Home / Beranda / FLP Kalbar Hadirkan Novelis Kondang Tere Liye

FLP Kalbar Hadirkan Novelis Kondang Tere Liye

Oleh Asmirizani

MABMonline.org, Pontianak – Forum Lingkar Pena mengadakan seminar kepenulisan bersama Tere Liye pada Ahad, 23 Maret 2014 di aula STKIP. Ratusan peserta menghadiri seminar kepenulisan bersama Tere Liye, yang merupakan penulis novel best seller Hafalan Shalat Delisa. Peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa, dan umum. Seminar kepenulisan tersebut diminati anak muda Pontianak, terlihat sebagian besar pelajar dan mahasiswa mengisi kursi-kursi.

Acara seminar tersebut resmi dibuka oleh Aspari Ismail yang merupakan ketua Forum Lingkar Pena Kalimantan Barat. “Seminar ini merupakan satu rangkaian kegiatan dari gebyar Forum Lingkar Pena yang ke 17. Kegiatan ini merupakan agenda tiap tahun Forum Lingkar Pena. Kegiatan seminar kepenulisan ini mengusung tema Cerdaskan Anak Borneo dengan Tinta Kapuas,” tegas Aspari.

Ratusan peserta menyimak apa yang disampaikan Tere Liye (Foto Veni)
Ratusan peserta menyimak apa yang disampaikan Tere Liye (Foto Veni)

Peserta sangat antusias menyimak apa yang disampaikan oleh Tere Liye—penulis top yang lebih senang mengidentifikasi dirinya sebagai akuntan. Ia memberikan motivasi menulis, tips menulis, dan praktek menulis pada peserta. Peserta diajak membuka wawasan dalam memandang segala hal untuk menjadi bahan tulisan. ”Semua bisa menulis, apapun pekerjaannya. Pelajar, mahasiswa maupun ibu rumah tangga yang asyik di dapur dapat menulis. Apa yang dilihat dan dirasakan dapat menjadi bahan tulisan.”

Banyak hal yang disampaikan oleh Tere Liye, satu diantaranya motivasi tentang penulis dengan perandaian menjadi sebuah pohon kelapa di tepian pesisir. “Pohon kelapa tak bisa bergerak, namun pohon kelapa menjatuhkan beberapa buah kelapa yang jatuh di tepian pantai. Buah tersebut hanyut terbawa ombak. Buah kelapa yang terhanyut akan tumbuh di tempat yang jauh. Buah kelapa tersebut memberikan manfaat bagi orang di sekitar pesisir. Begitu juga tulisan, penulis menebarkan tulisan yang akan dibaca oleh orang lain yang berada jauh dari tempat penulis. Tulisan tersebut tentu akan menghibur, bermanfaat, dan bahkan mengispirasi orang yang membacanya,” ungkap penulis yang karya-karyanya sedang booming di dunia literasi Indonesia.

tere liye

Peserta mendapat kesempatan untuk bertanya jawab. Beberapa peserta bertanya mengenai masalah dan solusi mengenai kepenulisan. Satu di antaranya Tuti, mempertanyakan cara-cara memasukkan tulisan ke suatu penerbit. Ia ingin seperti Tete Liye yang sudah banyak menerbitkan buku di berbagai penerbit.

Acara tersebut dilanjutkan dengan launching buku kumpulan puisi karya anggota Forum Lingkar Pena Kalimantan Barat. Buku tersebut berjudul “Sajak dari Negeri Tak Berbayang”. Tak tertinggal pembacaan puisi dari Nano L Basuki dan musikalisasi puisi oleh Jimmy S Mudya menambah kesemarakan seminar tersebut.

Harapan selalu diinginkan para peserta maupun panitia. Harapan yang muncul saat mendapat motivasi dari seseorang yang telah memberikan ilmu melalui seminar ini. “Kami berharap dapat mengikuti jejak Bang Tere Liye yang sudah banyak karya dan tetap produktif menulis,” ungkap salah satu anggota Forum Lingkar Pena.

Check Also

Budaya Korea “Meledak” di Indonesia

Oleh : Ahmad Yani MABMonline.org, Pontianak — Pada era globalisasi saat ini faktor budaya merupakan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *