Home / Jurnalisme Warga / Gema Takbir Menggemuruh Muktamar Khilafah

Gema Takbir Menggemuruh Muktamar Khilafah

New Picture (1)Oleh Sabhan Rasyid

Pontianak, mabmonline.org, Pontianak— Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menggelar muktamar khilafah kemarin (26/5). Muktamar yang mengusung tema “Perubahan Besar Dunia Menuju Khilafah” tersebut dihadiri oleh ratusan massa muslim yang datang dari berbagai daerah dan berbagai kalangan. Menurut Fuad Setiadi selaku panitia kegiatan, pendaftar pada H-2 sudah mencapai 700 orang.

Acara muktmar yang berlangsung di Aula Polnep tersebut diawali dengan nasyid yang ditampilkan oleh tim nasyid Syabab Khatulistiwa. Kegiatan tersebut juga dinaungi ketenangan setelah qori Jamali Ja’far melantunkan ayat suci Alquran.

Muktamar yang isinya berisi orasi-orasi tentang perubahan dunia menuju khilafah ini diramaikan oleh ratusan peserta dari berbagai daerah.

“Muktamar ini tidak hanya dihadiri umat muslim dari Pontianak, tetapi ratusan umat dari Ketapang, Sambas, Mempawah, Melawi, Singkawang, dan daerah lain juga hadir di sini,” ungkap Ahmad Luthfi selaku pimpinan DPD 1 HTI Kalbar.

Muktamar HTI Kalbar ini mengusung pembahasan tentang konsep pemerintahan khilafah. Dalam makalah yang dibagikan kepada peserta diungkapkan bahwa sistem pemerintahan yang sudah ada sejak zaman Rasulullah telah diruntuhkan tepatnya pada bulan Rajab 1343 Hijriah oleh Mustapha Kemal di Turki.

Keruntuhan khilafah tersebut membuat dunia mengalami berbagai masalah setelah sistem demokrasi nasionalis diterapkan. Ustad Muslim yang menyampaikan orasi dengan tema “Kewajiban Memperjuangkan Tegaknya Negara Khilafah” mengungkapkan bahwa tidak ada satu pun yang sanggup menghancurkan perjuangan kita karena Allah bersama kita.

Gema takbir terus menggemuruh Aula Polnep di setiap penyampaian orasi dari tokoh-tokoh HTI. Syamsudin Ramadhan dalam pidato politiknya mengatakan bahwa menegakkan khilafah merupakan perjuangan yang diatur dalam syariat Islam. “ Khilafah mencakupi tiga hal, yaitu menjalankan syariat Islam, persatuan Islam, dan memperjaungkan perlindungan politik dunia,” ungkap Syamsudin selaku perwakilan DPP HTI.

 

Check Also

Budaya Korea “Meledak” di Indonesia

Oleh : Ahmad Yani MABMonline.org, Pontianak — Pada era globalisasi saat ini faktor budaya merupakan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *