Home / Jurnalisme Warga / Hilangnya Rasa Aman Akibat Pembobolan Kos

Hilangnya Rasa Aman Akibat Pembobolan Kos

Oleh Marlina

MABMonline.org, Pontianak–Keresahan yang dialami oleh anak-anak Kos Putri Ananda 2 akibat perampokan yang terjdi pada kamis (21/2). Meski perampokan tersebut sudah terjadi hampir satu bulan yang lalu, namun rasa takut dan cemas masih sering dirasakan para penghuni kos Ananda 2.

“Perampokan tersebut terjadi pada pukul 2:30 dini hari, grombolan perampok berjumlah tiga orang perampok berusaha membobol 2 kamar, namun hanya satu kamar yang berhasil dibuka dan satu kamar lagi tidak berhasil dibuka oleh perampok. Ujar Saipul si penjaga kos”

“Terjadinya perampokan di kos ananda dikarenakan kurangnya pengawasan, kos ananda ada  3 lantai dan memiliki 90 kamar yang semuanya dihuni oleh perempuan, dan hanya dijaga oleh dua orang pengawas kos yang berbadan kecil, hal itu membuat perampok menjadi lebih mudah untuk membobol kamar yang berada dideretan belakang kos, karena kamar yang berada dideretan belakang tidak diberi penerangan (lampu) dan belum ada bangunan rumah warga yang ada dideretan belakang. Ujar ani selaku penghunu kos”

“kejadian perampokan itu terjadi subuh sekitar pukul 2:30waktu anak-anak sedang tidur pulas, tiba-tiba kedengaran suara teriakan maling-maling dari lantai 2, anak-anak kos langsung bangun dan berlarian menuju arah suara teriakan, ternyata yang teriak si Ayu (korban) penghuni kamar 16 B. Anak-anak langsung bertanya ada apa?. Kata Ayu (korban) ada maling masuk kamarnya, maling berhasil mengambil dompet dan Hp waktu maling mau ngambil laptop, kaki Ayu (korban) kesentuh tangan maling si Ayu ini langsung tekejut dan teriak ‘maling….’ malingnya lamgsung kabur lewat pintu belakang si Ayu ini sempat ngejar maling itu tapi naasnya maling itu malah melempar arit kearah Ayu. Dari bibir bagian atas sampai tangan Ayu luka karena lemparan arit dari maling”  tutur Basilisa.

Kejadian pembobolan ini memang sudah berlalu hampir satu bulan yang lalu namun rasa takut dan waswas masih menghinggapi anak-anak kos ananda, mereka takut kejadian itu akan terulang kembali, meskipun sekarang keamanan yang ada di kos ananda sudah diperketat namun rasatakut itu masih belum hilang sepenuhnya.

“ kalau Teteh sendiri rasa was-was itu sih pasti masih ada apalagi kayak kamar teteh posisinya paling ujung dekat tong air, sebelahnya masih tanah kosong pulak. Rawan takut pencuri mudah masuk kamar. semenjak pencurian itu, sekarang ini kalau malam sebelum tidur pasti teteh periksa lagi pintu belakang udah teteh kunci atau belum. Takut jugakan kalau tiba-tiba ada pencuri masuk mati lah kita habis barang-barang dicuri. Mending kalau Cuma barang-barang yang dicuri tapi kita ndak diapa-apain. Gimana kalau kita juga diapa-apain abis lah kita” kata Almida Sari.

Check Also

Sigondah: Meriam Dahsyat Peninggalan Kerajaan Mempawah

Oleh Kinanti Wulandari Hijau dan damai, kata yang dapat mewakili suasana di tempat ini. Suara burung-burung …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *