Home / Jurnalisme Warga / Kampus FKIP Sasaran Empuk Kejahatan

Kampus FKIP Sasaran Empuk Kejahatan

Gambar: Tampak dari depan papan nama FKIP Untan. MJ.
Gambar: Tampak dari depan papan nama FKIP Untan. MJ.

Oleh Melisa Jupitasari

MABMonline.org, Pontianak-“FKIP sekarang jadi sasaran empuk kejahatan,”begitulah yang diucapkan oleh M. Tri Saparino selaku komandan keamanan Universitas Tanjungpura yang pada saat itu sedang patroli di kampus Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), 14 maret 2013 kemarin. “FKIP sekarang menjadi tempat yang rawan kecurian, tidak di masjid dan dimana-mana,” jelasnya. Lebih lanjut komandan keamanan Untan mengungkapkan bahwa berdasarkan data kepolisian tercatat ada sekitar 20 kasus tindak kejahatan yang telah terlapor di Polda Pontianak. Selain itu ada 6 kasus tindak kejahatan yang tercatat satu bulan terakhir ini. Seminggu yang lalu ada 2 motor mahasiswa yang hilang di FKIP tegas komandan keamanan Untan. Banyaknya mahasiswa dan tidak terkontrolnya orang luar yang masuk ke area kampus juga menjadi kendala keamanan di sekitar FKIP. Apalagi banyaknya proyek yang masuk di area FKIP ini yang menyebabkan pihak kampus tidak mengetahui yang mana pekerja proyek dan yang mana orang luar. Kemaren saja kedapatan “tukang bangunan” yang banyak mencuri helm mahasiswa ujar M. Tri Saparino ini. Ini menunjukkan bahwa “orang dalam” di area kampus pun bisa menyebabkan adanya ketidakamanan di area kampus.

“Biarpun satpam ada di depan, hal ini  tidak memberikan keamanan kepada kampus,” ungkap Halipah seorang mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra indonesia ini. Hal ini ditunjukkan bahwa adanya helm dan motor yang hilang di area parkir ujarnya. Keamanan kampus yang berjumlah 4 orang dan hanya berfokus ditengah-tengah pada sekitaran ruang dekan saja menjadi kendala tidak efektifnya keamanan kampus. “Sebenarnya Security empat tidak apa tapi harus lebih merata penjagaanya, pihak kampus lebih koordinasi kepada tukang parkir dan memberikan ‘sesuatu’ agar tukang parkir tidak ogah-ogahan menjaga keamanan harap Sasmita, mahasiswa semester 6 Pendidikan Matematika ini. Namun, menurut komandan keamanan Untan M. Tri Saparino ini, 4 penjaga keamanan itu dinilai belum cukup ditambah lagi kurangnya infrastruktur keamanan seperti CCTV. “CCTV hanya ada di dalam namun diluar tidak ada  CCTV,” ungkapnya. “Diadakannya penambahan satpam, dibuatlah pos-pos dan diberlakukannya satu pintu keluar masuk mungkin dengan itu  akan mempermudah mendeteksi orang yang keluar masuk,” begitulah harapan M. Tri Saparino selaku mantan security FKIP pada tahun 1999  ini.

Check Also

Budaya Korea “Meledak” di Indonesia

Oleh : Ahmad Yani MABMonline.org, Pontianak — Pada era globalisasi saat ini faktor budaya merupakan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *