Home / Beranda / Lima DPD MABM Tampilkan Upacara Adat

Lima DPD MABM Tampilkan Upacara Adat

Kontingen Melawi sedang melaksanakan ekshibisi adat Mandi Kembang Setaman
Kontingen Melawi sedang melaksanakan ekshibisi adat Mandi Kembang Setaman

oleh Sabhan Rasyid

MABMonline.org, Putussibau—Ekshibisi Upacara Adat dalam FSBM X digelar di Rumah Melayu Kapuas Hulu,Minggu (21/12). Sejumlah perlengkapan upacara adat disiapkan setiap kontingen untuk dipertunjukkan kepada para panitia, pengurus MABM, serta masyarakat Kapuas Hulu. Lima DPD MABM kabupaten/kota terlibat dalam ekshibisi ini, yakni MABM Kota Singkawang,  Melawi, Ketapang, Kapuas Hulu, dan Pontianak.

MABM Kota Singkawang menampilkan upacara adat Tepung Tawar Tuang Minyak. Upacara adat ini dilaksanakan oleh masyarakat Melayu Singkawang untuk ibu yang hamil tujuh bulan. Setiap prosesi adat dipertunjukkan secara berurutan di hadapan para penonton.

Sama halnya dengan Kota Singkawang, peserta ekshibisi yang lain juga menampilkan prosesi upacara adat dari daerah masing-masing. MABM Melawi menampilkan upacara Mandi Kembang Setaman yang lengkap dengan prosesi tambahan lainnya, seperti naik atas perahu dan menebar jala oleh pasangan suami istri.

MABM Kabupaten Ketapang menampilkan upacara adat Injak Tanah bagi bayi berumur empat bulan sampai satu tahun. Perlengkapan yang cukup banyak dan lengkap dari kontingen membuat para penonton anusias menyaksikan setiap pertunjukan. Setelah pertunjukan, kontingen MABM Kabupaten ketapang juga menyiapkan sejumlah makanan khas kepada para pengunjung, seperti ketupat, rendang ayam, serundeng, dan es buah.

Berbeda dengan Ketapang, MABM Kapuas Hulu menampilkan upacara adat “Melenggang Kandung”. Upacara ini dilakukan bagi ibu hamil yang usia kehamilannya mencapai tujuh sampai delapan bulan. Upacara menggoyang-goyangkan kandungan ibu hamil tersebut dilakukan oleh seorang dukun beranak yang telah berpengalaman.

Penampilan ekshibisi upacara adat yang terakhir ditampilkan oleh MABM Kota Pontianak. MABM Pontianak menampilkan upacara Asah Gigi. Upacara ini dilaksanakan oleh orang-orang tua untuk anak gadisnya yang akan menikah. Makna dari upacara Asah Gigi ini bahwa gadis yang telah dipinang tidak boleh dipinang oleh lelaki lain.

Keseluruhan tampilan adat tersebut disaksikan oleh Ketua Umum MABMKB. Di akhir acara, Chairil selaku Ketua Umum MABMKB juga memberikan uang pembinaan kepada seluruh peserta eksibisi sebagai bentuk apresiasi karena telah sungguh-sungguh menampilkan kekhasan budaya Melayu kepada masyarakat Kapuas Hulu.

Check Also

Tarian Tanda’ Sambas Wajib Dilestarikan Oleh Pemuda

Oleh Asmirizani MABMonline.org, Sambas— Workshop tarian Tanda’ Sambas dilaksanakan di pentas kantor Bupati Sambas pada …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *