Home / Jurnalisme Warga / Festival Budaya Bumi Khatulistiwa (FBBK) 2013

Festival Budaya Bumi Khatulistiwa (FBBK) 2013

Oleh: Rudi Hartono

MABMonline.org, Pontianak — Setelah suksesnya pembukaan Festival Budaya Bumi Khatulistiwa (FBBK) 2013 yang bertempat di Museum Pontianak Kamis, 26/9, acara pun berlanjut pada malam hari Jum’at, 27/9. Festival Budaya Bumi Khatulistiwa ini adalah acara kebudayaan yang didukung oleh seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Barat guna memperkenalkan seni dan budaya yang ada di Kalimantan Barat.

Festival Budaya Bumi Khatulistiwa (FBBK) 2013 ini bukan hanya menampilkan perlombaan di dalam kegiatannya tapi juga terdapat stan pameran yang mana setiap stan memperkenalkan masing masing kebudayaan yang ada di daerahnya. Kebanyakan stan yang ada disini banyak menampilkan baju adat, kain daerah serta barang barang yang khas dari daerahnya masing masing. Ada juga yang hanya menampilkan tempat tujuan wisata yang ada di daerahnya.

Stan pameran terdiri dari Kabupaten Pontianak, Kabupaten Sekadau, Kabupaten Bengkayang, Kota Singkawang, Kota Pontianak, Kabupaten Melawi, Kabupaten Sanggau, Kabupaten Sambas, Kabupaten Sintang, Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Ketapang, Kabupaten Landak, Kabupaten Kayong utara, dan Kabupaten Kapuas hulu. Di mana setiap stan menampilkan pakaian-pakaian adat, kain, hasil karya setiap daerah dan kekhasannya masing-masing dan tidak ketinggalan terdapat gambar-gambar lokasi pariwisata daerah masing-masing yang ada di dalamnya.

Antusiasme warga pada acara ini masih kurang memuaskan. Warga yang ada di sekitar daerah pontianak sepertinya tidak tergugah seleranya melihat acara ini. Ini terlihat dari pengunjung yang relatif sedikit, juga dapat dilihat dari penjual jajanan pun dapat dihitung dengan jari. Padahal, acara ini sangat luar biasa dalam memperkenalkan kekhasan daerah yang ada di Kalimantan Barat. Terlihat pengunjung merupakan keluarga/teman yang ikut lomba, dan tak sedikit pula yang menyaksikan ialah mahasiswa dan itupun dengan mudahnya dapat dihitung. Semua ini kemungkinan terjadi karena minimnya publikasi dan promosi acara oleh panitia acara festival ini, diharapkan di tahun berikutnya festival ini semakin diminati para pengunjung baik dari dalam maupun dari luar negeri.

Check Also

Budaya Korea “Meledak” di Indonesia

Oleh : Ahmad Yani MABMonline.org, Pontianak — Pada era globalisasi saat ini faktor budaya merupakan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *