Home / Beranda / Juara Bukan Tujuan, Yang Penting Budaya Tetap Lestari

Juara Bukan Tujuan, Yang Penting Budaya Tetap Lestari

Oleh Gusti Iwan

Penonton Menyaksikan Lomba Bertutur di Pentas Utama (Foto Iwan)
Penonton Menyaksikan Lomba Bertutur di Pentas Utama (Foto Gusti Iwan)

MABMonline.org, Sambas — Rabu malam (28/08), pengunjung terlihat ramai memadati pentas utama di area pameran dan kegiatan FSBM IX. Pengunjung sangat antusias mendengarkan para peserta yang mengikuti lomba bertutur membawakan ceritanya, cerita rakyat yang berasal dari daerahnya masing-masing, sambil sesekali terdengar tepuk riuh dan komentar dari para penonton.

Saat diwawancarai, Bambang, kontingen dari Kabupaten Kubu Raya menjelaskan, “saya dipercaya oleh rekan-rekan untuk mendampingi peserta dan melatihnya sebelum ikut perlombaan bertutur kali ini. Meskipun boleh dibilang bahwa persiapan kita tidak terlalu lama, karena kita mendapat informasinya mendadak. Sedangkan pada saat itu Mempawah sedang sibuk mempersiapkan pelantikan pengurus baru. Ke depan, kita akan mempersiapkan lebih baik lagi, mudah-mudahan waktunya lebih banyak lagi,” tambahnya.

Kontingen Sambas, Titi Surya (Foto Iwan)
Kontingen Sambas, Titin Supriyatna (Foto Gusti Iwan)

Selain peserta yang telah tampil, ternyata ada seorang guru TK yang juga ikut serta. Titin Supriyana, kontingen

Kontingen Kapuas Hulu, Syamsiah (Foto Iwan)
Kontingen Kapuas Hulu, Syamsiah (Foto Gusti Iwan)

dari Kabupaten Sambas. Ia saat ini mengajar di TK Satu Atap SDN 15 Sempalai. “Saye akan membawakan cerita burung Ruai. Cerita ini menceritakan seorang putri raja yang ditinggalkan oleh saudaranya disebuah gua selama 7 hari 7 malam. Hingga akhirnya sang putri raja diubah oleh nenek sakti penghuni gua menjadi seekor burung Ruai,” ucap Titin.

Sebagai seorang guru TK, Titin memang terbiasa bercerita, sehingga ia tidak terlalu gugup dalam

pementasannya kali ini. “Tapi saye juga tetap berlatih dan berusaha. Hasilnye kite pasrahkan jak,” tambahnya lagi.

Sementara itu, Syamsiah dari kontingen Kapuas Hulu mendadak baru dihubungi siang hari oleh Koordinator Kapuas Hulu untuk mengikuti lomba bertutur malam itu juga, jadi ia tidak punya waktu banyak dalam persiapan lomba yang akan diikutinya tersebut.

“Meskipun tidak menjadi juara, yang penting kita tetap berusaha melestarikan budaya kita sendiri,” ujarnya mantap.

Check Also

Sultan Hamid II, Sang Perancang Lambang Negara yang Terlupakan

Oleh: Nur Iskandar Tepat di hari Kartini, (21/4), Seminar Nasional Meluruskan Sejarah Sultan Hamid Sebagai …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *