Home / Jurnalisme Warga / Jati Diri Wanita Karier

Jati Diri Wanita Karier

Oleh Yudistira Yardhana

MABMonline.org, Pontianak-Ruangan yang tidak terlalu besar itu terlihat semakin sesak  dengan tumpukan buku-buku dan beberapa lemari serta seperangkat komputer lengkap dengan mesin cetaknya. Tempat tersebut menjadi sandaran bagi wanita paruh baya yang memiliki segudang kesibukan itu saat  istirahat tiba. Hampir setiap hari ruangannya dipenuhi oleh mahasiswa degan berbagai keperluan terutama mereka yang ingin mengajukan tugas akhir mereka. Sikap tegas dan telaten membuat beliau terpilih untuk kedua kalinya sebagai ketua program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, demikian ia harus melayani satu per satu mahasiswanya dengan sabar.

Dra. Sesilia Seli, M.Pd. (50) atau yang lebih dikenal dengan sebutan Bu Seli, merupakan salah satu dosen tetap di Universitas Tanjungpura, khususnya pada program studi PBSI di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendididikan (FKIP). Meskipun sudah berkecukupan namun wanita dua orang anak ini belum merasa puas atas apa yang telah dikerjakan. Baginya berkerja adalah suatu amanah dan ibadah, selagi masih mampu berkarya ia akan tetap menjalaninya.

Baru-baru ini ia memperoleh penghargaan tingkat nasional bidang pembinaan koperasi terbaik se-Indonesia. Hal tersebut mengantarnya ke Kota Batam untuk memberikan pelatihan internasional wilayah Asia bidang koperasi. Perlu diketahui bahwa selain sebagai ketua prodi (kaprodi) PBSI beliau juga adalah ketua CU Khatulistiwa Bhakti Kalbar, yakni sebuah lembaga keuangan berbasis masyarakat. Banyak masyarakat kecil dan menengah terbantu dengan adanya koperasi yang diketuainya ini.

Selain menduduki jabatan di atas, belaiu saat ini sedang melanjutkan program pendidikan doktor di Universiti of Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia.  Di masa studinya ini tentu ia juga harus pulang pergi ke Malaysia sehingga tak heran apabila beliau cukup sulit ditemui. Memiliki aktivitas yang padat bukanlah perkara mudah, namun bukan Sesilia Seli namanya jika ia harus mengeluhkan hal tersebut. Memiliki kepribadian konsisten dan sangat menghargai waktu adalah ciri utama beliau. Hal ini tergambar pada setiap pekerjaan yang ia lakukan. Terutama tugas utamanya sebagai dosen PBSI, ia tidak segan-segan untuk menegur bahkan  mengeluarkan setiap mahasiswa yang tidak disiplin dengan waktu.

“Memanajemen waktu itu penting, janganlah waktu tidur lebih banyak ketimbang waktu lainya” ujarnya saat menasehati mahasiswanya di kelas. Sikap tegas dan konsistensinya membuat beliau dikagumi banyak orang, terutama bagi para mahasiswa. Setiap kritikan ataupun teguran yang ia lontarkan merupakan nasihat yang bertujuan untuk menjadikan setiap mahasiswanya lebih baik dan disiplin.

Setiap masalah yang ia dapatkan selalu dijalani dengan tenang, dan tidak akan mengubah prinsip hidupnya. Termasuklah saat ia harus mengalami beberapa masalah dengan kesehatan.. Ia tampak selalu bersemangat setiap harinya, seakan tidak ada persoalan yang begitu rumit baginya. Dengan penampilanya ini Ia senantiasa ingin menunjukkan bahwa profesionalisme itu penting dan setiap orang harus bisa menempatkan diri pada posisinya, jadi masalah pribadi yang ada pada dirinya tidak akan mempengaruhi interaksinya dengan orang-orang disekitarnya dan menjalani aktivitas seperti sedia kala.

Check Also

Budaya Korea “Meledak” di Indonesia

Oleh : Ahmad Yani MABMonline.org, Pontianak — Pada era globalisasi saat ini faktor budaya merupakan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *