Home / Jurnalisme Warga / Es Lidah Buaya Menggiurkan Dahaga Khatulistiwa

Es Lidah Buaya Menggiurkan Dahaga Khatulistiwa

Oleh Fraditya Yulia Sari

Gambar : Es Lidah Buaya salah satu minuman khas Pontianak, bukan hanya untuk melepas dahaga, tetapi minuman ini banyak manfaatnya untuk kesehatan tubuh.
Gambar : Es Lidah Buaya salah satu minuman khas Pontianak, bukan hanya untuk melepas dahaga, tetapi minuman ini banyak manfaatnya untuk kesehatan tubuh.

MABMonline.org, Pontianak,–  Es lidah buaya menjadi target para pengunjung bersantai ria melepas dahaga karena sejak pukul 09 pagi hingga 12 siang mereka menanti adanya titik kulminasi yang tepat berada di garis 900 kota Khatulistiwa. Es lidah buaya ini menjadi salah satu jualan laris Tati (47), hingga saat ini, (23/03).

Ibu Tati berjualan di kawasan Tugu Khatulistiwa kurang lebih 10 tahun, alasannya membuka kantin ini karena es lidah buaya ini buatannya sendiri. Ini yang membuatnya semangat untuk terus berjualan. Larisnya es lidah buaya olahannya membuat para pengunjung menyukai dan selalu singgah di kantinnya. Tati bercerita sambil tersenyum bangga.

Bahkan Tati berkata, “dari hasil jualan bisa menyekolahkan empat anak, salah satu di antaranya meneruskan sekolah hingga di Perguruan Tinggi, PAUD Universitas Tanjungpura Pontianak,” tuturnya hampir menangis. Tati tidak pantang menyerah untuk terus berjualan es lidah buaya, walaupun tidak ada even di sekitar Tugu Khatulistiwa tersebut.

Menurut Tati, jualan es lidah buaya adalah penghasilan utamanya untuk makan dan sebagainya, “jika hanya mengharapkan suami tukang tebas di daerah Tugu tersebut, tidak cukup,” ulasnya sambil menunjuk kearah suaminya. “Jadi, dengan berjualan es lidah buaya inilah setiap harinya dapat membantu untuk menyekolahkan anak-anak dan makan sehari-hari,” jelasnya.

Menurutnya, es lidah buaya ini selain banyak manfaat untuk kesehatan, juga bermanfaat baginya untuk meneruskan hidupnya sampai saat ini. Tati menutup cerita dengan senyuman bangga sembari memegang sebatang lidah buaya yang hendak diolah.

Check Also

Antar Ajung, Antara Tradisi dan Wisata

Oleh Nabu Sambas—Terdengar gendang rabana dan ratib. Lantunan nama-nama Allah disertai doa selamat dan doa …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *