Home / Jurnalisme Warga / Kepercayaan Masyarakat Sambas Terhadap Kue Pasung

Kepercayaan Masyarakat Sambas Terhadap Kue Pasung

Oleh Sutrisno

kue pasongMABMonline.com, Sambas — Kue pasung atau dalam bahasa Sambas “kueh pasong”, tidak hanya terdapat di Kabupaten Sambas saja di tempat lain juga ada, seperti di Bali. Tetapi, kue pasungnya berbeda, dari bahan-bahan untuk membuatnya hingga cara pembuatannya. Hasil kuenya juga berbeda. Kue pasung Bali mempunyai ketahanan yang lebih lama dibanding kue pasung Sambas.

Kue pasong ini berbentuk kerucut dan berselimutkan daun pisang. Kue ini berasa legit isinya berwarna kecoklatan ataupun putih dengan dua rasa yaitu, manis dan lemak. Rasanya gurih seperti nagasari tapi tidak menggunakan pisang. Hanya saja, ia sama-sama terbuat dari tepung beras dan di kukus.
Pada masyarakat Sambas, kue pasong ini sangat jarang ditemukan pada hari-hari biasa. Biasanya, kue ini biasanya dibuat pada hari ke 27 Bulan Ramadhan atau biasa disebut “hari 7 likor”.

“Menurut kepercayaan masyarakat zaman dahulu kue pasung ini dibuat untuk melepaskan pasungan orang-orang yang telah meninggal. Karena masyarakat menganggap pada bulan Ramadhan orang-orang yang telah meninggal dipasung dengan tujuan supaya tidak mengganggu masyarakat saat beribadah di bulan Ramadhan,” ujar ibu Rusidah selaku orang yang masih mempercayai keyakinan tersebut.

Ibu Rusidah juga menegaskan bahwa sebagian besar masyarakat sekarang sudah tidak mempercayai kepercayaan itu lagi. Meskipun demikian, bukan berarti kue ini tidak boleh dibuat pada hari-hari biasa. Hanya saja kue ini paling banyak dibuat pada bulan Ramadhan.

Mengundang rasa penasaran saya untuk mencicipi kue pasong, ibu Rusidah rela meluangkan waktu untuk membuat kue lezat ini.  Cara pembuatannya dimulai dengan Tepung beras diadon dengan air panas (tujuannya supaya kue lebih kembut), kemudian tambahkan santan kelapa dan aduk hingga merata. Setelah itu, Masukkan gula merah sebagai perasa manis jika ingin membuat kue pancong rasa manis, tetapi jika ingin membuat kue pancong rasa lemak tidak perlu menambahkan gula merah. Agar lebih enak disarankan untuk menambahkan garam secukupnya kedalam adonan. Setelah selesai diadon Masukkan adonan dalam daun pisang yang telah di bentuk kerucut. Dan langkah terakhir Kukus adonan hingga matang dengan bantuan ampas kelapa yang telah dimasukkan ke dalam panci pengukus supaya tidak tumpah.

Tidak lama kemudian kue matang. Saya beserta keluarga bu Rusidah mencicipi kelezatan kue pancong. Sekarang penasaran saya dengan kelezatan kue pancong sudah terjawab. Kue pasong benar-benar enak dan rasanya membuat ketagihan. Dan kedua rasa kue pancong ini sama enaknya.

Check Also

Antar Ajung, Antara Tradisi dan Wisata

Oleh Nabu Sambas—Terdengar gendang rabana dan ratib. Lantunan nama-nama Allah disertai doa selamat dan doa …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *