Home / Ekonomi / Jajanan Malam Khas Kemuning

Jajanan Malam Khas Kemuning

Gambar : Bentuk Pasar kemuning dari depan
Gambar : Bentuk Pasar kemuning dari depan

MABMonline.org, Pontianak-(4/4) kamis malam lepas isya tepatnya pukul 19.30. Geliat ekonomi penduduk sekitar jalan Prof. M. Yamin, kecamatan Kota Baru Potianak baru saja berganti. Jajanan-jajanan malam khas pasar baru saja memulai aktifitasnya. Berbagai macam pedagang menjajakan jualannya berjejer di sepanjang jalan menggunakan gerobak mereka masing-masing. Mulai dari molen, apam pinang, martabak, kacang hijau, hingga es tebu ada di sana.

Aminah, seorang penjual kacang hijau dan sekoteng di sana mengatakan malam hari adalah waktu di mana orang-orang mulai keluar mencari jajanan biasanya setelah lelah seharian beraktifitas. Menurutnya, kebanyakan pelanggannya adalah orang-orang kantoran dan mahasiswa yang biasanya melepas lelah atau hanya sekedar berkumpul di sana. “Kebanyakan pelanggan saya itu orang kerjanya di kantor atau mahasiswa yang lagi pengen keluar atau nyari yang anget-anget.” Tutur Aminah. Aminah juga mengatakan bahan-bahan yang digunakan untuk dagangannya mengguanakan bahan-bahan yang alami dan tidak menggunakan bahan campuran kimia. “Kalau ini saya buatnya pake kacang hijau asli, sama sekotengnya gak pake bahan yang aneh-aneh, gak bagus buat badan, rasanya pun jadi tidak enak.” Kata Aminah.

Lain lagi Nalim, pedagang martabak yang sudah lima tahun berdagang di sana mengaku sudah akrab dengan aktifitas malam di sana. Kebanyakan para pelanggannyaa adalah para ibu-ibu atau atau para pasangan muda yang kebetulan sedang melintas atau memang sengaja ingin membeli martabaknya. “Yang beli biasanya sih ibu-ibu bawa anaknya, sama anak-anak muda yang lagi pacaran ada juga.” Kata Nalim saat ditemui di tempat berjualannya. Keunikan lainnya adalah pedagang di sana juga berinovasi dengan barang dagangannya, misalnya Siam, ibu satu orang anak ini melakukan inovasi dengan molen dagangannya. Ibu Siam mengganti isi molen yang biasanya pisang menjadi rasa kacang hijau dan coklat. Sehingga menciptakan rasa yang unik dan tergolong baru. “Awalnya sih coba-coba, karena yang jualan molen sudah banyak, jadi ibu buat model baru molen isi kacang hijau dan coklat. Hasilnya lumayan, banyak yang nyari molen saya. Sekarang jadi laris.” Ungkap Siam.

Saat ditanya mengenai omset yang didapatnya sehari, baik Amniah, Siam maupun Nalim tidak mengatakan secara rinci, mereka sama-sama mengatakan cukup untuk kebutuhan sehari-hari. “Yah cukuplah untuk menutupi kebutuhan sehari-hari sama buat modal jualan lagi.” Tutur Aminah sembari melayani pembeli lainnya. Para pedagang di sana bukan berarti tidak mendapat rintangan, menurut Nalim, halangannya dalam berjualannya di sana jika saat hujan, jualannya cenderung sepi karena tidak ada orang yang lewat. “Yah namanya juga orang jualan mas, kadang untung, kadang juga rugi,tapi tetep harus jualan biarpun hujan.” Kata Nalim.

Saat ini, terdapat sekitar tigapuluhan pedagang yang mejajakan dagangannya di jalan depan pasar kemuning itu. Dengan berbagai pilihan dan citra rasanya. Tinggal tergantung pada selera pembeli akan memilih yang mana.

Check Also

Pantia FSBM IX Sediakan 7 Stan Keamanan dan Kesehatan

Oleh Mariyadi MABMonline.org, Pontianak—Panitia penyelenggara Festifal Seni dan Budaya Melayu (FSBM) IX dalam rangka ulang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *