabowo-Hatta sebagai pemimpin yang dibutuhkan Indonesia saat ini. Abang tambul juga menyampaikan bahwa perjuangan di Kalimantan Barat untuk memenangkan Prabowo-Hatta telah sampai pada tingkat kecamatan dan desa-desa. “Perjuangan kita ini telah sampai pada kecamatan dan desa-desa untuk menyentuh masyarakat dalam memenangkan Prabowo-Hatta,” ujar Abang Tambul dalam sambutannya.

Proses pemenangan Prabowo-Hatta di pelosok-pelosok Kalimantan Barat secara keseluruhan juga telah mengenal motto “Pantang Tidak Berbuat”. Motto ini berarti semua usaha dari yang terkecil sampai terbesar telah diuapayakan dan terus diupayakan dalam pemenangan Prabowo-Hatta. “Segala bentuk usaha terus kita lakukan, baik cara komunikasi langsung maupun melalui alat komunikasi, kami mengenal motto Pantang Tidak Berbuat,” pungkas Abang dalam sambutannya di hadapan pendukung Prabowo-Hatta.

Mahfud Tandatangani Deklarasi Pemenangan Prabowo-Hatta

P1350321

Oleh Sabhan Rasyid

MABMonline.org, Pontianak— Para pendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 1 Prabowo-Hatta memadati Balairungsari Rumah Melayu Pontianak. Pendukung Prabowo-Hatta tersebut hadir dalam pelaksanaan Deklarasi Pemenangan Prabowo-Hatta untuk wilayah Kalimantan Barat. Acara yang dimulai pukul 13.00 tersebut melibatkan berbagai laskar pemenangan yang siap meraup suara sebanyak-banyaknya untuk Prabowo-Hatta di Kalimantan Barat.

Acara inti dalam pelaksanaan deklarasi pemengangn Prabowo-Hatta  tersebut adalah pembacaan dan penandatangan piagam deklarasi pemenangan Prabowo-Hatta dalam pelaksanaan pemilihan presiden 9 Juli mendatang. Piagam deklarasi tersebut ditandatangai oleh Abang Tambul Husein selaku Ketua Ksatria Praja Khatulistiwa, Munir H.D. Ketua Laskar Lancang Kuning, M. Zainur Safa selaku Ketua Koalisi Muda Praja Khatulistiwa, dan Prof. Dr. Mahfud MD selaku Ketua Pemenangan Nasional Pasangan Prabowo-Hatta.

Setelah deklarasi pemenangan ini dilaksanakan, Mahfud berpesan kepada semua pihak untuk langsung bekerja dalam proses pemenangan Prabowo-Hatta yang tinggal tiga minggu lagi. “Saya harap semua langsung bekerja mengajak semua pihak untuk memilih Prabowo-Hatta dalam pilpres mendatang,” ungkap Mahfud dalam sambutannya.

Kegiatan yang sangat meriah tersebut dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat pendukung Prabowo-Hatta. Hadir pula tokoh-tokoh penting Kalimantan Barat, seperti Burhanuddin A. Rasyid, Morkes Effendy, dan Abang Tambul Husein yang siap berjuang memenangkan Prabowo-Hatta.

 

Mahfud: Daerah Perbatasan Rawan Menipisnya Nasionalisasi

P1350325

Oleh Sabhan Rasyid

MABMonline.org, Pontianak— Deklarasi  pemenangan Prabowo-Hatta di Balarungsari Rumah Melayu Pontianak berlangsung ramai. Ratusan pendukung Prabowo-Hatta untuk wilayah Kalimantan Barat memadati gedung mulai pukul 12 siang. Deklarasi yang dihadiri oleh Mahfud MD tersebut digelar untuk memperkuat dukungan atas Prabowo-Hatta dalam pilpres 9 Juli mendatang.

Mahfud MD yang mengenakan kemeja putih lengan panjang hadir di Balairungsari Rumah Melayu Pontianak sekital pukul 13.30. Mahfud langsung disambut dengan yel-yel khas Prabowo-Hatta dan tarian dari sanggar Andari Pontianak.

Dalam kegiatan deklarasi pemenangan Prabowo-Hatta tersebut, Mahfud menyampaikan rasa terharunya atas dukungan yang mengalir dari bawah. “Saya sangat terharu dengan dukungan semua ini, ini merupakan dukungan dari bawah karena dari segi logistik kami tidak menyiapkan dari pusat, dukungan dari bawah ini menunjukkan bahwa semua ini sangat murni,” ungkap Mahfud.

Mahfud menyampaikan bahwa wilayah Kalimantan Barat sebagian besar merupakan wilayah perbatasan yang langsung berbatasan dengan Malaysia. Wilayah border seperti ini dinilai Mahfud sebagai wilayah yang rawan akan menipisnya nasionalisasi masyarakat.

Menipisnya rasa nasionalisme masyarakat ini biasanya terjadi karena negara kurang memiliki kedaulatan atas wilayah perbatasan tersebut. Untuk itu, Mahfud menilai bahwa saat ini kita sangat membutuhkan pemimpin yang memiliki kemampuan untuk menjaga kedaulatan tersebut. “Kita perlu pemerintah yang kuat, mampu mengambil resiko untuk kedaulatan negara,” papar Mahfud yang langsung disambut dengan keriuhan dukungan dari simpatisan.

Mahfud juga berpesan kepada simpatisan agar memilih pemimpin sesuai kebutuhan. “Saat ini kita membutuhkan kekuatan kedaulatan negara dan kita harus memilih pemimpin yang akan mengeluarkan peraturan yang menguntungkan rakyat agar lebih sejahtera, pemimpin tersebut, yaitu Prabowo-Hatta,” pungkas Mahfud MD diiringi tepuk tangan dari seluruh simpatisan yang hadir.

Kapolda: Kita Akan Kawal Semua Sampai Penghitungan

Kapoda Kalbar dan Pangdam XII/Tpr saat meninjau TPS 86 (Foto: Sabhan)
Kapoda Kalbar dan Pangdam XII/Tpr saat meninjau TPS 86 (Foto: Sabhan)

oleh Sabhan Rasyid

MABMonline.org, Pontianak— Pelaksanaan Pemilihan Umum Anggota Legislatif (Pileg) di penjuru tanah air, khususnya di Pontianak telah berlangsung dengan lancar. Pelaksanaan pesta demokrasi ini merupakan serangkaian kegiatan dalam rangka memilih anggota legislatif untuk lima tahun ke depan. Semua unsur keamanan di Kalimantan Barat juga ambil bagian dalam proses pengamanan pemilu tahun ini. “Kita akan mengawal semuanya sampai tuntas,” ungkap Brigjen (Pol) Arie Sulistyo ketika meninjau lokasi TPS 86 di sekitaran kediaman Gubernur Kalbar.

Kapolda Kalbar yang didampingi Pangdam XII Tanjungpura, Mayjen Ibrahim Saleh meninjau langsung keadaan TPS-TPS di Pontianak termasuk TPS 86 yang menjadi tempat gubernur dan keluarga menggunakan hak pilihnya. Sejumlah pejabat kepolisian dan Kodam XII/Tpr juga terlihat ikut dalam rombongan (9/4).

Terkait pelaksanaan pemungutan suara (9/4), Pangdam XII/Tpr mengungkapkan pihaknya dan Kapolda akan membantu seutuhnya mengawal kegiatan pemilu. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan KPU dan Bawaslu terkait kesiapan surat suara dan logistik pemungutan suara. “Kita sudah dapat informasi dari KPU dan Bawaslu bahwa surat suara dan logistik sudah terdistribusi semua,” ungkap Mayjen Ibrahim Saleh kepada wartawan.

Pelaksanaan pesta demokrasi di Indonesia saat ini memang menjadi kegiatan yang sangat besar sehingga diperlukan kerja sama yang baik antara pihak penyelenggara, yaitu KPU dan pihak keamanan dari Polda Kalbar dan Kodam XII Tanjungpura, serta seluruh masyarakat Kalbar yang menjadi ujung tombak keamanan di daerah-daerah. “Kita berusaha agar semuanya berjalan lancar dan aman dan sampai saat ini masih bisa berjalan dengan baik,” ujar Pangdam XII Tanjungpura.

 

 

TPS 86 Diserbu Awak Media

kapolda-pangdam-kalbar
oleh Sabhan Rasyid

MABMonline.org, Pontianak— Pelaksanaan pemilihan umum legislaif (Pileg) resmi dimulai Rabu, 9 April. Agenda pemilihan dilaksanakan serentak di ribuan TPS. Kesibukan warga dan panitia pemungutan suara juga terlihat di TPS 86 yang beralamat di Gang Pak Majid I Jalan Danau Sentarum Pontianak Kota.

Para awak media sejak pagi sudah memenuhi TPS 86 tersebut. Pasalnya, orang nomor satu di provinsi ini akan menggunakan hak pilihnya di TPS tersebut. Semua juru tulis tersebut menunggu kehadiran Cornelis dan keluarga yang tiba di TPS pada pukul 10.25. Sebagaimana di pusat, lokasi pemungutan suara para pejabat memang selalu menjadi objek berita para wartawan di berbagai daerah.

Sejak pukul 9 pagi, pihak Polda dan Kodam XII/Tanjungpura Kalbar telah meninjau dan memastikan keamanan di lokasi TPS 86. Sejumlah pasukan keamanan diturunkan untuk memastikan kesiapan dan keamanan di TPS yang terletak di Jalan Danau Sentarum tersebut.

Kapolda Kalbar, Brigjen (Pol) Arie Sulistyo menegaskan bahwa pihaknya bekerja sama dengan Pangdam XII/Tps mengawal pelaksanaan pemilu ini, sejak pencoblosan hingga tuntas penghitungan suara. “Semua masih berjalan lancar, kami akan mengawal semua ini sampai tuntas,” pungkas mantan orang nomor dua era Kapolda yang menjadi caleg DPR RI, Erwin Tobing.

Jumadi: Terdapat Lima Pemetaan TPS

oleh Sabhan Rasyid

P1340959

 

 MABMonline.org Pontianak—Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Kalimantan Barat menggelar pelepasan relawan pengawas pemilu 2014 untuk daerah Kalimantan Barat. Kegiatan yang mengangkat tajuk “Dari Bawaslu Kita Selamatkan Pemilu Indonesia” tersebut dilaksanakan, Kamis  (13/3) di gedung PCC. Acara dimulai dengan registrasi peserta sejak pukul 8 pagi dan dimulai secara resmi pada pukul 10 pagi.

Kegiatan yang dihadiri oleh 506 orang peserta tersebut dimulai dengan pelepasan secara resmi para relawan pengawas pemilu oleh Gubernur Kalimantan Barat. Acara tersebut dilengkapi dengan penyampaian materi oleh Jumadi yang memaparkan materi dengan judul “Pentingnya Partisipasi Masyarakat dalam Pemilu”

Jumadi memulai presentasinya dengan menyampaikan beberapa hal tentang pentingnya pengawasan dalam proses pemilu. Menurutnya, pengawasan pemilu merupakan tanggung jawab bersama masyarakat. “Pentingnya pengawasan pemilu untuk menjamin pemilu berjalan sesuai aturan dan sebagai upaya kontrol masyarakat terhadap proses pemilu,” ungkap dosen FISIP Untan tersebut.

Dalam pemaparan panjangnya kepada peserta, Jumadi menyampaikan tentang dua kelompok penting dalam mengawas pemilu serta pemetaan terhadap TPS pemilu berdasarkan pengalaman pelaksanaan pemilu sebelumnya, yakni 2004 dan 2009.

Kelompok-kelompok penting dalam pengawasan pemilu adalah orang-orang yang memiliki kesempatan luas dalam proses pengawasan pemilu. “Terdapat dua kelompok penting dalam mengawas, yaitu kelompok pemilih dan kelompok sadar politik (kalangan pelajar dan mahasiswa),” ujar Jumadi.

Jumadi menambahkan bahwa proses pengawasan pemilu yang selama ini terjadi sampai pemilu 2009 selalu mengalami penurunan. “Menurut penelitian Perludem (Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi) menunjukkan bahwa pengawasan pemilu 2004 dan 2009 oleh masyarakat terus mengalami penurunan,” paparnya.

Pada bagian akhir presentasinya, Jumadi menyampaikan pemetaan TPS pemilu yang diklasifikasikan berdasarkan pengalaman pelaksanaan pemilu sebelumnya. Jumadi memaparkan ada lima pemetaan TPS, yaitu TPS aman (aman dari segala kecurangan dan konflik), TPS rawan 1 (pernah terjadi kecurangan dan konflik), TPS rawan 2 (rentan terjadi konflik), TPS rawan 3 (medannya jauh dari jangkauan pengawasan dan pengamanan), dan TPS khusus (terletak di rumah tahan dan rumah sakit).

Semua tentu mendambakan pelaksanaan pemilu yang bersih dan adil. Pelaksanaan pemilu yang bersih akan menghasilkan pelaksanaan demokrasi yang baik bagi Indonesia. “Pemilu bersih, Indonesia Maju,” pungkas Jumadi dalam materinya.

 

Hak dan Kewajiban Relawan Pengawas Pemilu

oleh Sabhan Rasyid

P1340954

MABMonline.org, Pontianak— Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Kalimantan Barat menggelar pelepasan relawan pengawas pemilu 2014 untuk daerah Kalimantan Barat. Kegiatan yang mengangkat tajuk “Dari Bawaslu, Kita Selamatkan Pemilu Indonesia” tersebut dilaksanakan, Kamis (13/3) di gedung PCC. Acara dimulai dengan registrasi peserta sejak pukul 8 pagi dan dimulai secara resmi pada pukul 10 pagi.

Pelaksanaan pengawasan pemilu saat ini sudah semakin masiv dilakukan oleh Bawaslu. Buktinya, hadir sebuah gerakan yang diprakarsai oleh Bawaslu RI dengan sebutan “Gerakan Sejuta Relawan”. Apa saja tugas dan wewenang relawan pengawas ini dipaparkan dengan gamblang oleh Kristantus Herusiswanto saat memberikan materi pada acara pelepasan gerakan pengawas pemilu 2014 untuk daerah Kalimantan Barat.

Relawan pengawas pemilu yang akan mengawasi jalannya proses pemilu 2014 memiliki hak dan kewajiban saat melaksanakan tugas di lapangan. Menurut Kristantus, relawan pemilu akan mendapatkan hak-haknya, seperti mendapatkan buku panduan pengawasan, materi bimbingan, kartu tanda pengenal, jaminan asuransi dan advokasi, serta akses di wilayah pengawasan.

Relawan pengawas yang dapat mendaftar ke Bawaslu ini harus memenuhi syarat, yaitu berumur minimal 17 tahun, dari kalangan pelajar/mahasiswa/masyarakat yang berkeinginan menjadi pengawas, yang kemudian direkrut oleh jajaran pengawas pemilu atau mendaftarkan diri kemudian diverifikasi oleh Bawaslu. Tugas utama relawan ini adalah memberikan informasi terkait pelanggaran pada pelaksanaan pemilu 2014. “Tugas relawan adalah mencari dan menggali informasi pelanggaran pemilu dan memberikan informasi tersebut kepada pengawas kecamatan,” ungkap Kristantus.

Relawan pengawas pemilu ini juga harus menaati beberapa kewajiban dan mengetahui larangan saat menjalankan tugas di lapangan. Relawan yang telah mendaftarkan diri dan siap menjalankan tugas di lapangan memiliki kewajiban utama, yaitu menaati adat istiadat di tempat bertugas serta dapat menjamin akurasi data laporan pelanggaran. “Relawan pengawas pemilu wajib menjamin akurasi data laporan pelanggaran pemilu yang disampaikan kepada pengawas kecamatan,” ungkap anggota Bawaslu kelahiran Sambas tersebut.

Kristantus juga menambahkan beberapa hal yang menjadi larangan bagi relawan pengawas pemilu 2014. Relawan pengawas dilarang untuk mencampuri hak dan kewajiban pemilih, memihak pada peserta pemilu, menggunakan pakaian atau atribut yang berindikasi mendukung partai tertentu, membawa senjata, serta memihak pada satu di antara peserta pemilu. “Relawan memantau dari luar TPS, protes disampaikan kepada pengawas pemilu,” papar Kristantus.

Relawan pengawas pemilu dapat menjadi bagian penting dalam rangka menyukseskan pelaksanaan pemilu 2014. Pengawasan yang perlu diperketat pada pelaksanaan pemilu dapat menjadi perwujudan pelaksanaan pemilu yang jujur dan adil. “Pelaksanaan pemilu yang jujur dan adil harus dilaksanakan agar proses demokrasi dapat berjalan dengan baik,” pungkas Kristantus.

‘Gerakan Sejuta Relawan’ Awasi Pelaksanaan Pemilu

oleh Sabhan Rasyid

P1340945
MABMonline.org, Pontianak— Gerakan sejuta relawan untuk pengawasan pemilu 2014 merupakan program nasional dari Bawaslu RI. Gerakan ini sudah mencatat 16.019 relawan yang siap mendedikasikan diri mereka untuk mengawas pelaksanaan pemilu. Istilah “sejuta relawan” tidak dilihat dari kuantitas dari keseluruhan relawan, melainkan dari besarnya manfaat dari gerakan ini. “Gerakan sejuta relawan menyampaikan pesan bahwa betapa besar dan berpengaruhnya gerakan ini, bukan kuantitas, tetapi masifnya kegiatan pengawasan,” ungkap Ruhermansyah, Ketua Bawaslu Provinsi Kalimantan Barat.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Kalimantan Barat menggelar pelepasan relawan pengawas pemilu 2014 untuk daerah Kalimantan Barat. Kegiatan yang bertema “Optimalisasi Pengawasan dalam Rangka Mewujudkan Pemilu yang berkualitas” tersebut dilaksanakan, Kamis (13/3) di gedung PCC. Acara dimulai dengan registrasi peserta sejak pukul 8 pagi dan dimulai secara resmi pada pukul 10 pagi.

Acara diawali dengan gladi bersih dari panitia bersama peserta. Hadir Gubernur Kalimantan Barat, komisioner Bawaslu Kalimantan Barat, perwakilan Kapolda Kalbar, Pangdam Tanjungpura, Kejaksaan Tinggi Kalbar, KPU, pers, serta peserta yang berasal dari golongan mahasiswa dan pelajar.

Pengawasan pemilu merupakan kewajiban setiap warga negara untuk melaksanakannya. Pengawasan terhadap pelaksanaan pemilu setidaknya dilakukan pada tiga situasi, yaitu masa kampanye, masa tenang, dan pemungutan sampai perhitungan suara. “Ada titik-titik rawan pelanggaran pemilu, seperti masa kampanye, masa tenang, dan perhitungan suara,” ungkap Kristantus Herusiswanto, salah satu anggota Bawaslu saat memberikan materi kepada peserta.

Unsur-unsur masyarakat yang dapat menjadi relawan pengawas pemilu ini, yaitu pelajar dan mahasiswa yang tergolong pemilih muda atau dari masyarakat lain yang memang bersedia. Untuk pendaftaran dapat dilakukan di Kantor Bawaslu di Jalan S. Parman (samping SMK 3). Masyarakat yang memenuhi persayaratan dan layak akan diverifikasi oleh Bawaslu untuk dijadikan relawan pengawas pemilu 2014. “Rekan-rekan bisa mendatangi kantor Bawaslu di samping SMK 3 untuk mendaftar sebagai relawan,” ujar Ketua Bawaslu dalam sambutannya.

Kegiatan pelepasan gerakan sejuta relawan yang dihadiri 506 perserta tersebut selesai pada pukul 12 siang. Kegiatan tersebut diakhiri dengan penyampaian materi dari anggota Bawaslu dan Jumadi selaku dosen FISIP Untan dengan materi “Pentingnya Partisipasi Masyarakat dalam Pemilu”. Jumadi berharap pelanggaran yang terjadi dalam pelaksanaan pemilu 2004 dan 2009 tidak terulang kembali pada tahun ini. “Pemilu bersih, Indonesia Maju,” pungkas Jumadi dalam materinya siang kemarin.