Home / Jurnalisme Warga / Mahasiswa FKIP Keluhkan Lahan Parkir

Mahasiswa FKIP Keluhkan Lahan Parkir

Oleh Siti Rohmawati

MABMonline.org, Pontianak — Setiap hari kuliah, halaman parkir FKIP tampak dipenuhi sepeda motor. Bahkan, lapangan olahraga pun menjadi tempat parkir. “Fasilitas parkir belum mencukupi karena tempatnya kurang luas. Jadi, kadang-kadang parkirnya sampai di tepi jalan,” ucap Wiwindasari, salah seorang mahasiswa FKIP ketika ditemui pada Kamis siang kemarin.

“Kalau siang pas pulang tukang parkirnya lama mengeluarkan motor. Karena biasanya motornya di belakang, jadi susah mau mengeluarkan sendiri. Kalau bisa sih, parkirannya diperluas, terus yang di sebelah sana tu dibeton biar nggak becek kalau hujan. Dan dikasih atap ke apa ke, biar nggak panas. Hehehe…,” tuturnya lagi panjang lebar.

FKIP memang memiliki dua lahan parkir, satu pas di depan kampus, satu lagi di dekat lapangan olahraga. Dua lahan parkir itu hanya terpisah oleh jalan masuk kampus. Parkiran depan kampus sudah di semen. Parkiran dekat lapangan olahraga belum, sehingga becek ketika musim hujan.

Tidak hanya mahasiswa yang merasakan kurang luasnya lahan parkir. Petugas parkir yang biasa menjaga parkiran juga mengakuinya. “Jelas kurang sekali karena setiap tahun orang bertambah,” jawab Frandeff, petugas parkir, ketika ditanya mengenai hal tersebut.

Jumlah mahasiswa FKIP Untan memang terbilang banyak. Akan tetapi, jam perkuliahan terjadi dari pagi sampai malam hari. Apalagi lahan parkir pegawai kampus dan dosen sudah terpisah dengan lahan parkir mahasiswa. Seharusnya fasilitas lahan parkir tidak menjadi masalah, namun kenyataannya masih saja dirasa sempit. Lahan parkir yang kurang luas itu semakin terlihat karena tidak semua mahasiswa memarkirkan sepeda motornya dengan rapi. Ada beberapa mahasiswa yang suka memakirkan sepeda motornya secara sembarangan.

Frandeff mengungkapkan bahwa hal demikian terjadi setiap hari. Petugas parkir sepertinya itu bukan hanya duduk manis. Ia harus mengontrol parkiran setiap kali ada mahasiswa yang keluar atau masuk. Ia juga sering membantu mahasiswa yang kesulitan mengeluarkan sepeda motornya. Selain itu, susunan sepeda motor harus selalu dirapikan agar tetap muat.

“Harapannya sih diperluas lagi karena ini menyangkut kita semua. Setiap tahun kita bertambah. Ya, mestinya seperti itu agar tetap tertampung,”tuturnya lagi. Memang mahasiswa FKIP tiap tahun terus bertambah diikuti dengan bertambahnya pengguna sepeda motor. Sudah seharusnya fasilitas lahan parkir lebih diperluas lagi. Hal ini demi keteraturan dan kenyamanan parkir kampus. Selain itu, kendaraan yang keluar masuk kampus tidak kesulitan karena sepeda motor yang parkir sampai ke pinggir jalan.

Check Also

Penulis Muda, Rohani Syawaliyah

Oleh Hira Wahyuni MABMonline.org, Pontianak — Rohani Syawaliah, seorang sastrawan yang berasal dari Jawai, Sambas, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *