Home / FSBM X / Ini Trik dan Spesifikasi Gasing Pemenang Lomba Uri dan Pangkah

Ini Trik dan Spesifikasi Gasing Pemenang Lomba Uri dan Pangkah

Pangkah Gasing
Beberapa peserta besera bupati Kapuas Hulu mencoba memangka Gasing

Oleh Mariyadi

MABMonline.org, Putussibau—Saat ditanya kiat menang dan juara 1 lomba Uri Gasing dan Pangkah Gasing, kongtingen Kubu Raya dan Kayong Utara punya spesifikasi Gasing dan trik tersendiri.

Reporter menanyai Taufik (66), pemain gasing dari Kubu Raya yang menjuarai Uri Gasing dengan waktu Uri selama 21 menit 15 detik. Ia mengatakan, untuk memenangkan pertandingan, banyak hal yang harus diperhatikan. Pertama, pemutar gasing haruslah lihai dan dalam keadaan fit, baik mental maupun fisik. Tali pemutar juga harus mulus tidak boleh sembarangan. “Kyu gasingnya kami gunakan kayu Marris,” ungkap Taufik, Jumat (19/12/14) di Lapangan Depan Rumah Dinas Bupati Kapuas Hulu, Kedamin, diwawancarai saat diselai acara Pangkah Gasing.

Tufik mengatakan, kuncinya juga terletak pada jatuhnya gasing dan lihainya pengangkat gasing yang sedang berputar. Gasing harus jatuh pada tempat yang rata dan pengankat gasing ke meja harus hati-hati. Selain itu, wadah tempat gasing berputar juga harus bagus, yakni piring yang benar-benar porselen. “Bentuk gasing juga harus baik, tidak melenggang saat berputar,” kata Taufik.

Kata Taufik, Gasing yang dipakai dalam Uri Gasing haruslah gasing yang mulus tanpa ada bulu dan cacat. Taupik juga menjelaskan bahwa kekuatan gasing Uri itu memang maksimal 24 menit. “Semakin berat semakin lama putarannya,” kata Taufik.

Begitu juga yang dikatakan Rahmat, peserta dari Kontingen Kayong Utara yang memenangkan Tangkai Lomba Pangkah Gasing setelah mengalahkan pesaing dari Kontingen Kota Singkawang. Ia mengatakan, kelihaian dan kondisi pemangka dan pemutar gasing hendaklah dalam keadaan baik. “Bidikan juga harus tepat sasaran,” tambah Rahmat, Jumat (19/12/14) di Lapangan Depan Rumah Dinas Bupati Kapuas Hulu, Kedamin.

Rahmat juga mengatakan, pemangka gasing meski hati-hati dan tali juga harus kuat. Ia mengatakan untuk memperkuat gasing, orang di daerahnya biasa melumuri gasing dengan getah pohon Kelulut agar gasing licin. “Gasing harus harus dibalut dengan getah kayu kelulut,” pungkas Ahmad dengan bahasa Khas Kayong Utara.

Begitulah kiat yang mereka lakukan. Kalah dan menang adalah hal lumrah. Yang penting, seluruh kontingen telah mencoba semaksimal mungkin dalam lomba tersebut dan demi memeriahkan Fesetival Seni Budaya Melayu (FSBM) X.

Check Also

Memperkenalkan Upacara Adat Melayu dari Setiap Daerah di Ekshibisi Adat

mabmonline.org , Sekadau – Ekshibisi upacara adat Melayu yang diikuti enam kontingen telah terlaksana di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *