Jembatan Tayan, Primadona Wisata Anyar Kalimantan Barat

Oleh Okta Herningsih

selfie di jembatan TayanSejak dibangunnya Jembatan Tayan yang berada di Desa Pulau Tayan, lokasi tersebut berubah menjadi primadona wisata bagi warga setempat. Jembatan ini hampir setiap sore hari menjadi pusat keramaian, terutama di akhir pekan.

Beberapa waktu lalu saat liburan akhir tahun, saya dan teman-teman mudik ke Kecamatan Tayan Hilir dan mengunjungi jembatan yang kini tengah menjadi primadona masyarakat Kalimantan Barat, ikon yang menjadi kebanggaan bagi kami sebagai warga setempat. “Kita patut bangga sebagai warga asli Tayan memiliki ikon yang menjadi primadona masyarakat Kalimantan Barat yang megah nan cantik, selain itu perekonomian masyarakat setempat juga meningkat,” ujar Mila, salah satu pengunjung Jembatan Kapuas Tayan.

Sabtu sore kami berjalan-jalan menelusuri jembatan Tayan untuk sekedar menghabiskan waktu luang dan bersantai. Tak hanya berkunjung biasa, kami menyempatkan diri untuk berselfie-ria dengan latar Jembatan Tayan. Berbagai macam gaya kami ekspresikan di tengah keramaian.

Matahari terbenam adalah saat yang kami tunggu demi melihat pemandangan sunset dari atas jembatan yang tiada duanya. Sungguh indah ciptaan Tuhan membuat kami lupa akan waktu, awanpun berubah kelabu dan semakin gelap, waktunya kami untuk pulang ke rumah.

Masih belum puas, keesokan paginya kami kembali mengunjungi Jembatan Tayan untuk jogging, tak hanya berolahraga kami menyempatkan diri untuk bermain skateboard dan berfoto. Di pagi minggu Jembatan Tayan merupakan tempat pilihan warga setempat untuk berolahraga sambil menikmati keindahan jembatan dan mengabadikan momen bersama sahabat maupun keluarga.

Puncaknya, saat malam akhir tahun 2015, jembatan Tayan dipenuhi oleh warga setempat maupun luar Tayan untuk menyambut tahun baru bersama keluarga dan teman-teman, keindahan jembatan tampak dari berbagai sisi, dihiasi dengan lampu-lampu indah pada malam hari, dilengkapi dengan lampion yang diterbangkan serta kembang api yang tampak indah tepat di atas jembatan, tak mau kalah selesai makan-makan di rumah bersama keluarga dan teman-teman, kami segera meluncur menuju Jembatan Tayan untuk menyaksikan momen itu, betapa indahnya malam itu tepat pukul 00.00 WIB Jembatan Kapuas Tayan memancarkan pesonanya dengan lampu-lampu nan indah, lampion dan kembang api yang memberikan warna di awan gelap, membuat semua mata tertuju pada keindahan itu.

Tak bisa dipungkiri lagi jembatan terpanjang di Kalimantan ini memang memiliki daya tarik di kalangan masyarakat. Terbukti sejak beberapa bulan terakhir ribuan masyarakat yang berkunjung ke tempat itu. Jembatan Tayan yang kini menjadi ikon masyarakat Kalimantan Barat memang sudah lama dinantikan, jadi wajar jika masyarakat mengungkapkan kegembiraannya dengan cara mengunjunginya langsung meskipun harus menempuh perjalanan cukup jauh. Setidaknya bagi masyarakat luar Tayan mereka memiliki kenang-kenangan pernah mengunjungi jembatan tersebut secara langsung bukan hanya melihat gambar atau dengar cerita saja.

Jembatan Tayan adalah jembatan yang melintang di atas Sungai Kapuas, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat.  Jembatan Tayan terbagi dalam dua bentangan. Bentangan pertama jembatan dari arah Kota Tayan menuju Pulau Tayan. Sedangkan bentangan kedua adalah jembatan dari arah Pulau Tayan menuju Desa Piasak.

Jembatan ini menjadi bagian dari Jalan Trans Kalimantan yang menghubungkan Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Jembatan ini merupakan jembatan terpanjang di Kalimantan dan terpanjang kedua di Indonesia setelah jembatan Suramadu di Provinsi Jawa Timur.

Pesona Jembatan Kapuas Tayan ternyata tidak hanya menarik perhatian warga setempat, masyarakat luar Tayan juga terpikat dengan kecantikan jembatan yang memiliki panjang mencapai 1.440 meter.

Jadi, bagi anda yang belum pernah menikmati keindahan itu, pergilah ke Jembatan Kapuas Tayan untuk memanjakan mata melihat pesona jembatan sekaligus refreshing. Tidak hanya melihat keindahan dari atas jembatan, anda juga dapat mencarter speedboat yang berada di bawah jembatan dengan tarif 20 ribu/orang untuk mengelilingi Desa Pulau Tayan melihat keindahan jembatan dari sungai kapuas, selain itu anda juga dapat beristirahat di warung-warung bagian bawah jembatan sebelah kanan untuk minum maupun makan sekaligus menikmati pemandangan dari tepian sungai Kapuas.

Stan Pameran Menarik Perhatian Pengunjung Mancanegara

MABMonline.org, Putussibau–Stan pameran yang beragam di dalam GOR Uncak Kapuas menarik perhatian pengunjung mancanegara, Kamis, (18/12). Tampak dua warga asing mengunjungi stan saat seusai dibuka pameran. Warga asing asal Inggris tersebut menyempatkan diri masuk ke tiap stan. Mereka melihat-lihat barang yang ada di dalam stan dan berfoto bersama.

“Stan yang sangat menarik, saya berfoto bersama mereka di dalam,”ujar Charli.

Pengunjung Mancanegara berfoto dengan pengunjung lokal

Aksesoris melayu yang terpajang di dalam stan menarik perhatian orang asing termasuk charli, “barang-barangnya unik, memiliki khas tersendiri,” ucap Charli.

Masyarakat tak menyiakan kesempatan untuk berfoto bersama asing tersebut. Hampir tiap stan mereka berfoto bersama. Seperti halnya yang diungkapkan Ayu, “ingin saja berfoto dengan orang barat.”

Festival Seni Budaya Melayu X menarik wisata mancanegara, seperti halnya pameran stan di GOR Uncak Kapuas. Semoga ke depan FSBM akan semakin menjadi daya tarik warga asing datang ke Kalimantan Barat untuk menyaksikan FSBM. Hal ini akan menjadi wisata tahunan di Kalimantan Barat.

Berwisata Budaya di Taman Nasional Danau Sentarum

Oleh Rianti Pratiwi

Pontianak–Wisata berbasis budaya adalah salah satu jenis kegiatan pariwisata yang menggunakan kebudayaan sebagai objeknya. Pariwisata jenis ini dibedakan dari minat-minat khusus lain, seperti wisata alam, dan wisata petualangan

keindahan taman nasional danau sentarum
foto: indonesia.tavel

Salah satu tempat pariwisata yang ada di Kalimantan Barat, yaitu Taman Nasional Danau Sentarum. Sebuah danau yang menjadi sumber air Sungai Kapuas menjulur sepanjang 1.143 kilometer dan mengambang di antara gunung-gunung menjulang setinggi 750 meter. Menempuhnya harus menyusuri sungai sejauh 700 kilometer dari Pontianak dan beberapa riam memaksa untuk mendorong long boat yang membelah air Kapuas yang kecoklatan. Luasnya membentang di Kalimantan Barat dan fungsinya yang vital bagi kehidupan di sepanjang jalur sungai yang mengalir menjadikan taman nasional ini diakui sebagai salah satu situs Ramsar, sebuah perjanjian internasional yang melindungi daerah konservasi air terpenting dunia. Sebelum tahun 1999, status taman nasional ini belum lahir. Bahkan proses kelahirannya harus melalui proses panjang, hingga tahun 2006, barulah operasionalisasi taman nasional ini betul-betul berjalan.

Pak Rustam salah seorang yang mengenal tempat wisata Danau Sentarum menjelaskan, Taman Nasional Danau Sentarum menjadi destinasi wisata internasional di mana keindahannya mewarnai foto-foto perjalanan para petualang dunia. Saat pasang, kedalamannya mencapai 6 hingga 8 meter, airnya menjadi coklat kemerahan akibat bahan asam tannin dari pohon dan daun yang membusuk di dalam air. Fungsinya sungguh banyak, bagi kehidupan flora dan fauna, juga bagi manusia.

Selanjutnya menurut Pak Surahman, saat surut, danau ini hanya menyisakan beberapa titik air sebagai sumber hidup bagi makhluk-makhluk yang bersembunyi di balik semak belukar taman nasional ini. Kapuas pun tak selamanya besar saat danau ini tak menyisakan tabungan airnya. Maka penting sekali menjaga kelestarian danau ini bagi keberlangsungan mahluk hidup di danau, di ujung sungai, dan segala sesuatu di antaranya.

Banyak terdapat satwa, tumbuhan khas serta satwa unik dari daerah Danau Sentarum, salah satunya ikan arwana. Taman Nasional Danau Sentarum benar-benar taman nasional yang banyak disentuh. Masih banyak kekayaan alam yang tersembunyi di taman nasional tersebut, sungguh taman nasional yang masih menawan. Juga tak hanya sekedar alamnya yang menawan, budayanya pun akan mengajak kita merasakan  untuk hidup sementara di dunia dongeng tentang Kalimantan yang menantang, jelas Syamsudin.

Maka ajaklah rekan atau kerabat untuk mengunjungi wisata budaya yang masih indah dan banyak tersimpan kekayaan di dalamnya, yaitu dengan mengunjungi taman nasional Danau Sentarum. Dengan berwisata ke Danau Sentarum kita bisa melestarikan wisata budaya kita sendiri dengan melihat betapa masih banyaknya kekayaan alam yang ada di Kalimantan Barat. Dengan berwisata budaya kita bisa melestarikan kebudayaan dengan ikut peduli atau keikutsertaan dengan melihat betapa indahnya budaya kita sendiri.  Pelestarian budaya harus berupa pelestarian cara hidup masyarakat  kita sendiri sehingga generasi mendatang masih dapat menghidupi dan menjalani nilai-nilai yang ada dalam sebuah budaya.

Berpariwisata ke Danau Sentarum bisa dikatakan memperkuat pandangan kita tentang kebudayaan dan dengan mengunjunginya merupakan salah satu cara kita untuk melestarikan kebudayaan yang ada di Kalimantan Barat, ujar Dayang salah satu warga asal Nanga Bunut  yang pernah mengunjungi Taman Wisata Danau Sentarum.