Home / Beranda / Hilangnya Generasi Penenun Pontianak

Hilangnya Generasi Penenun Pontianak

oleh Gusti Eka Firmanda

MABMonline.org–Hujan mulai turun membasahi sekujur tubuh, tetapi tidak menghentikan langkah kami siang itu, Senin (2/12) pukul 14.00. Saya bersama dua rekan lain, pergi ke sebuah rumah milik Anas pengusaha tenun asal Sambas di jalan Apel, Gang Mempelam, Pontianak. Bel kami bunyikan, tidak menunggu lama pria paruh baya keluar. Ia menyambut kami dan mempersilakan kami untuk masuk kerumahnya yang sederhana itu.

Anas merupakan pengusaha tenun yang masih tersisa kini. Ia menggeluti usaha tenun ini sejak ia menjadi guru di sekolah Kampung Semberang, Kabupaten Sambas dan kini pria yang sudah berumur 70 tahun ini masih giat mengumpulkan hasil tenun para pengrajin tenun di Kab. Sambas untuk di jual kembali.

Anas mengatakan usaha tenun di Pontianak sudah tenggelam. “Kalau penenun Pontianak itu mereka pakai benang emas yang silver putih jadi sulit sekali membuatnya. Pernah saya lihat tahun 1963/1965 masih ada yang nenun di Lembah Murai menggunakan benang emas silver, di Kampung Kapur juga ada itu terakhir saya lihat,” kata Anas sambil tersenyum.

Anas juga mengatakan keberadaan penenun di Pontianak sudah jarang sekali terdengar. kemungkinan lesunya usaha tenun di Pontianak ini dikarenakan kesalahan dari masyarakat yang tidak mau melestarikan unsur budaya ini.

Berbeda dengan di Kabupaten Sambas yang kental dengan budaya Melayu, di sana menurut Anas para penenun masih melestarikan kebudayaan ini dan dijadikan industri rumahan. “Di Sambas tenun masih dilestarikan. Jadi, masih banyak terdapat para penenun di sana,” cerita Anas.

Anas juga menambahkan di Sambas generasi penenun sudah diajarkan sejak masih kecil, sekarang penenun di Sambas ada yang masih sekolah di bangku SMP bahkan ada yang masih berada di bangku sekolah dasar.

Sambil Anas bercerita sesekali ia gelisah. Pria yang sudah berambut putih ini beranjak dari tempat duduknya dan pergi masuk ke kamarnya. Tidak berselang lama ia keluar dengan membawa beberapa helai kain tenun dengan motif khas sambas. Satu persatu ia keluarkan sambil menunjukan nama dari motif kain tenun tersebut dan makna dari motif tersebut.

Anas menambahkan motif tenun khas Pontianak yang masih bertahan ialah motif corak insang yang kini banyak beredar di pasaran.

Kurangnya motif yang dihasilkan menjadi tanda lesunya usaha tenun di Pontianak dan sebelumnya pemerintah di Pontianak sudah berupaya dengan mengadakan pelatihan-pelatihan demi menghidupkan kembali generasi tenun di Pontianak, tetapi nihil. Hasilnya, sampai hari ini usaha tenun menjadi usaha yang langka di temui di Kota Pontianak.

 

 

 

Check Also

Jepin Tali Bintang Pontianak Juara Tangkai Jepin

mabmonline.org , Sekadau – Jepin Tali Bintang yang dibawakan oleh grup jepin dari MABM Pontianak …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *