Home / Beranda / MABM Siapkan Sambas Menjadi Pusat Budaya Melayu Dunia

MABM Siapkan Sambas Menjadi Pusat Budaya Melayu Dunia

Oleh Gusti Iwan

MABMonline.org, Sambas — Jum’at (30/8) dimulai pukul 8 pagi di aula kantor DPRD Sambas, diadakan Seminar Sehari yang mengambil tema “Menjadikan Sambas Sebagai Kota Warisan Budaya Dunia”. Acara ini juga merupakan satu rangkaian dalam FSBM IX di Sambas. Pemateri yang akan membawakan makalahnya diantaranya Zairin Zain yang mengambil judul “STRATEGI PERLINDUNGAN TERHADAP ARSITEKTUR TRADISIONAL DI SAMBAS SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN CAGAR BUDAYA DUNIA”.

Ada juga Erwin Mahrus dengan makalah berjudul “TAMADUN ISLAM DI KERAJAAN SAMBAS (1631-1950): MENGGAGAS SAMBAS SEBAGAI KOTA WARISAN BUDAYA DUNIA”. Selain itu makalah lainnya yang berjudul “INTEGRASI ANTARA NILAI TRADISIONAL DAN NILAI MODERN DALAM PERANCANGAN KOTA” dibawakan oleh Mira Sophia Lubis, namun karena memiliki halangan, ia tidak dapat hadir dalam seminar ini.

Menurut Long Hendri, panggilan karib Hendri, salah seorang penggiat budaya di Sambas, rencana Sambas jadi kota warisan dunia adalah hal yang tepat. Karena di Sambas banyak memiliki warisan budaya termasuk cagar-cagar budaya, warisan berupa tulisan atau warisan yang bersifat seni dan sastra. “Alhamdulillah mulai 10-15 tahun yang lalu kita sudah berusaha keras mempertahankan seni budaya warisan tersebut. Hal itu lah yang memotivasi saya untuk mengajak semua pihak menjadikan Sambas jadi kota warisan. Kita juga sudah menginventarisir dan mendokumentasikan warisan yang ada,” papar pria setengah baya ini.

“Pada masa awal untuk menggalinye, sistem yang kite lakukan yaitu dengan membentuk kelompok-kelompok yang sadar tentang budaya, yaitu berupa organisasi-organisasi budaya di tiap kecamatan. Sehingge sejak beberapa tahun yang lalu mulailah bermunculan khasanah-khasanah budaya yang sempat terlupakan, untuk kembali kite lestarikan.” Hendri menambahkan, “Kenapa semua itu harus kita pelihara, karena semuanya ada mengandung filosofi-filosofi yang bisa kita teladani. Kita tidak mau anak cucu dan generasi seterusnye terutama orang Sambas tidak mengenal budaya Sambas yang sesungguhnya.”

Ketua MABM Sambas (Foto Iwan)
Ketua MABM Sambas (Foto Gusti Iwan)

Sementara itu di tempat yang sama, Ir. Burhanuddin A. Rasyid, Ketua MABM Sambas yang sekaligus mantan bupati Sambas mengatakan, “Yang pertama kami sangat setuju dan sependapat, kami pun saat ini bersiap-siap menuju ke sana. Insya Allah ada 13 Doktor akan kembali ke Sambas, 2 di antaranya adalah ahli budaya. Sehingga kelak mereka akan membantu membangun Sambas. Dengan adanya tenaga ahli, kita berusaha menyelamatkan bangunan-bangunan yang berusia tua, ini kita siapkan untuk Sambas kembali menjadi pusat budaya Melayu dan pusat studi Islam seperti masa lalu, Sambas kembali disebut Serambi Mekkah.”

Lebih lanjut Burhanuddin bersyukur bahwa pemerintah daerah sangat mendukung MABM tidak hanya moril, tetapi juga dukungan materi.

Check Also

Sultan Hamid II, Sang Perancang Lambang Negara yang Terlupakan

Oleh: Nur Iskandar Tepat di hari Kartini, (21/4), Seminar Nasional Meluruskan Sejarah Sultan Hamid Sebagai …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *