Home / Beranda / Halal Bi Halal MABM: Sarana Mempererat Silaturahmi

Halal Bi Halal MABM: Sarana Mempererat Silaturahmi

Para undangan Halal Bi Halal dari kalangan perempuan Melayu (Foto: Sabhan)
Para undangan Halal Bi Halal dari kalangan perempuan Melayu                (Foto: Sabhan)

 

Oleh Sabhan Rasyid

MABMonline.org, Pontianak—Halal Bi Halal Majelis Adat Budaya Melayu Kalimantan Barat diselenggarakan hari ini, Minggu (24/8). Kegiatan ini dihadiri oleh ratusan undangan dari berbagai kalangan. Acara Halal Bi Halal ini dilengkapi dengan acara tausiyah yang disampaikan oleh Dr. H. Muhammad Haitami Salim, S.Ag. yang juga merupakan Sekretaris Dewan Pemangku Adat MABMKB.

Dalam tausiyahnya Haitami membuka dengan menyampaikan prinsip utama dari pelaksanaan Halal Bi Halal, yaitu memperbaiki silaturahmi yang mungkin selama ini keruh. Menurutnya, Halal Bi Halal harus menjadi momen untuk menciptakan kualitas silaturahmi yang mungkin saja pernah kurang baik. Hal ini dianalogikan seperti meluruskan benang yang pernah kusut. “Halal Bi Halal bagai meluruskan benang yang kusut,” paparnya kepada ratusan hadirin.

Haitami juga mengungkapkan bahwa jika ingin menjalin silaturahmi, seseorang harus memosisikan diri bagai satu perut dengan orang yang diajak bersilaturahmi agar segala bentuk kasih saying dapat dijalin dengan lebih sempurna. Sarana silaturahmi yang dianggap sebagai satu perut oleh Haitami bagi orang Melayu adalah keberadaan MABMKB. “MABM merupakan perut etnik puak Melayu untuk menjaga ikatan persaudaraan,” tambah dosen IAIN ini.

Pemaparan tentang silaturahmi disampaikan Haitami dengan bersemangat di hadapan para hadirin. Hal ini tampak dari kegiatan tausiyah yang dilakukan di hadapan hadirin langsung, bukan di atas mimbar. Berkaitan dengan silaturahmi Haitami juga menyampaikan pesan Rasulullah tentan silaturahmi. “Pesan Rasulullah bahwa jika ingin panjang umur dan rezeki, tautlah silaturahmi,” ungkap Haitami.

Melalui kegiatan Halal Bi Halal MABM ini, para tokoh Melayu dan masyarakat dalam senantiasa menjaga keutuhan silaturahmi antarsesama. Haitam di akhir tausiyahnya berpesan kepada seluruh hadirin agar selalu konsisten dalam menjaga silaturahmi. ”Kalau mau puak Melayu maju, kalau persaudaraan mau tetap terjaga, hindarilah berprasangka dan bertaubatlah,” pungkas Haitami.

Check Also

Tarian Tanda’ Sambas Wajib Dilestarikan Oleh Pemuda

Oleh Asmirizani MABMonline.org, Sambas— Workshop tarian Tanda’ Sambas dilaksanakan di pentas kantor Bupati Sambas pada …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *