Home / Budaya / Komunitas Angklung Pontianak Turut Meriahkan FBBK 2013

Komunitas Angklung Pontianak Turut Meriahkan FBBK 2013

Oleh Sofia Devi

angklung

MABMonline.org, PontianakKomunitas Angklung Pontianak turut serta memeriahkan malam grandfinal pemilihan Bujang Dara Wisata Khatulistiwa Kalimantan Barat 2013, Sabtu (28/9). Komunitas Angklung membuka acara dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya pada saat akan dimulainya malam grandfinal, tepatnya pada pukul 19.45 wib.

Komunitas yang anggotanya merupakan murid-murid dari MTSN 1 Pontianak ini sangat antusias dan semangat untuk tampil diatas panggung. Usai sesi pemotretan finalis Bujang dan Dara , komunitas angklung yang di asuh oleh Bayu Prakoso ini mempersembahkan dua buah lagu yaitu lagu “Aek Kapuas dan Aku Bahagia”.

Bagi Bayu Prakoso bisa ikut tampil mempersembahkan lagu merupakan suatu kehormatan, karena ini merupakan pertama kalinya di undang oleh menteri pariwisata dan ekonomi kreatif Kalimantan Barat untuk menampilkan tim angklungnya dan ikut memeriahkan Festival Budaya Bumi Khatulistiwa (FBBK) 2013 ini. “ Perasaan saya senang karena mereka tampil kompak diatas panggung, itu membuat saya senang karena telah menampilkan yang terbaik diatas panggung”, ujar Bayu Prakoso dengan sangat bangga usai menampilkan tim angklungnya.

“Kendala utama, Alhamdulillah cuma pada saat penyiapan panggungnya saja dan masalah mikrofon. Persiapan kami untuk tampil ini satu bulan. Harapan saya untuk FBBK kedepan semoga acaranya semakin bagus, semakin banyak yang nonton, dan semakin banyak yang antusias terhadap festival budaya ini, dan saya harap kebudayaan kita yang kaya ini perlu di eksplor keluar, karena kita kaya budaya yang indah”, katanya.

Tim angklung ini mendapat respon yang baik dari masyarakat yang menonton, jelas terlihat pada saat selesai tampil , penonton memberi tepuk tangan yang meriah. Tim angklung ini juga memadukan alat musik rebana, karena bagi Bayu, dua alat ini sangat cocok untuk dipadukan dan ini merupakan alat musik asli Indonesia yang satu alat musik tradisional Jawa Barat dan yang satunya alat musik khas Melayu. “Karena angklung ini jarang, saya melihat ada antusias di mata orang Pontianak,  semoga tim angklung kami dapat berkembang baik di kota Pontianak ini,” kata Bayu dengan penuh harapan.

Semoga tim angklung ini semakin banyak peminatnya karena tim ini telah menyumbangkan karyanya bagi seni dan budaya. Khususnya pada festival ini agar orang tahu bahwa di kota Pontianak ini ada wadah yang bisa menyalurkan minat dan bakat dalam bidang angklung dan menjadi bermanfaat bagi masyarakat semua khususnya masyarakat Pontianak sendiri.

Check Also

Budaya Korea “Meledak” di Indonesia

Oleh : Ahmad Yani MABMonline.org, Pontianak — Pada era globalisasi saat ini faktor budaya merupakan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *