Home / Beranda / Acara Adat Gunting Rambut Melayu Kubu Raya

Acara Adat Gunting Rambut Melayu Kubu Raya

Puji syukur kehadirat Allah SWT, kami panjatkan karena berkat rahmat-Nya sinopsis tentang pengenalan adat istiadat di Kabupaten Kubu Raya dapat terselesaikan walaupun dalam bentuk yang sangat sederhana. Kami menyadari bahwa tidak ada sesuatu yang sempurna dan tidak mustahil jika dalam penulisan synapsis acara adat istiadat gunting rambut ini banyak kekurangan, untuk itu kami sebagai penulis synapsis ini mengharapkan adanya kritik dan saran dari para pembaca, adapun adat istiadat gunting rambut ini penulis angkat dari adat istiadat melayu Kabupaten Kubu Raya berdasarkan sumber dari data-data masyarakat yang ada.

TATA CARA GUNTING RAMBUT

Untuk melaksanakan gunting rambut tersebut dilakukan dengan upacara tepung tawar yang dilakukan oIeh orang Melayu Kabupaten Kubu Raya. Sehingga menjadi adat Melayu Kabupaten Kubu Raya sampai sekarang. Adapun kegiatan tepung tawar dilakukan pada saat anak bayi berusia 40 hari sampai 1 tahun dan dipotong rambutnya oleh tokoh agama atau alim ulama sebanyak 7 (tujuh) orang.

Sebelum ditepung tawar dilaksanakan kening, telinga, tangan dan kaki anak bayi tersebut diberi minyak bau, selanjutnya rambut anak dipotong, rambut anak tersebut disimpan disebuah kendi yang terbuat dari kelapa muda yang telah dihiasai oleh daun kelapa muda. Setelah itu anak ditepung tawar dan dihamburkan bertih dan beras kuning. Setiap orang yang memotong rambut bayi tersebut diberikan setangkai pokok telor sebagai tanda ucapan terima kasih dan ditutup dengan pembacaan do’a bersama.

PERALATAN UPACARA ADAT TEPUNG TAWAR GUNTING RAMBUT

A.  PEMBACAAN SERAKAL AL-BARJANJI

Pembacaan Serakal AI-barjanji tersebut akan mendapat pahala serta safaat dari Nabi Muhammad SAW, pada saat potong rambut tersebut.

B.  KENDI KELAPA MUDA DAN DAUN KELAPA MUDA

Kendi kelapa muda dan daun kelapa muda serta bunga yang harum sebagai wadah tempat penabur rambut, agar rambut bayi tersebut tetap suci dan harum.

C.  MINYAK BAU

Penggunaan minyak bau tersebut agar tidak disenangi oleh setan dan iblis, maka minyak bau tersebut dioleskan pada kedua telinga, kening, tangan dan kaki anak agar tidak diganggu setan dan iblis.

D. GUNTING

Gunting untuk memotong rambut anak yang sudah dihias.

E. TEPUNG TAWAR

  • Daun Ribu-Ribu dan Daun Juang

Untuk melakukan tepung tawar dipersiapkan daun ribu-ribu dan daun juang serta diikat dengan kain kuning, maksudnya agar anak tersebut berani memperjuangkan kebenaran serta pandai merangkul atau mendekatkan diri pada semua orang baik yang besar maupun yang kecil, tua ataupun muda. Dan selanjutnya menjadi seorang pemimpin jujur dan beribawa.

  • Beras Kuning dan Bertih

Beras kuning dan bertih yang ditaburkan menandai ucapan selamat atas bayi tersebut.

  • Air Tepung Beras

Air tepung beras melambangkan kemakmuran serta kesejahteraan buat anak

  • Pembuangan rambut anak tersebut dibuang pada pohon pisang yang subur agar rambut anak tersebut tetap tumbuh dan subur seperti pohon pidang tersebut
  • Bunga rampai, permen dan uang logam menandai dimulainya acara tepung tawar gunting rambut.

PELAKSANAAN GUNTING RAMBUT

Upacara ini diawali dengan pembacaan serakal dan aI-barjanji. Bagi yang akan digunting rambutnya dipersiapkan sebagal berikut:

Rambut bayi diikat dengan benang, setiap ikatan diberi bunga dan daun pandan (3, 5 atau 7 ikatan) sesuai dengan jumlah dengan orang yang akan memotong rambut anak tersebut. Begitu pembacaan bersanji sampai pembacaan kasidah berjanji yang disambut dengan asrakal dimana semua tamu berdiri, maka sang bayi dibawa keluar dan ditaburi bunga rampai yang berisikan permen dan uang logam yang diperebutkan oleh anak-anak, penaburan bunga rampai ini dimaksudkan sebagai pemberitahuan dimulainya acara gunting rambut.

Selanjutnya bayi dibawa kepada orang yang dihormati baik dari segi usia, agama dan adat istiadat. Sebelum pemotongan rambut orang yang memotong rambut membaca do’a singkat untuk anak tersebut. Gunting rambut tersebut dilaksanakan sebanyak 3, 5 dan 7 orang dan setiap yang memotong rambut diberikan pokok telur. Setelah pengguntingan rambut selesai membacakan do’a bersama.

(Penulis:  Azuarni, A.Ma)

Check Also

Sultan Hamid II, Sang Perancang Lambang Negara yang Terlupakan

Oleh: Nur Iskandar Tepat di hari Kartini, (21/4), Seminar Nasional Meluruskan Sejarah Sultan Hamid Sebagai …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *