Home / Budaya / Dedy Paparkan Strategi Pelestarian Adat Istiadat Melayu

Dedy Paparkan Strategi Pelestarian Adat Istiadat Melayu

Oleh Sabhan Rasyid

MABMonline.org, Pontianak— Dalam rangka Rakor Kelompok Kerja Pelestarian dan Pengembangan Adat Istiadat dan Nilai Sosial Budaya Masyarakat di Provinsi Kalimantan Barat 2014, MABMKB ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Dedy Ari Asfar selaku perwakilan MABMKB menjadi narasumber dalam acara pembahasan usaha pelestarian adat istiadat dan nilai sosial budaya tersebut. Kegiatan yang dilangsungkan di Function Hall 3 Hotel Kapuas Palace tersebut dihadiri oleh para tokoh budaya, jajaran SKPD terkait, serta para aktivis dari AMAN (Aliansi Masyarakat Adat Nusantara).

Kegiatan yang digelar oleh Badan Pemberdayaan Masyarakan dan Pemerintah Daerah tersebut memberi bagian bagi lembaga adat untuk menyampaikan rencana pelestarian adat istiadat. MABMKB yang diwakili oleh Dedy Ari Asfar memaparkan strategi yang dilakukan MABMKB dalam menjaga nilai budaya masyarakat Melayu Kalimantan Barat. “Usaha utama MABMKB dalam menjaga nilai budaya Melayu adalah dengan cara revitalisasi adat istiadat dan budaya Melayu,” papar Ketua Pustaka Melayu Gemilang MABMKB tersebut.

Dedy dalam penyampaian materinya mengungkapkan 5 strategi MABMKB dalam menjaga nilai adat istiadat Melayu di Kalimantan Barat. “Kami memiliki lima strategi pelestarian yang selama ini telah kami jalankan di MABMKB,” ungkap Dedy.

Strategi pertama yang selama ini dilakukan oleh MABMKB adalah menjalin kerja sama. Dedy memaparkan bahwa MABMKB selalu gencar menjalin kerja sama baik internal maupun eksternal. MABMKB menjalin kerja sama dengan seluruh MABM di kabupaten/kota, dewan adat dayak (DAD), pemerintah, dan seluruh lapisan masyarakat di Kalimantan Barat.

Strategi kedua yang disampaikan Dedy, yaitu melakukan kegiatan penelitian, seminar, dan diskusi bulanan. MABMKB dalam melakukan strategi ini juga melakukan kerja sama baik dengan seluruh anggota MABM maupun dengan perguruan tinggi yang ada di Kalimantan Barat. “Kegiatan seminar selalu kami laksanakan setiap tahunnya bersamaan dengan kegiatan festival Melayu yang digelar MABMKB,” tambah Dedy.

Strategi ketiga yang ditempuh MABMKB dalam usaha menjaga dan mengembangkan adat istiadat Melayu adalah dengan cara memanfaatkan program teknologi informasi. MABM saat ini telah memiliki laman khusus kebudayaan Melayu dengan alamat web mabmonline.org. “Usaha pelestarian menjadi sangat efektif jika karya-karya seperti makalah kebudayaan kita publikasikan kepada masyarakat, MABM merealisasikan usaha ini lewat laman web mabmonline.org,” ungkap peneliti di Balai Bahasa Kalbar ini.

Strategi keempat yang disampaikan Dedy adalah MABMKB melakukan kegiatan penerbitan dan publikasi Melayu. Usaha ini dilakukan MABMKB dengan mendirikan penerbit Pustaka Melayu Gemilang sebagai wadah penerbitan data-data kemelayuan yang ada di Kalimantan Barat.

Strategi kelima yang ditempuh MABMKB dalam usaha menjaga, melestarikan, dan mengembangakan adat istiadat Melayu Kalimantan Barat, yaitu dengan cara membangun kesadaran dan apresiasi masyarakat Melayu. Hal ini diungkapkan Dedy terwujud dengan adanya Rumah Melayu dan kegiatan Festival Seni Budaya Melayu yang digelar setiap tahunnya. Sampai saat ini sudah ada 5 kabupaten/kota yang memiliki Rumah Melayu, selanjutnya sedang diusahakan akan dibangun di setiap kabupaten. Dedy juga menampilkan beragam kegiatan dalam FSBM yang digelar MABMKB setiap tahunnya. “Kegiatan FSBM ini digelar setiap tahun, tahun lalu di Kabupaten Sambas,” papar Dedy.

Dedy di akhir penyampaian materinya juga menyampaikan ajakan kepada para hadirin yang ingin merasakan antusiasme masyarakat Melayu terhadap adat istiadad untuk hadir dalam FSBM tahun ini yang rencananya akan dilaksanakan di Kabupaten Kapuas Hulu.” Tahun ini kami akan mengadakan FSBM di Kapuas Hulu, bagi ingin mengetahui tradisi budaya Melayu lebih jauh silakan hadir pada bulan Oktober nanti,” pungkas Dedy.

Check Also

Memperkenalkan Upacara Adat Melayu dari Setiap Daerah di Ekshibisi Adat

mabmonline.org , Sekadau – Ekshibisi upacara adat Melayu yang diikuti enam kontingen telah terlaksana di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *