Home / Beranda / MABM Kalbar Siap Meriahkan Perhelatan Tamadun Melayu I

MABM Kalbar Siap Meriahkan Perhelatan Tamadun Melayu I

Oleh Gusti Iwan

Chairil Effendy, Ketua Umum MABMKB (Foto Gusti Iwan)
Chairil Effendy, Ketua Umum MABMKB
(Foto Gusti Iwan)

MABMonline.org, Pontianak — Sebuah perhelatan internasional akan dilaksanakan di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. Acara yang bertajuk Perhelatan Tamadun Melayu I” ini akan dilaksanakan pada tanggal 27 – 29 September 2013, yang akan dihadiri oleh negara-negara yang termasuk dalam negara DMDI (Dunia Melayu Dunia Islam).

“Perhelatan ini sendiri bermaksud untuk memelihara dan mengembangkan peradaban Melayu yang erat dengan peradaban yang bernafaskan Islam,” ucap Chairil Effendy, Ketua Umum MABM Kalimantan Barat.

Chairil pun menambahkan, dalam perhelatan ini juga akan diadakan acara pemberian gelar kehormatan kepada Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono dari Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau.

Berbagai rangkaian acara akan digelar pada “Perhelatan Tamadun Melayu I” ini, di antaranya pawai budaya, pameran budaya, pentas seni, dan seminar internasional yang akan diisi oleh pakar budaya Melayu.

Direncanakan selain Ketua Umum MABM Kalimantan Barat Chairil Effendy beserta pengurus, turut pula Gubernur Kalimantan Barat, Ketua DPRD Kalimantan Barat, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Barat dalam acara Perhelatan Tamadun Melayu I ini. Tak ketinggalan rombongan kesenian yang akan berpartisipasi dalam rangkaian pertunjukan kesenian di Tanjung Pinang.

Berkaitan dengan acara Perhelatan Tamadun Melayu I ini, MABM Kalimantan Barat pun akan menjadikan ini momentum bagi pelestarian dan pengembangan peradaban budaya Melayu. Bersinergi dengan organisasi lainnya, baik MABM Kabupaten/Kota dan Perempuan Melayu pun diharapkan akan mengambil langkah yang sama pula.

“Kita harus bisa memaksimalkan SDM yang kita punya dalam upaya pelestarian peradaban budaya Melayu. Sekarang ini hampir setiap kabupaten sudah memiliki Perguruan Tinggi, mahasiswa bisa saja kita jadikan sumber daya dalam memetakan, mendata dan mendokumentasikan semua hal yang berkaitan dengan peradaban budaya Melayu,” ungkap mantan Rektor Untan ini.

Chairil berharap dari langkah sederhana, yaitu dengan berkeliling kampung sambil mengumpulkan informasi mengenai cerita rakyat, permainan rakyat, adat istiadat setempat atau bahkan hanya berupa peralatan sehari-hari untuk memasak, bekerja dan aktifitas lainnya, kita bisa memahami semua fungsi dan makna yang terkandung di dalamnya.

Check Also

Sultan Hamid II, Sang Perancang Lambang Negara yang Terlupakan

Oleh: Nur Iskandar Tepat di hari Kartini, (21/4), Seminar Nasional Meluruskan Sejarah Sultan Hamid Sebagai …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *