Home / Beranda / Kesenian Mendu Hibur Pengunjung Malam Budaya

Kesenian Mendu Hibur Pengunjung Malam Budaya

Oleh Mariyadi

Salah Satu Adegan Teater Mendu (Foto Gusti Iwan)
Salah Satu Adegan Teater Mendu, Dipadati Penonton
(Foto Gusti Iwan)


MABMonline.org, Pontinak—
Malam Budaya yang di isi dengan pementasan Kesenian Mendu, Jumat malam (6/12), dipadati pengunjung. Mereka merasa terhibur dengan teater yang ditampilkan saat itu. “Ceritanya lucu. Jarang-jarang acara seperti ini digelar,” ungkap Mursidin (20), mahasiswa Universitas Tanjungpura (Untan).

Menurut Mursidin, acaranya bagus, jarang-jarang di gelar malam budaya seperti ini. Apalagi penontonnya sebagian anak muda. Dengan cara ini setidaknya bisa mengenalkan budaya Melayu khususnya di tengah gemuran budaya luar.

Hal tersebut juga disampaikan Obi Samhudi (21) yang juga mahasiswa Untan. Ia mengaku sangat terhibur dengan pementasan yang diadakan oleh MABM. Ia juga mengatakan bahwa acara ini sangat bermanfaat selain sebagai ilmu pengetahuan mengenai budaya Melayu, juga sebagai bentuk pelestarian dan pencerdasan kepada generasi muda. “Ceritanya lucu dan Malam Budayanya sungguh bermanfaat,” tambahnya.

Kesenian Mendu yang disebut teater tradisional dan lazim disebut teater rakyat, karena bermula memang tumbuh dan berkembang di tengah kehidupan masyarakat pedesaan dan masyarakat mengakui kesenian ini. Ciri-ciri teater tradisionalnya adalah adanya keterpaduan musik, tari, lagu, dialog, dan banyolan/humor. Ada pula komunikasi antara pemain dan penonton dan beberapa dialog-dialog spontan melibatkan penonton, membuat suasana menjadi akrab. Suasana menjadi bertambah hidup dan asyik oleh tingkah pemain banyolan dengan berbagai perangainya. Figur jin yang ganas dan buas, raksasa, perkelahian, tergambar pada alur cerita, biasanya menjadikan tontonan semakin menarik.

“Judul teaternya Sekuntum Bunga Serai, karena bunga serai itu identik dengan sebuah bunga yang digunakan oleh masyarakat melayu untuk mengobati macam-macam penyakit,” ungkap Sattarudin Ramli, Sutradara teater.

Menurut Sattarudin, Bunga Serai menurut cerita yang ia dengar merupakan obat yang digunakan oleh masyarakat melayu untuk mengobati beberapa macam penyakit. Bunga serai juga sangat sulit didapatkan.

Sinopsi Teater Kesenian Mendu

Seni Teater Mendu malam itu menampilkan cerita yang berjudul “Sekuntum Bunga Serai” yang mengisahkan seorang raja yang putri tercitanya sedang sakit parah, sehingga sangat sulit untuk disembuhkan.Terkecuali bila diobati dengan Sekuntum Bunga Serai. Namun, bunga serai itu sulit didapatkan karena hanya ada di mulut gua di sebuah hutan yang amat lebat dan dijaga oleh jin-jin yang ganas buas. Akhirnya raja mengirim maklumat kepada seluruh rakyatnya untuk mencari bunga serai.

Terdengar juga oleh Mak Miskin dan anaknya yang tinggal di Ujung Tanjung. Si Bujang dan Mak Miskin berusaha mencari bunga serai tersebut. Dalam perjalanan di hutan, seorang Petale Guru dari khayangan turun ke bumi membantu si Bujang dengan memberinya kesaktian. Kera-kera putih yang berada di sekitar hutan itupun bersahabat dengan si Bujang.

Walhasil, bahwa si Bujang berhasil mendapatkan bunga serai setelah berperang melawan jin-jin yang ganas. Diperjalanan pulang, bunga serai dirampas oleh seorang putra mahkota dari negri seberang dan langsung membawanya pulang ke istana raja. Namun, kebenaran jualah di atas segalanya, sementara niat dan perbuatan curang tidak akan lepas dari Murka Tuhan. Bahwa si bujang berada dalam kasih sayang Tuhan.

Kesuksesan acara tidak hanya didukung oleh para pemain yang total dalam berperan, tetapi juga didukung dengan tata panggung yang kreatif. Dekorasinya sendiri dirancang oleh Yusuf Abu Bakar yang memang sudah kawakan sejak Mendu pertama kali berdiri pada tahun 1979. Yusuf sendiri turut ambil bagian dalam cerita ini dengan berperan sebagai Mak Miskin.

Check Also

Kain Tenun Sambas

Kain Tenun Sambas yang biasa di sebut ” Kain Lunggi ” atau Kain Benang Emas. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *