Home / Beranda / Jepin Lembut; Gerakan Lentur yang Harus Abadi

Jepin Lembut; Gerakan Lentur yang Harus Abadi

Oleh Asmirizani

MABMonline.org, Sambas— Peserta workshop Jappin Lambut (Jepin lembut, red) duduk bersila membentuk lingkaran mendengarkan materi dengan saksama di pentas depan kantor bupati Sambas, Selasa  (27/8). Workshop tarian Jepin Lembut dihadiri berbagai kalangan, dari  siswa, mahasiswa, pegawai negeri, dosen seni tari musik, hingga masyarakat pecinta seni tari.

Narasumber workshop merupakan seorang penari, pelatih, dan ketua sanggar dari sekura Kabupaten Sambas, Syahril. Ia merupakan narasumber yang memberikan pengantar workshop tarian Jepin Lembut dan membuka ruang tanya jawab sehingga terjadi diskusi menarik mengenai asal muasal, gerakan-gerakan, nama gerakan, dan nasib Jepin Lembut pada masa mendatang.

Peserta menyimak saksama saat workshop Tarian Jappin Lambut (Foto Asmirizani)
Peserta menyimak saksama saat workshop Tarian Jepin Lambut (Foto Asmirizani)

“Jepin lembut di Sambas ada tiga versi: Tebas, Sikannang, Sekura. Tari Jepin yang ditampilkan adalah tari Jepin Lembut dari Sekura. Bentuk ragam gerak menggunakan langkah dan nama, yaitu langkah dua disebut mengayak, langkah tiga disebut sorong dayung. Langkah enam diberi nama kepakan sayap burung,” ucapnya saat membacakan makalah workshop.

Jepin Lembut diturunkan secara temurun pada zaman dahulu dengan cara setiap orang menghafal satu gerakan atau biasa disebut satu langkah. Namun sekarang gerakan Jepin Lembut semakin berkurang karena orang yang menguasai gerakan Jepin Lembut sudah meninggal dunia. Hanya beberapa dari gerakan Jepin Lembut yang dikuasai oleh penerus di Sekura, sebagaimana yang diungkapkan Syahril yang merupakan ketua sanggar Bina Karya, “Para guru Jepin Lembut yang terdahulu di Sekura sudah meninggal, sehingga pewarisan gerak Jepin Lembut tidak sepenuhnya lagi dikuasai oleh para anak muda pada waktu itu. Saat ini gerakan tari hanya tersisa empat, yaitu langkah 1, langkah 2, langkah 6, dan langkah 9 dari 13 langkah.”

Tarian Jepin asalnya dari Arab dan dibawa oleh penyebar Islam sebagai sarana dakwah. Setelah jepin melekat pada masyarakat Sambas, jepin mengalami perubahan sesuai tempat di Sambas yang sangat kental dengan budaya kemelayuannya, sehingga jappin mengalami perpaduan dengan budaya Melayu Sambas. “Jepin Lembut Sambas merupakan perpaduan tarian Jappin dan tarian melayu Sambas,” ucap Syahril.

Penari memperagakan satu gerakan Jappin Lambut (Foto Asmirizani)
Penari memperagakan satu gerakan Jepin Lambut (Foto Asmirizani)

Sejalan dengan A. Muin Ikram, budayawan tari ketika ditemui usai menjadi juri tari. “Tarian Jappin berasal dari negeri Arab yang diperkirakan dibawa oleh mubaligh sekitar pada abad ke-18. Tarian Jappin digunakan untuk hiburan dan juga sebagai media dakwah syiar islam.”

Menurut A. Muin Ikram, “lambut bukan berarti lembek, tetapi lebih merujuk pada filosofi mengajak secara mendidik tidak memaksa,” ujarnya lebih lanjut.

Peserta sangat tertarik dengan gerakan tarian Jepin Lembut, ada yang ingin meminta narasumber memperagakan satu gerakan tari, begitu juga keinginan Apian yang merupakan seorang guru. Jika ada video untuk memandu pemula belajar gerakan awal hingga gerakan akhir tarian Jepin Lembut yang diiringi dengan musik, mungkin akan mempermudah bagi yang ingin belajar gerakan. Dengan adanya video atau rekaman dalam bentuk kaset akan menjadi dokumen sehingga akan bisa melihat gerakan yang lupa atau hilang.

Tari Jepin Lembut sangat sulit bagi pemula, begitu juga yang terjadi pada penari yang sudah lama, mereka terus belajar memperdalam gerakan tarian Jepin lembut. ”Saya juga menari tarian tradisional Sambas lainnya, namun bagi saya tarian Jepin Lembut sangat sulit karena perlu kelenturan tubuh dan keuletan serta kesabaran dalam berlatih tarian ini,” ungkap Rahmat, penari sanggar Tanjong Datok.

Along Nihar seorang yang datang dari Ketapang ingin mengetahui pengertian dari Jepin Lembut, dan ingin mengetahui gerakan-gerakan Jepin Lembut. Ia dengan peserta lain mengikuti gerakan Tarian Jepin Lembut yang dipandu para penari saat akhir acara.

“Saya sangat senang dengan workshop ini. Selain memberi pengetahuan juga memberi kesempatan pada peserta workshop untuk mengikuti gerakan yang diajarkan oleh narasumber. Semoga masa mendatang tarian Jepin Lambut ini sudah ada penerusnya seperti adek-adek ini,” ujar along Nihar setelah selesai mengikuti gerakan tarian Jepin Lembut.

Check Also

Sultan Hamid II, Sang Perancang Lambang Negara yang Terlupakan

Oleh: Nur Iskandar Tepat di hari Kartini, (21/4), Seminar Nasional Meluruskan Sejarah Sultan Hamid Sebagai …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *